
"Ah di sini jauh lebih baik" Aron meregangkan kedua tangannya keatas.
"Alga katakan pada Tante kau ingin melanjutkan ke sekolah mana habis ini, kau sudah selesai kelulusan kan" Ariana bertanya pada Alga yang sedang duduk santai.
"Ya sudah selesai Tan, tapi masih belum tau mau lanjut kemana. Masih belum kepikiran." jawab Alga tersenyum
"Duh kenapa pria kecilku ini tampan sekali sih saat tersenyum, kau selalu membuat hatiku meleleh sayang." Ariana memeluk Alga
Syafira terlihat sangat seru bermain dengan Lisa di Arwan mandi bola, dan terlihat Lisa sangat menikmati hal itu.
"Ayo kita gabung dengan adik dan mamamu." Ariana mengajak Alga ikut masuk kedalam arena mandi bola.
Keseruan mereka berempat diabaikan oleh Aron yang sejak tadi mengambil gambar untuk mereka. Karena saking fokusnya mengambil gambar Aron tanpa sengaja menabrak seseorang saat dia melangkah mundur.
"Maafkan saya tuan" ucap Aron melihat kebelakang.
Terlihat pria jangkung dengan tatapan yang tajam serta senyuman yang menawan membuat Aron tak bisa berkata - kata lagi karena pria itu telah memikat hatinya.
"Syafa" ucap pria itu melalui pengeras suara.
Suara yang menggelegar dan merdu seketika menarik perhatian dan membuat semua orang melihat ke arah orang itu termasuk Syafira dan Ariana yang ada didalam kolam bola bersama anak - anak.
Dengan tatapan tak percaya dan kaget Syafira terbengong ditempatnya karena dia tak pernah menyangka kalau Daddy nya akan menemukan dia dan mencarinya karena selama ini tak ada pergerakan sama sekali.
"Ya ampun Fi, dialah yang aku katakan padamu tadi Casanova sejati yang aku lihat dia benar - benar keren kan. Tapi kenapa dia bisa tau nama aslimu, bukannya selama ini kau menyembunyikan bahkan aku Aron tak pernah memanggil nama aslimu." Ariana merasa bingung di sini.
"Papa, papa." teriak Lisa yang juga mengundang perhatian semua pengunjung di sana.
"Papa, aku tak menyangka kalau papa bisa menemukan kita dengan cepat." Alga pun berkata dan tersenyum
"Papa, kalian berdua memanggilnya papa. Jadi pria itu adalah papa kalian? Fi dia beneran suamimu." Ariana menatap Alga dan Syafira bergantian.
"Iya." Syafira mengangguk dan bangun lalu keluar dari kolam bola.
"Papa." Lisa langsung lari begitu Syafira menurunkannya dari gendongannya.
"Apa ini" Aron mendekati Ariana dan Syafira
"Pria itu adalah istri Fifi kita" jawab Ariana pada Aron
"Oh my god, apa kau berkata benar." Aron menatap lagi Alan yang berdiri didepan Syafira sambil menggendong Lisa yang tadi lari kearahnya.
"Pa" Alga mendekati Alan dan langsung memeluknya.
Alan membalas pelukan Alga dengan tangan kanannya, mereka terlihat sedang melepaskan rindu yang mendalam selam ini. Terlihat sangat jelas kalau Alga begitu sangat merindukan papanya namun dia menahannya demi sang mama, karena Alga tak ingin membuat mamanya merasa sedih.
"Kau sudah besar dan tumbuh dengan baik serta terlihat sangat keren" Alan mantap Alga dan memujinya.
"Aku sangat merindukan papa." Alga kembali memeluk Alan lagi dan menumpahkan segala perasaannya.
"Papa juga sangat merindukan mu, ayo kita pulang." ucap Alan dan alga mengurai pelukannya.
Alan dan Alga berdiri berdampingan menatap Syafira yang berdiri dengan tegak ditempatnya. Semua orang jadi menyaksikan pertemuan keluarga itu, bahkan ada yang merekam mereka berdua.
"Pulanglah istriku, aku sangat merindukan mu." ucap Alan menatap Syafira yang berdiri membantu.
"Ya ampun dia sweet banget" Ariana berkata dan saling berpegangan tangan dengan Aron yang ada dibelakang Syafira.
"Sayang, tolong kembalilah padaku." ucap Alan lagi
"Hei kau menunggu apa lagi, sudah sana suami mu sudah menjemput mu" Ariana mendorong Syafira.
Syafira menoleh kebelakang melihat Ariana dan Aron, kedua orang itu mengangguk dan mendorong Syafira lagi untuk mendatangi Alan yang menunggunya.
"Daddy." Syafira memanggil dengan pelan saat dia sudah didepan Alan.
