
Saat suara yang mengemah itu mengisi ruang pesta Fira merasa sangat kesal dan juga marah pada tantenya.
"Apa apaan sih Tante bikin malu saja." geram Fira dengan kesal karena dia masih ingin tinggal lebih lama lagi dengan Alan.
"Sebentar aku kesana dulu." pamit Ayunda pada teman temannya dan dia langsung melangkah dengan lebar serta cepat menuju ke arah Fira.
"Tante Fira terima kasih ya atas kehadirannya." ucap Ayunda memeluk Fira dengan erat.
"Sekali lagi terima kasih ya." Ayunda tersenyum manis pada Fira dan Fira membalas senyuman Ayunda lalu pergi meninggalkan pesta Ayunda.
"Berhasil." gumam Ayunda dengan senyum penuh arti.
"Kiky." gumam Dandi dan itu membuat Alan menoleh ke arah Dandi memandang.
"Kiky, dimana?" tanya Alan menatap Dandi.
"Tidak tadi sekilas aku seperti melihat Kiky keluar dari ruang suara." ucap Dandi
"Maaf non Ayu, saya mau memberikan ini dari salah satu tamu yang hadir tadi. Dia bilang terburu buru jadi menitipkan ini." ucap penerima tamu pada Ayunda dengan menyerahkan kertas yang tadi dititipkan oleh Syafira.
"Iya terima kasih." Ayunda menerima kerta itu dan mendekati Ndaru.
"Om aku berhasil." ucap Ayunda menyerahkan klip yang berisikan rambut Fira.
"Bagus, kita akan membuka semua rencana mereka." Ndaru menerima dan menyimpannya dalam jas dia.
Sementara Alan merasa gelisah, setelah mendengar bahwa Dandi melihat Kiky yang artinya adalah Syafira.
"Ruang suara? Jangan jangan orang yang membuat fira pergi adalah dia, tunggu kalo aku ingin tau maka aku harus ke pesta sepupu Fira" gumam Alan dalam hati, dan dia pun memutuskan pergi kepesta keluarga fira.
"Tuan alan silakan masuk." ucap penjaga yang sudah mengenal Alan dengan baik.
Disaat Alan disambut dengan baik oleh keluarga fira dan sedang berbincang, disisi dalam Syafira sedang siap siap untuk tampil dalam acara pesta ulang tahun sepupu Fira.
"Kiky bagaimana, semuanya tak curiga kan sama kamu? Apa kamu sudah merasa lega?" milky yang sedang menata Kiky bertanya soal pesta pertunangan saudara angkat Syafira.
"Kak Ayunda terlihat sangat cantik kak, dan mereka semua terlihat sangat bahagia. Aku merasa lega dan juga tenang sekarang." jawab syafira dengan senyuman yang mengembang.
Lagu selamat ulang tahun telah dinyanyikan dan berbagai kejutan juga sudah diberikan yang menandakan tampilan Syafira akan sebentar lagi. Karena kehadiran Syafira sebenarnya adalah kejutan untuk sepupu Fira yang sangat mengidolakan Kiky sebagai guru tari dan juga bintang klab.
"Maksud kamu pentas seni ini hanya sebuah rekayasa saja?" tanya Alan pada Fira yang tadi mengatakan kalo sepupunya sangat mengidolakan guru tarinya yang merupakan bintang klab.
"Iya sayang." jawab Fira dengan senang karena Alan mau datang dan menemani dia di pesta keluarganya.
"Syafa jadi kamu benar benar datang ke pesta pertunangan Ayunda tadi, dan Dandi tak sedang menghayal tapi memang benar melihat dirimu." gumam Alan dalam hati.
"Tuan Alan terima kasih atas kedatangannya saya senang sekali anda bisa datang ke sini, padahal anda pasti sedang sibuk karena saya dengar anda sedang ada pesta juga dalam keluarga anda." tuan Guntoro menyambut Alan dengan sangat senang.
"Iya saya tak menyangka kalo pestanya akan diadakan di hotel yang sama serta hari juga sama." jawab Alan dengan ramah.
Sementara disisi lain dalam pesta pertunangan Ayunda dia mulai istirahat karena pestanya sudah selesai, tamu undangan juga sudah mulai satu persatu pulang meninggalkan ruang pesta.
"Kamu capek sayang?" tanya Denis pada Ayunda yang sedang duduk selonjoran.
"Iya tentu saja." Ayunda menjawab dengan tersenyum bahagia.
