
Kamarnya kosong. Apakah dia tidak pulang semalaman? ucap Aland dalam hati sambil menatap ke sekeliling kamar.
"Mereka pasti menghabiskan malam bersama," gumamnya pelan dengan wajah kurang bersemangat. Aland berbalik, menutup pintu kamar Lucy dan melenggang menuju ruang makan untuk sarapan.
...*...
Lucy membuka kedua matanya perlahan saat ia merasa dunia sudah terang.
Hal yang dilihatnya pertama kali adalah langit-langit kamar hotel yang semalam ia datangi untuk bertemu dengan Felix.
Lucy menggeliat. Tubuhnya terasa sakit akibat pergelutannya dengan Felix semalam.
Malam yang panjang, namun begitu memuaskan.
Lucy meraba samping ranjang tempatnya terbaring. Ia menoleh begitu menyadari lelaki yang menjadi kekasihnya itu raib dari tempatnya.
"Dia sudah berangkat?" Lucy memonolog.
"Aku pasti tidur terlalu lelap sampai-sampai aku tidak tahu kapan Felix bangun," gumamnya.
Lucy beralih pandang ke arah meja nakes yang letaknya tepat ada di sebelah ranjang tempat pembaringannya. Ia meraih ponsel miliknya guna mengecek pukul berapa sekarang.
Pukul delapan. Tepat seperti keinginannya. Keberadaannya di Paris hari ini, hanya tersisa beberapa jam lagi. Karena dalam beberapa jam ke depan, tepatnya siang nanti, ia akan berangkat kembali ke London bersama Aland dan Amanda.
Lucy menaruh kembali ponselnya, melangkah turun dari ranjang, lantas pergi menuju kamar mandinya.
Usai mandi, ia melangkah masih mengenakan kimono mandinya. Berjalan menghampiri meja nakes dimana telpon hotel terdengar berbunyi.
Tak lama, suara ketukan pintu terdengar. Lucy menaruh gagang telpon, berjalan menuju pintu keluar dan membukanya perlahan.
Beberapa staf hotel berdiri di sana. Lucy mempersilahkannya masuk. Mereka membawa beberapa stelan pakaian yang tergantung rapi di benda yang mereka bawa. Ia mendorongnya masuk ke dalam kamar Lucy dan menaruhnya di pojok kamar supaya Lucy bisa memilih untuk memakai salah satunya.
"Tuan Felix meminta kami untuk membawakan beberapa stelan pakaian untuk nona. Anda bisa memilihnya sendiri," ujar wanita yang bersama dengannya dalam bahasa Inggris yang fasih.
"Merci," tutur Lucy sambil tersenyum padanya. Ia lalu menatap ke arah beberapa pakaian yang di bawa wanita itu dan mulai memilih salah satu yang hendak ia kenakan.
("Terima kasih" dalam bahasa Prancis)
Setelah menemukan pakaian yang cocok, ia segera membawa pakaian itu untuk di pakainya.
Lucy mengenakan sebuah dress pendek di atas lutut berwarna putih dengan bagian lengan yang sedikit mengembang.
Selesai berpakaian, ia segera di arahkan menuju ruang tengah kamar hotelnya. Staf hotel telah menyiapkan meja lengkap dengan hidangan yang tersaji dihadapannya.
Beberapa staf hotel lain sekarang sibuk membereskan kamar, sementara dirinya menikmati setiap hidangan yang ada.
Lucy meneguk minumannya, lalu mengelap bibir begitu selesai menikmati hidangan yang di siapkan Felix lewat staf hotelnya.
Staf hotel yang sejak tadi menemaninya lalu beranjak pergi meninggalkan kamarnya.
Sepeninggalan mereka, Lucy segera bersiap sebelum pergi untuk melakukan hal terakhir yang hendak ia lakukan di Paris sebelum kembali ke London siang ini.
Lucy memasukkan kostum dan mantelnya ke dalam sebuah paper bag yang ada di sana dan menaruhnya di atas nakes.
...***...