Baby I Love You

Baby I Love You
Tinggal bersama lagi



Hari - hari Syafira kini telah berbeda dengan yang dulu, kini Syafira lebih menutup diri dan selalu menghindari untuk bertemu dengan Alan walau sekarang mereka tinggal bersama lagi.


"Momi,,, aga gak mau pakai baju ini lagi. Ini sudah aga pakai kemaren." alga mulai merengek karena ingin ganti baju dan gak mau memakai baju yang sama lagi.


"Alga jangan nakal." Syafira memarahi alga yang belakangan ini mulai sering rewel.


"Tapi Momi,,," alga manyun dan terlihat sedih.


"Kenapa? Apa ada masalah dengan kalian?" tanya Alan pada Syafira dan alga yang sedang cekcok didalam kamar Syafira.


"Tidak ada, alga hanya lagi rewel saja." jawab Syafira tanpa menatap Alan.


Alga menatap Alan dengan tatapan wajah yang polong dan mata yang berkaca - kaca seolah bilang tolong pada Alan. Melihat itu Alan merasa senang, Alan tersenyum dan berjalan mendekati alga yang dengan terpaksa memakai baju yang sama dengan kemarin yang dipakaikan oleh Syafira padanya.


"Alga, seorang jagoan gak boleh cengeng sayang." ucap Alan mengusap kepala Alga.


"Tapi aga,,," kalimat Alga tertahan dan menatap Syafira.


"Ayo ikut papa." ucap Alan menarik tangan Alga keluar dari kamar Syafira.


"Katakan alga mau apa?" Alan menatap Alga yang berdiri didepannya dengan patuh saat Alan membawah Alga masuk kedalam ruang kerja Alan.


"Aga gak mau pakai baju yang sama dengan kemaren om, aga mau ganti baju karena gatal." jawab Alga polos.


"Hem, dia memang putraku, dia memiliki kebiasaan selalu ganti baju dan tak mau pakai baju yang sama yang telah dipakai." gumam Alan dalam hati dan tersenyum menatap Alga.


Kejadian sebelumnya


Alan yang melihat semuanya hanya tersenyum bahagia, karena merasa keluarganya telah lengkap setelah bertahun - tahun lamanya mencari keberadaan Syafira tak juga dapat ditemukan.


"Syafa jangan pergi lagi, kami semua adalah keluarga mu sayang dan jangan buat kami jadi khawatir ya." ucap Merisca sambil duduk di ruang tengah menenangkan syafira agar tak punya pikiran untuk lari lagi dari rumah ini.


"Maafkan Syafa Tante." ucap Syafira tertunduk.


"Alga, mulai saat ini Alga dan mami akan tinggal di sini bersama, Alga mau kan tinggal di sini bersama dengan kami semua?" tanya Adit pada Alga yang duduk dipangkuan Syafira dengan sangat tenang dan memeluk Syafira.


"Momi,,," Alga menatap Syafira dan Syafira mengusap kepala Alga.


"Alga kemarilah pada papa." ucap Alan memanggil Alga.


Alga yang tiba - tiba mendapatkan semua kebahagiaan dengan tiba - tiba membuat Alga bingung dan juga takut, terlebih pengakuan Alan kalau dirinya adalah papanya juga membuat Alga bingung dan tak biasa.


Kembali kesaat ini.


"Alga jangan panggil Om, panggil papa mulai sekarang ok." ucap Alan menatap Alga dengan senyuman.


"Papa,,," Alga memiringkan kepalanya karena tak mengerti kenapa harus memanggil Alan orang yang baru dikenalnya sebagai papa.


"Iya, papa. Ayo coba panggil papa." ucap Alan lagi dengan senyuman


"Tapi Momi bilang kalau papa sedang ada di bulan." Alga menjawab dengan polos.


Alan tersenyum mendengar ucapan Alga dan juga merasa marah pada Syafira yang Telang membohongi putranya dengan cerita yang tak masuk akal seperti ini.


"Jadi Om adalah papa Alga? Benar - benar papa Alga? Kalau begitu Alga boleh memanggil papa ya? Tapi,,," Alga bertanya begitu banyak pertanyaan dan berhenti diakhir kalimatnya yang belum selesai.


