
Fira yang merasa gagal mendapatkan alan merasa kesal dan selalu uring - uringan. Dia yang saat acara ulang tahunnya tak bisa menemuka alan marah besar dan meninggalkan pesta.
"Apa kalian tak bisa bekerja dengan benar hah?!" teriak fira pada asisten rumah yang bekerja di rumahnya karna mereka salah membersihkan kamar tidurnya.
"Sayang kenapa kamu kok marah - marah terus?" tian guntoro menghampiri fira marah pada asisten rumahnya.
"Kalo mereka gak bisa bekerja pecat saja, aku gak mau melihat mereka ada di sini lagi. Mulai hari ini kalian berhenti bekerja." ucap fira pada 2 asisten rumah itu.
"Sudah - sudah jangan marah lagi, nanti papa ada pertemuan dengan tuan Alan apa kamu mau ikut?" ajak tuan guntoro pada putrinya.
"Tentu, aku akan siap - siap dulu." fira langsung melesat pergi ke salon karna dia ingin tampil cantik didepan alan.
"Aku benar - benar tak habis pikir, kemana perginya tuan alan dalam keadaan itu. Tidak mungkin kan kalo dia akan mencarik orang sembarangan." gumam fira dalam hati sambil menikmati perawatan disalon.
"Aku sudah memberinya takaran yang pas, dan obat itu harusnya akan bereaksi dalam waktu 30 menit, aku tidak mungkin salah karna aku sudah sering menggunakannya dan melakukannya." fira masih berfikir dengan keras.
...🌴🌴🌴...
"Daddy Syafa mau tinggal di asrama." ucap syafira pada alan setelah mereka selesai sarapan.
"Apa maksudnya, dan kenapa tiba - tiba.?" jawab alan yang merasa tak suka dengan permintaan syafira.
"Sebentar lagi akan banyak kegiatan untuk ujian akhir, Syafa ingin lebih fokus belajar dengan teman - teman yang lain di sana." jelas syafira mencarik alasan.
"Alasan macam apa itu, memangnya kalo di rumah tidak bisa fokus? Di asrama akan berisik, tidak usah kesana." tolak alan langsung tanpa peduli alasan syafira.
"Tapi dad.?"
"Tidak ada tapi."
"Hei hei kenapa ini hah? Kenapa manyun gitu mukanya." tanya adit yang datang dan menghampiri mereka berdua (alan + syafira) di meja makan.
"Bagaimana, kau sudah menyiapkan semuanya?" tanya alan seketika karna dia akan ada pertemuan dengan tuan guntoro siang ini.
"Sudah, semua beres." jawab adit dan mendekati syafira.
"Kenapa sayang?" tanya adit merangkul syafira.
"Daddy Yos, Syafa mau tinggal di asrama bareng teman - teman." adu syafira pada adit.
"Tentu saja terus kenapa manyun mukanya jelek ah." ledek adit sambil mencolok pipi syafira.
"Tidak ada asrama - asramaan." tolak alan tegas.
"Hei kak jangan jadi kolot dan kuno ah, yang ngekang anak gadis untuk berkembang. Baguskan dia tinggal di asrama dia bisa shareng sama teman - temannya di sana dan juga akan lebih mudah dapat info." jelas adit yang pernah punya pengalaman tinggal di asrama 1 tahun waktu masih kelas 1 SMU.
"Aku bilang tidak ya tidak.!" tolak alan dengan keras.
"Daddy jahat.!" syafira lari meninggalkan meja makan.
"Hem, tak bisakah melunak sedikit? Anak sekarang berbeda dengan anak jaman kita dulu." ucap adit sambil menepuk bahu alan.
"Hah... Merepotkan." alan bergumam dengan bernafas dalam.
Setelah melewlati rayuan dan bujukan akhirnya alan menyetujui syafira untuk tinggal di asrama dengan syarat dia harus selalu memberinya kabar.
...🌴🌴🌴...
"Mama minggu ini Syafa akan tinggal di asrama daddy sudah setuju, nanti mama antar Syafa ke ibu asrama ya ma." pintak syafira yang datang ke resto menemui alea sepulang sekolah.
"Iya sayang, kalian gak boleh melanggar aturan asrama dan harus belajar dengan rajin. Waktu kalian hanya 6 bulan kan?" alea tak membedakan antara ayunda dan syafira, dia belajar dari adinda ibundanya dulu yang membesarkan dirinya dan alan dengan kasih sayang yang sama.
"Tapi ma nanti seminggu sekali mama datang ya bawah makanan." pinta ayunda pada alea, dan mendapatkan sentilan di keningnya.
