
"Syafira apa kamu tak lelah? Kalau bisa besok datang lagi lebih awal ya karena besok mau ada pertemuan jamuan antara dua keluarga ternama." ucap manajer restoran itu pada Syafira.
"Baik pak besok saya akan berangkat lebih awal, acaranya jam berapa ya pak? Biar saya bisa menghitung waktu untuk menyiapkan dekorasinya." jawab Syafira dengan sangat senang karena semua temannya menyukai dekorasi yang dia buat dan bosnya juga suka waktu ada acara Minggu kemaren.
"Sekitar jam 8 mala. Besok kamu setelah dari jaga pagi langsung kesini saja untuk menyiapkan semuanya seperti hari ini." ucap manajer restoran itu.
"Baiklah pak, asal bonusnya tak berkurang saja hahaha" Syafira tertawa karena yang dia kejar memang dari awal adalah uang, itu sebabnya dia kerja di dua tempat sekaligus setiap akhir pekan.
"Kau ini masih muda sudah mata duwitan." gerutu bos Syafira yang berjalan keluar dari ruangannya.
"Hahaha, iya bos maaf memang yang saya cari adalah duwit." jawab Syafira sambil tertawa.
"Dasar kamu ini." bos Syafira mengusap kepala Syafira dengan lembut.
"Baiklah kalau begitu saya mau pulang dulu bos, pak." ucap Syafira dan dia langsung melesat pergi dengan cepat.
"Hehe,,, dia sangat lucu dan juga menggemaskan." ucap bos Syafira sambil tersenyum.
"Apa bos suka dengan dia?" tanya manajer Sutris pada Bian bosnya.
"Jangan bicara sembarangan." jawab Bian mengelak untuk menjawab pertanyaan dari Sutris.
...🌴🌴🌴...
Ditempat Fira dia sedang menyiapkan baju untuk pertemuan dua keluarga besok dan dia sangat senang karena dia akan membahas soal pernikahannya dengan Alan yang sudah dia tunggu - tunggu sejak lama sekali.
Disisi lain tuan Guntoro tak kalah sibuknya dengan putrinya karena dia telah merencanakan apa yang dipikirkannya dan berniat akan memaksa Alan untuk mau menerima kerja sama dengannya memandang kalau mereka akan menjadi keluarga besar karena putrinya akan menikah dengan Alan.
"Aku harus bisa melakukannya dengan baik untuk menaklukkan Alan yang keras dan kaku itu." gumam tuan Guntoro sambil menyeringai menatap dirinya sendiri didepan cermin.
Tok tok
"Kak, apa kakak ada didalam? Boleh aku masuk?" suara bibi Fira memanggil tuan Guntoro yang selaku kakaknya.
"Ya, masuklah ada apa?" tanya tuan Guntoro setelah adiknya itu masuk kedalam ruang kerjanya.
"Kak untuk acara besok apakah kita tak harus membawakan apa - apa untuk pihak mereka?" tanya Amrita pada tuan Guntoro.
"Hem, mereka tak bilang apa - apa jadi tak perlu bawa apa pun karena mereka sudah kaya jadi tak akan butuh apa - apa." jawab tuan Guntoro.
"Tapi kita harus minta sesuatu dari mereka loh kak, karena selama ini mereka tak memberikan apa pun pada kita." ucap Amrita pada tuan Guntoro degan nada kesal.
"Kamu tenang saja, setelah semuanya berjalan dengan lancar maka kita akan mendapatkan apa pun yang kita inginkan dari mereka dan kalau gak bisa maka aku akan mengambilnya dengan paksa lewat jalan belakang." ucap tuan Guntoro yang dari awal memang memiliki niat lain untuk penyatuan antara putrinya dengan Alan.
...🌴🌴🌴...
"Mama, mama sudah pulang? kenapa pulangnya masih sore, biasanya kalau pulang selalu malam." Alga menyebut kedatangan Syafira dengan sangat senang karena mamanya pulang lebih cepat dari biasanya.
"Iya karena besok mama harus berangkat pagi lagi dan hari ini gak ada kerjaan lagi, jadi bisa pulang lebih awal." jawab Syafira menggendong Alga setelah dia cuci tangan dan kaki didepan rumah.
"Apa besok mama juga pulang lebih awal?" tanya Alga yang memeluk manja Syafira.
