Baby I Love You

Baby I Love You
Salah mengenali orang



Alan yang sudah dikuasai oleh obat serta akal sehatnya yang tak berfungsi dan sudah melampiaskan semua has - sratnya, setelah itu dia tumbang dan tidur disebelah syafira yang sedang pingsan.


"Egm." syafira yang tersadar menggeliat didalam pelukan alan.


"Auh sakit, hiks." syafira yang merasakan sakit disekujur tubuhnya serta daerah intinya menahan tangis dan berusaha bangun namun tubuhnya tak mampu dia gerakkan.


"Ayo Syafa kamu bisa, kamu kuat." syafira menyemangati dirinya sendiri untuk segerah bergerak.


Dengan bersusah payah dan penuh hati - hati syafira berjalan sambil tertatih, dia mengambili semua baju yang sudah tak bisa dia gunakan karna robek di sana sini.


Syafira menggunakan jas alan sebagai penutup baju yang koyak dan dia berjalan keluar dengan hati serta tubuh yang hancur. Air mata syafira tak bisa berhenti mengalir, beberapa kalian dia terjatuh dan tersungkur dijalan.


Tepat pukul 3 pagi syafira sampai di rumah dan langsung masuk kedalam kamarnya, karna di rumah emang lagi sepi jadi tak ada yang tau syafira datang dengan keadaan yang semrawut.


Hiks


Didalam kamarnya syafira menangis dan terus menangis, dia takut dan juga menyesal karna sudah masuk kedalam kamar alan tanpa tau apa yang telah terjadi.


"Sakit sekali." gumam syafira yang merasakan sakit disekujur tubuhnya karna perlakuan alan yang kasar dalam melakukan permainan yang merupakan pertama kali bagi syafira.


Syafira menatap diri didepan cermin, sekujur tubuhnya penuh dengan tanda dari alan, tanda - tanda itu tercetak dengan sangat jelas hingga warnanya merah gelap dan menyerupai warna ungu.


Setelah selesai membersihkan dirinya syafira mengingat lagi saat dia berusaha pulang, dengan jalan terseok dan terjatuh ditrotoar berkali - kali sampai membuat luka dilututnya dan goresan diberbagai lengan juga kakinya.


Karna rasa takut syafira tak sadar kalo jas alan yang dia pakek ada hanpon alan disakunya. Syafira menyembunyikan jas alan dibawah tempet tidur beserta hanponnya yang sudah dimatikan oleh syafira.


...🌴🌴🌴...


Sementara disisi lain adit yang berusaha menghubungi alan tak ada jawaban dari semalam merasa panik.


Brrrt brrtt


"Halo, siapa ini?" adit yang menerima panggilan dari nomor yang tak dikenal.


"Dit ini aku." suara dari sebrang yang menghubungi adit.


"Kak. Kakak dimana sekarang? Baik aku akan segera kesana." ucap adit setelah dia menerima panggilan telpon dari alan melalui nomor hotel.


Saat sebelum menghubungi adit.


"Ugh, kepalaku sakit sekali." alan menggeliat bangun dan memegangi kepalanya yang terasa sakit.


"Tungguh apa ini? Semalam aku..." alan berusaha mengingat kejadian semalam, namum ingatannya berhenti sampai dia memintak tolong pada seorang pegawe hotel untuk mengantarnya kekamar, setelah itu ingatannya hilang.


Saat alan bangun dia terkejud mendapati ada bercak darah dan cairan sisa - sisa pelepasannya. Alan menatap terpaku pada bercak darah itu karna dia ingat kalo dia melakukannya dengan kasar karna menganggap itu adalah wanita yang sengaja memberinya obat.


"Dia masih gadis, apa dia benar - benar masih gadis? Terus siapa dia?" alan bergumam dan berfikir keras, karna walo dia melakukannya dengan tak sadar karna pengaruh obat namun alan masih bisa merasakan semuanya dengan jelas.


"Kak ini aku." teriak adit dari luar kamar alan.


Ceklek


"Eh, kok." adit terkejud mendapati alan hanya pakek kolor saja dan kamarnya sangat berantakan.


"Kau bawakan aku baju?" tanya alan pada adit saat dia mau melangkah masuk kedalam kamar mandi.


"Apa yang terjadi sebenarnya?" gumam adit saat dia mendapati bercak darah diseprei kamar hotel itu.


"Dit telpon Ndaru dan panggil dia ke sini sekarang juga." perintah alan begitu dia selesai membersihkan dirinya.


Sambil menunggu kedatangan ndaru alan memintak adit untuk mencari pegawe hotel yang semalam membantunya masuk kedalam kamar.


...🌴🌴🌴...


"Pagi bi, Syafa masih tidur ya." ayunda yang datang ke rumah alan mencarik syafira karna ingin cerita soal dia dan Denis.


"Ada didalam barusan masuk kamarnya." ucap bi amina yang lagi sibuk bersih - bersih ruang tengah.


"Syafa. Ya Ampun kenapa badanmu panas sekali.?" ayunda panik saat mendapati syafira demam tinggi sampai menggigil.


"Hem, kak sakit." syafira mulai meracau karna demam.


"Tunggu aku telpon daddy dulu." ayunda keluar dan memintak pada bi aminah untuk mengompres syafira sementara dia menghubungi alan, namun nomor alan tak bisa dihubungi.


"Aduh bagaimana ini?" ayunda panik dan bingung.


"Hubungi mama kejahuan dan kalo nunggu mama kelamaan karna mama baru pulang lusa nanti."


"Eh, daddy Yos. Ya benar." ayunda pun menghubungi adit dan menceritakan kalo syafira sedang sakit dan demam tinggi.


