Baby I Love You

Baby I Love You
Pulang ke rumah



Setelah keluar dari hotel dan sebelum pulang ke rumah, Alan membawah Syafira sarapan dulu disebuah kedai bubur ayam yang dulu menjadi makanan kesukaan Syafira waktu masih sekolah. Dan Syafira seolah sedang bernostalgia makan di kedai bubur ayam itu, karena setelah dia lulus sekolah sampai sekarang tak pernah makan bubur ayam di kedai itu lagi.


"Suka?" tanya Alan yang melihat Syafira tanpa sadar mengulas senyum dibibirnya yang mungil.


"Suka, terima kasih." jawab Syafira dengan tatapan sangat bahagia.


"Deg, tak perlu berterima kasih." tanpa disadari oleh Alan benih cinta itu telah tumbuh dan mulai berkecambah didalam hati Alan, bersamaan dengan rasa bersalah dan tanggung jawab disana juga mulai ada bibit kecil yang ikut muncul setelah sekian lama ditolak dan tak diakui oleh Alan.


Setelah sarapan bubur ayam Alan mengantarkan Syafira kembali ke rumahnya dulu, karena Alan tak mau memaksa Syafira dan ingin memberikan waktu untuk Syafira memikirkan semua yang diucapkan oleh Alan kepadanya.


"Pikirkan baik - baik apa yang dikatakan Daddy kemaren, dan Daddy berharap kamu mau menerimanya karena Daddy tak mau kalau harus jauh lagi dari kamu. Masuklah ke rumah nanti 1 minggu lagi Daddy jemput bersama dengan alga juga." ucap Alan dan mendekati Syafira lalu memeluk Syafira.


"Deg." jantung Syafira berdebar sangat kencang mendapatkan pelukan dari Alan yang tiba - tiba.


"Iya, Syafa akan pikirkan sekarang Daddy pulanglah." ucap Syafira langsung lari masuk kedalam rumah dengan memegangi dadanya yang masih berdebar - debar dengan sangat kencang.


Sementara Alan menatapnya bingung melihat tingkah Syafira yang sekarang seolah berusaha untuk selalu menghindarinya. Alan pun kembali pulang ke rumahnya dengan tenang, karena dia telah tau pasti rumah Syafira dan juga akan menjemput Syafira 1 minggu lagi untuk diajak tinggal bersama seperti dulu.


"Gila, ini gila. Ku pikir sudah tak merasakannya karena aku sudah lama membuang dan melupakannya, tapi kenapa sekarang perasaan itu seakan masih tetap sama seperti dulu bahkan ku rasa semakin besar. Kau sudah gila Syafa,,,!" teriak Syafira didalam kamarnya dengan berguling - guling.


"Mama kenapa? Kayak anak kecil mau bermain kepompong ya? Aga mau ikut main." ucap Alga yang tiba - tiba muncul dibalik pintu kamar Syafira.


"Sayang, kemarilah." panggil Syafira dan menepuk tempat tidur disampingnya.


Alga mendekat dan bersusah paya naik lalu duduk disebelah Syafira, "Ya Ma?" tanya Alga polong dengan mata bulatnya.


"Memang anak Daddy, dia sangat mirip dengan Daddy. Dan mungkin ini Daddy versi kecil." Syafira bergumam dalam hati dan tersenyum menatap Alga. "Apa karena ada dia jadi aku tak merindukan Daddy selama ini, karena Alga sangat mirip sekali dengan Daddy." gumam Syafira lagi dalam hati.


"Mama kenapa sih?" tanya Alga tak sabar.


"Hihihi,,, tidak kamu cakep banget, mama sangat menyayangimu." Syafira memeluk Alga erat dan membanting tubuhnya sehingga Alga jadi tertarik dan jatuh diatas dada Syafira.


"Hahaha,,, mama seru, ayo lagi, ayo lagi ma." Alga malah ketawa dan menyukai cara Syafira menjatuhkan tubuhnya tadi.


"Mau main? Berdirilah dulu dan naik ke kaki mama." ucap Syafira dan mulai mengayun Alga dengan menggerakkan kakinya naik-turun saat Alga duduk di telapak kaki Syafira dengan posisi Syafira tidur terlentang.


"Naik pesawat." teriak Syafira dan merentangkan kedua tangan Alga, dan Alga sangat menyukainya. Alga tertawa terbahak merasa seru dengan permainan yang dimainkan dengan mamanya itu.


Keesokan harinya Syafira meminta pendapat pada Bu Damiyah karena Syafira tak tau harus mengambil langkah bagaimana, dan hanya Bu Damiyah lah yang tau ceritanya kalau Syafira sebenarnya menyukai Daddy-nya.


