Baby I Love You

Baby I Love You
Wanita Elegan



Saat pulang dalam perjalanan Aditya terlihat sangat gelisah dan itu membuat Alan jadi bertanya - tanya karena setelah menerima panggilan tiba - tiba saja Aditya minta ijin dan pergi begitu saja, bahkan saat kembali Aditya terlihat sangat aneh seperti ada sesuatu yang sedang terjadi dan dia sembunyikan.


"Ada yang ingin kau katakan Dit." tanya Alan menatap Aditya


"Nanti saja kak, kita pulang dulu karena yang lain sedang menunggu kita di rumah" jawab Aditya tanpa melihat Alan.


Saat sampai di rumah Alan menatap aneh pada keadaan rumah yang ternyata semua orang sudah berkumpul di sana semuanya.


Alan berjalan memasuki rumah itu dan semua menyambut Alan dengan tatapan yang membingungkan, sehingga membuat Alan menatap mereka semuanya dengan bingung.


"Adit bagaimana?" tanya Alea saat melihat Aditya masuk.


"Iya kak aku sudah menemukannya" jawab Aditya dan menatap Alan yang terlihat bingung.


"Kemarilah kak, tolong jangan sela omonganku dan dengarkan sampai habis." Aditya memberitahu Alan


Setelah Alan mengangguk Aditya pun menceritakan semuanya dan dia juga telah dengan cepat menghubungi orang - orangnya untuk mendapatkan informasi secara menyeluruh.


"Apa yang kau katakan barusan Dit, kau menemukan di mana keberadaan Syafira?" Alan terlihat sangat bersemangat.


"Iya kak, ternyata selama ini dia ada dalam perlindungan Tante Angel dan menjadi bagian dari keluarga Tante Angel, dia dan Ariana adalah teman, dan dia yang mengetahui semua cerita tentang Syafira." jelas Aditya


"Gadis kecil itu adalah putri Syafira kalau dari usia anak itu dia sesuai dengan waktu menghilangnya Syafira selama ini. Apa kakak tak mengerti kenapa gadis kecil itu memanggil kakak papa dan dia terlihat sangat mengenali kakak walau dia baru bertemu dengan kakak malam ini" ucap Aditya dan Alan berfikir


"Apa maksudmu dia adalah anak ku?" tanya Alan


"Iya, anak kecil tak bisa berbohong. Dan kemungkinan besar dari sejak awal Syafira mengenalkan kakak sebagai papanya karena kakak memang papanya." ucap Aditya.


"Dimana dia berada aku akan membawahnya pulang." Alan berkata dengan tak sabar


"Tunggu kak, kita tak bisa langsung bertindak karena takutnya kalau nanti Syafira akan pergi Sakin jauh lagi. Buktinya sekarang dia langsung menghilang dari kru yang membawahnya dan dia kembali sendiri dengan mengambil penerbangan malam ini juga setelah dia tau kalau kakak ada di acara itu." Jelas Aditya


"Benar Al sebaiknya kau dekati dia pelan - pelan saja, takutnya nanti dia lari lagi. Karena dia pergi ini pasti karena dia punya alasannya sendiri." Alea berkata dan menepuk bahu Alan dengan lembut.


"Benar sayang apa kata kakakmu, Syafira pasti punya alasan pergi." Merisca pun juga ikut menenangkan Alan.


"Baiklah" Alan bernafas dalam dan menatap semuanya.


"Apa kau sudah tau dimana dia tinggal Dit?" tanya Yoni pada Aditya


"Sudah kak, informasi dari orang - orang yang ku hubungi sudah masuk dan mereka akan mencari tau kegiatan Syafira selanjutnya serta alamat pastinya, karena mereka hanya tau kalau Syafira ada dibawah naungan Tante Angel." jelas Aditya.


"Bagus, setidaknya kita tau dimana dia. Dan jangan melakukan pergerakan apa pun dulu, kita pantau dulu saja" ucap Yoni pada semuanya.


...🌴🌴🌴...


Setelah sampai di rumah Syafira telah disambut dengan Alga, dan mereka saling menatap satu sama lain.


"Kenapa ma, mama pulang duluan dari rombongan" Alga bertanya dan menerima koper Syafira dan juga koper Alisa


"Mama tak tau kalau Daddy ada di sana, dan Alisa sangat mengenalinya. Mama tak punya pilihan karena mama belum siap untuk bertemu dan kondisi papamu serta yang lainnya sangat baik, mama gak mau kalau nanti kehadiran kita akan menyebabkan kekacauan lagi seperti dulu." Syafira duduk di sofa setelah meletakkan Alisa yang terlelap.


