Zaara

Zaara
bab 89. Cinta Dan Dendam



Namun siapa sangka disaat gejolak hatinya perlahan lahan berubah tanpa tahu dari mana berasalnya! tanpa sadar Daniel telah membuat dirinya dalam masalah besar tanpa disadari!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesampainya Di Rumah!!


Zaara dengan terburu buru memasuki rumah dan mengedarkan pandangannya keseluruhan rumah untuk melihat apakah Sagara telah pulang.


Tidak ada!.. Apakah belum pulang!?


Zaara pun menaiki anak tangga dan segera masuk kedalam kamarnya. namun ternyata disaat Zaara masuk kedalam kamar.


Sagara!


Sagara ada didalam kamar dan disaat Zaara membuka pintu Sagara menatap Zaara.


"Tuan muda!?"


Zaara agak terkejut dengan kedatangan Sagara, dari raut wajah Sagara, Zaara tidak mengerti tatapan itu karena disaat ini Sagara hanya menampilkan wajah yang datar tanpa senyum tapi juga tidak tersirat amarah.


Tap!..tap..!?


"Tuan muda sudah pulang, tadi saya sudah mengirimkan pesan kepada anda"kata Zaara sambil tersenyum kearah Sagara.


Zaara ingin mengatakan semuanya, ia ingin memberikan kabar gembira ini sekarang juga, namun disaat ini apakah waktu yang tepat?.


Disaat itu Sagara tetap menatapnya dengan sorot mata yang sulit diartikan.Diamnya Sagara itu tidak bisa dimengerti oleh Zaara!


Zaara jadi mengurungkan niatnya!


"Tuan muda!?" sorot mata itu membuat Zaara bertanya tanya.


Kemudian Sagara sedikit menampilkan wajah tersenyum kecut, menatapnya dalam dan berjalan mendekati Zaara...dan mencium Zaara.


Zaara terperangah!


deg!!


deg!!


Disaat itu juga rasanya jantung Zaara serasa berhenti berdetak, terlebih lagi disaat bibir lembut Sagara mulai ******* bibir Zaara dengan intens.


Desiran hangat terasa di setiap sentuhan sagara, dalam...lebih dalam dan lembut. sentuhan demi sentuhan membuat Zaara terbuai dengan kelembutan yang tercipta.


Zaara menutup matanya!


Entah mengapa didalam lubuk hatinya, andai waktu bisa terhenti, perasaan rindu, marah namun cinta membuat Sagara tidak bisa menahan gejolak dalam dirinya untuk tidak memeluk tubuh wanita yang sangat dicintainya ini.


Set! Sagara menghentikan ciumannya!


"Tu..tuan!" dengan napas yang masih tersengal-sengal Zaara mencoba menatap wajah Sagara, Namun belum sempat Zaara melanjutkan perkataannya, Sagara lebih dulu melangkah pergi!


Sepeninggalan Sagara, rasa terkejutnya Zaara masih belum sepenuhnya hilang!..Apa Arti dari ciuman itu!


Zaara tahu, sangat tahu, ia bisa merasakan dari sentuhan Sagara. pria itu juga merindukannya!


Namun mengapa Sagara tetap sama, menutupi seolah-olah dirinya tidak rindu, belum bisakah Sagara memaafkan!?


Sementara Itu di sisi Sagara...


Sama halnya dengan Zaara yang masih terpaku dengan ciuman itu, Sagara lebih tidak bisa menahan dirinya.


Tiba tiba perasaan rindu, cinta menyeruak masuk kembali dalam hatinya,namun karena ego lagi lagi membuatnya harus menahannya lagi,


"Sial!!" runtuk Sagara didalam ruangan kerjanya, disaat ia melihat Zaara saat itu, ada sesuatu dalam dirinya yang bergejolak hebat, sesuatu yang tidak bisa ditahan dan dibendung olehnya.


Ckk...sial apa yang telah ia lakukan!?


Sagara menarik kursi!, mencoba menenangkan dirinya dan menutup matanya, namun disaat ia menutup mata pun yang terlintas malah adegan ciumannya dengan Zaara.


Napas yang saling memburu, sentuhan bibir yang intens...ckk!!..Sial!,Sepertinya ia harus menahan hasratnya dan melupakan apa yang telah ia lakukan.


...********...


Malam Harinya...


Saat ini Daniel cengar-cengir sendiri sambil menatap langit-langit kamarnya. Daniel masing mengingat bagaimana kemarahan Zaara padanya.


Manis sekali!


Kelucuan dan kepolosan Zaara membuat Daniel merasa jika Zaara terlihat sangat menggemaskan.


