
......................
tap...
tap..
tap...!!
Mereka menuju ruang tamu,,,
terlihat keluarga itu sangat bahagia, Zaara pun menjadi terharu ia tidak menyangka jika keluarga itu sangat menerimanya dirumah itu.
dengan kedatangan Veera pun semakin membuatnya bahagia, wanita itu adalah orang yang sangat ramah walaupun ia bukan orang biasa tetapi ia tidak pernah memandang rendah orang lain.
mereka semua duduk di ruangan itu, berbincang bincang,,
"jadi Zaara sayang kau akan disini selamanyakan, nggak ninggalin mommy lagi"
"kau tahu jika kau pergi mommy sangat sedih" ucap Veera, wanita itu memang sudah menganggap Zaara sebagai anaknya.
"iya mommy tenang saja Zaara tidak akan meninggalkan mommy sendiri" jawab Zaara tersenyum.
"mah, tenang saja, Zaara tidak akan pergi kemana mana lagi, dari sekarang dan seterusnya ia akan ada dirumah ini dan menjadi bagian keluarga kita" ucap Tristan pada istrinya, Zaara hanya tersenyum mendengar perkataan itu.
"tentu mom, sebentar lagi Sagara akan menjadikan ia sebagai istriku" ucap Sagara dengan entengnya.
Blusss..!!
wajah Zaara merona merah, ia benar benar malu bagaimana Sagara bisa mengucapkan hal itu.
Veera menjadi tersenyum bahagia, tentu saja ia sangat bahagia karena akhirnya Putranya yang sedingin Es itu bisa menikah dengan gadis yang dicintainya.
"sudah sudah jangan membuat Zaara malu" ucap Veera lagi sambil mengusap punggung Zaara yang ada disebelahnya.
"lebih baik kita makan bersama, bukankah makanan sudah siap?" tanyanya.
"ya tentu mom, Zaara sudah menyiapkan makanan ini sedari tadi" ucap Sagara
"benarkah! sangat bagus pasti makanan Zaara sangat lezat" Veera menjadi antusias, mereka pun segera keruang makan.
tap...!!
tap...!!
mereka berjalan menuju ruang makan, Zaara pun telah menyiapkan makanan itu dengan penuh perhatian keluarga itu sekarang sangat berarti bagi Zaara.
sesampainya dimeja makan,,,
"Zaara duduklah tidak perlu repot menyiapkan makanan, para pelayan bisa melakukan itu" pinta Veera kepada Zaara yang terlihat akan mengambil piring.
Zaara pun menurut ia duduk disamping Sagara, lalu mereka melanjutkan makan sambil bercanda ringan.
"Zaara memang sangat handal dalam memasak, sangat lezat" puji Tristan,meraka semua tersenyum bahagia.
setelah mereka selesai makan Veera dan Tristan kembali kekamar untuk membersihkan diri terlebih dahulu, begitu juga Sagara.
"baiklah Sagara, Zaara mommy akan kekamar dulu, dan kalian juga beristirahatlah"
"baiklah mom" jawab Sagara,lalu mereka pun kembali kekamar masing masing,,
Sagara pergi ke kamarnya sendiri lalu ia berpikir jika hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan baginya dan ia pasti akan menikahi Zaara dengan cepat, pikir Sagara sambil tersenyum memikirkan semua itu, Sagara tidak sabar lagi untuk menghalalkan Zaara.
"Zaara aku akan menikahi mu" Sagara berpikir dalam hati bagaimana caranya untuk melamar Zaara.
Tut..!!
Tut..!!
Tut...!!
Sagara mencoba menghubungi Andreas, Sagara mencoba bertanya kepada Andreas.
"halo tuan muda?" jawab Andreas diseberang sana
"Ada apa tuan muda!?, Apakah ada sesuatu?"
"bagaimana caranya melamar seorang gadis" tanya Sagara dengan nada datar.
Sagara mencoba tetap tenang seolah- olah tidak ingin terlihat bahwa sekarang hatinya sedang berbunga-bunga.
Andreas terkejut, bagaimana ia bisa tahu hal tersebut memangnya ia berpengalaman akan hal itu,terkadang tuan mudanya itu menanyakan hal yang tidak diketahui oleh Andreas.
"maaf tuan sebelumnya, tapi saya tidak berpengalaman akan hal itu, saya tidak tahu caranya melamar seorang gadis" jawab Andreas sopan dan bingung.
