
Daniel menutup pintu bagasi mobilnya. Mereka kini berada di tempat parkir, baru saja selesai memasukkan semua kostum yang harus mereka bawa ke dalam bagasi mobil.
Daniel menghampiri Lucy dan Jean yang sejak tadi sedang berpamitan pada Maria.
"Terima kasih atas waktunya, dan maaf kalian jadi terjebak terlalu lama ditempatku, hehe…" ucap Maria sambil terkekeh pelan.
"Tidak apa-apa, kami juga senang dapat berkunjung ke tempatmu," kata Lucy.
"Kalau begitu lain kali berkunjunglah lagi."
"Kami akan berkunjung saat kami tidak sibuk," sahut Jean.
"Aku akan menyambut kalian jika kalian tiba dan berkunjung ke tempatku."
"Kalau begitu, kami pergi dulu. Sampai jumpa," pamit Daniel sambil beranjak diikuti Lucy dan Jean.
...*...
"Tampaknya ini adalah ruangan kita," ucap Lucy seraya menatap kertas berisi gambar denah ditangannya.
Di sana Beatrix hanya mengedikkan bahunya tak acuh, sementara di sisi lain, Elena hanya diam dan menyimak.
"Baiklah ayo kita lihat," ucap Lucy yang kemudian mendorong pintu masuk ruangan tersebut.
Begitu pintu terbuka, hal pertama yang di lihat mereka adalah sebuah ruangan yang cukup luas dan nyaman.
Terdapat tiga meja kerja yang posisinya berjejer di sana, lalu ada sofa serta meja kaca yang tampak begitu nyaman.
"Wah, tempatnya tampak nyaman," gumam Elena pelan. Gadis itu mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.
"Lumayan. Tidak terlalu buruk," komentar Beatrix di sana.
Ruangan ini selanjutnya akan menjadi tempat mereka bekerja sekaligus tempatnya berdiskusi ketika mereka mendapatkan misi untuk pertama kalinya.
"Aku akan duduk di sini." Beatrix berjalan menghampiri meja yang letaknya berdekatan secara langsung dengan jendela kaca besar yang menampakkan dengan jelas pemandangan kota London.
Lucy menoleh pada Elena yang masih tampak canggung dan belum terbiasa bersama dengan mereka berdua. "Elena, kau ingin duduk dimana?" tanya Lucy.
"Bolehkah aku duduk di sini saja?" Elena menunjuk meja yang berada tepat di dekat pintu masuk.
Lucy mengangguk memberikannya izin untuk duduk di sana.
"Kalau begitu aku duduk di tengah," sambungnya.
Lucy menghampiri meja di bagian tengah, lalu menaruh barang-barangnya di sana.
Sudah seminggu berlalu semenjak hari di mana Lucy mengambil kostum yang akan di kenakan oleh mereka dalam menjalankan misi, dan ini adalah hari baru di Minggu baru.
Sekarang status mereka resmi menjadi seorang agen mata-mata yang akan terjun langsung ke lapangan untuk menyelesaikan misi.
Dalam kasus ini, mereka mendapatkan banyak sekali fasilitas dari Nico dan Bean.
Mulai dari ruang kerja yang lengkap dengan isinya, kendaraan untuk menjalankan misi, dan tentunya uang untuk keperluan lain yang nantinya mereka butuhkan dalam menjalankan misi, belum lagi gaji lain yang mereka dapat setelah kerja keras mereka.
...*...
Tiba di ruang kantin, ketiganya celingukan mencari tempat kosong untuk duduk.
Begitu mendapatkan tempat yang mereka cari, mereka segera menghampirinya lalu duduk di sana.
Elena yang masih merasa canggung seringkali duduk terpisah dengannya, namun Lucy selalu menegurnya dan meminta dia untuk pindah dan duduk disampingnya.
Di sana Lucy, Beatrix, dan Elena duduk bersama di satu meja.
Lucy celingukan mencari keberadaan Jean dan Daniel, namun keduanya tak juga ditemukannya.
Keduanya tidak di sana. Sudah dua hari berlalu dan mereka semakin jarang bertemu.
...***...