
4 tahun telah berlalu dan syafira telah menjadi seorang wanita dan juga ibu yang sangat cantik.
Kini Syafira telah jadi seorang instruktur senam juga sama dengan milky, dan setelah menyelesaikan pendidikannya Syafira berencana untuk membuka sanggar senamnya sendiri.
"Momi I'm coming." teriak bocah kecil dari luar rumah dengan baju penuh dengan lumpur.
"Stop.! Siapa yang nyuru dan ngajari panggil momi momi." omel Syafira pada bocah kecil yang terlihat menggaskan dengan pipi cabi, hidung mancung, bibir tipis serta mata tajam bagai elang.
"Hihihi...." Bocah itu tertawa dan menunjukkan sederet gigi putih bersih yang berbaris dengan rapi serta indah.
"Hey Alga.! apa kau sudah mencabut ubi ku lagi?" teriak seorang tetangga dengan lantang memanggil nama seseorang.
"Ups, ketahuan." gumam bocah kecil itu dengan menutup mulutnya sama kedua tangannya.
"Hem.!" Syafira menatap garang pada bocah kecil itu, dan dengam cepat bocah itu memintak maaf pada tetangga itu dan membantu tetangga itu bercocok tanam.
"Dia membuat ulah lagi?" tanya milky yang keluar dari dalam rumah.
"Ya, seperti yang kakak lihat, setiap hari dia semakin nakal." ucap syafira pada milky dan pergi kearah dapur untuk masak.
"Ya dia masih kecil." ucap milky yang membantu syafira masak.
"Bukan karna dia masih kecil, itu karna mas Badrul selalu memanjakannya." jawab syafira dengan menatap milky.
"Ya, karna kami tak memiliki anak kami sendiri jadi dia adalah anak kami. Wajar kalo mas Badrul memanjakannya." jawab milky tanpa rasa bersalah.
"Haaaah, kalian sama saja." gumam syafira dan kembali masak.
...🌴🌴🌴...
Ditempat lain Ayunda yang setiap hari membersihkan kamar syafira dan berharap kalo Syafira suatu hari nanti dia akan kembali pulang.
Hari itu ayunda membeli sebuah tempat tidur baru untuk ditempatkan dikamar Syafira, dan Ayunda membelinya sama persis dengan miliknya.
"Non Ayu mau mengganti tempat tidur non Syafa ya?" Bu Aminah bertanya saat melihat para tukang datang dengan membawah dipan baru masuk kedalam rumah.
"Ah, iya bi aku ingin pada saat nanti Syafa pulang dia akan bahagia karna tempat tidurnya baru dan nyaman." jawab Ayunda dengan bahagia.
"Maaf non saya menemukan jas dan juga hanpon didalam tempat tidur yang lama, apa ini juga akan dibuang?" tanya sala satu tukang yang merenovasi dan mengganti tempat tidur syafira.
"Tunggu pak, bapak menemukannya dimana ini tadi?" Ayunda bertanya detailnya pada pak tukang yang menemukan hanpon dan juga jas itu.
"Oh di sini non, saat saya mau angkat tiba - tiba saja itu jatuh." jelas pak tukang itu menunjukkan lokasi disimpannya jas dan juga hanpon itu dalam tempat tidur.
"Baik terima kasih pak." ucap Ayunda pada tukang itu, dan membawah dua benda itu pulang.
"Loh ada apa ini bi?" tanya alan yang merasa aneh melihat banyak orang dikamar Syafira.
"Oh itu tuan non Ayunda membelikan tempat tidur baru untuk kamar non Syafira." jawab bi Aminah yang menyiapkan makan siang untuk Alan.
"Hem." Alan tampak sedih mendengar nama Syafira disebut.
Sudah 4 tahun berlalu dan semua orang yang ditinggalkan oleh Syafira masih tetap mengingatnya dan selalu berharap kalo Syafira akan segerah kembali, terutama Alan yang mulai menyadari akan perasaannya pada Syafira anak gadis yang dia temukan itu.
...🌴🌴🌴...
