Baby I Love You

Baby I Love You
Gadis kecil yang cantik



"Pagi bi, kakak ada?"


Adit berjalan masuk ke rumah alan menyapa bi aminah yang saat itu sedang asik menyapu.


"Oalah, mas Adit kok pagi - pagi sekali sudah kesini mas? Mas Alan ada di kamar non Syafa mas."


"Hahaha... Kalo gak pagi - pagi nanti kena omel." adit berjalan melewati bi amina menuju kamar syafa yang ada dilantai bawah.


Ceklak


"Ya Allah, ini bocah gak bayi gak bocah sukanya tidur diatas tubuh kak Alan. Tapi yang ditiduri masih bisa santai aja, malah bisa ngorok dia." geleng - geleng kepala melihat posisi syafa dan alan yang terlelap dengan posisi yang absswwwrd.



"Hem, gimana ya jadinya jika mereka sampai dewasa masih seperti itu? Apa posisinya akan berubah, jadi kak Alan yang akan menidurinya?"


"Astagfirullah kamu mikirin apa sih Dit." 🤦‍♂️ tepuk jidat lalu keluar dari kamar syafa.


"Tapi gak salah juga, kan mereka bukan anak dan ayah kandung. Dan juga data adopsi ada ditangan kak Lea jadi gak papa juga kalo mereka nikah." 😆 bergumam dan ketawa tanpa suara.


"Ugh.!" alan terbangun dari tidurnya.


"Bocah ini sudah berat rupanya." menatap syafira yang naik dan tidur di dadanya saat alan menemani dia tidur setelah selesai sholat subuh.


Alan mengangkat tubuh syafa pelan - pelan dan memindahkan tubuh syafa dengan hati - hati ke tempat tidur agar tak kebangun.


Alan berdiri berjalan keluar dan menuju ke ruang tengah dengan masih menguap lebar.


Bluk


"Ugh.!" melotot menatap adit yang melempar apel tepat masuk mulut alan.


"Huwahahaha 😅 tepat sasaran aku keren kan?" terbahak dan tanpa bersalah berpose seperti atlit lempar jauh.


"Mau ku bunuh kau hah.!" teriak alan kesal karna mulutnya sakit kenapa hantaman apel dari adit.


Kraus.


"Bilang mau bunuh tapi dimakan juga."


"Lagian siapa suruh nguap tak pakek adat." berjalan kembali duduk di sofa dan memakan buah lagi.


"Kenapa tak membangun kan aku?" duduk disebelah adit sambil makan apel yang tadi dilempar oleh adit.


"Enggak, kakak terlihat begitu capek."


"Urusan keluar kota besok apa sudah selesai?" alan bertanya soal jadwal kerjaannya yang diluar kota.


"Sudah sih, apa kakak beneran akan mengatasi semua masalah di LA sendirian? Itu akan membutuhkan waktu yang lama loh kak." menatap alan karna merasa khawatir jika alan harus pergi ke LA sendirian.


"Kau tak perlu khawatir aku akan mengatasinya." mencobak menenangkan adit yang selalu saja mengkhawatirkan dirinya.


"Pagi Om Didit." sapa syafa yang baru bangun dan mendekati adit.


"Aduh gadis kecilku yang cantik jangan panggil om didit dong, panggil om..."


"Om Diya...! good morning." teriak ayunda yang datang menghampiri adit dan syafa.


"Ini lagi bocah.!" kesal adit pada ayunda.


"Pagi Daddy." sapa ayunda pada alan saat dia melihat alan melintas di dapur.


"Pagi sayang." balas alan dengan senyuman.


"Sayang, kenapa putri - putriku yang cantik ini memanggil om dengan nama yang aneh dan dia dengan daddy." 😭 keluh adit pada syafa dan juga ayunda.


Setelah cekcok antara 3 orang itu, akhirnya diputuskan kalo ayunda dan syafira akan memanggil adit daddy juga, daddy Yos yang diambil dari nama yosef.


Adit membawah syafira dan ayunda jalan - jalan menikmati akhir pekan di taman sambil pacaran dengan dewi kekasihnya, sementara alan menyiapkan bahan untuk dia berangkat ke LA.


"Ya Ampun, putrinya cantik - cantik sekali tuan." puji seorang ibu - ibu yang ikut jalan - jalan di taman sama cucunya.