"Ya kalau menurut ibu itu adalah keputusan yang bagus, karena mau bagaimana pun pasti Daddy kamu sudah memutuskan semuanya dengan pertimbangan dan pemikiran yang dalam. Lebih lagi alga adalah putranya dan juga harus mendapatkan pengakuannya agar tak akan sulit bagi kehidupannya nanti."


"Sebaiknya kamu memang bersama dengan Daddy kamu, apa lagi kamu kan sudah menikah sama Daddy mu, dan lagi Alga adalah putranya. Bagaimana pun dia berhak tau dan mendapatkan pengakuan dari putranya, begitu juga dengan Alga dia juga punya hak untuk tau siapa ayah kandungnya."


Bu Damiyah menjelaskan pada Syafira dan menasehati Syafira, karena bagi Alga dan Alan keduanya berhak tau satu sama lain kalau mereka memiliki hubungan darah, serta Alga juga berhak mendapatkan keluarga yang lengkap karena kedua orang tuanya masih ada dan lengkap.


Hari - hari Syafira selalu berfikir dan memutar - mutar apa yang dikatakan oleh Daddy-nya dan juga Bu Damiyah. Sampai - sampai saat mengajar Syafira jadi tak bisa fokus.


...🌴🌴🌴...


"Iya maafkan saya non Fira, jadi tidak bisa fokus." jawab Syafira dengan sangat menyesal.


"Tidak apa, aku juga sudah puas dengan cara mengajar guru Kiky hari ini." jawab Fira yang merasa selalu puas dengan cara Syafira mengajarinya.


"Baiklah kalau begitu ketemu minggu depan, saya permisi dulu." ucap Syafira memintak ijin pulang.


"Ok, ketemu minggu depan." jawab Fira dan Syafira pun keluar dari rumah keluarga Guntoro berjalan ke arah halte bis.


"Masuk." panggil Alan yang ternyata sudah menunggunya tak jauh dari halte


"Hari ini langsung pulang ke rumah, karena Alga sudah ada di rumah. Tadi kak Lea menjemputnya di rumah Bu Damiyah." jelas Alan dan Syafira hanya mengangguk tanpa bersuara.


Selama perjalanan Syafira merasa tak tenang, walau Syafira sudah menyiapkan semuanya namun tetap saja kembali tinggal bersama dengan daddy-nya dalan satu atap membuat Syafira tak tenang. Syafira meremas bajunya dan menatap jauh kedepan tanpa suara.


...🌴🌴🌴...


"Turunlah kita sudah sampai." ucap Alan membuyarkan lamunan Syafira yang dalam.


"Ah, oh, iya" jawab Syafira bingung.


"Selamat pulang lagi ke rumah." ucap Alan mengulurkan tangan untuk menggandeng tangan Syafira.


Dengan ragu - ragu Syafira mengulurkan tangannya dan Alan menggenggam dengan sangat lembut untuk membawahnya masuk kedalam rumah yang di dalam sudah ada semua orang menunggunya.


"Selamat datang lagi sayang ku, selamat pulang ke rumah." sambut alea merentangkan kedua tangannya untuk menyambut kedatangan Syafira dengan memeluknya erat.


"Selamat datang adik ku." Ayunda ikut memeluk Syafira dengan erat.


"Sayang, putri papa." Oni juga ikut memeluk Syafira.


"Aduh sudah - sudah kalian bisa membuat Syafa sesak napas nanti." Merisca melerai Alea dan yang lain.


"Oh, tuan putriku yang cantik. Duh nenek sangat merindukanmu sayang." Merisca memeluk Syafira dengan erat setelah menyingkirkan semuanya.


"Tante apa sih, Lea disingkirkan tapi dianya sendiri malah memeluk. Lea juga ikut." Alea ikut memeluk Syafira lagi.


"Maafkan Syafa, tolong maafkan kesalahan Syafa." ucap Syafira menangis karena merasa bersalah dulu pergi meninggalkan rumah tanpa memikirkan yang lainnya dan hanya memikirkan dirinya sendiri.


Alan yang melihat semuanya hanya tersenyum bahagia, karena merasa keluarganya telah lengkap setelah bertahun - tahun lamanya mencari keberadaan Syafira tak juga dapat ditemukan.


Dan Aditya terlihat sangat senang akhirnya semuanya berkumpul lagi, "Sayang, tuan putri Daddy Yos." ucap Adit memeluk Syafira dan Syafira membalas pelukan Daddy Yos-nya itu dengan sama eratnya.