Baby I Love You

Baby I Love You
Perubahan Sikap



Pagi itu terlihat di perusahaan milik keluarga Anita sedang ramai dan banyak media yang ada disana, mereka semua bukan datang untuk mewawancarai hal baik namun datang untuk melihat dan memastikan apakah benar kalau perusahaan itu akan hancur begitu saja setelah 1 Minggu yang lalu dikabarkan mengalami penurunan saham yang sangat drastis tanpa tau apa sebabnya.


Terlihat tuan Purnawan sangat gelisah dengan semua hal itu, karena dia tak menyangka kalau dia akan mengalami semua hal yang membuatnya terjepit hanya dalam waktu 1 Minggu saja. Tuan Purnawan duduk dengan tak tenang dan berfikir siapa orang yang sedang dia singgung.


...🌴🌴🌴...


Ditempat lain Alan sedang menikmati pertunjukan yang sedang disiarkan media dalam sebuah siaran langsung. Terlihat disana kantor tuan Purnawan sedang dipadati oleh banyaknya para wartawan dan media masa yang sedang mencari tau dan menyelidiki perusahaan tuan Purnawan.


Alan tersenyum menyaksikan semua kerusuhan di perusahaan itu, dia terlihat sangat puas dengan hasilnya karena Alan tak hanya bisa membuat nilai saham perusahaan itu turun tapi dia juga bisa membuat mereka yang sedang bekerja sama mengalami dampak yang sangat besar.


"Kak, semuanya telah berjalan sesuai dengan rencana." lapor Aditya pada Alan yang sedang duduk santai sambil menyaksikan berita.


"Buat semuanya mundur dan tak menemukan jalan lain, dan jangan lupa aku ingin mereka semuanya hancur." Alan berkata dengan nada yang sangat dingin.


Semua kekacauan yang disebabkan oleh Alan pada perusahaan tuan Purnawan sungguh sangat luar biasa, hingga tuan Purnawan yang terpojok dan tak punya pilihan akhirnya memilih mencari Alan untuk meminta bantuan atas masalah yang telah terjadi tanpa tau kalau semua itu adalah akibat putrinya menyinggung orang Alan.


"Pak Alan ada tuan Purnawan datang." ucap Bandi pada Alan saat Alan sedang santai di kantornya sambil membaca berkas yang tertumpuk diatas meja kerjanya.


"Suru masuk." perintah Alan dengan dingin


"Alan, kamu pasti sudah tau masalah yang sedang aku hadapi saat ini. Kamu pasti sudah melihatnya diberita, jadi tolong bantulah aku karena aku tak punya pilihan lain hanya kamu yang bisa membantuku." Tuan Purnawan langsung pada pokok permasalahannya kenapa dia datang mencari Alan.


Alan tersenyum melihat hal itu dan dia menatap tuan Purnawan dengan tatapan tajam "Aku bisa saja membantu anda, tapi sayangnya aku gak mau merugi karena aku adalah seorang pebisnis yang selalu mencari keuntungan." ucap Alan dengan santai.


"Maksudmu apa? Bukankah selama ini hubungan kita baik - baik saja." tuan Purnawan menatap bingung pada Alan yang memiliki sikap bernada pada dirinya kali ini.


"Semua bisa saja berubah sesuai dengan kebutuhan dan aku rasa anda juga pasti tau sebagi seorang yang juga berbisnis." jawab Alan tanpa menunjukkan rasa kasian pada tuan Purnawan.


"Alan kau." Tuan Purnawan seolah tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Alan


"Jika anda mau, jika tidak maaf aku tak bisa membantu." Alan memberikan jawab dan keputusan yang cepat.


Terlihat tuan Purnawan berfikir dengan apa yang dikatakan oleh Alan dan dengan terpaksa tuan Purnawan pun menyetujui apa yang dikatakan oleh Alan. 1 bulan pun berlalu dari kejadian itu dan Alan telah berhasil menguasai perusahan milik tuan Purnawan sesuai dengan rencananya. Sikap Alan pada tuan Purnawan pun berubah bahkan dia tak lagi segan pada tuan Purnawan seperti dulu saat dia masih menjalin hubungan dengan Anita putri tuan Purnawan.


Hari - hari Alan telah menjadi hari - hari yang sunyi sejak kehilangan Syafira, 5 tahun telah berlalu dan usaha Alan untuk menemukan istrinya tak mendapatkan hasil hingga Alan telah menjadi sosok yang dingin. Sikap manjanya pada sang kakak yang dulu tak lagi ada, senyumnya dan kegiatannya yang selalu bersikap hangat pun tak pernah ada lagi. Kegiatan dan dunia Alan hanya berputar antara rumah dan kantor, bahkan saat di rumah pun dia lebih banyak menghabiskan waktunya di ruang kerja.


...🌴🌴🌴...


"Bagaimana dengan kakak mu?" Merisca menanyakan soal Alan pada Aditya putranya


"Kakak seperti biasanya ma, dia jadi lebih banyak fokus pada pekerjaan." Aditya menghela nafas dalam


"Apakah tidak ada kabar sama sekali soal Syafira mas?" Sandra ikut berbicara dan Aditya menggelengkan kepalanya.


