
"Kita mau kemana Daddy?" Syafira bertanya pada Alan yang ingin sekali mengajak Syafira pergi berdua saja.
"Kita akan pergi kencan." bisik Alan dan memainkan mata.
Setelah menitipkan Alga pada Alea, Alan langsung membawah Syafira pergi dan bersenang - senang. Mereka berdua pergi ketaman hiburan dan bermain timezone dengan seru. Alan melihat Syafira sangat menikmati dan bahagia, senyum di wajah Syafira membuat Alan jadi ikut tersenyum.
"Kau begitu menyukainya? Senyum di wajahmu itu sampai bisa mengeluarkan air liur." Alan memeluk Syafira dari belakang.
"Tentu saja suka, karena aku memang sangat suka dengan permainan. Daddy mau coba main?" Syafira memberikan pistol mainan untuk membidik sasaran.
"Kau akan kalah jika Daddy ikut main." Alan mengambil pistol mainan dan bermain bareng Syafira.
Setelah puas bermain Alan dan Syafira pergi untuk nonton, didalam ruangan Alan menggenggam tangan Syafira dan film yang mereka tonton adalah film romantis, Tan begitu banyak penontonnya dan Syafira melihat orang yang ada didepannya sedang bermesraan.
"Kenapa, kau tak suka dengan filmnya?" bisik Alan yang sudah tau reaksi dari Syafira yang melihat orang didepan mereka.
"Ti-tidak, aku hanya...Daddy?" kalimat Syafira hilang karena Alan tiba - tiba mencium pipinya.
"Apa kau menginginkan seperti yang kau lihat?aku bermain sekarang?" Alan bertanya dengan menatap serius pada Syafira.
"Daddy ngomong apaan sih." Syafira mendorong tubuh Alan dan Alan tersenyum lalu menarik tangan Syafira dan menciumnya.
...🌴🌴🌴...
"Mama kemana? Kenapa Aga ditinggal." alga mulai mencari dan menanyakan soal mamanya.
"Sayang, pulang sama nene dulu ya. Mama sama papa lagi bikin adek untuk Alga, Alga suka adik tidak?" Alea membujuk agar Alga tak menangis karena mencari Syafira.
"Adik? Apa Aga nanti bisa bermain sama adik Aga?" Alga terlihat sangat senang mendengar kalau mamanya mau membawa pulang seorang adik untuknya.
"Ayo pulang kita tunggu di rumah." Alea mengajak Alga pulang kerumah.
Malam itu Alan dan Syafira tak pulang karena mereka bermalam di hotel, dan malam itu memang dikhususkan Alan untuk menghabiskan waktu berdua saja dengan Syafira. Alan ingin memberikan kenangan yang indah bagi Syafira yang tak pernah merasakan dunia pacaran dan percintaan remaja.
...🌴🌴🌴...
"Pagi kak, ada apa kelihatan senang banget." Aditya merasa heran melihat Alan yang begitu segar dan sangat bahagia.
"Tak ada, oh iya aku ingin mengumumkan dan mempublikasikan pernikahan ku dengan syafira. Menurut mu sebaiknya kapan? Apa bareng dengan hari ulang tahun perusahan saja, karena di acara itu pasti akan banyak relasi kita yang hadir." Alan meminta saran pada Aditya karena Alan ingin segerah mungkin mengumumkan soal pernikahannya dengan Syafira.
"Pas ulang tahun perusahan juga bisa kak, kita jadi lebih menghemat waktu." Aditya menyetujui dan juga terlihat senang karena Alan tak lagi merasa bimbang dan sudah memantapkan keputusannya.
"Baiklah kalau begitu kita lakukan pada hari itu saja, aku akan bilang pada Syafa nanti." Alan terlihat bahagia.
"Syukurlah, semoga keceriaan kakak kembali lagi dengan kehadiran Syafa." gumam Aditya dalam hati yang melihat senyum terus ter-ulas di bibir Alan.
"Pak rapat hari ini sudah disiapkan." Ninis memanggil Alan dan Aditya untuk menghadiri rapat yang sudah selesai disiapkan.
