A Maze Of Memories

A Maze Of Memories
Maze 44 - Grayson



Keduanya bergegas menghampiri Jean dan Daniel sebagai pelaku utama yang memperebutkan Lucy.


"Aku masih belum selesai berbicara dengannya!" Jean masih bersikeras untuk meminta Lucy dikembalikan.


"Tidak. Kau bicara dengan nya nanti saja!" Daniel menolak.


"Tidak mau. Kau selalu memonopoli Lucy agar tidak bisa menghabiskan waktu denganku!" Jean kesal bukan main pada pria itu.


Pasalnya kalau Lucy sudah berada di sisi Daniel, maka pria itu tidak akan melepaskannya dan membiarkan dia menghabiskan waktu dengan Jean.


"Hey! Jangan memperlakukan Lucy-ku seperti itu." Aland merecoki.


Ia berhasil memisahkan Lucy dengan Daniel, kini Lucy berada di belakangnya dan Amanda.


Gadis itu menghampiri Lucy dan memeluknya.


"Senior Lou!"


"Hey! Jangan ikut campur. Minggir!" Kadar rasa sebal Jean bertambah.


"Iya, minggir dan kembalikan Lucy!" Daniel ikut marah padanya.


"Tidak. Aku tidak akan memberikan Lucy-ku pada kalian!" Aland menolak.


"'Lucy-ku' kau bilang, huh?" Daniel dan Jean kini berada di puncak amarah siap untuk menghabisi Aland dengan pertarungan bacot melegenda mereka.


Amanda di sana diam-diam menarik Lucy. Mengamankannya agar bisa di monopoli oleh dirinya sendiri.


"Senior Lou, ayo duduk." Amanda berucap.


Belum sempat mereka melangkah menghampiri sofa, ketiga orang yang semula memperebutkan Lucy menoleh serentak ke arahnya.


"Kau pikir, kau bisa membawa Lucy-ku begitu saja!" ucap mereka bertiga serentak.


Amanda menoleh dengan wajah pucat.


"Kembalikan Lucy!" pekik mereka.


"Senior Lou hanya milikku!" Amanda menarik Lucy menjauh dari ketiganya yang mulai mengejar mereka.


"Kemari kau!" teriak Jean di belakang sana.


Dalam seketika kegaduhan di ruangan itu bertambah dua kali lipat, ruangan itu hampir porak poranda di buatnya.


Ethan, Adeline, dan Sheilla menggelengkan kepala mereka secara bersamaan.


Ketiganya merasa malu dengan tingkah kekanak-kanakkan rekan-rekannya.


Sementara itu, si kecil James, tampak begitu antusias menontoni kebobrokkan tante-tante dan om-omnya, sesekali ia bertepuk tangan dan tertawa seakan-akan ia tengah menonton film kartun Tom And Jerry atau Looney Tunes kesukaannya.


Krieett…


Fokus Sheilla, Ethan, James dan Adeline seketika beralih ke arah pintu masuk.


Di sana mereka melihat Grayson yang baru saja tiba dengan Nico disampingnya.


"Papa!" seru James pada pria berpostur tubuh tinggi, tegap, berbalutkan jas hitam itu.



Grayson dan Nico terdiam, berusaha mencerna apa yang kini terjadi di hadapan mereka.


Grayson menutup kembali pintu itu membuat ke empat orang yang menatap mereka itu mengerutkan kening dengan raut wajah kebingungan.


"Tampaknya kita salah datang ke ruangan," ucap Grayson pada Nico.


Mereka berdua lantas mendongak menatap papan yang tergantung di pojok atas pintu masuk.


'Main room' itu yang tertera di sana. Kalau di artikan, maknanya adalah ruang utama.


"Tapi ini ruangan yang benar," gumamnya seraya melirik ke arah sir. Nico disampingnya.


Grayson kembali membuka pintu kaca ruangan itu membuat ke empat orang yang tengah duduk tadi kembali menoleh ke arah mereka.


"Papa!" panggil James kedua kalinya sambil tersenyum melihat papanya tiba di sana.


Raut wajah Nico, berubah dalam sekejap saat melihat ruangan utama telah porak poranda.


...***...