A Maze Of Memories

A Maze Of Memories
Maze 25 - Totally Spies!



Paris, Prancis, delapan belas tahun yang lalu.


November 2001


Leon dan Liana melangkah masuk lewat pintu depan. Beruntung Ancel yang merupakan pelayan keluarga La Vergne tidak menyadari kedatangan mereka, karena jika kedatangan mereka disadari pria tua itu, mereka bisa dimarahi dan diberikan khotbah panjang lebar sebelum akhirnya berlanjut dimarahi nenek, kakek, papa, dan mama mereka.


Keduanya berjalan mengendap-endap menuju kamar mereka yang berada di lantai dua, hendak berganti pakaian.


Namun, langkah keduanya terhenti ketika telinga mereka mendengar suara seorang wanita yang berseru ke arah mereka.


"Ya ampun, nona, tuan muda, kalian darimana saja?" ujar Aami.



Suaranya membuat Liana dan Leon seketika mematung ditempatnya berdiri.


Keduanya menoleh ke arah wanita berpakaian maid classical yang kini berdiri di belakang mereka.


Aami, wanita yang mana adalah asisten rumah tangga sekaligus pengasuh Leon dan Liana di rumah ini.


"A… Aami," lirihnya berbarengan.


"Astaga, kenapa kalian basah kuyup seperti ini? Kalian main keluar?" Aami berucap dengan suara lembutnya yang khas.


"Ssttt…, jangan keras-keras. Nanti Ancel bisa dengar." Liana berbisik dengan pelan, berusaha meminta Aami untuk memelankan suaranya agar tidak ada yang mendengar mereka.


"Kalau Ancel dengar dia akan mengadu pada nenek." Leon menambahkan.


"A… ah, maaf." Aami memelankan suaranya.


Dalam kasus ini, Aami adalah orang yang paling pengertian dan baik pada mereka.


"Kami habis bermain dari taman di dekat rumah," jelas Liana.


"Maaf." Liana dan Leon menundukkan kepala.


"Baiklah, aku menerima permintaan maaf kalian. Asal, kalian tidak mengulanginya lagi."


"Iya, kami janji tidak akan pergi tanpa izin lagi," ucap Liana dan Leon serentak.


"Sekarang lebih baik nona dan tuan muda ganti pakaian agar kalian tidak sakit. Aku akan siapkan air hangat untuk merendam kaki kalian. Akan kusiapkan juga cokelat panas dan selimut untuk menghangatkan tubuh kalian," kata Aami.


Ia lantas berjalan menggiring mereka menuju kamar masing-masing yang terletak di lantai dua.


Kamar milik Liana dan Leon terletak bersebelahan satu sama lain. Luas kedua ruangannya sama.


Kamar Liana adalah yang paling dekat dengan tangga menuju lantai dua.


Liana melangkah masuk ke dalam rumahnya. Dominasi warna merah muda adalah hal pertama yang menyambutnya setiap kali masuk ke dalam kamarnya.


Di dinding, serta satu rak khusus penuh dengan gambar serta mainan yang berhubungan dengan totally spies.


Totally spies adalah film kartun produksi Marathon, sebuah rumah produksi yang menciptakan film Martin mystery.


Marathon adalah rumah produksi asal Prancis.


Totally spies sendiri merupakan film kartun yang mengangkat tema mata-mata.


Film tentang mata-mata itu adalah film kartun kesukaan Liana. Sejak tayangan asli yang rilis pada 3 November 2001, ia jadi benar-benar mencintai segala hal yang berhubungan dengan mata-mata.


Bahkan dirinya memiliki impian untuk bisa menjadi seorang agen mata-mata handal yang dapat menyelesaikan setiap misi. Ia ingin menjadi mata-mata seperti Sam, Alex, dan Clover.


Di dalam kamar, Liana segera mengganti pakaiannya dengan pakaian kering berlengan panjang, serta tak lupa mengenakan celana panjang juga.


...***...