
Lucy semakin tidak mengerti dengan apa yang baru saja diucapkannya.
Nico menghampirinya, ia memegang kedua pundak Lucy dengan tangan besarnya.
"Lucy. Mulai saat ini dan seterusnya, orang-orang di sini akan mengenalmu dengan nama Lucy Lacina!" Nico memperjelas.
"Lucy?" Ia mengulangi perkataan Nico.
"Ya, dan mulai saat ini. Kau resmi menjadi agen pelatihan di sindikat kami!" jelasnya.
Lucy terdiam untuk sesaat. Mencoba mencerna apa yang baru saja diucapkan Nico.
Otaknya masih memproses setiap kata yang terlontar dari bibir Nico barusan.
Nico berjalan menuju meja kerjanya. Terhenyak di kursi kebesarannya.
"Hanya sekedar informasi untukmu, ini adalah tempat dimana para agen mata-mata dilatih dan di bimbing hingga benar-benar menjadi mata-mata yang siap untuk menjalankan misi…"
"…Terjun kelapangan langsung, dan memecahkan setiap kasus serta misi yang telah diberikan…"
"…Semua orang di sindikat ini dilatih berbeda-beda, ada yang dilatih sejak berusia belasan tahun dan ada juga yang dilatih ketika sudah dewasa…"
"…Biasanya untuk agen yang melalui agen pelatihan dan berlatih di akademi pelatihan, adalah anak-anak yang notabenenya terlahir dari para mata-mata yang telah berkeluarga dan menginginkan anak-anaknya untuk mengikuti jejak orangtuanya…"
"…Lalu ada juga yang dilatih ketika mereka sudah beranjak dewasa. Biasanya kami menerima calon agen baru ketika mereka sudah memenuhi syarat sebagai agen, mulai dari skill dasar beladiri, tes fisik dan mental yang baik, serta pengetahuan yang tentunya sudah memenuhi standar wajib di negara kita…"
"…Biasanya, kami menerima calon agen yang sudah menyelesaikan kuliahnya dan mendapatkan nilai terbaik yang cukup untuk melengkapi persyaratan yang kami ajukan…"
"…Calon-calon agen untuk yang kedua, biasanya berasal dari keluarga biasa, atau dalam kata lain adalah warga sipil biasa yang ingin menjadi seorang mata-mata…"
Lucy terperangah mendengar penjelasan Nico. Ia terkejut bukan main ketika mendengar fakta tempat yang ia temukan ini adalah tempat dimana sindikat rahasia mata-mata berkumpul dan berlatih sampai bisa menjadi mata-mata andal yang bertugas menyelesaikan misi.
"Lucy, mulai besok dan seterusnya, kau akan berlatih di akademi pelatihan. Dan mulai hari ini serta seterusnya, kau akan dikenal sebagai Lucy Lacina. Seorang agen mata-mata dari akademi pelatihan," tutur Nico, meresmikan penerimaannya.
Pria itu lalu bergerak, ia mencari sesuatu dari dalam laci meja kerjanya. Di dalam sana, ia menemukan pin yang dicarinya.
Pin itu berbentuk bulat dengan ukiran mawar indah ditengahnya.
Di bagian bawah mawar itu, terdapat aksen berbentuk tulisan SGLSA. Tulisan itu serupa dengan apa yang di lihat Lucy saat ia berada di ruang latihan.
Nico menghampiri Lucy, lalu berdiri di depannya. Ia memasang pin itu di baju yang dikenakan Lucy.
Begitu pin itu terpasang, ia tersenyum senang melihatnya.
Lucy menatap pin yang baru saja dipasang Nico.
Ia masih belum bisa mempercayai hal yang baru saja terjadi padanya. Rasanya semua ini bagaikan mimpi di sore hari. Tapi ini nyata, dan benar-benar dia alami.
"Selamat datang di dunia baru, Lucy."
"Thank you, sir."
"Call me sir. Nic!"
"Okay, sir. Nic."
"Apa kau punya pertanyaan?"
...***...