Baby I Love You

Baby I Love You
Pesta tunangan



Bruk


Karena lari terburu buru Syafira menabrak seseorang.


"Aduh." pekik seseorang yang ditabrak olah syafira.


"Nona tidak pa pa?" tanya orang itu pada Syafira yang terlihat panik, dan tanpa berkata Syafira langsung lari lagi.


"Syafa kembali.!" teriak Alan muncul dari ruangan Daniel dengan kesal.


"Syafa?" Adit berkata dengan bingung, karna dia datang emang ingin mencari Alan.


"Apa yang terjadi kak? Dan kenapa dia...?"


"Dia adalah Syafira." ucap Alan dengan amarah yang terlihat sangat besar.


Seketika Adit menoleh kearah gadis yang lari itu. Adit tak percaya bahwa gadis kecilnya yang sulit ditemukan ternyata ada di kota ini.


"Cari tau dimana dia tinggal, selama ini kita telah ditipu. Dia masih berada disekitar kota ini bukan di luar kota." Alan memerintahkan Adit untuk mencari Syafira didalam kota yang sama dengan dirinya.


Dengan kebingungan Adit pun berusaha mencari jejak Syafira serta alasan kenapa Syafira harus pergi dari mereka semuanya.


...🌴🌴🌴...


"Syafa aku tak akan melepas mu, dan akan memberi hukuman yang pantas atas segala tindakan mu itu." alan bergumam sembari melihat foto Syafira yang dia letak kan di atas meja kerjanya.


Alan terus memikirkan soal Syafira yang kabur dari rumah 4 tahun yang lalu, serta alasan dia pergi meninggalkan semuanya dalam keadaan hamil besar.


"Bahkan jika dia pergi karna ayah dari bayinya aku tetap tak akan membiarkan dia pergi lagi dan tak akan pernah melepasnya, walo bagaiman pun dia adalah istri ku yang sah." gumam alan lagi dengan sangat kesal.


"Alan?" alea memanggil Alan karna dia tak menemukan Alan dimana pun.


"Iya kenapa kak?" akan keluar dari ruang kerjanya dengan muka kusut.


"Kau kenapa?" alea mendekat dan menyentuh pipi Alan.


"Al capek kak, Al rindu mama." Alan memeluk alea dengan erat.


"Aku tau ada sesuatu yang terjadi, katakan apa yang terjadi?" alea bertanya masih dengan posisi memeluk Alan


Alan membawah alea masuk ke ruang kerjanya saat dia menguraikan pelukannya.


"Alan menemukan Syafa kak, dan dia masih ada di daerah ini." ucap Alan saat mereka duduk di sofa.


"Dia telah jadi penari cafe kak, dan dia menjadi bintang klab."


"Apa yang harus Al lakukan kak? Rasanya Al tak sanggup lagi, Al sangat lelah rasanya."


Alan tertunduk lemas memikirkan semua masalah yang ada dan yang sedang dia hadapi.


Alea memeluk apan lagi dan menepuk nepuk punggung Alan mencobak untuk menenangkan Alan.


...🌴🌴🌴...


"Kiky ada apa sebenarnya? Kenapa semalam kamu lari seperti orang ketakutan?" milky bertanya saat Syafira sedang duduk melamun di ruang tengah rumahnya.


"Kak apa yang harus Kiky lakukan? Kiky ketemu sama Daddy semalam dan Kiky takut kalo nanti Daddy akan mengambil alga jika Daddy tau kalo alga adalah anaknya." Syafira berkata dengan tubuh bergetar.


"Jadi semalam kamu ketemu sama Daddy kamu? Bagaimana bisa? Kamu ketemu dimana?" milky terlihat sangat khawatir melihat Syafira yang terus bergetar.


"Tuan Daniel, sepertinya tuan Daniel adalah teman Daddy. Aku ketemu Daddy didalam ruangan tuan Daniel, kak ayo kita pergi dari sini kak. Kita percepat keberangkatan kita jadi hari ini bagaimana?" Syafira bertanya dengan nada suara yang bergetar hebat.


"Tuan Daniel teman Daddy? Apa itu adalah papa aku, apa aku bisa ketemu papa di sini dan gak perlu pergi ke bulan." alga yang mendengar percakapan mamanya juga milky merasa bingung dan bertanya tanya.


"Kiky," milky memeluk Syafira dengan erat.


Sore itu sesuai dengan rencana syafira dan juga milky pergi ke rumah Badrul yang ada di desa lain yang hanya butuh waktu 30 menit untuk sampai ke sana.


