Baby I Love You

Baby I Love You
Tempat kerja



Alan tak peduli dengan kasak kusuk semua pegawainya yang tak tau siapa Syafira, karena hanya beberapa orang dekat saja yang tau kalau Syafira adalah putri angkat Alan.


Syafira duduk diam dengan Alga yang juga duduk dengan tenang sambil memakan cemilan yang tadi dibawanya masuk, Syafira duduk di sofa sambil membaca buku dan Alga yang bersandar pada Syafira menikmati camilannya dengan menonton acara kesukaannya yang diputar di handphone Syafira.


Alan yang melihat pandangan itu merasa sangat senang, dan tanpa sadar bibirnya tertarik keatas membentuk lengkungan yang sempurna. Alan merasa keluarganya sangat lengkap dengan istri dan anaknya disisinya.


Tanpa terasa kesibukan Alan berkerja membuat Syafira dan Alga bosan sehingga mereka berdua terlelap dalam tidurnya. Aditya yang masuk kedalam ruangan Alan tersenyum melihat dua orang kesayangannya itu tidur dengan bersandar di sandaran sofa.


"Apakah di kantor begitu membosankan untuk kalian?" Aditya bergumam dan membetulkan posisi tidur mereka agar tak sakit kepala saat bangun nanti.


"Mama, aku ingin ketemu papa. Ayo kita ke bulan." Alga mengigau dalam tidurnya.


"Bocah ini, tak ku sangka ternyata anaknya kakak." gumam Aditya tersenyum menatap Alga.


"Kau putri Daddy yang kuat sayang." Aditya mengecup kening Syafira setelah membetulkan posisi tidur Syafira.


"Mereka tidur Dit." ucap Alan masuk setelah selesai rapat sore itu.


"Ya, sepetinya mereka merasa bosa." jawab Aditya berdiri dan berjalan ke meja Alan, "Tanda tangan, dan besok ada pertemuan keluarga dengan keluarga Fira apa kakak sudah mengaturnya?" tanya Aditya mengingatkan Alan.


"Hem, sudah. Kita akan bertemu di restoran mol malam hari pada hari minggu nanti." jawab Alan langsung tanpa melihat Aditya dan menanda tangani berkas yang dibawah oleh Aditya.


"Oh ya, kau bawah Alga aku akan bawah Syafira kita pulang 5 menit lagi." ucap Alan merapikan berkasnya.


"Baik, kalau begitu aku turun duluan. Kakak bawah mobil kan?" Aditya berjalan dan mengangkat tubuh Alga yang terlelap setelah melihat Alan mengangguk.


Alan berjalan mendekati Syafira yang tertidur dan mengangkat tubuh Syafira pelan - pelan agar tak membangunkannya. Alan berjalan menuju parkiran dengan menggendong Syafira yang tertidur. Setelah sampai di parkiran Alan meminta tolong pada satpam untuk membuka pintu mobilnya supaya bisa memasukkan Syafira kedalam.


"Terima kasih pak" ucap Alan setelahnya dan satpam itu menjawab sambil tersenyum lalu kembali ke posnya.


"Apa dia kalau tidur kebo begini? Sungguh bahaya karena tak terasa kalau diapa - apa in." gumam Alan memasang sabuk pengaman pada Syafira.


Deg, jantung Alan berdebar saat dia tepat menatap wajah Syafira yang terlelap dan hembusan angin dari nafas Syafira menerpa wajahnya. Alan menelan salifanya saat dia menatap tepat bibir Syafira yang berwarna merah muda dan basah.


"Dia putriku," Alan berpaling tapi menatap lagi wajah Syafira. "Tapi dia juga istriku bukan, jadi kurasa juga tak apa." gumam Alan mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Syafira.


"Dia tak bangun?" gumam Alan setelahnya dan menatap dalam wajah Syafira, "Aku ingin mencobanya lagi." suara hati Alan dan dia menempelkan lagi bibirnya dengan bibir Syafira, Alan sedikit menekannya dan menghisap pelan.


"Ugm," Syafira bergerak seketika Alan kembali ke posisinya dan langsung menyalakan mesin mobilnya.


...🌴🌴🌴...


Alan melirik Syafira yang ternyata dia tak bangun, Alan bernafas lega melihat itu. Alan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sampai mereka sampai di rumah. Setelah memindahkan Syafira ke kamarnya Alan pergi ke kamarnya sendiri dan mandi.


Keesokan paginya Syafira bersiap untuk pergi kerja, karena dia telah mendapat pekerjaan baru selain mengajar tari. Dan setelah menyiapkan Alga juga membuat sarapan bersama bi Aminah Syafira langsung pergi dengan naik taksi ketempat kerja barunya.


"Selamat pagi Om" sapa Alga yang duduk dengan tenang dimeja makan.


"Pagi sayang, mama kamu mana kok kamu sendirian?" Alan mendekat dan bertanya pada Alga yang sedang makan sambil mengusap lembut kepala Alga.


