Baby I Love You

Baby I Love You
Wanita Penggoda



"Aku tak tau kenapa Alan selalu saja menang dalam segala hal. Argh.!!" Daren marah besar saat dia tau kalau Alan lagi - lagi memenangkan bisnis yang seharusnya hancur dan mampu menarik lagi para pemegang saham.


"Maaf tuan Daren, sepertinya kita akan kalah lagi sekarang dan penanaman modal pada mol baru akan berhenti." Asisten Daren memberitahu soal proyek yang sedang dikerjakan oleh Daren


"Terus?" Daren dengan tatapan bengis bertanya


"Itu, pembangunannya akan tertunda sampai batas yang tak bisa ditentukan." Asisten Daren menginfokan lagi.


"Yusron, apa kau tak bisa mengatasi segalanya dengan baik hah?! Aku tak tau kenapa aku memperkerjakan orang - orang yang dungu dan tak bisa apa - apa." Daren menggerutu dengan kesal dan Yusron hanya diam berdiri ditempat.


"Keluarlah." Yusnia meminta pada Yusron untuk keluar


"Baik." Yusron pun keluar


"Daren haruskah kau marah dan melampiaskan semuanya pada pegawai mu dan juga Yusron yang sudah bekerja keras untuk mu selama ini?" Yusnia berjalan mendekati Daren yang terlihat sangat marah.


"Apa mau mu hah? Dasar wanita ******." Daren memakai Yusnia dan Yusnia hanya tersenyum menatap Daren.


"Semua bisa diatasi dan dilakukan dengan kepala dingin, dan aku tau bagaimana caranya membuat mu kembali bisa berfikir dengan tenang dan kepala dingin. Lampiaskan kemarahan mu padaku sayang ku." Yusnia mendekat dan merayu Daren.


Sapuan lembut tangan Yusnia dan kecupan ringan bibirnya membuat Daren semakin emosi dan dengan cepat serta kasar Daren membalikkan keadaan dan membuat Yusnia menerima berbagai serangan dari Daren. Hanya teriakan ringan dari Yusnia saat setiap kali Daren menyentuhnya dengan kasar dan brutal.


...🌴🌴🌴...


"Wah, wah Alan aku tak menyangka kalau kau telah melakukan segalanya. Sekarang mereka yang memilih untuk keluar pasti merasa sangat kecewa dan merugi, karena target mu untuk menaikkan 45 pesen dalam sebulan telah kau ruba menjadi 90 persen dalam 4 bulan membuat banyak dari mereka yang meragukan kinerjamu memilih mundur, dan sekarang bukan hanya 90 persen kenaikannya melainkan 125 persen, ini adalah pencapaian yang sungguh sangat luar biasa." puji tuan Sugeng atas pencapaian yang diraih oleh Alan untuk menaikkan nilai saham utama di perusahaan.


"Anda terlalu memuji tuan Sugeng." Alan berkata dengan senyuman lega karena dari 25 orang masih ada 10 orang yang bertahan dan mendukungnya, karena bagi Alan 10 orang yang setia dan rela berjuang bersama dengannya jauh lebih baik dari pada 15 orang lainnya yang hanya mau menerima untung saja tanpa bisa menerima ruginya dalam sebua bisnis.


"Ya, aku juga yakin kalau kamu mampu dan bisa memutar balik dan mengatasi kerugian walau sebenarnya aku agak sedikit terkejud dengan alasan mu menunda dan mengundur jadwalnya." Tuan Baron berkata dengan lega sama leganya dengan Alan.


"Ya, aku tak salah mengikuti saran Dandi untuk menginvestasi kan tenaga dan uangku dalam usaha mu waktu itu. Kedepannya aku titipkan dia untuk kau bimbing menjadi pebisnis yang sukses seperti mu, karena aku yakin jika mengikuti jejak mu dia pasti akan jadi anak yang berguna bagi perusahaan dan juga orang tuanya." Tuan Sugeng berkata dengan terbuka mengenai putranya.


"Ayah, jangan selalu menganggap aku tak mampu dan tak bisa apa - apa. Aku juga pasti bisa mendapatkan pencapaian yang sama seperti Alan." Andi menjawab dengan kesal soal kata - kata ayahnya yang diucapkan langsung didepan semua orang dalam rapat siang itu di perusahaan Alan.


"Baik, selamat datang dan selamat bergabung dengan perusahaan kami untuk semuanya yang baru bergabung dan bertahan dengan segala kerugian yang telah terjadi, sekarang aku umumkan untuk kedepannya aku hanya akan bekerja sama dengan mereka yang mampu bertahan dan berjuang dalam menghadapi dan mengatasi segala kesulitan bersama." Alan berkata dengan tegas didalam rapat itu kalau dia hanya ingin bekerja sama dengan mereka yang bisa menghadapi segala kesulitan bersama.


Malamnya Alan melakukan wawancara karena ada pihak media yang ingin mewawancarai Alan atas segala keberhasilannya dan kesuksesannya selama ini dicapai oleh Alan selama 20 tahun terjun ke dunia bisnis.


"Jadi bagaimana menurut anda tuan Alan, orang - orang seperti apa yang menurut anda bisa bekerja sama dan bisa menjadi mitra bisnis sekaligus orang yang merupakan bagian dari bisnis anda?" pihak media menanyakan pendapat Alan mengenai mitra bisnis yang bisa bekerja sama dengan Alan.