" Kenapa kita halus pindah ke lumah ayah momy?" alga bertanya dengan wajah lucunya.


"Karena kita mau bercocok tanam di sana membantu ayah berkebun. Alga mau kan membantu ayah?" Syafira berkata dengan tersenyum dan mencium pipi gembul putranya.


"Mau." alga menjawab dengan riang.


...🌴🌴🌴...


"Kak semua persiapannya sudah selesai, apa kakak yakin hanya melakukan acara yang sederhana seperti ini?" tanya Adit pada alea saat dia selesai membantu menyiapkan acara untuk pertunangan Ayunda dan Denis disebuah hotel berbintang yang bisa dibilang luar biasa megah.


"Ya, mereka masih kuliah dan kakak gak mau kalo nanti ada apa apa. Jadi sebelum itu mereka di ikat saja dalam pertunangan." jawab alea dengan tertawa.


"Bagaimana pencarian mu soal Syafa, apa sudah ditemukan?" tanya alea pada Adit


"Hem, masih dicari karena Daniel tak tau dimana dia tinggal dan juga hanponnya tertinggal jadi tak bisa melacaknya. Dan dari hanponnya tidak ada data penting hanya tersimpan nomor Daniel saja." jelas Adit yang merasa bingung tak tau harus bagaimana.


"Adit kakak mau bicara sama kamu, tapi kakak tak tau harus bicara apa tidak kakak bingung. Karena Ayunda dan Ndaru memintak kakak untuk merahasiakannya." alea berkata dengan ragu ragu.


"Sebenarnya ada apa kak?" Adit merasa cemas karena melihat alea yang juga merasa kecemasan yang sama dengan dirinya.


"Berjanjilah pada kakak, kamu jangan bertindak gegabah." pinta alea pada Adit, dan setelah Adit berjanji alea pun menceritakan semuanya pada Adit atas apa yang telah dia bicarakan dan direncanakan oleh Ayunda serta Ndaru.


"Ya Allah kenapa jadi begitu rumit." Adit memegang kepalanya yang merasa berat.


"Ya sudah kita urus itu nanti. Dan jangan beritahu Alan dulu." alea memohon pada Adit untuk merahasiakan semuanya dari Alan sebelum memastikan semuanya.


"Baik, Adit akan melakukannya dan akan membantu Ndaru juga." Adit berkata meyakinkan alea.


Setelah pembicaraan itu adit dan alea kembali ke rumah masing masing.


...🌴🌴🌴...


Malam hari di sebuah hotel berbintang acara pertunangan antara Ayunda dan juga Denis akan digelar, ternyata bersamaan dengan sebuah acara perayaan pesta ulang tahun yang menampilkan pentas seni jadi terlihat sangat meriah.


"Wah tak terasa pestanya jadi begitu meriah karna ada 2 pesta dalam 1 tempat." milky yang datang mengantarkan Syafira untuk mengisi acara merasa senang.


Ditempat acara keluarga Alan, Ayunda dan Denis sudah mulai melangsungkan acaranya dengan bahagia.


"Sayang aku senang melihat kamu, aku tak menyangka kalo kamu juga menggelar acara pertunangan keponakan mu di hotel ini juga." Fira yang melihat Alan langsung menghampiri Alan dan menempel pada Alan


"Bagaimana kamu bisa di sini?" Alan yang terkejud melihat Fira tiba tiba datang dan menggandeng tangannya.


"Aku juga merayakan ulang tahun keponakan ku di hotel ini. Ayo setelah ini kamu ikut aku ke acara keluarga ku yuk." ajak Fira pada Alan.


"Tenanglah dan jangan membuat masalah." ucap Alan pada Fira dingin.


"Kiky ada apa?" milky merasa heran kenapa tiba tiba syafira berhenti melangkah.


"Kak disebelah adalah pesta dari keluarga Abigail, dan kakak angkat ku Ayunda sedang melangsungkan pertunangan." Syafira berkata sambil menunjukkan papan nama yang dipajang disebelah pintu masuk yang bersebelahan dengan pesta orang yang mengundangnya untuk tampil.


"Jadi kenapa? Apa kamu rindu dengan keluarga mu? Kalo iya kamu bisa datang sebentar karna undangan kita masih ada waktu 15 menit lagi." milky bertanya dan menyuruh Syafira untuk mencobak masuk dalam acara pertunangan saudara angkatnya.