"Syafa sabar ya, bentar lagi daddy Yos akan datang." ayunda mengompres syafira dan menemani syafira dengan sabar.


"Syafa ayo lepas jaketnya biar aku bisa menyeka tubuhmu." pinta ayunda pada syafira yang memakai jaket tebal.


Brak


"Syafa?!" alan menerobos masuk kamar syafira dan melihat gadis kecil itu terbaring lemah dengan wajah memerah karna demam.


"Daddy." ayunda terkejud karna alan membanting pintu.


"Ayunda bawah baju - bajunya berangkat sama daddy yos." perintah alan yang langsung mengangkat tubuh syafira dan menuju ke mobilnya.


Ayunda langsung menyiapkan beberpa baju untuk syafira dan dia lari keluar namun alan sudah melajukan mobilnya dengan cepat.


"Berangkat sama daddy Yos, ayo." ucap adit yang melihat ayunda lemas karna ditinggal alan.


"Apa yang terjadi sebenarnya, kenapa Syafa bisa sakit.?" tanya adit pada ayunda saat mereka menyusul ke rumah sakit.


"Aku juga gak tau dad, tiba - tiba saja saat aku datang syafa sudah demam tinggi." ucap ayunda dengan sedih, karna merasa tak memikirkan syafira dan senang - senang sendiri.


"Tidak papa dia pasti baik - baik saja." ucap adit menyemangati ayunda.


...🌴🌴🌴...


"Bagaimana dengan putri saya?" alan bertanya panik pada dokter yang menangani syafira.


"Tidak apa - apa pak, mungkin infeksi saja karna ada beberapa luka ditubuhnya, ada luka terbuka dikedua lutut dan lecet - lecet di siku serta mata kakinya." jelas dokter itu pada alan.


"Terima kasih dok." ucap alan dan dia menatap syafira yang terlelap karna terkena suntikan obat serta infus.


"Kak bagaimana?"


"Syafa gak papa kan dad?"


Adit dan ayunda bertanya bersamaan saat mereka sampai dan masuk kedalam ruang rawat syafira.


"Dia hanya infeksi karna banyak luka - luka ditangan dan kakinya." ucap alan yang masih menatap syafira.


"Luka? Tapi bukannya semalam Syafa sama daddy?" gumam ayunda yang didengar oleh alan serta adit.


"Bersama daddy? Kapan?" alan bertanya bingung karna saat dia bangun tak melihat syafira.


"Semalam, setelah selesai acara Syafa bilang dia bertemu daddy, jadi ku tinggalkan dia karna ku pikir Syafa akan pulang bersama dengan daddy." jelas ayunda yang juga merasa bingung karna syafira justru ada di rumah sementara daddy-nya tak pulang semalaman.


"Ma - maafkan aku dad, aku tak tau apa yang terjadi pada Syafa karna malamnya aku tak bisa menghubungi Syafa sampai pagi tadi, dan saat kerumah Syafa sudah demam tinggi." sambung ayunda dalam penjelasannya.


"Apa yang terjadi padanya, dan kenapa dia memiliki banyak luka serta tanda merah dilehernya." gumam alan dalam hati menatap syafira yang masih terlelap.


3 hari sudah syafira dirawat di rumah sakit dan dia sudah baikan serta sudah boleh pulang.


Pagi itu syafira siap - siap mengemasi barang - barangnya untuk siap pulang kerumah. Dia menata semua bajunya kedalam tas. Dan tak lama adit datang menjemputnya pulang.


...🌴🌴🌴...


"Maaf tuan tapi saya tak ingat dengan kejadian malam itu tuan, memang ada seorang gadis yang datang setelah saya mengantarkan anda masuk kedalam kamar." ucap pegawe hotel itu yang setelah 3 hari dicari baru ketemu orangnya.


"Katakan dari semua foto yang ada di sini siapa yang kamu lihat malam itu." tanya ndaru pada pegawe itu saat dia melihat dari rekaman cctv ada beberapa gadis yang melintas dan ndaru mendapatkan foto serta identitas mereka semua.


"Em... Mungkin yang ini tuan, iya yang ini karna dia terlihat masih sangat mudah." tunjuk pegawe itu pada sebuah foto gadis yang sepantaran dengan syafira juga ayunda.


Setelah itu adit menyelidiki gadis itu lebih dalam lagi untuk mencarik bukti bahwa emang gadis itulah yang bermalam dengan alan saat dia terkena pengaruh obat.


...🌴🌴🌴...


"Kak.!" ndaru melangkah masuk kedalam rumah alan yang di sana ada alan dan juga adit sedang sarapan.


"Bagaimana hasilnya?" alan bertanya tanpa melihat ndaru.


"Ya, aku sudah melakukan tes pada ke 5 wanita itu, tapi sampel darah itu tak ada yang cocok dengan mereka. Aku rasa masih ada lagi yang mungkin belum diselidiki." jelas ndaru pada alan.


"Apa masih ada yang terlewat?" gumam adit berfikir karna dia merasa sudah menyelidikinya dengan benar.


"Atau mungkin gadis itu sengaja menghilangkan jejaknya agar kita tak bisa menemukan siapa dia yang sudah tidur dan menghabiskan malam dengan mu kak." ucap ndaru dengan penuh keyakinan.


"Sepertinya pegawe itu salah mengenali orang." ucap alan


Klontang.


"Syafa.!" alan bangkit langsung menghampiri syafira di dapur.


"Maaf tangan Syafa licin jadi jatoh." ucap syafira seketika dengan mengangkat kedua tangannya.


"Kau baru sembuh, istirahat saja biar bi amina nanti yang kerjakan." perintah alan dan langsung diiyakan oleh syafira.