Sagara menjadi bingung jika Andreas tidak bisa membantu kali ini, Sagara pun mematikan teleponnya itu.
jika Andreas tidak bisa, lalu kepada siapa ia harus bertanya kalau ia harus bertanya dengan mommy, maka itu tidak akan menjadi kejutan lagi bagi keluarganya.
"Akh....!!benar benar bingung, bagaimana sekarang" Sagara benar benar pusing sekarang.
"Akh... sudahlah nanti aku pikirkan kembali" ucapnya ia pun merebahkan diri di tempat tidurnya.
disisi lain...
kening Andreas mengerut, benarkah Sagara ingin menikahi Zaara, kabar yang sangat menggembirakan dan mengejutkan, pikir Andreas.
***
keesokan paginya keluarga itu sudah berkumpul kembali...
setelah selesai sarapan keluarga itu melanjutkan aktivitas mereka.
"ada apa Sagara, kenapa wajahmu seperti memikirkan sesuatu?" sapa Veera kepada putranya yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.
Veera masih berada didapur dan memperhatikan Sagara yang masih termenung di meja makan.
"tidak apa apa mom" jawab Sagara singkat, namun wajahnya menunjukkan hal yang berbeda.
"benarkah, lalu kenapa wajahmu seperti itu?" Veera tahu jika putranya itu menyembunyikan sesuatu.
"tidak ada mom" jawab Sagara lagi sambil tidak ingin memberitahukan kepada Veera.
Veera tidak melanjutkan pertanyaannya,Veera berlalu pergi meninggalkan Sagara, namun sebelum itu ia mengatakan bahwa...
"baiklah, tetapi jika ada sesuatu jangan ragu untuk mengatakannya kepada mommy, Sagara" ucap Veera kepada putranya itu.
"terimakasih mom" jawab Sagara singkat.
Sagara pun pergi kekamar, sekarang ia harus bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.
tap..
tap..
tap..
Sagara tidak berpikir untuk menemui Zaara hari ini, Sagara akan segera pergi.
Sagara menjadi kalut sendiri, ia harus mencari cara terlebih dahulu untuk melamar Zaara.
siang harinya...
Zaara kembali duduk ditaman belakang, disana sangat nyaman untuk menenangkan diri.
angin sepoi-sepoi menerpa kerudung Zaara, angin itu sejuk dan nyaman dengan tumbuhan-tumbuhan disekitarnya.
"sangat sejuk!" pikir Zaara sambil menutup matanya, Sekarang di pikirannya penuh dengan masalah kuliah yang harus tertinggal itu.
kuliahnya sekarang pasti sangat berantakan, terlebih lagi pelajaran yang tertinggal, pikir Zaara.
ditengah lamunannya Veera datang menghampiri Zaara,,,
tap...
tap...
tap...
"ada apa Zaara? kenapa duduk sendirian disini?" tanya Veera yang telah berada disamping Zaara.
Zaara awalnya terkejut dengan kedatangan Veera namun kemudian Zaara hanya menggelengkan kepalanya.
"heum..!!tidak mommy, hanya saja Zaara sedang memikirkan kuliah Zaara" jawab Zaara jujur.
"jadi Zaara ingin kembali berkuliah?, tentu saja bisa, jika Zaara takut tertinggal pelajaran maka bisa menyusul nantinya"
"namun sekarang kamu harus benar-benar pulih terlebih dahulu" sambung Veera.
Zaara menganggukkan kepalanya, mau bagaimana pun Veera dan Sagara sudah sangat baik kepadanya, seharusnya Zaara tidak memperlihatkan pikirannya kepada Veera.
"hahmmm..!!." Veera menghembuskan nafas panjang.
"baiklah Jika kau bosan sekarang lebih baik temenin mommy yuk pergi!" pinta Veera mengajak Zaara.
Zaara tidak mengatakan apapun dan hanya tersenyum lalu ia mengiyakan...
"baiklah mom"
"oke.. sekarang kita pergi" ucap Veera senang.
tap..
tap..
tap..
mereka pergi berjalan jalan sebenarnya karena persiapan untuk pesta sudah selesai Veera jadi tidak memiliki kegiatan lain dirumah itu, pesta ulang tahun Daddy akan dilaksanakan dua hari lagi.
"mom, kita akan kemana?" tanya Zaara yang sudah ada didalam perjalanan.
