A Maze Of Memories

A Maze Of Memories
Maze 107 - Gambar desain



"Sini! Biar aku bawa sebagian," tutur Jean begitu Lucy dan Daniel yang baru saja keluar.


Lucy membiarkan Jean mengambil sebagian berkas yang bertumpuk di tangan dan hampir menutupi pandangannya.


Saat ini ketiganya ditugaskan untuk mengambil beberapa berkas dari meja kerja Bean untuk mereka antar ke ruang kerja Nico.


Jean dan Daniel berjalan lebih dulu, karena berkas-berkas yang di bawa mereka lebih banyak dibandingkan yang di bawa Lucy.


Sementara mereka berjalan di depan, beda halnya dengan Lucy yang kini melangkah pelan di belakang keduanya.


Langkah Lucy hanya berbeda beberapa dengan langkah Jean dan Daniel.



Di saat yang bersamaan…


"Permisi!" Maria terus berlari seraya menerobos kerumunan dihadapannya.


Langkahnya semakin dipercepat ketika kedua matanya melihat pada jam yang melingkar di pergelangan tangannya.


Brukk!


Karena tidak memperhatikan jalan, ia secara tidak sengaja menabrak Lucy yang berlari dari arah yang berlawanan dengannya.


Maria sampai terhuyung jatuh dalam keadaan barang-barang yang dibawanya berserakan di lantai.


"A… aduh, maaf!" tutur Lucy yang kemudian berjongkok dan menaruh berkas di tangannya guna membantu Maria yang baru saja jatuh dihadapannya.


"Maaf, aku tidak melihatmu tadi," ucap Maria seraya memunguti barang-barangnya yang berserakan di lantai.


Lucy tak tinggal diam dan segera membantu Maria memunguti barangnya.


"Biar aku bantu. Maaf karena aku juga tidak melihatmu lari dari arah lain," kata Lucy.


"Ah tidak. Seharusnya aku yang minta maaf karena aku menabrakmu."


"Biar aku bantu." Lucy kemudian merapikan kertas-kertas dalam genggamannya.


Setelah semuanya rapi, Lucy lantas memberikan semua kertas ditangannya pada Maria.


"Ini." Lucy menyodorkan kertas ditangannya.


"Terima kasih sudah menolong, dan maaf karena sudah menabrakmu."


"Tidak apa-apa."


"Oh ya… omong-omong kau sangat cantik. Selain itu, kau juga baik." Gadis itu tersenyum memuji Lucy.


"Aku? Aku rasa kau justru lebih cantik dariku." Lucy menatap gadis itu dari atas sampai bawah. Penampilan Maria benar-benar luar biasa cantik.


"Haha, kau bisa saja."


Jamnya yang berbunyi membuat Maria kembali teringat akan janji temunya.


"Maaf, aku harus pergi sekarang. Aku harap lain kali kita bisa bertemu lagi dan mengobrol. Siapa tahu, kita bisa akrab. Kalau begitu aku duluan. Sampai jumpa lagi!" Maria berlari meninggalkan Lucy yang kini berdiri dengan setumpuk berkas yang baru dibawanya.


Lucy memandang punggung gadis itu sampai Maria benar-benar hilang dari pandangannya.


"Siapa dia? Kenapa bisa ada di sini? Kalau di lihat dari penampilannya, dia sepertinya bukan agen," gumam Lucy pelan seraya memperhatikan Maria yang kini terus berlalu hingga jauh dari pandangannya.


"Lucy!" teriak Jean kencang hingga membuyarkan seluruh lamunannya.


"Huh?"


"Apa yang kau lakukan? Ayo pergi!"


"Baiklah."


Lucy berlari sekuat tenaga untuk mengejar Jean dan Daniel yang kini sudah begitu jauh darinya.


Hari ini, mereka harus mengirimkan semua berkas yang ada dalam genggaman mereka itu ke ruangan Nico.


Nico akan memeriksa semuanya. Setelah menaruh semua berkas-berkas itu ke ruang kerja Nico, mereka bertiga kembali ke ruang latihan untuk menghadiri kelas selanjutnya.


Selain itu, Bean juga meminta mereka untuk berkumpul.


...***...