"Sebelumnya aku Aleandro Putra Prayoga Abigail, sebagai pimpinan utama dari PT Antariksa Sauntetik Howl mengumumkan bagi mereka yang bertahan menghadapi krisis penurunan saham utama yang terjadi beberapa bulan ini, mereka akan mendapatkan 5 persen setiap orangnya dari keuntungan utama, dan aku akan memblok pada mereka yang telah meragukan kemampuan dari Sauntetik dan memilih hengkang." Alan mengumumkan peraturan dengan keras dan mempublikasikan pernyataannya itu secara live di seluruh televisi swasta dan juga negeri.


...🌴🌴🌴...


Malam keesokan harinya hotel Antariksa dipadati oleh para tamu undangan yang diundang ke acara ulang tahun perusahaan Alan, dan tak kala dengan tamu undangan para wartawan juga sangat antusias untuk merekam dan mengabadikan kejadian yang akan terekam didalam acara itu.


"Tuan Alan selamat atas ulangtahun perusahannya dan juga selamat atas pencapaian yang kau dapatkan, itu sungguh sangat luar biasa." ucapan selamat dari beberapa rekan kerja dan juga para pebisnis membuat Alan merasa bahagia karena dia masih mampu mempertahankan kepercayaan dari semua orang yang mau bekerja sama dengan dirinya.


"Tuan Alan selamat, dan ya jangan lupa tahun depan aku ingin kau bisa bekerja sama dengan perusahan ku. Dan aku menunggu untuk hal itu sejak lama sekali." salah seorang bisnis lainnya juga.


"Tentu, terima kasih dan selamat menikmati pestanya." Alan berkata dengan ramah pada semua orang yang datang


Alan tak hanya mengundang mereka yang bersangkutan dengan perusahannya, namun dia juga membuka pesta perusahaannya itu untuk umum sehingga mereka yang ingin datang tanpa undangan pun bisa datang walau dengan stempel khusus yang diberikan di pintu pertama saat mau masuk kedalam acara pesta.


"Kak tuan Guntoro dan Daren telah tiba dan mereka datang dari arah selatan dan sekarang mereka akan memasuki aula pesta." Aditya melaporkan pada Alan atas apa yang dia terima dari Sutris asistennya yang sedang berjaga di pintu bagian selatan.


"Biarkan mereka masuk." Alan berkata dengan santai.


"Alan, kau telah jadi orang yang sukses dan juga sulit untuk ditemui." Anita Purnawan datang dan mendekati alan yang sedang berbincang dengan beberapa tamu undangan.


"Oh tuan Purnawan, tak ku sangka anda juga akan datang ke acara ini." sapa tamu undangan yang mengenal tun Purnawan.


"Ya, putriku memaksa aku untuk datang. Dan karena pesta ini dibuka untuk umum makanya tamu yang tak diundang sepeti aku pun tetap bisa masuk dan bergabung dengan kalian, terima kasih Alan." ucap tuan Purnawan dengan senyuman yang lebar.


"Terima kasih kembali sudah mau hadir tuan Purnawan. Ini adalah sebuah kehormatan untuk saya dan juga mendiang papa saya, selamat menikmati pestanya." Alan menjawab dengan profesional.


Malam itu kemeriahan pesta tersebar ke seluruh penjuru kota, nama besar pimpinan utama dan pendiri PT Antariksa Sauntetik Howl dan para generasinya dari keluarga Abigail menjadi sorotan utama dalam berita utama baik didalam dan diluar kota.


"Alan, ternyata kau ada di sini, aku mencarimu dari tadi." Anita datang mendekati Alan yang sedang beristirahat di ruang vip karena merasa capek menemani semua tamu dari sore.


"Kenapa kau kemari? Pestanya ada di luar pergilah aku tak ingin diganggu." Alan bicara dengan nada dingin pada Anita.


"Alan kenapa kau begitu dingin pada ku? Apakah kau masih tak bisa melupakan kesalahan ku yang dulu? Alan dulu aku masih terlalu naif dan muda sehingga tak bisa berfikir dengan baik." Anita mendekati Alan yang sedang duduk di sofa dan terlihat sangat capek.


"Alan, aku mohon maafkan aku. Maafkan kesalahanku, bukankah kau dulu selalu memaafkan aku dan membimbing ku? Lakukanlah lagi sekarang Alan, aku yakin kamu masih mau melakukannya karena kau adalah orang yang sangat peduli dengan wanita mu, dan aku akan selalu menjadi wanitamu dan tak akan pernah mengkhianati mu lagi, aku janji pada mu." Anita berdiri tepat didepan Alan dan menunduk mendekatkan wajahnya dengan wajah Alan.


"Ayo Alan, aku tau kamu sangat suka dengan wanita yang lembut dan terlihat patuh padamu. Raihlah aku dan peluk tubuh ku." suara hati Anita dengan senyuman yang merekah dibibirnya yang seksi.


Alan menatap Anita dengan dalam, dan Alan tau wanita yang saat ini ada dihadapannya adalah wanita yang selama 5 tahun dipacarinya dan disayanginya hingga tak pernah sekali pun akan menyakiti hatinya bahkan selalu memaafkan segala kesalahan dan tindakannya yang salah serta manja.


Melihat reaksi Alan yang diam saja sambil menatapnya Anita pun memberanikan diri mengusap wajah rupawan Alan, "Aku sangat mencintaimu Alan dan juga sangat merindukan mu." bisik Anita ditelinga Alan.