Sekarang perasaannya lebih baik dan entah mengapa ketika berjumpa dengan gadis polos itu membuatnya sedikit terobati.


Terserahlah mungkin ia sudah gila!?


"heh!"


Yang pasti disaat ia merasakan perasaan gelisah yang tak terlukiskan seketika sirna dan menggantinya dengan perasaan bahagia, entah dari mana perasaan itu berawal.


Daniel lagi lagi tersenyum ketika ia ingat wajah Zaara yang cantik dan lembut, seakan-akan gadis itu sangat rapuh!


"Bagaimana Zaara bisa menikah dengan pria kejam seperti Sagara? atau Zaara tidak tahu sama sekali seperti apa Sagara yang sebenarnya"


Ada apa? apakah sekarang ia terlihat sangat lemah?, heh! kenapa disaat ia bertemu gadis itu dan tahu jika Zaara baik baik saja membuatnya tanpa sadar bersyukur dan tenang seakan akan Daniel sendiri tidak rela jika terjadi sesuatu kepada Zaara.


"Ckk!!...aku pasti sudah gila" runtuk Daniel menampilkan senyum kecut.


Sepertinya dia sudah tak waras lagi!!


Sementara itu di tempat lain...!!


Hahahaha..!!


Tawa menggelegar terdengar dari sebuah ruangan dan ternyata orang itu tak lain adalah Damian!


Saat ini ada dua pesuruhnya tiba tiba datang dan membawa berita yang membuatnya tergelak tak percaya plus membuatnya marah.


"Ternyata dia telah bermain main dibelakangku!!" ucapnya dengan raut yang masih tertawa sinis.


informasi yang membuatnya bertanya sekali lagi, apakah benar jika yang didengarnya itu benar adanya?.


"benar tuan!, dengan mata kepala saya sendiri saya menyaksikan jika tuan Daniel menemui istri Sagara dan ini buktinya!" sahutnya sambil menyodorkan foto yang berhasil ia potret.


Dan benar saja!, saat ini tepat dihadapan Damian terpampang jelas foto Daniel yang sedang tertawa lebar kearah Zaara dan hal itu cukup jelas membuktikan jika ada sesuatu diantara Daniel dan Zaara.


Atau hanya Daniel!!.


Damian tidak bodoh untuk menyadari hal kecil seperti ini, sebenarnya Damian telah sengaja memerintahkan, mata mata untuk mengawasi pekerjaan yang dilakukan oleh Daniel namun apa yang didapatkan!?.


Daniel telah jatuh hati!!.


Sekarang apa yang dipikirkan olehnya?, lalu dengan wajah yang lebih serius Damian merasa jika ia telah dikhianati dan ia tidak butuh penjelasan yang lebih untuk membuktikan apakah sekarang hal ini memang benar atau tidak.


Dan jawabannya adalah benar!


kemarin ketika dia memerintahkan Daniel untuk melakukan penyerangan terhadap Sagara dan disaat ia mengucapkan nama Zaara seketika mimik wajah Daniel berubah dan ia menangkap ekspresi itu dari wajah Daniel.


"ckk...ck..ck...ck!!... sepertinya istri Sagara ini sangat menarik!"kata Damian dengan raut wajah yang licik.


marah, kesal atau apapun itu yang jelas mimik itu yang terlihat dari wajah Daniel dan ia tahu jika Daniel sendiri tidak menyadari perasaan yang tersirat itu.


"heh!!...sangat menarik...aku ingin lihat apa yang akan dilakukan olehnya setelah ini!"


"Namun tuan jika tuan Daniel memang terbukti menyukai istri Sagara apakah tuan Daniel tetap setia kepada anda!?" tanya bawahannya, dengan ekspresi tidak memahami cara berpikir Damian.


"Aku tahu apa yang sedang aku mainkan dengan benar! dan aku tahu apa yang harus aku lakukan setelah ini" sahut Damian dengan rahang yang terkantup keras.


"Daniel tidak bisa mundur saat ini apapun keadaannya!"


Dengan seringai diwajahnya Damian tahu persis bagaimana sifat Daniel. Daniel adalah bawahan yang beberapa tahun lalu dengan suka rela menemuinya dan dengan raut yang tegas Daniel meminta bergabung dengan sindikat mafia dibawah pimpinannya.


Damian ingat dengan jelas bagaimana raut dendam yang tersirat dari wajah Daniel saat itu namun ia tahu dendam itu bukan dendam yang bisa terlupakan begitu saja.


Dendam yang besar!


Dendam yang sama besarnya dengan Damian dan ingin menghancurkan kehidupan Sagara sampai laki laki itu tahu bagaimana rasanya hancur!!.


bersambung...