
"Tolong kalian jangan membuat ku bingung, katakan ada pada ini sebenarnya? Ndaru, Ayunda.!?" teriak alea dengan kesal.
"Mama, huwaaa." Ayunda memeluk alea dengan erat sambil menangis.
"Hah haaaah. Kak, sebanarnya..." Ndaru pun membuka kalimat dan menceritakan semuanya mulai dari Ayunda memaksa untuk melakukan tes dan sampai hasilnya keluar.
"Apa? Jadi, Alan yang telah memperkosa Syafa pada malam itu?" alea berkata dengan nada lemas setelah mendengar cerita dari Ndaru dan juga Ayunda soal malam itu.
"Dan ini hasil dari tes yang kalian lakukan tanpa sepengetahuan kami semua?" alea melihat dan membaca hasil dari tes itu dan juga ikut menitikkan air mata.
"Lalu bagaimana dengan tes yang dilakukan oleh Fira?" alea bertanya Karana hasil tes Fira juga cocok dengan sampel darah itu.
"Kemungkinan itu adalah rekayasa, aku akan menyelidikinya dengan benar mula sekarang." ucap Ndaru dengan kesal pada Fira yang telah menipu keluarganya.
"Lalu bagaimana dengan Alan jika dia tau akan kenyataan ini?" alea bertanya dan menatap Ndaru serta Ayunda.
Kedua orang yang ditatap oleh alea tertunduk tanda mereka tak akan sanggup menceritakan yang sebenarnya kepada Alan.
"Siapa saja yang tau mengenai ini?" tanya alea lagi pada Ayunda dan Ndaru.
"Hanya kita." jawab Ndaru.
"Alan harus tau yang sebenarnya." ucap alea dan merapikan kertas hasil tes tersebut.
"Jangan dulu kak, aku ingin menyelidiki siapa saja orang yang ikut terlibat dalam rencana wanita itu." ucap Ndaru pada alea.
Dan setelah melalui perundingan yang matang antara alea, Ndaru dan juga Ayunda akhirnya alea setuju untuk menunda memberi tau Alan tentang kebenarannya.
"Tapi Om selama ini Daddy mencari keberadaan Syaf tak juga ketemu, sebenarnya Syafa lari kemana?" Ayunda bertanya dengan heran karna sudah 4 tahun namun masih juga tak bisa menemukan keberadaan Syafira.
"Adit bilang dia pergi kelota B, tapi di sana tak ada jejaknya. Bahkan kami sudah mencarinya sampai wilayah luar kota B." jawab Ndaru
"Kota B, kalo aku jadi Syafa aku juga akan pergi jauh dari kota asalku jika aku memang akan kabur. Tapi aku akan pergi kekota yang tak akan dipikirkan oleh semua orang." jawab Ayunda dan itu membuat Ndaru juga alea mamanya bingung.
"Maksud mu apa sayang?" alea bertanya dengan mengerutkan keningnya.
"Ma, cobak jawab jika mama ingin menghindari orang - orang yang mama kenal dan bisa dengan mudah menemukan keberadaan mama, maka apa yang akan makan lakukan?" Ayunda bertanya pada alea.
Alea tampak berfikir dan mencerna pertanyaan Ayunda.
"Akan datang kekota sebelum kota tujuan." jawab Ndaru dengan berfikir juga
"Benar, itulah dia. Sfaya tak ada dikota B atau diluar kota B, melainkan dia berada dikota sebelum kota B." jawab Ayunda dengan pasti.
"Haaaah, itu sebabnya kami tak bisa menemukan dia selama ini." jawab Ndaru lagi.
"Lalu bagaimana sekarang?" alea bertanya pada 2 orang yang dirasa punya rencana.
Ayunda tersenyum "Aku akan mencarinya diam - diam dikota C." jawab Ayunda pada mamanya.
"Baiklah, Om akan tunggu kabar dari mu. Sementara Om akan mencarik tau siapa dalang dari masalah ini mulai sekarang." Ndaru mendukung Ayunda dan membulatkan tekad untuk mencari lagi dalang dari tes yang dimiliki Fira.
🌴🌴🌴
Sementara dikantor Alan sangat sibuk dengan persiapan pesta perusahaan yang akan diadakan 2 hari lagi.
"Pak bagaimana kalo kita membuat pembatasan untuk undangannya?" tanya Ninis pada Adit yang waktu itu sedang mengurusi siapa saja orang yang akan diundang kepesta 2 hari lagi.
'Tak perlu, buat saja pengumuman untuk undangannya secara gelobal." jawab Adit atas pertanyaan Ninis.
"Baik pak, kalo begitu saya akan membuat pengumuman lewat iklan saja biar banyak orang yang tau." ucap Ninis pada Adit dan dianggukin oleh Adit.
"Kak sesuai dengan yang kakak katakan sekarang Ninis sedang mengumumkan undangan pesta melalui iklan untuk menjangkau seluruh orang." jelas Adit pada Alan yang selalu menyibukkan dirinya dengan pekerjaan selama 4 tahun terakhir ini.
"Ya terserah kamu saja bagaimana maunya." jawab Alan langsung.
"Sayang.! Aku datang untuk menui mu." Fira yang datang langsung menerobos masuk keruangan Alan.
"Hem." jawab Alan tanpa melihatnya.
"Sayang aku sangat merindukanmu, apa kamu tak rindu pada ku?" Fira bergelayut pada Alan dengan manja.
"Tolong biarkan aku sebentar, karna aku masih ada pekerjaan sekarang." ucap Alan melepaskan tangan Fira dari lehernya.
