
Daniel adalah orang yang ramah dan baik hati. Saat di akademi pelatihan dulu, ia sangat populer karena prestasi dan tentunya wajahnya yang rupawan serta tubuhnya yang sempurna.
Selain tinggi, putih, memiliki mata yang indah, dan senyuman yang bisa membuat serangan jantung tiba-tiba, Daniel juga memiliki kemampuan beladiri yang sangat hebat, sehingga tidak jarang, ia di minta untuk membantu coaches untuk mengajarkan beladiri di akademi pelatihan.
Daniel sejak awal menaruh hati terhadap Lucy. Ia sempat menyatakan perasaannya. Tapi Lucy menolak, karena ia hanya menganggapnya sebagai sahabat.
Biarpun begitu, setelah kejadian itu mereka masih berhubungan baik sebagai sahabat dekat hingga saat ini.
Namun, walau sudah bertahun-tahun berlalu, perasaan Daniel masih tak berubah terhadapnya. Daniel masih berharap Lucy bisa menyukainya dan dia rela menunggu Lucy. Ya, walau dia tahu penantiannya itu sia-sia karena sekarang Lucy sudah memiliki Felix.
"Daniel, aku belum selesai bicara dengan Lucy!" teriak Jean penuh kesal.
Jean terus berlari berusaha mengejar Daniel yang sudah berjalan jauh bersama Lucy.
"Daniel!" Jean naik pitam.
Ethan yang baru saja masuk lewat pintu depan itu, hanya bisa menggelengkan kepala saat melihat tingkah kedua rekannya yang seperti anak kecil.
Memperebutkan Lucy layaknya permen terenak dan hanya ada satu di dunia.
Ethan melangkah mengikuti mereka dari arah belakang dengan santai.
Ethan merupakan salah satu anggota di tim Jean dan Daniel.
Tugasnya sama seperti Amanda di tim Lucy dan Aland. Ia sangat ahli dalam IT dan dunia hacking.
Hanya saja bedanya kalau Amanda payah dalam berkendara dan beladiri sedangkan Ethan cukup ahli dalam beladiri dan berkendara.
Ethan memiliki kulit putih dengan tubuh tinggi yang hanya berbeda beberapa centimeter dari Daniel, orangnya kalem dan terkesan tenang dalam berbagai situasi, berbeda dengan Aland atau Daniel.
Di ruang utama, sudah ada Sheilla dan Adeline.
Sheilla seperti biasanya selalu membawa putra semata wayangnya, James yang kini masih sangat kecil. Sementara suaminya, Grayson pergi untuk mencari Nico dan Bean yang telah memintanya untuk datang ke ruang utama dan berkumpul di sana.
Brakk!
Pintu masuk terbuka dan menampakkan Lucy yang tiba dengan Daniel. Lalu di belakang mereka, ada Jean yang berusaha mengejarnya.
"Daniel, aku masih belum selesai bicara dengan Lucy!" teriak Jean yang semakin tidak bisa santai.
"Nanti saja kau bicara dengannya. Sekarang adalah giliranku bicara dengannya," sahut Daniel yang terus membawanya.
Orang-orang di dalam sana di buat terkejut ketika mendapati Lucy, Daniel, dan Jean yang kini mulai berlarian mengelilingi ruangan itu bagaikan anak-anak yang tengah bermain kucing-kucingan.
"Mama, om Daniel, tante Lucy, dan tante Jean sedang main kucing-kucingan, ya? Bolehkah aku ikut bermain?" James, anak berusia enam tahun itu bertanya dengan polos pada Sheilla—ibunya.
"Tidak, sayang. Mama takut kamu jatuh. Lebih baik kau diam dan menonton saja," tutur Sheilla.
"Ahh…" James menampakkan wajah murung.
Ethan tiba. Kedatangannya langsung menyita perhatian Sheilla, dan Adeline.
Ethan melirik sekilas ke arah Jean dan Daniel yang kini berlarian di dalam ruangan.
"Ck, ck, ck!" Ethan menggelengkan kepalanya pelan menanggapi tingkah kedua rekannya.
Ia lantas berlalu menghampiri Sheilla dan Adeline. Mengambil duduk di sofa kosong yang ditempati oleh Adeline.
...***...