Syafira merasa ragu, karna dia berfikir jika dia masuk maka pasti akan ketahuan. Namun dia sangat merindukan Ayunda dan juga alea mama angkatnya.


Setelah melalui pemikiran Syafira memutuskan untuk tak masuk dalam acara pertunangan Ayunda.


"Ya Ampun kemana anak ini, katanya sudah berangkat dari tadi tapi masih saja belum tiba." seorang wanita keluar dari ruang pesta sebelah dan sedang menggerutu.


"Ada apa nyonya?" tanya seorang penjaga pada wanita itu.


"Aku mencari Fira, dia katanya sudah berangkat tapi masih belum sampai juga." jelas wanita itu dengan kesal.


"Saya rasa nona ikut ke pesta keluarga tuan Alan dulu." ucap penjaga itu dan itu membuat wanita itu semakin kesal.


Mendengar itu Syafira merasa punya ide dan juga alasan untuk masuk kedalam pesta Ayunda. "biar saya yang memanggilnya nyonya, karna saya juga punya urusan di pesta itu." tawar Syafira seketika.


"Baiklah tolong ya." ucap wanita itu dan langsung masuk kembali kedalam ruang pestanya sendiri.


"Kak tolong, jika terjadi sesuatu dan aku harus lari gantikan aku tampil di pesta itu." pinta Syafira pada milky dan dijawab dengan anggukan oleh milky.


Syafira dan juga milky pergi ke kamar mandi untuk merias wajah Syafira dan memberinya tanda tahi lalat dibawah mata sehingga wajah Syafira jadi sedikit berbeda.


"Hati hati." ucap milky saat Syafira mulai melangkah masuk kedalam pesta pertunangan itu.


"Maaf nona anda siapa? Apa ada undangan?" tanya seorang penjaga yang menanyai Syafira didepan pintu masuk.


"Saya anggota keluarga." Syafira mengeluarka kartu ATM yang dicetak khusus dengan menyertakan nama keluarga Abigail dalam kartu tersebut.


"Ah, maaf nona silakan masuk." ucap penjaga itu dan memberi jalan pada Syafira.


Deg


Syafira memegang dadanya karena jantungnya berdebar saat dia melihat alea berdiri disebelah oni dan juga Ndaru.


"Mama, Papa." gumam syafira yang tanpa sadar menitikkan air matanya.


Syafira berjalan mencari ayunda sang bintang utama dalam acara pesta malam ini yang terlaksana dengan sangat meriah.


"Haha terima kasih semuanya." ucap Ayunda atas kedatangan dan juga do'a dari semua sahabatnya.


"Kakak kamu terlihat sangat cantik malam ini, selamat atas pertunangan kakak. Semoga berjalan baik hingga pelaminan." gumam syafira tersenyum melihat Ayunda dari jauh.


"Hadiah, benar aku harus memberinya hadiah. Tapi apa ya, aku tak membawah apa pun masuk ke sini." Syafira merasa bersalah dan juga bingung soal hadiah ucapan selamat atas pertunangan Ayunda dan Denis.


"Oh, iya" Syafira meminjam bolpoin dan memintak kertas pada terima tamu, lalu dia menuliskan sesuatu pada kertas itu.


"Saya bisa minta tolong? Tolong berikan ini pada non Ayunda." minta Syafira pada terima tamu itu, dan langsung di iyakan serta diantar kertas Syafira pada Ayunda.


Setelah itu Syafira mencari dan melihat Fira yang sedang bergelayut pada Alan.


"Halo kak aku sudah menemukan non Fira tapi sepertinya dia tak mau ikut aku pergi, bisa tolong berikan hanponnya pada nyonya rumah pesta biar dia bicara sendiri pada non Fira." minta Syafira pada milky, dan beberapa menit kemudian suara dari sebrang sudah berbeda dan itu suara nyonya yang tadi mencari Fira dengan marah.


"Tunggu sebentar nyonya saya akan menyerahkan hanpon ini pada non Fira." ucap Syafira namun tak jadi karena nyonya itu menyuruh Syafira membawah pengeras suara saja.


Setelah Syafira memohon ijin pada penyelenggara pesta dan di ijinkan Syafira langsung memasang hanpon itu didekat pengeras suara.


"Fira! Dimana kamu, cepat kemari sepupu mu sudah menunggu dari tadi. Jangan buat kami menunggu lebih lama lagi ya?!" suara nyonya itu menggema di seluruh ruangan dan itu membuat fira merasa malu, hingga dia langsung pergi meninggalkan pesta itu dan kembali ke pesta keluarganya.