"Eh iya lupa belum buka kertas yang dikasi oleh mbak mbak penerima tamu tadi." Ayunda mulai membuka lipatan kertas yang dari tadi dia genggam.
"Emang dari siapa?" Denis bertanya heran.
"Entah lah aku juga tak tau." Ayunda mengangkat bahunya.
...*Kak, selamat atas pertunangannya, semoga kalian selalu bahagia dan berlanjut sampai ke pelaminan. Maaf aku datang tak membawah kado....
"Syafa, ini pasti adalah Syafa. Dia datang ke sini namun tak menemui ku, dan tak ada seorang pun yang tau kehadirannya. Cctv ayo kita lihat cctv." Ayunda heboh setelah membaca surat dari Syafira.
Kegaduhan yang dibuat oleh Ayunda membuat semua keluarganya jadi berdiri didepan cctv demi melihat kedatangan syafira yang tak diketahui oleh semua orang.
Musik mulai mengalun dengan merdu dan juga sangat nikmat untuk didengar.
"Hemmm Hem hem hem." suara seseorang yang dikenali oleh sepupu Fira itu membuat dia semakin senang.
"Kiky.!" teriak gadis kecil itu saat melihat penampilan seorang penari yang dengan pelan keluar mengikuti alunan musik serta suara merdunya yang menyanyikan sebuah lagu untuk mengiringi tariannya.
"Terima kasih mama." teriak gadis kecil itu dan dia juga ikut menari dengan Syafira.
"Cantik, sungguh indah." gumam Alan dalam hati yang melihat syafira menarikan tarian dengan iringan musik dan setiap gerakannya sesuai dengan musiknya.
"Dia adalah guru tari yang sangat hebat, dia juga seorang penari yang bagus. Aku sangat suka saat dia sedang belly dance.
"Apa?! Bel apa?" Alan bertanya mencobak memastikan dengan yang ada didalam pikirannya.
"Belly dance, apa kamu tau sayang dia terlihat sangat seksi saat melakukan gerakan tari itu, dan aku sangat menyukainya." jelas Fira dengan semangat pada Alan.
"Ah, iya aku punya beberapa gambar dirinya dan juga kakaknya yang sedang melakukan pertunjukan."
Kiky (Syafira)
Milky
Mata alan terbelalak lebar saat dia melihat foto foto yang ditunjukkan oleh Fira pada dirinya, dan dengan berbagai model serta beberapa kostum tari yang terlihat semuanya serba terbuka yang menunjukkan keseksian dari tubuh Syafira.
"Apa apaan dia, memang siapa yang mengajari dia jadi begitu berani membuka auratnya didepan umum bahkan ditonton oleh begitu banyak pria." gumam geram Alan dalam hati.
"Bagaimana kamu memiliki foto fotonya?" tanya Alan pada fira yang memiliki banyak foto Syafira dalam ponselnya.
"Ya karena sepupu ku adalah murid didiknya dan juga aku. Aku adalah penggemarnya jadi aku secara khusus meminta foto foto dia. Dia sangat cantik kan? Dan aku juga belajar darinya tari Belly dance." jelas Fira menggebuh gebuh.
"Nanti aku akan menunjukkan tarian ku khusus buat kamu sayang." ucap Fira menggoda Alan.
"Hem." jawab Alan malas dan dia fokus lagi pada Syafira yang sedang menari.
"Jadi dia adalah seorang guru tari dan juga penari latar. Bagus sekali, aku akan membawamu pulang dan memberi mu hukuman." gumam Alan dalam hati dengan kesal menatap Syafira yang sedang menari mengikuti alunan musik.
Alan berdiri dan mendekat kekerumunan orang orang, dan diam diam alan mengambil foto Syafira yang sedang tampil di acara pesta keluarganya fira.
"Kenapa dia begitu suka menari dengan membuka perutnya seperti itu, apa dia tak takut masuk angin ya?" Alan bertanya liri pada dirinya melihat tampilan Syafira.
"Kamu tumbuh terlalu cepat baby." gumam Alan lirih.
Semua orang berseru saat tarian Syafira telah berakhir dan masuk kedalam sebuah kamar untuk berganti baju.
"Sepertinya dia suka dengan gaya seperti ini, atau ini emang kostumnya ya." gumam Alan melihat foto Syafira yang berhasil dia ambil dengan kamera hanponnya.
"Dia terlalu berani dan pakainnya juga terlalu terbuka."
"Dia jadi begitu berani tampil terbuka walo didepan semua orang dan tempat umum seperti ini."
"Haaaah." alan terus saja bergumam dan menghela nafas dalam memikirkan Syafira.