"Hem, mama gak tau untuk besok. Kenapa kamu belum tidur ini sudah jam 10 malam loh." tanya Syafira pada Alga yang masih terjaga sambil mencubit hidung Alga
"Tadi Alga habis diajak main ke rumah nenek sama om Alan." jawab Alga dengan senang.
"Non Syafa gak makan dulu, apa sudah makan malam?" tanya bi Aminah pada Syafira.
"Sudah bi tadi dijalan Syafa sudah beli bakso." jawab Syafira dengan sopan.
"Bibi istirahat saja karena sudah malam." pinta Syafira pada bi Aminah yang pasti menunggunya pulang sambil nemani Alga.
"Ya sudah kalau begitu bibi kebelakang ya non Syafa." ucap bi Aminah dan berjalan kebelakang untuk istirahat.
"Iya, mama tau kamu sangat senang hari ini. Tap sekarang sudah malam ayo tidur besok baru dilanjutin lagi ceritanya karena mama masih ingin dengar cerita dari Alga yang baik dan cakep ini, ayo kita tidur sekarang dan lanjutkan besok ceritanya." ucap Syafira mengusap kepala Alga dan mencium keningnya.
"Baik mama. Aga sayang mama, selamat malam." ucap Alga lalu menyusup masuk kedalam pelukan Syafira.
"Mama juga sayang kamu sayang." Syafira memeluk Alga erat dan menutup matanya.
Sementara Alan yang berdiri didepan pintu kamar Syafira dan Alga mendengarkan percakapan mereka berdua, didalam hati Alan ada rasa tak tega dan juga kasian pada Syafira, namun dia juga tak bisa melangsungkan pernikahannya dengan Syafira karena mengingat kalau Syafira adalah putri angkatnya. Alan sedang berperang dalam hatinya, disisi lain dia menyukai Syafira dan disisi lainnya lagi dia gak mungkin menikahi putrinya sendiri. Sedangkan pernikahan siri yang dilakukannya dulu hanya untuk melindungi anak dalam kandungan Syafira saja. Sekarang dilihat semua baik - baik saja.
Alan kembali kekamarnya dan dia merenungkan kata - kata tantenya disaat merencanakan pertemuan nanti. Karena Alan berniat ingin mencarikan jodoh untuk Syafira pria yang baik yang bisa menerima kekurangan Syafira dan juga kehadiran Alga putranya.
"Apakah aku salah jika ingin mencarikan jodoh untuk Syafira? Karena jika begini terus aku takut kalau nanti aku akan khilaf dan salah langkah." gumam Alan dan menghela nafas dalam berkali - kali.
Malam itu Alan sholat dan berusaha untuk meminta petunjuk serta meminta ampun karena beberapa hari yang lalu dia telah mencium Syafira tanpa ijin saat Syafira sedang tidur didalam mobil dan memiliki niat lain pada putrinya itu. Dalam hati Alan dia menyesal telah menghancurkan masa depan putrinya, karenanya sekarang Alan berniat untuk memperbaiki semuanya dengan mencarikan jodoh yang terbaik untuk Syafira.
...🌴🌴🌴...
Keesokan harinya seperti hari kemaren Syafira keluar rumah pagi sekali setelah menyelesaikan semua urusan rumah termasuk merawat Alga. Sesampainya ditempat kerja Syafira bekerja seperti biasa karena rumah makan itu buka 24 jam dan operan jaganya jam 6 pagi.
"Sayang sudah bangun pagi - pagi sekali." Alan menyapa Alga yang sudah duduk dengan tenang di sofa sambil main handphon.
"Sudah dari tadi karena mama membangunkan Aga untuk sholat lalu mandi dan sarapan." jawab Alga dengan riang.
"Anak pintar, mulai Senin besok kau pergi ke sekolah ya Om sudah mendaftarkan mu untuk sekolah." ucap Alan pada Alga.
"Iya, asik,,, sekolah banyak teman nanti." Alga lompat - lompat dengan sangat senang.
...🌴🌴🌴...
Sore hari Syafira sudah pergi ke restoran utama dia sebuah mol terkenal untuk mendekor sebuah ruangan vip yang akan digunakan untuk pertemuan dua keluarga besar. Syafira dengan dibantu 2 orang temannya sangat sibuk menyiapkan ini dan itu.