"Tapi aku sangat merindukanmu." Fira berkata dengan manja dan memonyongkan bibirnya.
"Ya aku tau, tunggu lah di sofa dulu." Alan terus menghindari Fira.
"Baiklah."
Cup
Fira menuruti perintah Alan dan mengecup pipi Alan, nuamun tak ada reaksi apa pun dari Alan.
"Baiklah kak aku pergi dulu karna masih ada persiapan yang harus aku selesaikan, nanti panggil aku kalo butuh sesuatu." ucap Adit dan pergi meninggalkan Alan sama Fira diruangan Alan.
Hanpon Alan bergetar karna ada panggilan dari temannya Dandi yang sudah lama tak ketemu karna dia ada bisnis di luar kota.
"Halo Dan, ada apa?" jawab Alan pada panggilan Dandi
"Yo Al, aku sudah didalam kota ayok ketemu di klab Daniel aku ingin kumpul dengan kalian semua." jawab Dandi mengajak Alan
"Tapi aku..." kalimat Alan gantung
"Sudalah gak usah tapi, tapian pokoknya harus datang aku juga sudah menghubungi yang lainnya. Jangan lupa jam 9 malam tepat." ucap Dandi dan langsung mematikan sambungan.
"Fira maaf sepertinya hari ini aku tak bisa menemani mu, karna aku mau ada pertemuan dengan semua teman ku." Alan menjelaskan pada Fira kalo kalo hari ini dia tak bisa menemani dia untuk belanja.
"Tapi sayang ketemu sama teman kan masih bisa besok, aku sudah dandan rapi dan cantik begini masak gak jadi sih." ucap Fira sambil bermanja sama Alan.
"Tolong mengerti lah, dan jangan begini aku tak suka." Alan melepaskan tangan Fira yang bergelayut padanya.
"Baiklah aku akan mengalah, tapi setelah itu kamu harus menemani aku kemanapun yang aku mau ya?" ucap Fira lagi dengan bergelayut manja.
"Pulanglah dulu, aku akan menyuru supir mengantar mu pulang" ucap Alan tanpa menjawab permintaan Fira.
🌴🌴🌴
"Wah akhirnya kalian semua datang juga." seru Dandi saat melihat Alan, Adit dan Ndaru tiba.
"Kenapa kau duduk di depan tak didalam ruangan." Ndaru bertanya dan langsung duduk menikmati minuman yang tersedia.
"Tidak tidak, aku memang sengaja duduk di sini karna ingin melihat pertunjukan duo Laura sang bintang klab." jawab Dandi dengan senyum lebar.
"Apa itu?" Adit bertanya dengan aneh.
klik
Lap
Lampu klab tiba - tiba mati dan hanya menyala pada lampu podium saja, serta membuat semua orang berteriak memanggil nama seseorang dengan diiringi musik remix yang mulai menggemah.
"Susu? Apa yang mereka sebut." Alan merasa geli dengan semua orang.
"Bukan susu tapi milky." jelas dandi
"Sama saja." ketus Alan
"Wah aku baru tau kalo di klab Daniel sekarang ada penarinya." ucap Adit heran.
"Ya sudah sekitar 1 tahun terakhir ini, dan aku suka dengan mereka. Mereka adalah orang yang misterius." ucap Dandi
"Yooo...Kiky.!" teriak semua orang saat melihat seseorang meluncur dari tiang dan meliuk liukkan tubuhnya dengan indah mengikuti irama musik.
"Oh, ternyata Kiky?" sebut Dandi yang terlihat berbinar melihat penampilan gadis itu.
"Jika kau menyukainya kenapa tak tanya pada Daniel siapa dia? Daniel kan bosnya." ucap Alan yang melihat Dandi hampir meneteskan air liurnya.
"Hahaha, aku tak mau dihajar oleh pangeran kecilnya jika itu Kiky." jawab Dandi dengan terbahak.
Alan yang melihat penampilan kiky dia tak bisa mengalihkan pandangannya, seolah ada daya tarik yang menarik dia untuk selalu memperhatikannya.
"Apa dia selalu memakai topeng?" tanya alan seketika membuat semua orang menatap Alan.
"Yo semua." ucap Daniel mendekati teman - temannya.
"Dia datang sendiri?" tanya Dandi pada Daniel soal Kiky.
"Entalah aku tak melihat, aku hanya menerima telpon darinya tadi kalo dia akan menggantikan kakaknya yang berhalangan." jawab Daniel menjelaskan.
"Kau tak mengenalnya? Dia pegawe mu." tanya alan heran.
"Tidak, dia hanya datang untuk pertunjukan saja dan aku tak membayarnya." jawab Daniel yang ikut menyaksikan penampilan Kiky.
"Sudah ku bilang dia adalah gadis misterius, dan aku suka dengan penampilannya." jelas dandi memuji Kiky.
"Dia selalu memakai topeng?" tanya Alan lagi soal penampilan Kiky.
"Ya, mereka selalu menggunakan topen." Jawab daniel dan meminum minumannya.
"Siapa dia? Kenapa aku seolah mengenalnya dan begitu tertarik pada dirinya." gumam Alan dalam hati yang terus memperhatikan penampilan Kiky.
"Apa aku mengenalnya?" Alan masih bergumam dan bertanya dalam hati.
"Daya tariknya sungguh luar biasa." ucap Alan memuji penampilan Kiky.
"Ya, itu sebabnya aku juluki mereka sang bintang. Berkat penampilan dari mereka klab ini jadi rame pengunjung." jawab Daniel bangga dan bersyukur dengan kedatangan Kiky dan milky.