"hanya berjalan jalan sayang, mommy juga bosen dirumah" jawab Veera.
Cittt...!!! mobil mereka pun berhenti tepat didepan toko itu.
"ini toko punya mommy kau tahu Zaara walaupun mommy itu memiliki perusahaan yang besar, tetapi mommy sangat menginginkan punya toko yang sederhana" rupanya tempat itu adalah bisnis milik Veera sendiri.
"dan setahun yang lalu mommy mulai membuka toko ini" jelas Veera lagi.
"iya mommy, toko ini walaupun sederhana tapi terlihat sangat nyaman dan ramai pengunjung" jawab Zaara memperhatikan sekitar toko itu.
"baiklah, mari kita masuk sayang" bujuk Veera.
lalu mereka pun masuk kedalam toko itu dan bersenang senang, sesekali Veera juga menunjukkan cara pembuatan kue ditoko itu dan yang lainya, mereka tertawa bersama seperti anak dan ibu.
***
dua hari kemudian...
pesta yang ditunggupun telah tiba, sekarang dirumah itu penuh dengan tamu undangan, para media massa dan tamu dari kalangan keluarga konglomerat lainnya.
"maa syaa Allah, sangat banyak orang" puji Zaara yang melihat kediaman yang besar itu dipenuhi oleh tamu undangan.
baru pertama kali Zaara menemui orang sabanyak itu, dan juga orang yang memili latar belakang keluarga yang besar, seperti di film film pikirnya.
sekarang ia berada di dalam kamar, ia bersiap siap dengan pakaiannya, malam ini adalah malam yang penting karena itu ia juga tidak akan membuat malu keluarga Sagara karena penampilannya.
"benar nona Zaara, pesta yang diadakan dikediaman ini pasti akan sangat mewah dan penuh dengan tamu undangan" ucap salah satu pelayan yang membantu Zaara untuk bersiap siap.
"eum..benar itu sudah tampak jelas" jawab Zaara sambil menatap pantulan dirinya dari cermin itu.
terlihat sangat cantik Zaara mengenakan pakaian panjang menutup tubuhnya, dress syar'i berwarna biru terlihat sangat elegan membuat kulit Zaara yang putih terlihat bersinar terang.
"nona sangat cantik, saya kira tidak ada wanita lain yang lebih cantik dibandingkan nona Zaara" puji pelayan itu membuat Zaara tersenyum malu.
"mbak bisa saja"
"baiklah nona saya akan keluar terlebih dahulu" ucap pelayan itu setelah selesai membantu Zaara.
"baiklah, terimakasih" ucap Zaara tersenyum.
"hhhmm.... apakah benar ini aku?" gumam Zaara melihat wajahnya sendiri dicermin itu.
"tentu saja" saut Sagara tiba tiba datang,laki laki itu berdiri diambang pintu.
tap..
tap..
tap..
"mengejutkan saja" ucap Zaara
Sagara hanya tersenyum kearah Zaara sambil berjalan mendekati Zaara.
malam ini Sagara terlihat sangat tampan dan mempesona, pria itu memiliki rahang yang tegas dan juga Alis yang membuat pria itu semakin menawan, tak lupa mata yang indah itu.
Sagara mengenakan setelan tuxedo berwarna biru malam senada dengan pakaian Zaara.
"malam ini kau sangat menawan Zaara" bisik Sagara tepat ditelinga Zaara, Zaara merona.
"tuan jangan terlalu dekat" ucap Zaara ia benar benar malu dengan kalimat Sagara.
"baik baik, aku tidak akan menggangumu malam ini" ucap Sagara tersenyum
"kau siap Zaara" tanya Sagara
"tentu" Zaara tersenyum
Meraka pun segera keluar dan berkumpul dengan keluarga Sagara, dan mereka akan pergi bersama sama ke tempat acara itu, sebuah aula besar miliknya tepat di samping rumah utama itu.
"ayo kita pergi para tamu sudah menunggu" ucap Tristan setelah semuanya sudah terkumpul.
"baik ayo pah" saut Veera, malam ini mereka semua terlihat menawan.
tap...
tap...
tap...
mobil telah menunggu, Veera, Tristan satu mobil dan begitu juga Sagara dan Zaara namun khusus untuk Zaara ada pelayan yang menemaninya dimobil itu.
halaman rumah Sagara itu sangat luas membuat mereka harus menggunakan mobil yang sudah disiapkan untuk menuju ruang aula di samping rumah utama itu, benar benar terlihat seperti keluarga kerajaan.
mobil itu bergerak perlahan lahan, dan disekeliling mereka telah penuh dengan kamera para wartawan dan tamu undangan yang menyambut sepanjang jalan itu.