"Dengar ya pa, aku gak mau ada yang salah nanti. Pokoknya aku mau acara peetunangan ku nanti dirayakan dengan meriah dan sangat megah." dikediaman tuan Guntoro fira merencanakan acara pertunangannya dengan Alan dan memintak papanya untuk merayakannya dengan meriah nantinya.
"Sesuai dengan keinginanmu sayang." tuan Guntoro yang menyayangi putrinya mengiyakan saja kemauan Fira.
"Wah makasih gan pa, papa yang terhebat." Fira memeluk tuan Guntoro dengan sangat senang, lalu pergi kedalam kamarnya.
"Hem, untung saja waktu itu aku lewat dan mendengar percakapan perawat itu dan juga bisa membayar mereka untuk mengelabui dokter ndaru yang menangani masalah Alan." gumam Fira dalam hati dengan sangat senang.
"Wah ternyata orang kaya hebat juga ya, sampai - sampai melakukan tes demi menemukan siapa wanita yang tidur dengannya."
"Kau benar, dan sudah ada 5 wanita yang dites namun tak ada satu pun dari mereka yang cocok dengan bukti yang ditemukan."
"Bayangkan sudah berapa uang yang dikeluarkan untuk tes DNA itu."
kedua perawat itu saling bicara satu sama lain membahas soal Alan yang ingin menemukan wanita yang tidur dengannya dengan mencocokkan sampel mereka semua.
"Hahaha...Untung saja waktu itu aku mau disuruh papa ke rumah sakit untuk mengantarkan dia melakukan medikal chekup." gumam Fira dengan tertawa terbahak dalam kamarnya setelah mengingat kembali percakapan dua perawat itu di rumah sakit.
...🌴🌴🌴...
"Tunggu, bukankah waktu itu Syafa bilang dia bertu dengan Daddy dan setelah itu hanponnya gak bisa dihubungi, lalu aku pun meninggalkannya karna kupikir dia akan aman karna bersama dengan Daddy." Ayunda mencobak mengingat kembali kenangan jauh kebelakang.
"Selama di asrama Syafa selalu bersama dengan kami dan juga tak pernah pergi sendiri, serta tak punya pacar. Apa jangan - jangan Syafa hamil dengan...Daddy.?" Ayunda terus berfikir dan berfikir.
"Tunggu dulu, bukankah aku punya ini? Om Ndaru pasti bisa bantu, walo terlambat karna ini sudah 4 tahun tapi gak ada salahnya kalo mencari tau kebenaran yang sesungguhnya." Ayunda mengeluarkan bungkusan plastik yang berisikan rambut Syafira yang dia simpan karna dia merindukan Syafira.
...🌴🌴🌴...
Besoknya Ayunda datang kemarah sakit untuk menemui Ndaru yang pagi itu sedang piket pagi.
"Om.!" Ayunda langsung masuk keruangan Ndaru.
"Loh sayang sedang apa? Apa ada yang sakit?" tanya Ndaru yang terkejud dengan kedatangan Ayunda yang tak pernah mau kerumah sakit karna takut dengan jarum suntik itu tiba - tiba saja menui dirinya.
"Om, Ayu mau tanya. Apa sampel yang digunakan untuk melakukan tes untuk mencarik tau siapa wanita yang tidur dengan Daddy Al masih ada?" Ayunda langsung saja bertanya tanpa basa basih lagi.
"Kenapa kamu menanyakan itu? Lagian itu sudah berlalu dan juga orangnya sudah ditemukan." Ndaru menatap Ayunda dengan heran.
"Tapi Om tak mempercayai hasil itu kan? Dan Ayu tau Om tak suka dengan wanita itu, serta meragunakan hasil tes itu." Ayunda berkata dengan menyodorkan rambut yang ada didalam plastik klip.
"Ini bisakan dilakukan tes dengan sampel yang Om miliki? Aku yakin Om percaya pada ku, dan ini juga tidak ada rekayasa. Jadi tolong lakukan tes kecocokan dengan benda ini, aku ingin tau hasilnya jadi bagaimana, tolong lakukan Om. Ini demi kebaikan kita semua, karna kita harus tau kebenaran yang sebenarnya." Ayunda menegaskan pada Ndaru agar mau melakukan tes dengan rambut yang dia bawah.