Alan menyerahkan Lisa pada Alga dan dia berjalan mendekati Syafira lalu memeluk tubuh kecil itu dengan erat seolah dia sedang merengkuh dan menenggelamkan dirinya pada dunianya yang selama ini sangat dia rindukan.
"Yee..." suara Ariana dan Aron yang berteriak memancing semua orang yang ada di tempat itu ikutan berteriak dan bertepuk tangan yang sangat ramai.
"Aku sangat merindukan mu, tolong jangan pergi lagi dan pulanglah istriku." Alan berkata sambil memeluk Syafira
"Maafkan aku Daddy, tolong maafkan aku." Syafira menangis dan menyesal
Ariana langsung membawah Lisa dan Alga pergi dan menjauh dari alam dan Syafira untuk memberikan waktu bagi mereka berdua membicarakan masalah mereka.
"Kau begitu kurus" Alan mengurai pelukannya dan menatap Syafira.
"Kita pulang dulu malu dilihat orang." Syafira berkata dengan malu dan menghapus air matanya.
"Kau adalah istriku kenapa harus malu, aku justru ingin memberitahu dunia bahwa aku memiliki istri yang sangat cantik dan hebat serta suka sekali pergi dan menghilang membuatku hampir mati mencarinya." Alan mengusap kepala Syafira dan tersenyum dengan lembut.
"Daddy." Syafira merasa malu karena dalam hatinya yang sebenarnya dia juga sangat merindukan Alan sama seperti anak - anaknya yang merindukan papa mereka.
...🌴🌴🌴...
"Ini rumah mu" Alan melihat sekeliling saat dia masuk kedalam rumah Syafira.
"Iya, aku menyewanya." Syafira berkata dengan tersenyum
Senyuman manis dan indah itu seolah tak mau menghilang dari wajah mereka berdua yang baru saja bertemu setelah sekian lama, dan Syafira masih merasa canggung dengan Alan yang baru dia lihat lagi setelah dia pergi meninggalkannya tanpa kabar apa pun.
"Apa yang kau lakukan, hem" Alan memeluk Syafira dari belakang saat dia sedang membuatkan minuman untuk Alan.
"Bikin teh hijau untuk Daddy." jawab Syafira dan tersenyum malu.
"Hei, kenapa kau masih saja memanggilku Daddy. Ku rasa kau harus mengganti panggilan mu itu untuk ku, karena itu akan membuat anak - anak kita nanti bingung." Alan memutar Syafira untuk menghadap dirinya
"Baik, aku harus memanggil apa?" jawab Syafira sambil menunduk.
"Hem, apa ya? Sayang, husband, darling atau my honey." ucap Alan menyebutkan banyak panggilan yang dirasa dia bagus.
"Tidak, kenapa semuanya terdengar seperti orang alay." Syafira menolak.
"Tapi aku ingin mendengar kannya" Alan mengalungkan tangannya untuk merangkul pinggang Syafira.
"Mas, mas Alan. Kalau tidak mau ya sudah." Syafira pergi dan membawah segelas teh hijau untuk diletakkan dia tas meja makan.
"Mas ya, terdengar baik juga" gumam Alan dan senyum - senyum sendiri.
Keesokan paginya Syafira membawah Alan ke rumah Ariana untuk menjemput Alga dan Lisa yang bermalam di rumah Ariana karena ingin memberikan waktu pada dirinya dan Alan untuk melepaskan pertemuannya kembali.
Alan membawah keluarganya untuk jalan - jalan dan bersenang - senang, terlihat Lisa sangat menyukainya dan dia begitu lengket dengan Alan dan melupakan kakaknya yang selama ini paling dekat dengannya.
Alan mengabadikan semau momen kebersamaannya dengan keluarga kecilnya itu, senyum selalu menghiasi wajah mereka berempat. Dan Alga yang tumbuh dewasa mulai kelihatan kemiripannya dengan Alan.
Tak terasa kebersamaan mereka telah seminggu dan mereka telah menghabiskan waktu bersama dengan sangat bahagia selama itu, bahkan Alan juga menyelesaikan urusan kelulusan sekolah Alga dan memperkenalkan Alan kepada semua teman - temannya.
"Kita akan kembali besok dan sebelum itu aku ingin mengenalkan kalian pada semua orang yang harus kalian kenal, malam ini kita akan bermalam di hotel." ucap Alan pada Syafira dan Alga.
"Tapi pa, ku rasa aku ingin melanjutkan sekolahku di sini saja. Karena di sini aku memiliki banyak teman." Alga berkata pada Alan
"Tidak masalah, tapi setidaknya pulanglah dulu untuk melihat saudara yang lainnya." pinta Alan pada Alga