A Maze Of Memories

A Maze Of Memories
Maze 59 - Lucy Lacina



"Kau punya pertanyaan?" Nico mengalihkan pembicaraan.


"Ada."



"Apa itu?"


"Mengapa aku membutuhkan identitas baru untuk menjadi seorang mata-mata? Apakah aku tidak bisa memakai nama asliku untuk identitasku sendiri?"


"Tidak. Itu terlalu berbahaya. Kalau kau menggunakan nama aslimu sebagai identitasmu, itu berbahaya untuk dirimu dan keluargamu sendiri," jelas Nico.


"Maksudku, pekerjaan sebagai seorang mata-mata itu cukup berbahaya. Bisa saja yang menjadi taruhannya adalah nyawa. Dan identitas adalah hal yang terpenting yang tidak boleh diketahui oleh sembarang orang…"


"…Untuk nama aslimu, cukup Bean dan aku saja yang tahu. Dan identitasmu sebagai mata-mata berfungsi agar jika ada orang yang mencoba mencari tahu tentangmu, akan sulit untuk diketahui olehnya. Apalagi dengan namamu yang cukup unik, 'Lacina.' Yang artinya adalah bangsawan Prancis, tidak banyak orang yang memakai nama itu di Inggris."


"Lalu kalau boleh aku tahu, apa arti dari nama yang anda berikan?" tanya Lucy sekali lagi.


"Lucy memiliki arti bersinar. Aku berharap suatu saat, nama yang aku berikan ini dapat menjadikanmu sebagai mata-mata yang di kenal banyak orang dan dapat membantu menyelesaikan banyak misi serta menjadi penerang bagi sindikatku. Dan jika di gabungkan dengan nama tengahmu, maka berarti bangsawan yang bersinar terang," ucap Nico menjelaskan.


"Oh…"


"Ada pertanyaan lain?"


"Tidak. Sudah cukup," kata Lucy.


"Baiklah. Kalau begitu, berarti kau sudah siap untuk besok. Untuk sementara waktu, kau akan di awasi secara ketat oleh Bean. Dia akan mengawasi setiap kegiatanmu di kehidupan normal…"


"…Tapi, akan kupastikan dia tidak akan membuatmu merasa terganggu akan kehadirannya. Dan aku lakukan ini hanya untuk memastikan kau memang benar-benar bisa dipercaya untuk menjaga kerahasian tempat ini, tidak apa-apa 'kan?" Nico memastikan.


"Baiklah aku mengerti, dan aku akan berusaha untuk membuatku nyaman dalam situasi ini."


Lucy keluar dari dalam ruangan itu bersama dengan Nico dan Bean. Mereka lalu berdiri di depan anak-anak yang sejak tadi menunggu mereka keluar dari dalam sana.


"Baiklah, dengarkan." Bean menginstruksi pada anak-anak muridnya.


Mereka yang awalnya berisik, seketika diam dan memperhatikan Bean yang berdiri bersama dengan Lucy disampingnya.


"Perkenalkan, ini adalah Lucy Lacina. Siswi baru yang akan menjadi teman satu kelas kalian yang baru," ucapnya mengumumkan.


Sheilla dan yang lainnya tampak bingung dengan ucapan Bean, mereka tidak mengerti mengapa Bean berkata begitu padahal sejak awal, mereka mengira jika Lucy adalah sama-sama siswi di akademi pelatihan.


"Kalian pasti bingung dengan apa yang terjadi. Tapi yang pasti intinya adalah mulai hari ini, Lucy resmi aku angkat menjadi siswi baru di akademi pelatihan, dan dia akan di tempatkan di kelas kalian. Aku harap kalian membantu Lucy, dan buatnya nyaman." Nico menjelaskan. Membuat anak-anak di sana beralih pandang ke arahnya.


"Kalian mengerti?" tanya Nico.


"Yes, sir," sahut mereka serentak.


"Bagus. Kalau begitu, kalian boleh kembali ke ruang latihan, aku permisi." Nico beranjak dari sana, meninggalkan Lucy.


Sepeninggalannya, Bean lalu memandang ke arah Lucy yang kini berdiri tepat disampingnya.


"Lucy?"


"Ya?"


"Karena ini sudah sore, dan sudah lewat dari jam pulang sekolahmu. Maka akan aku mengantarkan kau pulang ke rumah. Orang tuamu pasti sangat khawatir karena kau belum pulang jam segini."


...***...