"Kenapa dia sulit untuk ditemukan saat bersembunyi, dulu dia juga berbunyi dan baru bisa ditemukan setelah 6 tahun lamanya dan sekarang dia menghilang lagi bagai ditelan bumi. Sepertinya dia sangat pandai bersembunyi, padahal Alan sudah menggerakkan banyak orang untuk mencarinya selama ini." Merischa berkata dan menghela nafas dalam


"Sepertinya dia memiliki seseorang yang melindunginya, hanya saja kita tak tau siapa orangnya. Milky dan suaminya juga sudah diselidiki namun sampai saat ini tak menunjukkan hasil kalau dia ada hubungannya dengan menghilangnya Syafa, bahkan gurunya di sanggar tari juga tak menunjukkan keterlibatan." Aditya berkata dengan nada putus asah karena dia sudah lama tak bisa menemukan keberadaan Syafira yang menghilang begitu saja setelah mengikuti pelajaran di LA.


"Hem, sebenarnya apa yang terjadi. Bukankah sebelumnya semua baik - baik saja, kenapa tiba - tiba saja jadi seperti ini lagi, apakah Alan memarahinya lagi atau dia melakukan sesuatu yang membuat Syafira melakukan ini semua padanya sama seperti dulu." Farid berkata dan berfikir


"Mama tak tau sayang, karena tak ada yang bilang apa yang telah terjadi dan Alea bilang kalau tak ada masalah apa pun." Merisca berkata dengan bingung juga


...🌴🌴🌴...


Ditempat lain ada seorang anak laki - laki yang sedang mengasuh seorang anak kecil yang sedang terlelap dalam dekapan anak laki - laki itu dengan sangat lelap. Tatapan penuh rasa sayang dan cinta melihat kedua anaknya membuat seorang wanita muda yang kini telah menjadi bintang itu selalu mendapatkan banyak penghargaan atas prestasinya dalam segala bidang musik yang dia kuasai 4 tahun terakhir ini, dan malam ini dia sedang ada dalam kelompoknya untuk mengadakan konser yang mulai mendalami piano, dan dia menjadi pemain solo.


"Iya, siapa sangka kalau dia adalah ibu dari dua anak. Dia terlihat masih sangat segar dan juga cantik." penikmat musik lainnya juga ikut berkomentar.


"Fifi kau sungguh luar biasa." seseorang menegur dan memuji permainan Syafira setelah selesai konser musik.


"Ma, mama sungguh luar biasa. Hari ini penampilan mama sangat luar biasa dan memukau." puji Alga pada sang mama.


"Kau mulai pintar menggunakan kata - kata ya sekarang, apa adikmu tertidur dari tadi?" Syafira berkata dan tersenyum serta mengusap kepala kedua anaknya dengan penuh rasa sayang.


"Iya, dia terlelap setelah capek teriak - teriak dari tadi." Alga menjawab dan mendekap adiknya dalam pangkuannya.


"Baiklah ayo kita pulang sekarang, berikan adikmu." Syafira bersiap untuk mengangkat putri kecilnya dari pangkuan sang kakak.


"Tidak usah ma, nanti dia terbangun." Alga menahan tangan mamanya karena adiknya kalau sudah tertidur akan bangun jika dipindahkan dengan tangan orang lain, sehingga Alga mengangkat adiknya sendiri dan berjalan bersama dengan mamanya untuk menuju mobilnya.


Keesokan harinya Syafira sudah sibuk dengan segala alat masaknya karena dia sedang menyiapkan sarapan untuk kedua buah hatinya.


"Papa, papa." Lisa yang sedang melihat acara di televisi berteriak dengan girang saat dia melihat acara wawancara Alan


"Kakak, papa." Alisa menarik Alga dan menunjukkan kalau di televisi ada papanya.


"Iya sayang, duduk yang tenang" Alga mengusap kepala adiknya dan mengecupnya.


"Ma, apa mama tak ingin kembali?" Alga yang baru pulang dari lari pagi bertanya pada mamanya


"Apa yang kau katakan, bukankah kita sudah bahagia seperti ini" Syafira berkata sambil sibuk


"Apa mama tak ingin memberitahukan soal kehadiran Lisa? Apa mama ingin menyembunyikan dia sama seperti aku dulu ma." tanya Alga menatap Syafira


"Kalau kamu tak menunjukkan dan menceritakan tentang papamu apakah Lisa akan tau dan selalu berteriak saat melihatnya" Syafira menatap Alga


"Tapi ma, kasian Lisa yang merindukan ingin bertemu dengan papa. Apa mama tak merindukan papa, Aga yakin pasti kabar itu sudah tak akan ada lagi, karena ini sudah 5 tahun lebih ma" Alga terlihat memohon pada mamanya


"Sarapan dulu semua sudah selesai" Syafira berkata dan mengalihkan pembicaraan.


"Oho sedang sarapan ya, Tante juga mau dong apa masih ada Fi?" ucap Ariana yang baru datang


"Masih ambil saja sendiri" jawab Syafira


"Oh iya Fi aku lupa mau bilang sama kamu. Minggu depan ada acara pertunjukan dan konser, kita terpilih sebagai dancer untuk mengiringi penyanyi yang akan tampil di sana." ucap Ariana


"Memang kita akan kemana? Kalau jauh aku tak ikut" jawab Syafira langsung


"Hei mana bisa begitu, kalau sudah kepilih maj tak akan bisa mundur." Ariana berkata dengan cepat


"Memangnya kemana Rin" tanya Syafira


"Indonesia." jawab Ariana


"Apa kau gila" Syafira langsung menatap tajam pada temannya itu


"Tenanglah, kita kan cuma 2 hari di sana. Pasti tak akan ketemu, seperti 2 tahun lalu juga tak ketemu kan. Tahun ini pasti juga akan aman, kau taukan kalau pengawalannya selalu ketat." Ariana mencobak membujuk Syafira.


"Em, baiklah" jawab Syafira dan terlihat Ariana sangat senang, karena Ariana selalu ingin tampil bersama dengan Syafira di momen apa pun dan dimana pun.