A Maze Of Memories

A Maze Of Memories
Maze 119 - Tentang misi



"Aku dengar tim lain sudah mendapatkan misi." Beatrix bergumam, bicara tanpa menoleh pada Lucy atau Elena.


Gadis itu melahap makanannya.


"Benarkah?" tanya Lucy sambil mendongak menatapnya. Beatrix hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Hanya tim kita saja yang belum dapat misi," gumam Elena menambahkan disampingnya.


Lucy beralih memandang Elena. Raut wajahnya tampak murung karena hanya tim mereka yang belum mendapatkan misi.


"Kalian tenang saja. Aku yakin hari ini atau besok kita akan mendapatkan misi secepatnya," tutur Lucy, berusaha menyakinkan kedua rekan anggota timnya.


"Ya, semoga," sahut Beatrix yang kemudian memutar bola matanya malas.


"Oh, come on! Kalian harus tetap semangat walaupun kita belum mendapatkan misi. Aku yakin Sir. Nic atau coach Bean akan datang dan memberikan kita misi."


"Jangan memberikan aku harapan palsu!"


"Aku tidak memberikan harapan palsu pada kalian. Aku hanya berusaha untuk berpikir positif. Lagipula mungkin saja ada alasan mengapa Tim kita belum juga mendapatkan misi."


"Satu-satunya alasan yang aku tahu kenapa kita belum mendapatkan misi sampai saat ini adalah karena dalam tim kita ada orang lemah!" Beatrix mendelik ke arah Elena sambil menekan setiap kalimatnya.


Elena yang mendengar itu langsung menundukkan kepalanya dengan wajah murung. Selera makannya langsung hilang begitu mendapati tatapan seperti itu dari Beatrix.


"Tidak ada anggota tim yang lemah. Semuanya sama saja!" Lucy memberikan pembelaan. Lagipula dia tidak setuju kalau Elena di anggap lemah oleh Beatrix, karena bagaimanapun juga Elena adalah anggota timnya, dan Lucy percaya kalau Elena bukan orang yang lemah.


Beatrix melengos, ia kemudian lebih memilih untuk fokus pada makanannya.



...*...


Hari keempat, dan mereka belum juga mendapatkan panggilan tugas baik dari Bean maupun Nico.


Lalu yang mereka lakukan saat ini justru hanya diam di ruang kerja mereka sambil duduk di kursi kebesaran mereka masing-masing.


Bagaimanapun, Beatrix merasa ini tidak adil karena hanya tim mereka yang belum mendapatkan misi sementara tim lain sudah jauh lebih dulu menjalankan misi.


Lucy menghela napas pelan.


"Kalau begitu, ayo kita pergi keluar dan kita cari tahu mengapa tim kita belum dapat misi." Lucy beranjak dari tempat duduknya.


Elena hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban sebelum akhirnya berlalu mengikuti Lucy dan Beatrix.


Mereka berjalan menyusuri koridor hingga akhirnya tiba di ruang kerja Bean.


Tok! Tok!


Lucy mengetuk pintunya perlahan. Setelah mendengar Bean mempersilahkan mereka masuk, ketiganya segera membuka pintu dan menghampiri lelaki yang tampak sibuk mengerjakan tugasnya.


"Apa yang ingin kalian tanyakan?" tanya Bean setelah mempersilahkan mereka untuk duduk di sofa yang ada.


"Kami ingin protes!" sambar Beatrix tanpa memberikan kesempatan Lucy menjelaskan maksud mereka.


"Beatrix!"


"Apa? Memang itu tujuan kita 'kan? Untuk apa basa-basi?" Beatrix menatap Lucy dengan pandangan angkuhnya.


"Tapi…"


"Protes mengenai apa?" potong Bean yang kemudian bangkit dari kursinya dan menghampiri mereka.


"Sebenarnya, bukan protes coach…" Lucy tak ingin kalah cepat. Bagaimanapun, Lucy ingin menanyakan hal ini dengan cara yang baik dan benar. Tidak asal tanya begitu saja seperti Beatrix.


"Kami kemari untuk bertanya tentang misi," kata Lucy.


...***...