"Terima kasih bu." adit berkata dengan bangga.


...🌴🌴🌴...


Sesuai dengan rencana alan berangkat ke LA untuk mengurus perusahaannya yang ada di sana dan akan dialihkan ke perusahaan pusat di Indonesia.


"Kamu yakin bisa mengatasinya sendirian? Jika tak mampu hubungi kami, kamu mengertikan?" alea menjelaskan pada alan yang mau berangkat ke LA.


"Kakak gak perlu khawatir, aku sudah mengenal semuanya termasuk mereka yang tak tau aturan." dengan keyakinan alan menyakinkan pada kakaknya dan juga adit yang mengantarkannya ke bandara.


Keberangkatan alan yang diyakini hanya akan berjalan paling lama 3 tahun justru menghabiskan waktu hingga 10 tahun lamanya.


...🌴🌴🌴...


"Yufa...!!"


Dari jauh adit berteriak sambil melambaikan tangannya dan memunculkan senyuman yang sangat menawan dan bisa memikat hati para prempuan.


"Ya Ampun, ya Ampun siapa cowok keren itu? Adem lihatnya."


Seorang siswi yang berdiri di pintu gerbang sekolah itu memuji dan mengekspresikan wajahnya kalo dia tertarik dengan pria yang sedang berdiri disamping mobilnya menunggu seseorang.


Sementara ada 2 gadis yang menatap kesal pada pria itu, dan sok pura - pura tak mengenalnya.


"Eh, kenapa 2 bocah itu mengabaikan aku?" adit merasa bingung dan dia jadi terus memanggil nama kedua gadis itu bersamaan.


"Kalian kenal? Dia terus memanggil nama kalian tuh."


"Kalo kalian gak mau biar aku aja yang menghampirinya."


"Emangnya kamu mau jadi tante ku Nis?" celetuk ayunda pada sahabtnya anisa.


"Eh? Dia om kalian?!" anisa terkejud karna dia tak pernah lihat adit selama mereka bersahabat dan maen bareng. Karna baru kalian ini adit menjemputnya, biasanya sopir yang jemput mereka.


"Ya Ampun, meleleh banget aku lihatnya." anisa beryaga dengan tangan yang diletalkan di keningnya seolah sedang menahan diri mau pingsan.


"Lebay loh ah.!" syafa memukul pahu anisa.


"Daddy Yos, berhentilah memanggil nama kami dengan digabung.!" kesal ayunda pada adit dengan memanyunkan bibirnya.


"OK, ok baby." 😊 memegang kepala ayunda dan syafira bersamaan.


"Halo om cakep." 😊 anisa menyapa adit dengan senyuman paling manisnya.


"Ok, manis." balas adit dengan tersenyum manis pada anisa yang ikut menghampirinya.


"Ya Ampun." anisa memegang dadanya, dan ayunda menatapnya serta menyenggol lengan anisa.


"Ayo masuk, Syafa daddy mu akan datang hari ini." adit mengatakan pada syafira dan mengantar anisa pulang ke asramah juga.


Deg


Syafa terkejud dan seketika jantungnya berdetak sangat kencang mendengar daddy-nya akan pulang.


Sebulan sebelumnya.


"Wao, wao, wao siapa cowok cakep ini? Dia keren banget." puji syafira pada sebuah foto yang dia temukan di laci mejah kerja adit.


"Apa dia teman daddy? Cakep banget."


"I love you boy" 💋


Syafira berbicara sendiri dengan foto yang dia temukan di ruang kerja adit dan menciumi foto itu berkali - kalian.


Setelah bersih - bersih ruang kerja adit syafira kembali ke kamarnya dan setiap malam dia bicara sendiri dengan foto yang dia temukan waktu itu.


"Sepertinya aku jatuh cinta padamu boy" 💋 setiap malam syafa mengajak bicara foto itu, dan dia mulai menyadari kalo dia menyukai cowok dalam foto itu.


"Syafa. Apa yang kau pegang?" adit melangkah mendekati syafa yang lagi duduk dikursi meja belajar didalam kamarnya.


"Oh, foto ini? Dia adalah daddy mu. Tidak banyak foto di rumah ini, karna dia tidak suka difoto." adit menjelaskan pada syafa, dan muka syafa terkejud karna dia selama ini telah mencintai daddy-nya sendiri secara diam - diam.


