
Permainan band itu pun berlanjut sampai beberapa lagu lagi dan permainan Syafira jadi semakin bagus, mungkin karena dia sudah tak merasa gugup atau takut lagi. Syafira telah memasuki permainannya dengan bagus dan vokalis band itu jadi sering mendatangi Syafira dan terlihat mereka tersenyum bersama, terlihat vokalisnya jadi semakin semangat begitu juga personil yang lainnya, interaksi keduanya sangat terlihat natural.
Bahkan Syafira juga ikut bernyanyi bersama dengan vokalisnya dan mereka terlihat sangat menikmatinya. Alan yang sudah tak suka dengan vokalis band itu jadi semakin tak suka saat dia mulai berani merangkul bahu Syafira sambil bernyanyi dan semakin sering mendatangai Syafira serta mengajak Syafira bernyanyi bersama dengan dia.
"Apa - apa an sih dia, kenapa dia selalu kebelakang bukannya tetap berdiri didepan sebagai vokal ya." gerutu Alan yang sudah kembali duduk bersama Bayu dan yang lainnya.
"Duh kak justru sebagai penyanyi itu harus menjiwai dan bisa mengajak semua penonton itu ikut bernyanyi bersama dengannya. Lihatlah banyak orang yang sangat antusias seperti itu." ucap Bayu yang dari tadi sibuk merekam penampilan dan permainan Syafira yang terlihat sangat luar biasa.
"Apa harus sampai seperti itu." gumam Alan kesal.
"Ih, Daddy gak tau aja, kalau waktu d SMA dulu Syafa itu banyak diidolakan kaum Adam hanya saja dia terlalu cuek dan tak peduli." ucap Ayunda memberi tau Alan.
Alan jadi semakin tak suka mendengar hal itu, "Dia memang terlihat sangat cantik, pantas dulu papa begitu sangat jatuh cinta pada mama. Ternyata seorang wanita yang bisa memainkan alat musik memang terlihat berbeda dan mereka terlihat jadi bersinar, dia seperti profesional bahkan dia tak terganggu dengan gaun yang dia gunakan." gumam Alan dalam hati dan tersenyum melihat permainan Syafira.
"Pak wali kota anda sungguh pandai memili pemain band ini, ini sungguh sangat menghibur dan ini pesta yang sungguh sangat berbeda dari lainnya. Karena anda begitu berani menampilkan hal ini di ulang tahun anda." puji Daren pada pak wali kota yang sedang punya acara.
"Hahaha, tuan Daren sungguh paling bisa memuji. Tapi ini adalah ide dari putra saya katanya ingin memberikan warna berbeda di pesta." jawab wali kota dengan bangga karena ternyata ide anaknya ini membawa hal positif untuk semua orang yang merupakan politikus dan juga pebisnis yang pasti akan mudah bosen dengan acara yang sepi.
"Ini sungguh pesta yang sangat berwana." ucap Daren lagi dan wali kota itu sangat senang.
"Sekretaris Sandra aku mau tanya apa anda yang mencari pemain pengganti dari drummer band itu? Karena drummer yang asli bilang katanya sekretaris Sandra yang memilih orangnya." tanya anak wali kota pada Sandra yang terlihat sudah tak sibuk.
"Oh iya mas, dia adalah putri saya." jawab Sandra tersenyum.
"Sungguh luar biasa, putri sekretaris Sandra ternyata adalah wanita yang sangat menarik." jawab anak wali kota yang terlihat tertarik pada Syafira.
"Ah, terima kasih mas." jawab Sandra dan tersenyum.
Lagu - lagu yang dimainkan Syafira jadi semakin banyak dan hampir semua lagu yang mereka bawakan diambil semua oleh Syafira, mulai dari lagu ada band judul karena wanita, Peterpan judul ada apa dengan mu, dewa dengan pupus dan separuh nafas, radja judul jujur dan yakin, dan lagu yang terakhir adalah milik Ari **** lagi dengan judul cinta terakhir.
"Ok, terima kasih untuk semuanya yang sudah ikut berpartisipasi dan juga penampilan si cantik kami Kiky." ucap personil itu saat mereka mengakhiri tampilan mereka dan memberikan hormat pada wali kota dan para tamu kehormatannya.
"Terima kasih atas bantuannya bintang kecilku." ucap vokalis band itu dan mereka berenam berpelukan dengan Syafira, melihat itu Alan sudah bernafas dalam sedari tadi.
Saat Syafira mau turun dari panggung tiba - tiba saja Daren maju dan mengulurkan tangannya untuk membantu Syafira turun. "Terima kasih." ucap Syafira menerima uluran tangan Daren sambil tersenyum.
"It's ok baby." ucap Daren sambil tersenyum menatap Syafira dengan dalam.
"Dia." Alan di tempat duduknya merasa geram menatap Daren yang membantu Syafira.
"Sayang." Sandra mendatangi Syafira dan memeluk Syafira sehingga Daren melepaskan genggaman tangan Syafira.
"Permainan mu sungguh luar biasa." puji Sandra pada Syafira.
"Halo nona Kiky, kenalkan aku adalah Almansyah pemilik acara ini alias anak dari wali kota." ucap Almansyah memperkenalkan diri.
"Oh iya." ucap Syafira malu - malu.
"Bolehkah aku mengajak anda untuk duduk sebagai tamu kehormatan ku." ucap Almansyah pada Syafira dan Syafira hanya tersenyum.