"Dia masih kecil, kalau kita papanya masih bekerja dan jauh dia pasti akan lupa dengan sendirinya nanti." jawab Syafira


"Apa mama yakin akan seperti itu ma" Alga duduk di sebelah Syafira


"Maafkan mama sayang." Syafira memeluk Alga dengan erat dan meminta maaf.


"Hem" Alga pun membalas pelukan mamanya dan tak mendesak mamanya untuk bertemu dengan papanya, karena Alga tau bagaimana perjuangan mamanya selama ini saat mereka harus pergi meninggalkan rumah.


Beberapa hari telah berlalu dan tak ada pergerakan dari Alan yang membuat Syafira merasa tenang karena Syafira merasa kalau Alan tak tau dan tak sadar kalau dirinya ada di sana waktu itu.


Alga pun mulai sibuk dengan segala ujian akhirnya yang akan lulus dalam sekolah tingkat dasar. Sehingga membuat dia sangat sibuk setiap harinya hingga mengalihkan Alisa untuk tak bertanya soal papanya.


"Ma besok adalah hari perpisahan dan diadakan di luar sekolah apakah mama bisa hadir ma?" tanya Alga pada Syafira


"Hem kenapa tidak, tentu saja aku kan ikut serta karena kau adalah putraku yang hebat." Syafira berkata dengan sangat senang.


Keesokan harinya sesuai dengan waktu yang telah ditentukan Syafira datang dalam acara perpisahan Alga bersama dengan Alisa yang menggunakan baju senada dengan dirinya.


Terlihat di acara itu banyak sekali para tamu undangan dan juga wali murid yang hadir, dan mereka semuanya sangat terlihat mewah.


Syafira duduk dengan tenang diantara para wali murid yang terlihat sangat mewah, dengan riasan ringan serta baju yang sederhana dengan warna cream dengan ikat pinggang menjuntai membuat Syafira terlihat sangat bagus.


"Kakak" Alisa berkata saat dia melihat sang kakak naik panggung untuk menerima penghargaan atas prestasinya atas apa yang telah dia dapatkan selama ini."


...🌴🌴🌴...


"Kak hari ini adalah hari kelulusan Alga, beberapa dari mereka mengirimkan foto Syafira." Aditya memberikan foto yang dikirimkan oleh orang - orangnya pada Alan


Alan tersenyum melihat foto - foto itu dan dia merasa sangat bahagia serta tak sabar untuk segerah bertemu dengan Syafira, tapi Alan tak ingin membuat Syafira merasa takut dan tertekan lagi. Jadi Alan hanya bisa meminta pada Aditya untuk selalu memantau kondisi dan kehidupan Syafira beserta anak - anaknya.


"Dia sungguh sangat elegan, dan benar - benar telah menjadi wanita yang elegan dengan cepat."


"Kenapa kau selalu membuat ku terkejut setiap kali kita bertemu lagi"


Alan tersenyum lagi dan dia bergumam sendiri melihat beberapa foto yang diberikan oleh Aditya.


"Dia telah tumbuh dewasa kak" ucap Aditya juga tersenyum menatap Alan


"Aku ingin segerah menemuinya dan membawahnya pulang kembali, harus sampai kapan aku menunggu dan menahannya untuk bertemu dengan mereka?" tanya Alan dengan tatapan polos pada Aditya


Melihat itu Aditya tersenyum karena dia tak menyangka kalau dia akan melihat wajah kakaknya yang seperti dulu lagi, wajah polos dan sangat ramah tak lagi ganas dan dingin seperti tak bisa didekati.


"Hem, Dit. Kapan aku boleh bertemu mereka?" Alan membuyarkan lamunan Aditya


"Minggu depan, setelah kita menyelesaikan proyek ini" jawab Aditya menunjukkan berkas yang dipegangnya.


"Baiklah akan ku selesaikan dengan cepat." ucap Alan dan kembali tersenyum


Hari - hari alan bagaikan sedang mengejar sesuatu yang tak akan bisa dia kejar, setiap hari Alan bekerja dengan sangat giat bagai anak kecil yang rajin demi mendapatkan hasil dari orang tuanya. Karena janji Aditya yang mengijinkannya untuk pergi menemui Syafira membuat Alan sangat bersemangat setiap harinya untuk menyelesaikan semua pekerjaannya dengan baik.