A Maze Of Memories

A Maze Of Memories
Maze 90 - Aku harus tenang!



"Terima kasih. Itu sangat berarti bagiku, saat ini."


"Ya, bukan masalah."


"Kalau begitu aku pergi dulu, sampai jumpa besok!" Daniel beranjak pergi, meninggalkan Ethan seorang diri di toilet.



...*...


Daniel berdiri di sana. Penampilannya sudah amat rapi.


Saat ini, ia tengah menunggu Lucy yang masih belum juga datang sesuai janjinya.


Hari ini, setelah dua Minggu yang lalu ia gagal berbicara dengan Lucy karena urusan neneknya yang masuk rumah sakit, akhirnya ia memiliki waktu untuk berbicara dengannya.


"Aku harus tenang. Semuanya pasti akan berjalan lancar," gumamnya.


Tangan Daniel mengusap sesuatu yang digenggamnya. Ia memandang benda itu, lalu tersenyum.


Semoga dia suka, begitu pikirnya.


Daniel kembali memasukan benda itu ke dalam kantong celana yang dikenakannya.


"Dimana dia? Kenapa belum datang juga, ya? Apakah dia tidak akan datang?" Daniel melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Sudah sepuluh menit ia menunggu Lucy.


Namun, gadis itu belum juga datang ke tempat mereka janjian.


Mungkin sebentar lagi, batinnya.


"Daniel!" Suara itu membuat Daniel menoleh spontan ke arah gadis yang baru saja menyerukan namanya.


Lucy. Gadis itu berdiri sambil melambaikan tangannya.


Melihat Lucy tersenyum seperti saat ini ke arahnya, membuat jantung Daniel semakin berdebar.


Aku harus tenang! Daniel terus merapalkan kata-kata itu dalam benaknya.


Lucy menghampiri Daniel.


"Tidak apa-apa. Aku juga baru tiba beberapa menit yang lalu."


"Omong-omong hal apa yang ingin kau bicarakan? Lalu, kenapa kita harus ke tempat ini? Apakah tidak bisa bicara di tempat lain?" tanya Lucy dengan raut wajah bingung.


Saat ini mereka berdua berada di taman bermain yang sebelumnya pernah dikunjungi Daniel dan Jean saat Lucy tidak bersama mereka.


Daniel berencana untuk menyatakan perasaannya setelah menghabiskan waktu bersama dengan Lucy seharian di taman bermain itu.


"Aku sengaja memilih tempat ini agar kita bisa merasa nyaman. Dan lagi, aku mengajakmu karena aku ingin menghabiskan waktu bersamamu. Beberapa waktu lalu, aku dan Jean pergi kemari tanpamu. Jadi kupikir, tidak adil kalau hanya Jean yang aku ajak kemari dan kutraktir. Kau juga 'kan sahabatku."


"Oh… begitu."


"Ya sudah, ayo pergi." Daniel menarik Lucy memasuki taman bermain.


Di dalam sana, mereka mencoba banyak wahana permainan.


Mulai dari yang sederhana sebagai pemanasan, kemudian berlanjut ke yang sedikit menegangkan sampai akhirnya yang paling menguji adrenalin.


Sejak awal, Daniel suka bersama Lucy. Walau gadis itu tampak tomboy, tapi di sisi yang bersamaan, dia juga memiliki sisi feminimnya sendiri.


Sisi dari Lucy yang sejak awal paling di sukai Daniel adalah ketika gadis itu mulai menunjukkan sisi tomboy-nya.


Lucy suka sekali dengan hal-hal yang menantang dan menguji adrenalin nya.


Sampai-sampai beberapa kali, mereka menaiki wahana permainan yang sama.


Tanpa terasa, hari berlalu.


Mereka sudah mencoba semua permainan mulai dari ujung pintu masuk sampai ujung pintu keluar, sudah mereka coba semua.


Dari yang sederhana sampai yang paling menantang, juga sudah mereka datangi.


Sekarang, banyak barang yang di dapat oleh gadis di samping Daniel itu.


Ia mendapatkan banyak hadiah dari permainan yang mereka menangkan selama seharian ini.


...***...