A Maze Of Memories

A Maze Of Memories
Maze 101 - Kekalahan



Cepat pikirkan ide agar aku bisa mengambil kembali tongkat itu! Lucy berusaha memikirkan ide agar ia bisa mengambil kembali tongkat yang semula terlempar jauh akibat Beatrix yang menyerangnya dengan gerakan cepat, dan membuat Lucy cukup kewalahan.


Beatrix terus menyerangnya tanpa memberinya ruang untuk berpikir.


Tidak ada pilihan lain. Aku harus membuat diriku mengenai serangan Beatrix, agar dengan begitu aku bisa menyerang titik lemahnya! batinnya.


Beatrix mengangkat tinggi tongkat dalam genggaman tangannya. Di sisi lain, fokus mata Lucy tertuju ke arah tongkat yang berada jauh di belakang Beatrix.


Untuk dapat meraih tongkat yang tergeletak di sana, maka Lucy harus membuatnya terkena satu serangan Beatrix.


Setelah itu, dia bisa menyerang titik lemahnya lalu mengambil kembali tongkat itu.


"Sekarang kau tidak akan bisa lolos lagi!" Beatrix mengayunkan tongkat di tangannya ke arah Lucy.


"Lucy awas!" Daniel dan Jean memekik bersamaan berusaha memperingati Lucy.


Lucy menoleh ke arah mereka, namun kemudian…



Bugh!


Tongkat itu mengenai tepat ke arah pundaknya. Lucy tersungkur jatuh ke lantai, ia meringis kesakitan ketika tubuhnya membentur lantai dengan sangat keras.


"Arghh!" Tangannya memegangi bagian tubuhnya yang terasa sakit.


"Lucy!" Daniel beranjak bangkit bersamaan dengan Jean, keduanya hendak menghampiri Lucy yang kini tersungkur di lantai.


Beatrix kembali mengayunkan tongkatnya. Hendak memukul Lucy lagi.


"Sekarang kalahlah kau!" Beatrix bergumam pelan. Di sisi lain Lucy menyeringai, semua ini berjalan sesuai rencana yang telah dibuatnya.


Begitu Beatrix mengayunkan tongkatnya ke arahnya, Lucy tak tinggal diam. Kakinya bergegas bergerak menendang keras tongkat yang digenggam Beatrix hingga tongkat itu terlempar dari tangannya.


Jean dan Daniel di buat tertegun dengan apa yang mereka lihat. Keduanya spontan menghentikan langkah mereka dan diam terpaku di tempatnya. Fokus mereka masih menatap Lucy di sana.


Dari posisinya saat ini, Lucy dapat dengan mudah melumpuhkan Beatrix.


Ia bergerak memutar, dengan sekali tendangan keras ke arah lututnya, Beatrix langsung jatuh dari posisinya.


Itu adalah titik lemah Beatrix. Lucu dapat melihatnya, karena Beatrix seringkali terlihat kesulitan untuk menjaga kuda-kuda dan lututnya dalam keadaan kokoh.


Lucy berguling ke depan, tepat ke arah tongkat yang dilihatnya. Dengan cepat, dia segera bangun dan kini di tongkat yang tadi tergeletak di lantai, sudah kembali ke tangannya.


Beatrix bergerak cepat. Meraih tongkat di sana, kemudian bangkit lalu menyerang Lucy.


Refleksnya cepat, beruntung Lucy dapat menangkis serangan gadis itu dengan tongkatnya. Tongkat mereka kembali beradu, mengikuti gerakan dan serangan Beatrix yang tertuju pada Lucy.


Takk!


Sekali lagi Lucy dapat menangkis serangannya walau bagian atas lengan kirinya terasa sakit, setidaknya dia masih bisa bergerak.


Lucy menahan serangan gadis itu, ia kemudian melakukan cara yang sama yang dilakukan Beatrix padanya.


Lucy menggunakan bagian ujung tongkatnya yang lain, untuk melayangkan tongkat yang di pegang Beatrix.


Tongkat itu melayang dan lepas dari genggaman Beatrix. Selanjutnya Lucy menyerang Beatrix dengan kemampuannya.


Brukk!


Beatrix terhuyung jatuh ke lantai. Lucy memukulnya cukup keras, sampai-sampai Beatrix melambung dari tempatnya dan jatuh tak jauh dari tongkatnya tadi.


Beatrix kalah. Semua orang seketika bertepuk tangan sambil menyorakkan nama Lucy.


Lucy terdiam sambil berusaha mengatur napasnya yang terengah-engah akibat pertarungannya.


Ia berjalan perlahan menghampirinya.


...***...