"Baiklah, ayo kita rapat Adit. Kita buat dunia bisnis berada ditangan kita." Alan berkata dengan sangat.
"Hem, kamu harus siap untuk bekerja keras Ninis. Sepertinya mulai dari sekarang sepertinya kakak akan terus bersemangat untuk bekerja" bisik Aditya pada Ninis dan tersenyum.
"Eh, ba-baik pak Adit." Ninis berkata sambil tertegun.
Setelah selesai rapat Alan sibuk dengan segala berkas yang menumpuk di atas mejanya. Hari itu Alan bekerja sangat penuh dengan semangat bahkan dia selalu tersenyum setiap kali ditegur oleh pegawainya saat Alan jalan ke kafetaria kantor. Sehingga membuat semua pegawainya saling berkasak kusuk sebab Alan mengalami perubahan suasana yang sangat mencolok.
...🌴🌴🌴...
Saat suasana Alan sedang baik disisi lain Daren yang berusaha untuk mencari tau soal latar belakang Syafira pun mulai menyuruh orang untuk menyelidikinya dan orang - orang itu telah melaporkan hasil penyelidikan mereka pada Daren.
"Wah ini sungguh mengejutkan, ternyata dari data sebelnya dan data ya g sekarang saling terhubung ya." Daren tersenyum membaca hasil laporan tentang Syafira. "Alan, kau ingin menutupi bahwa putri angkat mu ini hamil diluar nikah dan kau telah menyembunyikan dia dari semua orang, aku jadi penasaran siapa ayah dari anak yang telah dilahirkan oleh putri mu yang cantik ini."
Dengan meminum minumannya Daren membuat rencana untuk menjebak Syafira agar masuk kedalam jebakannya, "Pasti akan sangat menyenangkan kalau aku bisa mendapatkan barang yang aku inginkan dan juga mempermalukan musuhku sekaligus" Daren tertawa terbahak merasa kemenangan akan ada ditangannya sepenuhnya.
...🌴🌴🌴...
"Assalamualaikum, sayang." Alan mengucap salam saat dia sampai di rumah dan sudah terdengar suara ramai dari Syarifah dan Alga.
"Waalaikumsalam, Daddy sudah pulang." Syafira menjawab salam Alan.
"Papa." Alga berlari kearah Alan sambil menangis.
"Eh, kenapa sayang." Alan menangkap Alga yang lari kearahnya dan menangis sambil menyembunyikan wajahnya didada Alan.
Alan duduk di meja makan dan menatap Alga ya.g terisak, "Sudah jangan menangis lagi, jagoan papa gak boleh cengeng harus kuat. Sekarang katakan pada papa apa mama nakal dan membuat Alga menangis hem" Alan mengusap air mata Alga dan mengecup keningnya.
"Mama jahat, mama gak mau memberikan adik Alga." adu alga dan menangis lagi.
"Adik?" Alan menatap Syafira dengan bingung.
"Ah." Syafira hanya bisa tersenyum dan terus mengusap hidungnya.
"Ceritakan pada papa adik yang mana yang Alga maksud, papa Alan memarahi mama dan menyuruh mama untuk memberikan mainan adik Alga itu." ucap Alan dengan percaya diri.
"Kemaren malam nenek Lea bilang kalau mama pergi mau buat adik, tapi saat paginya mama pulang sendiri tak ada adik Alga. Terus, terus mama bilang Alga sekolah dulu, tapi sampai sekarang mama masih gak mau memberikan adik Alga. Papa tolong berikan adik Alga bukankah kemaren mama pergi sama papa." Alga menatap Alan sambil terisak.
"Eh, ah,,, itu." Alan menatap Syafira dan Syafira hanya tersenyum.
Alan : "Sayang, dengarkan papa. Adik tidak bisa datang dengan cepat."
Alga : "Kenapa? Semua Tan Alga bisa dapat adik mereka langsung."
Alan : "Karena papa sama mama ingin memberikan adik yang spesial untuk Alga, jadi tidak bisa diberikan secara sembarangan."
Alga : "Terus kapan adik Alga bisa datang?"
Alan : "Nanti saat Alga telah tumbuh lebih besar lagi, jadi Alga bisa menjaga adik dengan baik. Mengerti?"
