
"Kami kemari untuk menanyakan mengenai misi, coach," tutur Lucy.
"Kenapa tim lain sudah jauh lebih dulu mendapatkan misi sementara tim kami belum?" tanya Beatrix yang lagi-lagi menyambar begitu saja.
"Oh, jadi kalian kemari untuk menanyakan hal itu?" Bean menanggapi.
"Ya, coach…" balas Lucy.
Bean beranjak dari tempatnya dan mengambil sebuah berkas yang entah berisi apa.
Bean membuka berkas itu dan membaca isinya.
"Ada apa, coach?" tanya Lucy yang menunggu kalimat selanjutnya dari Bean.
"Soal misi untuk tim kalian masih kami pertimbangkan," jelasnya sambil menutup berkas ditangannya yang tidak lain adalah berkas berisi misi yang seharusnya diberikan pada setiap tim.
"Maksudnya?" Beatrix tak mengerti dengan ucapan pria itu.
"Maksudnya begini. Aku dan Nic sedang menimbang-nimbang misi mana yang cocok untuk tim kalian. Pasalnya misi yang saat ini sedang berusaha kami tangani adalah misi yang cukup berat dan sulit untuk langsung ditugaskan pada kalian yang masih pemula." Bean menaruh berkas itu ke atas meja di hadapan mereka.
"Lalu bagaimana dengan tim lain? Kenapa mereka sudah mendapatkan misi lebih dulu?"
"Soal itu, karena aku dan Nic sudah menemukan misi yang cocok untuk tim mereka. Apalagi karena tim mereka itu pemula, maka tugas yang diberikan pada mereka juga adalah tugas yang cocok untuk seorang pemula."
"Kalau begitu berikan kami misi juga!" tukas Beatrix yang benar-benar tampak sudah tidak sabar.
"Huft~" Bean menghela napas pelan.
"Mengenai hal itu, aku tidak tahu harus bagaimana. Tapi yang pasti misi yang saat ini sedang aku pertimbangkan ,resikonya terlalu berbahaya jika langsung diberikan pada kalian," imbuhnya.
"Jujur saja aku bingung harus menjawab apa, di tambah lagi Nic belum memberikan izin untuk…"
"Kami mohon, coach! Berikan saja tugas itu pada kami. Kami berjanji akan berhati-hati dan kami akan pastikan, kami selesaikan misi ini dengan baik. Apalagi, misi pertama sangat berarti bagi kami," ucap Lucy yang pada akhirnya membantu Beatrix membujuk Bean.
Lucy sendiri sebenarnya sama tidak sabarnya dengan Beatrix. Ia juga ingin segera menjalankan misi seperti tim yang lain.
Jujur, Lucy sedikit minder pada Jean dan Daniel yang sudah lebih dulu menjalankan misi dibandingkan dirinya.
Untuk kali ini Lucy ingin agar timnya juga dapat bekerja seperti tim lain yang sudah mendapatkan misi.
Bean tampak terdiam di sana, ia tampak menimbang-nimbang untuk mempercayakan misi itu pada mereka atau tidak.
"Coach, Lucy benar. Misi pertama sangat berarti bagi aku, Lucy dan Beatrix…" ucap Elena menambahkan.
Suara Elena, membuat Beatrix dan Lucy tertegun. Entah kenapa, tapi untuk pertama kalinya, kali ini mereka merasa benar-benar berada dalam satu tim yang sama dengan satu tujuan pula.
Elena tidak ingin tinggal diam, tentu saja. Ia juga ingin berusaha membantu timnya agar dapat misi.
"Huft~" Bean menghela napas pasrah.
"Baiklah akan aku berikan berkas berisi informasinya pada kalian," final-nya.
Bean tidak ada pilihan lain. Apalagi kalau tiga anak muridnya memohon seperti ini.
Lucy, Beatrix dan Elena tersenyum simpul mendengar penuturannya. Mereka senang karena akhirnya usaha mereka membujuk Bean tidak berakhir sia-sia.
"Terima kasih, coach!" katanya.
...***...