"Apakah seperti ini sudah cukup? Coba mbak panggil manajer takutnya ada yang kurang karena ini akan mempengaruhi citra restoran kita nanti." ucap Syafira pada salah satu temannya.
"Ok bagus, begini juga boleh aku suka. Sekarang siapkan menunya dan harus bahan yang benar - benar segar ya." ucap manajer restoran itu dengan senang karena kerja Syafira selalu saja bagus dan memuaskan.
Setelah sibuk dengan banyaknya pengunjung karena restoran ini terkenal sangat bersih, pegawainya ramah dan makanannya enak - enek juga ada tempat bermain anak jadi membuat pengunjung yang membawah anak - anak mereka tak susah untuk membujuk anak mereka jika merasa bosan, karena mereka bisa bermain - main dengan aman didalam restoran itu.
"Hei apa kau tau Syafa, kalau yang datang dan mereservasi ruang vip itu adalah keluarganya pengusaha muda yang pintar dan juga tampan Aleandro Putra Prayoga Abigail. Ya ampun aku akan melihat orangnya secara langsung dan bukan hanya lewat tv." ucap teman kerja Syafira dengan sangat antusias ingin melihat Alan
Mendengar kata itu Syafira hanya diam karena dia tak tau kalau keluarga daddy-nya akan melakukan pertemuan di tempatnya bekerja dia. Syafira hanya tersenyum menanggapi semua temannya yang begitu sangat antusias ingin cepat - cepat bisa melihat kedatangan Alan.
"Aku dengar juga katanya dia bertemu dengan keluarga nona besar Fira Yusniawati putri dari pengusaha besar juga tuan Guntoro yang juga sama terkenalnya dengan tuan muda Alan." sambung teman yang lainnya dan mereka jadi bergosip diruang dapur.
"Jadi Daddy dan non Fira akan bertemu dan keluarga mereka pasti akan membahas pernikahan untuk mereka berdua." suara hati Syafira, "Ya, mereka sangat cocok dan juga sebanding." sambung gumaman dalam hati Syafira.
Tepat pukul 8 malam mereka sudah datang dan memasuki ruang vip yang dari sore sudah dipersiapkan dan dibersihkan serta didekorasi sesuai dengan permintaan dari nona Fira yang ingin datang dengan nuansa alam yang sejuk dilihat mata.
"Mereka datang - mereka datang." semua pegawai bagian dapur melihat kedatangan Alan yang sangat mencuri hati para gadis pegawai restoran itu.
30 menit lamanya mereka telah masuk kedalam ruang vip itu dan tiba - tiba saja manajer restoran itu meminta Syafira datang dengan membawakan menu khusus restoran itu karena nona besar Fira ingin tau siapa orang yang telah mendekorasi ruangan itu dengan sangat bagus dan juga baik.
"Ah, ini dia orangnya non Fira, dan juga silakan menikmati menu khusus restoran kami." ucap bos dari restoran itu.
Syafira berjalan dengan menunduk dan menata menu ditengah meja lalu berjalan dan berdiri disebelah Bian yang merupakan bosnya. Keluarga Alan yang lainnya sangat kaget begitu melihat Syafira, mereka tak menyangka kalau mereka akan bertemu dengan Syafira di restoran itu di acara pertemuan keluarga untuk pembahasan soal pernikahan antara Alan dan Fira.
"Guru? Jadi yang telah mendekorasi ruangan ini adalah guru?" Fira tersenyum dan terlihat sangat senang.
Syafira tersenyum dan mengangguk dengan tangan dibelakang tubuhnya, syafira hanya menatap Fira sekilas dan tak berani menatap semua anggota keluarga Alan yang lainnya, setelah itu Syafira menunduk dan keluar dari ruangan itu.
"Non Fira terlihat sangat cantik dan menawan, sungguh serasi jika Daddy bersanding dengannya." gumam Syafira dalam hati dan meremas tangannya sendiri.
"Pertemuan dua keluarga, kalau begitu kenapa harus membawaku kembali ke rumah? Kalau hanya ingin bertanggung jawab harusnya hanya membawa Alga saja, karena yang lainnya tak ada hubungan dengan ku." gumam Syafira lagi dan duduk diam disamping tempat cuci piring.