
Acara malam itu selesai hampir menjelang subuh, saat acara selesai dan Syafira turun dibantu oleh Denis Alan dengan cepat berjalan mendekati Syafira dengan langkah lebar dan ternyata tak hanya alan melainkan Daren juga ikut maju dan mendatangi Syafira.
"Makasih kak." ucap Syafira pada Denis yang kini selalu berkata sopan karena Denis telah jadi saudaranya.
"Iya sudah ayo pulang aku sudah ngantuk." ucap Denis tersenyum.
"Nona Kiky tadi aku belum memperkenalkan diri dengan mu." ucap Daren mendekati Syafira dan Syafira hanya terdiam menatap Daren.
"Kita pulang sekarang juga." Alan langsung menarik tangan Syafira tanpa aba - aba sehingga sontak Syafira langsung tertarik.
"Aduk." keluh Syafira karena mengunakan sepatu hak tinggi dan gak bisa jalan cepat karena gaunnya.
"Kau ini" Alan berbalik dan menggendong Syafira.
"Oh, jadi dia wanita pilihanmu ya Alan. Tak ku sangka ternyata kau memiliki selera yang bagus untuk memili seorang wanita, tapi sayangnya aku juga menyukai wanita itu. Aku jadi semangat ingin merebut dia dari pelukanmu." ucap Daren menatap Alan yang pergi menggendong Syafira.
"Wah ternyata dia sudah ada yang punya ya, ku pikir aku akan ada kesempatan untuk mendekatinya karena aku tertarik padanya" gumam Almansyah menatap kepergian Syafira yang digendong oleh Alan.
"Syafa bisa jalan sendiri Daddy." ucap Syafira yang malu digendong oleh Alan ala tuan putri.
"Diam, sudah cukup kamu main - main malam ini." ucap Alan dingin
Dan Syafira pun tak berani bicara lagi, hanya meringkuk kaku dalam pelukan Alan dan berpegangan erat pada leher Alan sampai di parkiran. Alan baru menurunkan Syafira lalu memaksanya masuk kedalam mobil.
"Ya elah kenapa kakak jadi posesif gitu sih?" Bayu bergumam menatap Alan yang terlihat marah.
"Sudah ayo pulang" Ndaru memukul kepala Bayu.
Didalam mobil susana hening Alan tak bicara apa pun dan hanya fokus menyetir dan Syafira juga tak berani berkata atau bertanya apa pun. Akhirnya Syafira jadi ngantuk dan lelah karena sudah bekerja keras hari ini karen dia harus tampil di acara yang tak terduga olehnya.
...🌴🌴🌴...
"Syafa bangun subuhan dulu." ucap Alan setelah sampai di depan rumah karena sudah terdengar adzan subuh
"Hem, sudah sampai ya." ucap Syafira lalu turun dari mobil dan berjalan masuk rumah.
"Syafa Solah dulu sebelum tidur." ucap Alan lagi mengingatkan Syafira yang kembali merebahkan tubuhnya ditempat tidur.
"Syafa halangan jadi gak solat." jawab Syafira melambaikan tangannya lalu dia terlelap lagi.
Alan langsung masuk kedalam kamar mandi Syafira dan sholat dikamar Syafira dan ikut merebah tubuhnya ditempat tidur Syafira karena sudah sangat lelah serta ngantuk berat.
Hari itu adalah akhir pekan jadi tak ada yang membangunkan mereka apa lagi semua orang yang ikut pesta juga pada tepar semua dan Alan tidur didalam kamar Syafira dengan pintu kamar yang terbuka dengan lebar. Terlihat Syafira tidur tanpa mengganti bajunya dan Alan tidur dengan kaos serta celana pendek dan melepas jas serta meletakkannya begitu saja di sofa.
"Sstt, biarkan mama sama papa tidur sayang, Alga main sama nenek saja ya. Nanti nenek ajak main ke taman kota kita jalan pagi sambil lihat pemandangan dan beli es krim." rayu Alea agar Alga tak rewel nyari Syafira.
"Kita jalan - jalan sekarang nenek." Alga sangat senang dibilang mau beli es krim.
...🌴🌴🌴...
"Wah - wah neng Alea ini siapa kok ganteng dan lucu banget." sapa tetangga Alea.
"Ah iya ini cucu saya anak Syafira." jawab Alea seperlunya.
"Dada nenek" sapa Alga sambil melambaikan tangannya saat Alea jalan lagi
"Ya ampun lucu sekali dia, sangat menggemaskan." gumam tetangga Alea yang menyapa tadi.
"Loh siapa ini? Tumben jalan pagi biasanya kalau diajak selalu malas." sapa tetangga lainnya yang juga jalan pagi dengan cucu mereka dan anak - anak mereka.