Ayunda, syafira dan alea pergi jalan - jalam sekalian belanja untuk perlengkapan tinggal di asrama. Mereka bertiga sangat kompak dalam segala hal, mulai dari bikin rusuh sampai jahilin orang.
Siang itu mereka bertiga sudah mendapatkan banyak belanjaan dan giliran untuk makan di sebuah restoran yang ada didalam mol itu.
"Syafa bukankah itu daddy?" ayunda menunjuk pada salah satu pengunjung yang ada di ruang vip restoran itu.
"Kenapa daddy diam saja, apa wanita itu pacarnya daddy?" gumam syafira dalam hati sambil terus menatap aktifitas alan dan wanita itu.
"Ayo kak kembali ke mama, daddy pasti ada pertemuan karna mereka rame - rame." syafira menarik tangan ayunda untuk kembali ketempat duduknya, setelah dari kamar mandi.
Dalam ruang vip restoran.
"Tuan Alan saya senang anda bisa hadir sendiri tanpa perwakilan, itu lah yang saya suka dari anda." puji tuan guntoro pada alan.
"Dan maaf, putri saya harus ikut karna dia harus belajar untuk bisa menangani perusahaan menggantikan saya nantinya." sambungnya menonjolkan fira putrinya yang sudah dandan cantik.
"Kita langsung mulai saja pembahasannya karna saya masih ada banyak urusan." ucap alan memotong pembicaraan tuan guntoro.
"Baik baik tuan Alan, kita bahas kerjaan dulu setelah itu kita akan bicara santai." ucap tuan guntoro.
Mereka pun membahas pekerjaan antara kerja sama perusahaan alan dan prusahaan tuan guntoro yang berdiri dibidang pangan. Dan selama pembahasan fira seolah sengaja meliukkan tubuhnya dan menempelkan dadanya pada alan disetiap kesempatan.
"Alan.?" sapa seorang wanita pada alan.
"Hem. Kau, kebetulan sekali ketemu di sini." ucap alan setelah melihat dan tau siapa orang yang menyapanya.
"Apa pertemuannya sudah selesai? Bagaimana kabar mu?" wanita itu ikut bergabung dengan alan.
"Maaf nona kami masih dalam urusan bisnis." ucap sektertaris tuan guntoro pada wanita itu.
"Eh." wanita itu menatap alan
"Baiklah tuan Guntoro saya rasa semuanya sudah jelas, untuk selanjutnya silakan hubungi sekretaris saya atau aditya." ucap alan bangkit dari duduknya.
"Tuan Alan?" panggil fira dengan nada yang dibuat lembut saat dia melihat alan bangun dari duduknya.
"Iya, selamat bertemu kembali nona Fira." ucap alan memberi hormat pada fira dan tuan guntoro.
"Kenapa kau kemari hah?! Kau mengganggu saja, dasar wanita pengganggu." kesal fira pada Anita mantan alan.
"Kenapa? Kau kesal karna tak bisa mendapatkannya, hem." ejek anita yang pergi mengikuti alan.
"Hahaha, kakak juga sama lihat saja iya kan ma?" tawa syafira disela - sela makannya bersama alea dan ayunda.
"Tuan itu bu Alea dan kedua putri." ucap ninis sekretaris alan.
"Kita kesana dulu." alan melangkahkan kaki menuju meja alea dan kedua putrinya yang lagi asyik makan bersama.
"Asyik benar." ucap alan yang sudah berdiri dibelakang syafira.
"Daddy?" ayunda menoleh ke arah alan.
Cup
"Daddy juga mau." ucap alan setelah mengecup pipi syafira.
"Da - daddy." syafira terkejud dan memegang pipinya, serta wajahnya berubah bersemu merah.
Alea yang melihat itu merasa bingung karna setelah pengakuan alan waktu itu padanya dia tak mendengar kabar berita lagi dari alan.
"Kau apa tak rindu dengan kakak mu." ketus alea pada alan, dan alan pun langsung mendekati alea dan mengecup bibir alea.
"Jika ada kak Oni aku pasti kenak gaplok." ucap alan setelah mengecup alea.
"Sudah selesai urusannya?" tanya alea pada alan
"Hem." jawab alan yang duduk disebelah syafira.
"Kak Lea." sapa anita pada alea.
"Kau, lama tak ketemu. Tapi maaf aku tak mau diganggu orang lain." ucap alea pada wanita itu yang tak lain adalah anita.
"Iya kak, kalo begitu aku permisi kak." anita melangkah pergi dengan kesal.