
Tukk!
Lucy menaruh cangkir berisi teh yang baru saja dihidangkan Aami untuknya.
"Ini benar-benar enak, dan rasanya tidak berubah. Masih sama seperti dulu." Lucy tersenyum simpul.
Teh manis yang dibuat Aami masih selalu sama seperti dulu, masih memiliki rasa yang sama, dan aroma yang sama.
"Semenjak kepergian nyonya Brunella dan tuan Charles, aku serta Ancel akhirnya di tugaskan menjaga rumah ini. Aku menikah dengan anak dari Ancel, dan kami sudah di karuniai oleh dua orang anak." Aami tersenyum, ia kembali menyesap tehnya pelan.
"Kau sepertinya memiliki keluarga yang bahagia."
"Ya, kami sangat bahagia. Oh ya, nona sendiri apakah sudah menikah?"
"Tentu saja belum, tapi mungkin secepatnya."
"Sejak kecil, nona sangat cantik. Pasti banyak orang yang menyukai nona, apalagi sifat nona yang baik hati dan juga penyayang. Omong-omong apakah nona sudah memiliki pasangan?"
"Pasangan? Sudah. Namanya Felix."
"Dari namanya, sepertinya dia orang yang tampan. Aku ingin tahu bagaimana wajahnya, kapan nona akan memperkenalkannya padaku? Aku sudah menganggap nona sebagai keluargaku, jadi kalau nona menikah nanti, jangan lupa untuk undang aku," kata Aami sarkas.
"Haha, kau tenang saja. Aku pasti akan mengundangmu dan Ancel, kalian akan menjadi salah satu orang yang mendapat undangan pertama dariku."
"Anda sungguh baik hati. Lalu, bagaimana dengan tuan muda Leon? Apakah anda sering bertemu dengannya?"
"Aku sudah lama tidak bertemu dengannya."
"Benarkah? Aku kira, nona hanya dengan kami saja sudah lama tidak bertemu, ternyata dengan tuan muda Leon juga."
"Ya, begitulah." Lucy kembali meneguk minumannya. "Tapi, membicarakan tentang Leon membuatku teringat akan kenangan kami. Ada banyak sekali hal yang aku dan Leon lewati di rumah ini."
"Haha, anda benar. Aku masih ingat banyak kenangan yang telah anda lewati. Anda dan tuan muda sering sekali menghabiskan waktu bersama, bermain, bahkan sampai di marahi oleh nyonya Brunella." Aami terkekeh mengingat masa-masa kecil Lucy dan adik sepupunya.
"Kau benar. Dan yang paling aku ingat adalah kejadian saat aku dan Leon menghabiskan waktu di taman ketika Noël, ingat? Saat itu kau kebingungan mencariku dan Leon karena kami pergi ke taman diam-diam."
Aami mengerutkan kening, berusaha mengingat kejadian yang di maksud oleh Lucy sebelum akhirnya terkekeh pelan begitu ia ingin akan kejadian yang di maksudnya.
"Haha, aku ingat kejadian itu. Itu adalah ketika nona hendak kembali ke London setelah La Saint-Sylvestre 'kan?"
"Yup, ternyata kau masih ingat."
"Tentu saja, karena aku masih bisa mengingat dengan jelas bagaimana cemasnya tuan muda saat melihat lutut nona terluka karena berusaha melindungi tuan muda dari anak-anak yang mengganggunya. Setelah itu, nyonya Caroline datang dan sangat terkejut melihat nona yang terluka."
"Kau benar." Lucy tersenyum, kejadian itu adalah kejadian yang paling memorable dan sulit untuk ia lupakan.
"Yang paling menggemaskan adalah saat tuan muda merasa bersalah dan meminta maaf pada nyonya Caroline karena sudah membuat anda terluka dan pulang dalam keadaan basah kuyup karena salju. Kalau mengingat kejadian itu, aku jadi merasa gemas sendiri dengan tuan muda. Aku tidak akan bisa melupakan wajah cemasnya."
...***...