"Iya karena biasanya kalau pagi selalu malas enak tidur." jawab Alea
"Hahaha, kamu ini. Sekarang sudah ada cucu pasti akan direpotkan belum nanti anak Ayunda." jawab tetangga dan Alea enak ngerumpi Alga main sama anak - anak yang lain.
"Iya ada anak kecil memang enak rumah jadi rame tapi kita jadi capek tiap hari karena anak - anak selalu aktif." tetangga 2
"Loh dicarikan jodoh gimana, kan Syafira itu istrinya Alan" tetangga 2
"Loh bukannya mereka itu ayah dan anak?" tetangga 1
"Ayah dan anak kalau bukan sedarah memangnya kenapa?" tetangga 2
"Iya, banyak kok yang kayak gitu juga. Apa lagi Syafira itu kan cantik." tetangga 3
"Emangnya gak papa gitu Alea?" tetangga 1
Alea menanggapi hanya dengan senyuman omongan para tetangga karena Alea gak mau salah dalam berbicara, nanti pasti akan diomongin mau pun itu baik atau buruk.
"Hah, ternyata di sini segar banget ya kita jadi enak kalau berkumpul di sini dan anak - anak kita juga sangat senang bermain dengan bebas itu." tetangga 3
"Iya tempatnya juga sangat nyaman." ucap Alea
"Nenek Aga mau es krim." Alga datang dan mengusik obrolan para ibu - ibu.
"Eh anak ganteng siapa namanya?" tetangga 1
"Aga." jawab Alga dengan sopan
"Kalau begitu saya permisi dulu ya" pamit Alea dan membawah Alga beli es krim lalu pulang dan membawah Alga ke kafe.
...🌴🌴🌴...
Sedangkan yang habis berpesta masih tertidur pulas semua hingga siang hari, tak beda dengan Syafira dan Alan yang juga masih tertidur pulas hingga Alan terusik dengan suara adzan di hanponnya yang menunjukkan waktu solat.
"Ugh." Alan terbangun dan mematikan hanponnya lalu dia pergi kedalam kamar mandi.
"Ugh" Syafira menggeliat karena merasa gerah karena tidur dengan gaun disiang hari. "Panas." ucap Syafira lalu bangun dan berjalan untuk menutup pintu dan membuka bajunya tanpa melihat kalau di sofa ada celana dan jas Alan.
"Ya ampun sudah siang saja, tapi kenapa Alga tak mencari ku dari pagi ya? Apa dia lagi asik main sama mama" gumam Syafira lalu tersenyum.
"Mandi ah gerah." Syafira langsung saja melenggang masuk kedalam kamar mandi hanya mengenakan handuk yang dililit ditubuhnya tanpa sadar kalau didalam ada Alan yang sedang mandi.
"Yo air dingin aku da,,,tang." ucap Syafira tertegun melihat Alan yang duduk dimeja dekat wastafel dengan celana ketat dan mau memakai bajunya.
"Syafa." Alan terkejud.
"Ah, iya maaf." Syafira langsung berbalik mau keluar namun sialnya dia malah tersandung kakinya sendiri.
"Awas." Alan lari menahan tubuh Syafira agar jangan jatuh membentur lantai.
Bruk (mereka terjatuh dan dengan posisi Syafira diatas, dengan Alan yang belum sempurna mengenakan bajunya)
Jantung keduanya saling berpacu, Alan menatap mata Syafira yang sayu dan bibir kecil Syafira, Alan menelan salifanya dan dia ingin rasanya meraup bibir itu. Namun Syafira tersadar dan mau bangun dari atas tubuh Alan tapi dia malah menjatuhkan tubuhnya lagi ke tubuh Alan, dan hal itu membuat Alan bingung.
"Syafa" panggil Alan
"Jangan lihat dan jangan bergerak." Syafira berteriak sambil memejamkan matanya.
Alan pun tiduran dilantai dengan menghela nafas dalam karena sadar kalau handuk yang dikenakan oleh Syafira terjatuh dan saat ini tubuh Syafira lagi polos. Tapi Alan semakin bingung harus berbuat apa karena kulit dadanya bisa merasakan daging kenyal milik Syafira yang menempel disana.
"Dengar jika kamu gak mau bangun maka akan membangunkan sesuatu yang lain." bisik Alan pada Syafira yang ada diatas tubuhnya.
"Iya aku akan bangun tapi Daddy jangan lihat." ucap Syafira malu
"Hem, Daddy akan menutup mata" jawab Alan dan terlihat sudah memejamkan matanya, lalu Syafira bangun pelan - pelan dan langsung lari keluar.
"Ah, sial kacau semua." gumam Alan lalu bangun perlahan dan merasakan punggungnya sakit karena membentur lantai.
Saat Alan keluar kamar mandi Syafira tak ada di kamarnya entah dia pergi kemana Alan tak ambil pusing dan langsung naik ke kamarnya untuk ganti baju dan solat lalu lanjut tidur lagi.