"kau siap Zaara?, bertemu semua awak media yang haus akan berita itu" tanya Sagara sambil menatap Zaara yang ada disampingnya.
Zaara hanya menggelengkan kepalanya pelan, dan tersenyum lembut.
"sepertinya itu sulit" ucap Zaara pelan.
"hahaa..itu benar" saut Sagara menimpali.
cittt....!! mobil berhenti.
Mereka semua langsung disambut para media massa, mereka semua berdesak-desakan untuk memotret keluarga itu,para tamu juga banyak menyambut mereka.
"tuan Sagara!!"
"tuan Tristan bagiamana kesan anda terhadap pesta tahun ini?, apakah sama dengan tahun sebelumnya?"
rentetan pertanyaan dilontarkan mereka, dan teriakkan histeris para tamu wanita juga memenuhi semaraknya pesta itu.
tap..
tap...
tap..
Sagara berjalan disamping Zaara dan beberapa pengawal berjaga jaga disamping mereka.
"kyyaa...tuan Sagara"
"kyyaa... tampannya..."
"seperti pangeran kerajaan...!!"
"siapa wanita disamping tuan Sagara?"
begitulah semua perkataan itu terdengar, namun Sagara tetap berjalan masuk dan mencoba mengawasi sekitarnya untuk keamanan Zaara.
setelah sampai di dalam aula besar itu,,,
"selamat ulang tahun tuan Tristan" sapa salah satu tamu.
"terimakasih silahkan nikmati pestanya" balas jabat tangan Tristan.
acara itu pun disambut meriah oleh tamu undangan dan media massa lainnya, Meraka pun memulai acara itu dengan di pandu oleh MC.
tiba tiba para tamu berdiri seperti mempersilahkan seseorang untuk masuk...
"kakek!" gumam Sagara yang terdengar oleh Zaara.
rupanya kakek Sagara telah sampai kakek dari ibunya Sagara yaitu tuan besar Wijayanto Rahardika beserta istrinya, Veera menyambut hangat orang tuanya, begitu juga Sagara dan Zaara.
"selamat datang ayah" sambut Veera, walaupun mereka tidak muda lagi tetapi ayah dan ibu dari Veera masih sangat sehat dan lebih tepatnya awet muda.
mereka pun memasuki ruangan pribadi yang sudah disiapkan untuk keluarga itu berbincang bincang sementara itu para tamu dapat menikmati pestanya.
"apa kabar kakek,nenek" sambut Sagara.
"dasar cucu durhaka, kenapa kau sangat lama tidak mengunjungi kakek mu ini hah!!?" peluk kakek Sagara,ia sangat merindukan cucu laki-lakinya.
"maaf kakek Sagara sangat sibuk jadi tidak sempat mengunjungimu" jawab Sagara
"Sagara...kemari sayang!" panggil nenek Sagara
"peluk juga nenek mu ini!" Sagara pun memeluk neneknya itu, benar benar pemandangan yang sangat membahagiakan.
lalu tiba tiba nenek Sagara memandang Zaara...
"Sagara apakah kau ingin memberitahukan siapa gadis ini!?" tanyanya.
"nenek perkenalkan namanya Zaara"
"gadis cantik kemarilah" panggil nenek Sagara.
Zaara pun mendekati nenek sepertinya nenek Sagara juga akan menyukai gadis itu.
tap..
tap..!!
"kau sangat cantik apakah kau calon istri Sagara" tanyanya sambil mengelus wajah Zaara,Zaara hanya bisa tersipu malu.
"iya nek, dia calon istri Sagara" jawab Sagara
"ouh.. benarkah!,itu kabar yang membahagiakan, akhirnya cucuku akan menikahi seorang gadis" ucap nenek Sagara bahagia.
"nenek kira kau tidak menyukai perempuan"sambung nenek bercanda kepada Sagara.
"nenek!!"memang benar selama ini Sagara tidak terlihat dekat dengan wanita manapun.
"nenek apa yang kau katakan" ucap Sagara sedikit kesal kenapa lagi neneknya itu mengatakan hal itu.
Zaara menjadi tersenyum lucu...
bersambung....