
Mereka cemas, Lucy belum juga terlihat akan melawan setiap serangan Beatrix padanya.
Takk!
Sekali lagi tongkat mereka saling beradu. Lucy menahan serangan Beatrix yang hampir mengenai kepalanya.
Lucy mendongak dan menatap ke arah Beatrix. Keduanya saling pandang satu sama lain.
Beatrix mulai merasa kalau ia akan semakin mudah untuk menang. Sementara itu, Lucy masih menatapnya tajam.
Kalahlah kau! Beatrix membatin. Ia mengeluarkan smirk-nya.
Jika kau menganggap aku akan kalah sekarang, kau keliru. Karena ini baru saja di mulai! pikir Lucy yang kemudian balas menyeringai dengan tatapan penuh arti.
Takk!
Lucy mendorong tongkat yang di pegang Beatrix, sampai membuat tongkat itu dalam seketika terhempas ke arah lain.
Beatrix cukup di buat tercengang dengan pergerakan Lucy yang cepat.
Begitu pula dengan orang-orang yang menonton mereka. Semuanya di buat takjub dengan Lucy yang mulai melakukan serangan.
Tampaknya pertarungan ini akan mulai menarik bagi mereka semua.
Di sisi lain, Jean dan Daniel mulai merasa sedikit lega.
Mereka merekahkan senyum, dan kedua mata mereka menatap Lucy lekat.
Keduanya mulai mengerti dengan rencana yang telah di susun oleh Lucy dalam benaknya. Tampaknya sekarang, gadis itu mulai melakukan serangan dan menjalankan rencananya.
Lucy mulai bergerak, masih dengan gerakan yang mengalun.
Ia masih menyeimbangkan dulu permainannya dengan serangan Beatrix di sana.
Sementara itu, Beatrix terus menyerangnya dengan sekuat tenaga. Tenaganya bahkan sampai hampir habis karena terlalu bersemangat dalam melayani Lucy yang kini mulai ikut menyerang.
Takk!
Beatrix memukul Lucy ke arah samping kanan, lalu kiri dengan gerakan yang cukup cepat.
Ia kemudian mengangkat tongkat di tangannya, memukul ke arah kepala Lucy. Namun berhasil di tangkis lagi olehnya.
Gadis itu kembali menggerakkan tongkatnya. Dengan ujung lain tongkatnya, Beatrix berhasil membuat tongkat itu melayang di udara, kemudian jatuh ke arah yang cukup jauh dari tempat Lucy berdiri.
"Kena kau!" Beatrix bergumam, ia tampak senang ketika dia berhasil membuat Lucy terkejut dengan serangannya.
Lucy menatapnya dengan raut wajah terkejut. Sejurus kemudian, ia kembali menatap tajam gadis itu.
Lucy mulai was-was dan mulai bersiap untuk setiap serangan apapun yang akan dilayangkan Beatrix padanya.
Di sisi lain, para penonton. Tidak terkecuali Jean dan Daniel di buat amat terkejut dengan serangan Beatrix barusan.
Mereka tak menyangka bahwa Beatrix berhasil membuat Lucy was-was seperti saat ini.
Jean dan Daniel mulai cemas. Apalagi sekarang Lucy tak memegang tongkat yang menjadi senjatanya.
Beatrix kembali menyerang, kali ini bahkan lebih cepat dibandingkan sebelumnya.
Lucy berusaha untuk menghindar. Ia tidak ingin menangkisnya dengan tangan kosong, karena kalau ia menangkisnya dengan tangan kosong, gadis itu akan semakin gencar menghajarnya.
Bahkan mungkin, Beatrix akan tampak bernafsu untuk menghabisi Lucy dengan pukulan tongkat yang di genggam kedua tangannya.
Lucy mulai terengah-engah. Ia mulai kewalahan karena terus menghindari serangan Beatrix.
Sementara itu, Beatrix tampak senang bermain seperti ini dengan Lucy.
Sial! Aku harus mengganti strategi, batin Lucy.
Beatrix kembali mengangkat tangannya, siap untuk kembali menyerang Lucy. Namun Lucy dengan cekatan menghindari setiap serangannya.
Cepat pikirkan ide agar aku Lucy!
...***...