"Kenapa sayang? Katakan pada papa." ucap Alan menatap wajah Alga yang tiba - tiba berubah jadi sedih lagi.


"Momi bilang kalau papa Alga gak akan mau ketemu sama Alga. Kalau Alga nakal dan ingin seorang adik, jadi apa om yang jadi papa Alga mau juga akan meninggalkan Alga jika minta diberikan seorang adik?" tanya Alga tertunduk dan meremas tangannya.


"Uhuk - uhuk" Alan terbatuk karena kaget dengan apa yang dikatakan oleh Alga.


"Jadi benar gak mau ya, kalau begitu Alga juga gak mau panggil papa." ucap Alga seketika turun dari pangkuan Alan dan lari keluar dari ruang kerja Alan.


"Alga tunggu." Alan memanggil namun Alga tak peduli.


"Momi,,," Alga menghibur kedalam pelukan Syafira dengan mata yang berkaca - kaca lagi.


"Eh, kenapa? Masih kesal dengan bajunya ya." tanya Syafira pada putranya itu, "Jangan menangis lagi, nanti kita pulang dan ambil.vaju Alga ok." ucap Syafira menenangkan putranya, dan Alga mengangguk.


"Mau pulang? Apa kak Lea tak membawah baju Alga saat membawahnya kemari?" tanya Alan yang berdiri di balik meja dapur.


"Tidak, mungkin ibu tak tau. Jadi hanya dibawakan baju yang ukurannya sudah kekecilan." jawab Syafira yang lagi - lagi tak melihat Alan.


"Baik, pulang nanti saja saat aku pulang dari kantor. Aku akan mengantar kalian jangan pulang sendirian." ucap Alan dengan nada ditekankan pada kalimat jangan pulang sendirian.


"Baik." jawab Syafira dengan mengangguk dan Alan pun pergi kekantor setelahnya.


Setelah beraktifitas seharian di rumah tanpa baju yang hanya mengenakan kaos dalam saja Alga merasa kegerahan dan lelah karena bermain didalam rumah saja sudah bikin Alga kelelahan sebab ukuran rumah utama ini halaman rumahnya memang sangat luas.


"Dimana Syafa bi?" tanya Alan pada bi Aminah yang terlihat sedang sibuk mengerjakan sesuatu.


"Non Syafa ada di dapur tuan" jawab Bi Aminah pada Alan.


"Baik, bibi lanjutkan." Alan melangkah ke dapur untuk melihat Syafira.


"Oh," Syafira yang fokus masak kaget melihat alannyanh sudah berdiri dibalik meja dapur.


"Om sudah datang." teriak Alga lari masuk dari taman belakang.


"Hem habis main? Ayo siap - siap mau ambil baju kan." ucap Alan dengan lembut menangkap alga yang lari ke arahnya.


"Iya aga mandi dulu." Alga lari masuk kedalam kamar mandi.


"Syafa, kapan kamu mau memberitahu Alga kalau Deddy adalah papanya? Kita sudah tinggal bersama lagi tidak mungkin kalau Alga terus memanggil Daddy dengan sebutan om." ucap Alan menatap Syafira yang lagi sibuk bikin masakan.


"Em,,, nanti Syafa pikirkan dulu." jawab Syafira menunduk tak berani menatap Alan.


"Baik, terserah kamu saja tapi Daddy harap kalau bisa secepatnya. Sekarang kamu siap - siap, selesai mandi Daddy antar cari baju." jawab Alan meninggalkan Syafira dan berjalan ke kamarnya.


Setelah semua selesai Alan membawah Syafira dan Alga keluar, namun Alan tak membawah mereka pulang ke rumah lamanya melainkan ke pusat perbelanjaan untuk membeli baju buat Alga dan Syafira.


Hari itu Alga terlihat sangat bahagia, dia lari kesana kemari dengan ditemani oleh Alan. Bahkan mereka berdua melakukan permainan mandi bola bersama dan memenangkan banyak hadiah dipermainkan pasangan yang diadakan oleh salah satu dari tempat belanja itu.