"Ini rambut siapa?" tanya Ndaru karna merasa aneh pada Ayunda yang terlihat sangat ingin mengetahui hasil tesnya.
"Ayu akan katakan jika hasilnya keluar, karna Ayu ingin memastikan hasilnya dan menemukan orang yang sebenarnya." ucap Ayunda yang semakin membuat Ndaru penasaran.
"Dan satu lagi, tolong Om rahasian ini dari semuanya. Ini adalah rahasia kita berdua saja." sambung Ayunda lagi untuk permintaannya kepada Ndaru
"Hem, akan butuh waktu 1 Minggu untuk tau hasilnya." jelas Ndaru yang akhirnya setuju Dengan apa yang dikatakan oleh ayunda.
"Ok, Ayu tunggu dada Om." ucap Ayunda dan pergi dari ruangan Ndaru.
"Sebenarnya punya siapa rambut ini, dan kenapa Ayunda jadi begitu antusias dengan pemeriksaan ini? Padahal sudah 4 tahun lamanya." gumam Ndaru menatap rambut yang tadi diberikan oleh ayunda.
Dan akhirnya Ndaru pun melakukan tes lagi untuk mengetahui hasilnya karna dia juga penasaran dengan hasilnya sama seperti yang dirasakan oleh ayunda.
1 Minggu pun berlalu dan hasil pemeriksaan untuk tes dari sampel yang diberikan oleh ayunda keluar hari itu.
"Apa ini? Kenapa hasilnya positif sama dan bagaimana ini bisa terjadi? Sebenarnya itu rambut siapa? Ayunda." Ndaru sangat terkejud dengan hasilnya saat dia mengbil serta membaca isi dari hasil tes tersebut, dan dia langsung bergegas menemui ayunda dirumahnya untuk memintak penjelasan.
"Loh tumben kamu ke sini ada apa?" tanya alea yang melihat Ndaru datang dengan terburu - buru.
"Ma Ayu per...Om? kalimat Ayunda terhenti saat Ayunda melihat Ndaru di rumahnya.
"Kebetulan om ingin bertemu." ucap Ndaru pada Ayunda dan itu membuat alea bingung.
"Ayu tau, Ayu juga mau pergi menemui Om, hasilnya sudah keluarkan? Berikan apa hasilnya Ayu ingin tau Om." uacap Ayunda dan mengulurkan tangannya.
"Katakan dulu itu milik siapa?" tanya Ndaru dengan serius, dan itu membuat Ayunda tau dan juga yakin kalo hasil dari tes itu cocok.
"Jadi hasilnya cocok. Benar kan Om, hasilnya cocokkan?" Ayunda mendesak Ndaru dan menggoyang lengan Ndaru.
"Ya." jawab Ndaru singkat dengan menyodorkan sebuah kertas kepada Ayunda.
"Ah. Syafaaaa.!" teriak Ayunda dan menangis sambil terduduk dilantai setelah dia membuka dan membaca hasil dari tes tersebut.
"Apa maksud mu, itu milik Syafa?" Ndaru bertanya dengan terkejud.
"Apa yang terjadi? Ru katakan pada kakak, ada apa ini sebenarnya? Dan kenapa dengan kalian?" alea bertanya dengan tak sabar pada Ndaru.
"Huwaaa...Kenapa kita memojokkan dia dan memarahi dia selama ini, dia pasti sangat tersiksa dan sedih. Syafa." Ayunda terus menangis dengan memegang kertas hasil lab yang menunjukkan kalo sampel yang dibawah oleh ayunda cocok 100 persen dengan hasil darah yang ada di seprai pada malam kejadian alan tidur dengan seorang wanita.
"Huwaaa haaa aa...Syafa Om, dia adalah Syafa." Ayunda terus mengoceh sambil menangis tersedu - sedu.
Ndaru pun sama dengan Ayunda terduduk lemas dilantai dan menangis setelah tau kebenarannya.
Sementara alea yang masih bingung dengan suasana putrinya dan juga adik sepupunya merasa tak sabar lagi dan mendesak mereka berdua untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa nama Syafira disebut oleh mereka.