A Maze Of Memories

A Maze Of Memories
Maze 105 - Tim pertama



"Okay kalau begitu aku juga tidak akan pergi. Karena ini tempatku!" Grayson mengambil duduk dihadapannya.


"Aku bilang aku tidak ingin duduk denganmu!" Sheilla semakin marah.


"Kau pikir aku juga mau? Duduk dengan gadis galak sepertimu saja aku bahkan tidak Sudi!"


"Kau pikir aku Sudi? Tidak!" balas Sheilla.


"Aish, lihat sikap kalian ini. Benar-benar seperti anak-anak!" Jean kembali berkomentar dengan cukup keras membuat keduanya menoleh serentak.


"Lalu apakah masalah bagimu?!" tukas mereka secara serentak hingga membuat Jean tersentak kaget.



...*...


April 2014


"Baiklah, mari kita lihat." Bean berucap. Ia memandang kertas yang dipegangnya.


Kertas itu berisikan semua daftar siswa kelasnya. Di sana terdapat nama siswa beserta nilai hasil belajarnya, lengkap dengan peringkat dan tim yang telah ditentukan oleh dia dan Nico.


"Seperti tahun-tahun sebelumnya, peringkat teratas di duduki oleh Lucy dengan nilai sempurna. Selamat Lucy, aku bangga padamu." Bean tersenyum ke arah Lucy. "Selamat atas pencapaianmu. Kau benar-benar berhasil mempertahankan kedudukanmu."


Lucy. Gadis itu, selalu berada di bagian paling atas dalam papan peringkat.


Walau bisa di bilang terlihat seperti gadis yang tidak ahli dalam beberapa bidang, tapi ternyata nilainya selalu di atas rata-rata kebanyakan orang.


Teman-teman sekelasnya bertepuk tangan. Memandang ke arah Lucy seraya memberikan selamat padanya.


Lucy hanya bisa tersenyum manis untuk menanggapi mereka.


"Di peringkat kedua di susul oleh Jean, di peringkat ketiga ada Beatrix, peringkat ke empat Daniel, ke lima ada Ethan, ke enam ada…" Bean menggantungkan ucapannya.


"Shilla, Grayson, kalian di peringkat enam," final-nya.


Sheilla dan Grayson terkejut bukan main. Keduanya seperti biasa, kembali bertengkar. Namun, Bean dan yang lainnya tak ingin menghiraukan pertengkaran mereka.


"Di peringkat ke tujuh ada Elena dan Adeline, kalian berempat memiliki nilai yang seri. Maka dari itu berada di peringkat yang sama," jelas Bean melerai pertikaian antara Sheilla dan Grayson.


Bean kembali mengumumkan peringkat masing-masing anak muridnya sampai benar-benar selesai.


Setelah semua peringkat diumumkan, kini tiba saatnya untuk pembagian tim.


Disinilah debut awal mereka menjadi seorang agen mata-mata yang akan terjun langsung ke lapangan di mulai.


"Baiklah sekarang waktunya pembagian tim…"


"…Kalian akan memulai langkah awal menjadi seorang mata-mata dalam bentuk tim yang masing-masing beranggotakan tiga orang…"


"…Dan di sini, aku sudah menuliskan siapa saja yang masuk ke tim mana dan siapa saja anggotanya…"


"…Keputusan ini bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Jadi kalian tidak bisa menolak atau protes!" tutur Bean. Membuat semua anak muridnya berdebar.


Mereka penasaran dengan siapa mereka akan berada dalam satu tim, beberapa diantaranya berharap mereka satu tim dengan orang yang mudah untuk diajak kerja sama, dan beberapa lagi berharap mereka bisa satu tim dengan teman dekat atau sahabat mereka.


"Tim pertama ada Grayson, Adeline, dan…" Bean mengambil jeda sejenak, ia harus mempersiapkan diri sebelum melanjutkan pengumumannya.


Di sisi lain, Sheilla dan Grayson sama-sama berdoa agar mereka tidak satu tim.


Begitu pula dengan Adeline, ia juga sama-sama berdoa. Berharap Sheilla dan Grayson tak satu tim dengannya, karena kalau itu sampai terjadi, itu bencana!


...***...