"Kerja di akhir pekan? Kenapa begitu?" Alan bingung karena selama ini dia tak pernah tau kalau Syafira punya pekerjaan lain selain mengajar dan mengadakan pertunjukan.


"Mama sudah dari dulu selalu pergi kerja di hari Sabtu dan Minggu. Sekarang dapat pekerjaan baru dengan bayaran yang mahal katanya tapi harus berangkat pagi - pagi sekali." jawab Alga lagi menjelaskan dengan baik dan memakan sarapannya dengan tenang.


Alan meminum teh yang disiapkan oleh Bi Aminah sambil berfikir pekerjaan apa yang diambil oleh Syafira diakhir pekan sampai dia harus pergi di pagi - pagi sekali. "Habiskan sarapan mu, setelah ini ikut om pergi." ucap Alan tersenyum menatap Alga yang duduk dikursi tepat disampingnya.


Setelah selesai sarapan Alan membawah Alga bermain ke rumah Tante Merisca karena Alan sudah dihubungi kemaren kalau menyuruh Alan untuk datang karena ada yang ingin dibahas mengenai persoalan pertemuan keluarga dengan keluarga Fira yang akan dilakukan besok malam.


...🌴🌴🌴...


"Ini rumah siapa om?" Alga bertanya karena dia tak tau ini rumah siapa.


"Ini rumah nenek, ayo keluar kita masuk kedalam." Alan menggendong Alga keluar dari mobil dan membawahnya masuk.


"Kau sudah datang? Loh, kau membawahnya lalu Syafira dimana kok dia ikut kamu?" Merisca bertanya karena dia kaget ada Alga, sebab Merisca gak mau kalau nanti Syafira tau kalau mereka akan membicarakan soal pertunangan Alan dan Fira sedangkan Syafira adalah istrinya Alan.


"Dia pergi kerja jadi ku bawah saja dari pada nanti dia kemana - mana" jawab Alan menurunkan Alga.


Alga terlihat sangat pendiam dan takut dengan adanya banyak orang yang dia lihat waktu dia pertama kali dibawah kerumah Alan. Alga merasa tak aman dengan orang - orang ini, karena dia melihat mamanya juga selalu menjaga jarak dari mereka.


"Jangan takut, bukankah sudah ku bilang kalau dia adalah nenek, kamu juga sudah pernah bertemu dan nenek kan waktu itu, nenek juga sangat baik pada mu waktu itu kan, ayo beri salam pada nenek." Alan membujuk Alga agar tak terlalu nempel pada dirinya.


"Sa-salam." ucap Alga yang masih sembunyi dibelakang Alan.


"Alga sama kakak saja yuk, ayo kakak tunjukkan hal bagus dan juga..." Ayunda membisikkan sesuatu pada Alga sehingga Alga berbinar dan langsung nemplok pada Ayunda.


"Sudah tidak apa, biar Ayu yang jaga dia." Ayunda membawah Alga ke halaman samping dan bermain disana.


Alan melihat sepertinya Alga nyaman dengan Ayunda, serta mereka terlihat seperti sedang membicarakan hal yang menarik dan juga seru. Karena terlihat jelas wajah Alga yang menyimak dengan sungguh - sungguh apa yang dikatakan oleh Ayunda padanya. Alan tersenyum melihat itu, karena bagaimana pun perasaannya terikat oleh Alga yang memang adalah darah dagingnya sendiri.


"Benarkah?" Alga bertanya dengan antusias pada Ayunda.


"Tentu saja benar, apa kau senang sekarang? Kakak tak akan bohong pada mu, karena kakak adalah bibi kamu alis kakak dari mama kamu." jelas Ayunda yang merasa konyol bicara terlalu berat pada anak kecil yang masih berusia sekitar 5 tahun yang belum genap itu.


"Mama tak pernah bohong, dan mama sangat sayang pada ku." gumam Alga menunduk memainkan jarinya.


"Apa kamu sayang pada mama mu?" Ayunda bertanya sambil menggenggam tangan Alga.


Alga yang mendengar pertanyaan itu langsung mengangguk dengan sangat cepat. "Sayang, sangat sayang." jawab Alga tegas.


"Bagus, kalau begitu besok kamu harus panggil Om Alan apa dipertemuan keluarga jangan sampai lupa ya?" Ayunda memeluk Alga dan mengusap lembut kepala Alga.


"Jika tak ada yang membatu mengungkapkan masalah ini, maka aku akan menggunakannya untuk menyelesaikan semuanya. Aku tak peduli apa yang akan terjadi nanti karena yang aku inginkan adalah keluarga." suara hati Ayunda dengan tersenyum sambil mencium kepala Alga yang tak disangka mengerti dengan kata - katanya walau usianya sangat kecil.


"Syafira benar - benar mendidik anaknya dengan sangat baik. Anak sekecil ini namun sangat dewasa dengan tingkah pola yang lucu." Ayunda tersenyum menatap wajah Alga yang mengagumkan sambil bergumam.