Alga : "Kalau begitu akan lama adik Alga datangnya"
Alan : "Hm, kalau Alga mau cepat Alga harus membiarkan mama tidur dengan papa dan Alga tidur sendiri."
Alga : "Kenapa begitu? Alga ingin lihat adik Alga."
Alan : "Sayang, adik tak akan mau datang dengan cepat jika Alga masih terus tidur dengan mama. Karena itu artinya Alga masih belum besar, jadi kalau Alga mau adik datang cepat Alga harus membiarkan mama tidur dengan papa, baru setelah itu adik akan datang."
Alga terlihat berfikir keras untuk memahami kata - kata Alan, dan Alan menatap tersenyum pada wajah Alga yang terlihat serius berfikir. Alan memeluk Alga penuh dengan rasa sayang.
Alga : "Baiklah, kalau begitu mama tidur dengan papa saja dan Alga akan tidur sendiri."
Alan : "Bagus, kalau begitu ayo kita sepakat."
Alga : "Ya kita sepakat"
Alan dan alga berjabat tangan tanda kalau mereka telah sepakat untuk memutuskan kalau Alga akan tidur sendiri dan Syafira tidur dengan Alan agar adik segerah datang untuk menemani Alga dan bermain bersama.
Alan menatap Syafira sambil memainkan matanya yang duduk didepan Alan. Dan Syafira hanya menunduk malu - malu, dan Alan tersenyum menatap Syafira yang terlihat malu.
"Baiklah, sekarang Alga duduk dengan manis dulu papa akan mandi dan kita makan malam bersama ok sayang." Alan menurunkan Alga dan duduk di kursinya sendiri.
"Iya papa." Alga menjawab dengan senang.
"Siapkan makan malam baby." Alan menatap Syafira dan tersenyum.
Setelah selesai makan malam mereka bertiga sempat duduk santai untuk menemani Alga bermain dan melihat acara tv kesukaannya sampai Alga mengeluh ngantuk dan Syafira menidurkannya sedangkan Alan masuk ke ruang kerjanya. "Nanti datang ke kamar Daddy." bisik Alan pada Syafira.
Setelah Alga tertidur Syafira sangat bimbang untuk datang ke kamar Alan sampai akhirnya Syafira ketiduran juga di kamar sama Alga. Alan yang sudah menunggu lama pun tak sabar dan melihat Syafira di kamar bawah. "Gadis nakal ini." gumam Alan melihat Syafira terlelap disamping Alga.
Alan mendekati Syafira lalu mencium bibir Syafira yang sedang terlelap dengan posisi terlentang. "Em, Daddy." Syafira terkejud melihat Alan di kamar itu dan berada sangat dekat dengan wajahnya bahkan telah menciumnya.
"Kenapa tak datang ke kamar Daddy, bukankah tadi sudah Daddy suruh datang kalau Alfa sudah tidur." bisik Alan di telinganya Syafira dan menggigit lembut daun telinga Syafira
"Ah, Daddy jangan nanti Alga bangun." Syafira mendorong tubuh Alan.
"Tidak akan jika kamu tak berisik, Daddy sudah tak tahan baby." ucap alan dan langsung melahap lagi bibir Syafira.
"Dad, jangan ah." Syafira berusaha untuk menahan pergerakan tangan Alan yang mulai bergerak kesana kemari.
"Jangan berisik." Alan mengangkat tubuh Syafira dan memindahkannya di sofa.
Lalu Alan langsung menikmati tubuh Syafira dengan sangat rakus dan Syafira hanya bisa menahan mulutnya dengan membekapnya dengan tangannya agar tak mengeluarkan suara yang bisa membuat Alga terbangun.
"Dad, ah Alga bangun." Syafira menahan kepala Alan yang menikmati dada Syafira saat Syafira melihat Alga bergerak dan pindah posisi.
"Bukankah bermain dengan tegang begini sangat menantang dan sangat nikmat, karena menahan gejolak yang takut ketahuan." Alan berkata sambil tersenyum menatap wajah Syafira yang ada dibawahnya yang terlihat sangat tegang sekaligus menikmati permainannya.