A Maze Of Memories

A Maze Of Memories
Maze 70 - Sahabat



Keempat anak disampingnya refleks melirik ke arah yang ditunjuk Nico.


"Berani sekali kau ikut-ikutan membuat masalah dengan mereka. Padahal sudah jelas-jelas kau baru saja tiba, kau tahu? Dalam seketika penilaianku terhadapmu berubah."


Nico menghela napas tak kuasa menanggung kekecewaan yang dia rasakan.



...*...


Lucy keluar dari ruangan Nico, bersama dengan keempat orang lainnya.


Ia memijat pelan lengannya secara bergantian, rasanya lelah setelah menjalani hukuman.


"Setelah di hukum, aku jadi lapar," gumam Jean seraya memegangi perutnya yang terasa lapar.


"Aku juga." Daniel menimpali.


"Bagaimana kalau kita semua makan bersama?"


"Ide yang bagus. Ayo!"


"Lucy, kau juga pasti lapar 'kan?"


"Ya, aku sedikit lapar," ujar Lucy.


"Bagus. Kalau begitu ayo makan bersama!" Daniel tersenyum simpul.


Fokus Jean beralih pada Sheilla dan Grayson di sana.


Sejak keluar dari ruang Nico, keduanya tidak berhenti bertengkar.


"Sheilla? Kau mau ikut kami ke kantin tidak?" tanya Jean yang sama sekali dihiraukannya dan malah sibuk bertengkar dengan Grayson.


"Biarkan mereka, lebih baik kita makan bertiga saja!" tutur Daniel setelah melihat ucapan gadis itu dihiraukan Sheilla dan Grayson.


"Ya sudahlah, ayo!" Jean berjalan pergi dari sana bersama dengan Lucy dan Daniel.


Sementara Sheilla dan Grayson masih terus berdebat di koridor. Mereka tidak ada henti-hentinya untuk saling menyalahkan satu sama lain.


Di ruang kantin, Lucy duduk bersama di atas meja kosong yang berada tepat dekat jendela besar dipojokan.


Di sampingnya, Jean duduk dengan ditemani beberapa makanan yang dibelinya. Sedangkan Daniel duduk tepat berhadapan dengan mereka.


"Terima kasih, aku akan memakannya."


"Kau juga harus coba ini. Aku jamin kau akan lebih suka makanan yang aku beli 'kan!" Daniel menyodorkan makanan lain yang dipesannya kepada Lucy.


"Daniel! Kau itu ikut-ikutan saja. Aku yang lebih dulu memberikan makanan untuk Lucy. Kau jangan ikut-ikutan!" Jean tampak sebal.


"Aku sudah memikirkan itu sejak kita tiba di sini. Kau saja yang ikut-ikutan!" tukas Daniel.


"Sudah-sudah kalian jangan berdebat! Aku akan memakan keduanya." Lucy menengahi agar keduanya tidak terus bertengkar.


Keduanya diam, mereka tampak sangat senang begitu mendengar ucapan Lucy barusan.


Lucy lalu mulai memakan makanan yang diberikan Jean dan Daniel untuknya.


Jean dan Daniel menatap Lucy, menunggu responnya.


"Bagaimana?" tanya keduanya serentak.


"Enak, keduanya sangat enak," ucap Lucy.


Jean dan Daniel ikut tersenyum saat tahu makanan pilihan mereka disukai Lucy.


"Sungguh, kau menyukainya?" Jean tak bisa menyembunyikan rasa senangnya.


Lucy mengangguk sebagai jawaban.


"Aku senang kau menyukainya. Lain kali, bagaimana kalau kita makan menu lain?" Daniel berucap.


"Ya! Kau harus mencoba makanan lain. Nanti, aku akan membelikan beberapa makanan enak lainnya untukmu!" Jean main sambar.


"Aku juga akan membelikan makanan yang tak kalah enak dari yang Jean belikan untukmu."


"Baiklah, terima kasih sebelumnya karena kalian sudah bersikap baik padaku. Sekarang, ayo kita fokus makan saja. Setelah ini, kita masih memiliki beberapa latihan lagi 'kan?" jawab Lucy yang langsung mengubah topik pembicaraan mereka.


"Okay."


Jean dan Daniel fokus pada makannya.


Dan sejak saat itu, mereka mulai bersahabat.


...***...