"Kamu pasti lupa, karna saat kak Alan pergi kamu masih sangat kecil." ucap adit lagi dan syafira hanya tersenyum.


"Apa kamu masih belajar? Daddy Yos akan keluar untuk urusan bisnis sekitar 2 hari, kamu di rumah sama bi Amina gak apa kan? Kalo takut tidur di rumah mama Lea aja ya, sama kak Yunda." adit bicara panjang lebar, tapi seolah tak masuk dalam pendengaran syafa karna dia terlalu shok mendengar kalo cowo yang dia gemari, dia idolakan dan dia cintai adalah daddy-nya sendiri.


Kembali ke saat ini.


"Lah malah bengong anak ini. Syafa.!" teriak ayunda pada syafira yang terbengong, bahkan tak merespon saat anisa pamit tadi.


"Duh perasaanku jadi gak karuan nich." 😣 syafira bergumam dalam hati.


Adit menatap tersenyum melihat syafa dan ayunda yang kadang bertengkar dan juga baikan dan saling berpelukan. Dia teringat saat masa - masa sekolahnya dia dulu sama alan.


...🌴🌴🌴...


"Kak Alan.!" panggil adit saat dia sampai rumah dan melihat alan yang sudah berada di rumah, dan akan masuk kedalam rumah.


"Adit." alan merentangkan tangannya menyambut adit.


Bug.!


"Ugh. Kau?" terkejud dan menahan perutnya yang dipukul adit.


"Aaah.!" teriak alan saat adit menarik dan memeluk alan.


"Aku sangat merindukan kakak, kenapa kakak begitu lama disana.? Bahkan mengalihkan studi kakak kesana." adit ngomel tanpa henti sambil memeluk alan, dan alan menepuk - nepuk punggung adit.


"Ya, aku juga gak nyangka akan jadi selama itu mengatasi dan menangani mereka." alan menjawab saat dia mengurai pelukannya dengan adit.


"Dia siapa.?" alan bertanya saat dia melihat gadis yang berdiri di belakang adit.


"Ah, Syafa kemarilah." adit memanggil syafira namun syafira mematung ditempatnya.


"Syafa.?" alan bertanya pada adit 🤔


"Iya, kan kakak yang memberi nama itu padanya." jawab adit.


"Oh, jadi dia bocah yang dulu suka manjat tubuhku dan meniduriku." ucap alan sambil berjalan mendekati syafa.


🙂 alan memegang tangan syafira lalu menariknya ke atas dan menundukkan tubuhnya lalu memakan jajanan yang ada di tangan syafira, syafira melotot terkejud melihat adegan itu.


"Ini dulu jajanan kesukaan ku juga." ucap alan sambil memegang kepala syafira dan mengunya makanan yang diambil dari syafira.


"Iya, dan kami suka berebut jika salah satu dari punya kami habis duluan." sambung adit dan alan tersenyum.


"A - aku mandi dulu gerah." syafira lari melesat masuk ke dalam kamarnya.


"Eh, tidak cium tangan dulu?" alan bengong melihat syafira, begitu juga dengan adit.


"Kau mendidiknya seperti apa?" alan melihat adit dengan wajah bertanya.


"Dia tidak seperti itu biasanya." jawab adit yang merasa bingung dengan reaksi syafira


"Sudalah ayo masuk kak, siapa yang menjemput kakak tadi?" adit bertanya sambil berjalan memasuki rumah.


"Abang taxi. Apa kamu tak melihat tadi ada taxi yang melintas pergi." menjawab dengan ringan dan merebahkan tubuhnya di sofa.


Sementara didalam kamar syafira mengumpat dirinya sendiri.


Dag dig dug, jantung syafira tak mau berhenti dan terus berdetak dengan cepat. Muka syafira sudah memerah bagai udang rebus.


"Apa tadi yang dikatakan. Suka memanjat tubuhnya dan menidurinya?"


"Aku seperti itu.?"


"Dan tadi, dia memakan cilok secara langsung dari plastik yang dari tadi aku makan dengan cara mengecapnya."


"Itu, sama dengan ciuman secara tidak langsung."


"Aaaarrrh.!!"


Syafira geregetan sendiri pada dirinya dan teriak gak jalas. Dia merasa kesal karna telah menyukai daddy-nya sendiri.