"Tidak apa - apa sayang." ucap Sandra dan Syafira pun ikut dengan anak wali kota itu. Lalu Sandara menatap Aditya dan memberikan kode aman.
"Sepertinya sang tante ingin mencarikan jodoh keponakannya ya." ucap Aditya melihat Sandra membiarkan Syafira ikut bersama dengan anak wali kota itu.
"Apa maksudmu." Alan bertanya dengan kesal dan terdengar marah dari nada bicara Alan.
"Ah tidak kak." Aditya tau kalau dia salah bicara dan yang lain juga jadi ikutan takut dengan aura Alan yang terlihat sangat kesal dan bagai bom yang tinggal menunggu waktu meledaknya.
"Katakan pada ku nona Kiky selain main DJ dan drumm apa lagi yang bisa kau mainkan, kau sungguh membuat ku terkejud." ucap teman dari anak wali kota itu yang sudah tau kalau Syafira adalah penari dan pemain DJ di klub Sanjaya milik Daniel Sanjaya
"Ah, tidak ada lagi." jawab Syafira dengan ramah.
"Kiky." Ayunda mendatangi Syafira karena disuruh Alan.
"Oh kakak ipar." ucap Almansyah saat melihat Ayunda.
"Boleh ikut gabung kan?" tanya Ayunda yang sudah duduk disamping Syafira.
Lalu terlihat obrolan mereka semakin seru dan terlihat Syafira tersenyum dan itu membuat Alan semakin kebakaran jenggot karena Syafira terlihat sangat menyukai berbicara dengan para pemuda itu, padahal kalau sama dia Syafira selalu menghindar dan tak pernah bicara sampai bisa tertawa lepas seperti saat ini Syafira lakukan.
"Jadi kau juga bisa main DJ, keren aku akan tunggu penampilanmu malam ini karena aku selalu di luar negeri jadi tak pernah tau, bolehkah malam ini aku mendapatkan penghormatan untuk mendengarkan permainan DJ dari mu aku mohon." pinta Almansyah pada Syafira dan teman - teman Almansyah yang sudah tau soal Syafira juga memohon dan terpaksa Syafira hanya bisa mengiyakan.
"Baiklah tuan Alan sampai jumpa." ucap para tamu wali kota yang tau kalau gedung yang dipakai itu adalah milik Alan.
"Iya tuan." ucap Alan
"Wah ini sungguh sangat luar biasa dan aku sangat berterima kasih banyak pada mu nak Alan, karena anda memberikan gedung ini sebagai hadiah tempat pesta saya." ucap wali kota pada Alan.
"Saya tak tau harus memberi apa, tak perlu sungkan dan tolong bicara biasa saja." jawab Alan dan Aditya di samping Alan.
"Kalian adalah para anak mudah yang sukses aku sungguh sangat senang dengan para anak muda seperti kalian ini." puji wali kota pada Alan dan Aditya.
"Terima kasih atas pujiannya." ucap Alan dan Aditya.
Dum, Dum, Dum
Saat Alan dan Aditya sedang berbincang dengan wali kota tiba - tiba saja terdengar suara musik yang keras dari dalam dan teriakan semua orang yang ada didalam dengan suara penyanyi wanita yang nyaring.
"Hem, rupanya anak - anak sudah mulai lagi." ucap wali kota dan Alan tersenyum.
"Baiklah kalau begitu aku dan istri pulang dulu sekali lagi terima kasih nak Alan." ucap wali kota lalu pergi dan Alan sama Aditya masuk lagi.
"Astaga Syafa lagi?!" Alan melihat Syafira diatas panggung dengan penutup telinga dan sedang memainkan DJ.
"Sepertinya dia sangat menikmatinya dan permainannya sungguh sangat luar biasa." gumam Aditya tersenyum senang namun tidak dengan Alan yang terlihat marah, apa lagi Alan melihat anak wali kota itu ikut berjoget disamping Syafira yang sedang bermain DJ.
"Anak nakal itu seperti harus segerah dibawah pulang secepatnya." geram Alan melihat Syafira yang main sambil bergoyang bersama dengan anak wali kota.
"Jangan merusak suasana kak, bukankah ada Denis dan Ayunda, dan lagi ini adalah acara dari keluarga Denis juga." ucap Aditya mengingatkan Alan yang sudah ngepul saking marahnya.
"Yo Kiky."
"Yea"
"Lanjut."
"Wo,,, i love you Kiky."
Teriak keseruan dari semua orang yang menikmati permainan DJ dari Syafira dan pemain DJ yang diundang hanya mendampingi Syafira diatas panggung bergoyang bersama dengan anak wali kota.
Musik DJ yang sedang dimainkan oleh Syafira dan ada penyanyinya itu adalah lagu cinta terbaik, lelaki cadangan, kenangan terindah, bila cinta di dusta dan cinta dalam hati. Semua orang hanyut dalam permainan DJ Syafira hingga suasana pesta itu berubah jadi seperti di klub malam hanya tak ada lampu disko saja.
Dengan keras hati Alan memilih menunggu sampai acara selesai karena Alan gak mau terjadi apa - apa pada Syafira dan dia ingin memastikannya sendiri kalau Syafira aman, jadi Aditya juga ikutan menunggu bersama Sandra yang sudah selesai tugasnya dan Ndaru duduk mengawasi Syafira yang sedang asik main. Begitu juga dengan Bayu, Denis dan Ayunda yang ikutan berjoget bersama yang lainnya.