Zaara

Zaara
bab 67. keamanan perusahaan



...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


malam hari pun tiba...


setelah semua proses telah selesai, Sagara dan Andreas pun segera menuju kota xibei.


vroomm...!!!


vroomm....!!!


Sagara, Andreas beserta beberapa pengawal pergi dari mansion tersebut menuju bandara secara beriringan.


Sagara dengan ekspresi wajah yang tegas dan dingin sambil menatap laptop yang sengaja dibawanya untuk mengamati perubahan saham yang ada di perusahaannya.


"tuan muda apakah yang kita perkirakan itu benar!?" tanya Andreas yang duduk disebelah kursi kemudi.


"apakah saham itu memang dipalsukan oleh manajer Lee?" tanya Andreas lagi, Sagara hanya menatap layar didepannya dengan sangat serius dan menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan itu.


"heh!!.. ternyata mereka sudah sangat berani!!" desis Andreas dengan senyum sinisnya.


lalu tak lama mereka pun tiba di bandara dan langsung menuju pesawat yang menjadi keberangkatan mereka malam ini.


dan akhirnya pesawat Sagara pun lepas landas menuju kota xibei malam itu.


di sisi lain...


di kediaman Zaara terlihat sedang duduk di ruang tengah...


Zaara sedang menatap ruang itu seperti biasanya, kosong, sepi tanpa ada Sagara.


ditengah lamunannya tiba tiba Bunga datang menghampirinya..


tap..


tap..


"Zaara!, kenapa kau duduk disini!?" ucap Bunga menebarkan senyumannya kepada Zaara,sepertinya wanita itu terlihat sangat bahagia.


"tidak ada, aku hanya ingin duduk disini, sangat bosan sendirian dikamar" saut Zaara.


"ada apa Bunga sepertinya kau terlihat sangat senang?" tanya Zaara setelah Bunga duduk disampingnya.


"kau benar aku sangat senang karena hari ini keinginanku telah tercapai" jawab Bunga.


"keinginan apa itu, sepertinya sangat berarti untukmu?" tanya Zaara juga ikut senang, namun siapa yang tahu keinginan seperti apa itu.


"eumm...ada deh... hehehe" saut Bunga tersenyum kearah Zaara dengan tatapan seperti menyembunyikan sesuatu.


"begitu, baiklah" ucap Zaara lalu mendengar hal tersebut Bunga menjadi tertawa lepas.


"hahahaha..tidak Zaara aku hanya bercanda, sebenarnya begini Zaara dulu aku punya teman di negara M waktu itu lalu setelah sekian lama aku bertemu lagi di kota ini, kau tahu aku sangat senang" jelas Bunga sambil tersenyum bahagia.


"seminggu yang lalu aku bertemu dengannya yang sedang kesulitan, kau tahu Zaara kesulitannya adalah ia ingin masuk kedalam satu perusahaan salah satu musuhnya untuk balas dendam!" ucap bunga lagi dengan raut wajah yang kemudian berubah tajam.


DEG..!!


sontakZaara terkejut mendengar perkataan itu.


"maskud.. mu!!"Zaara mencoba menepiskan rasa terkejutnya itu mungkin saja ia salah dengar atau apalah itu.


"iya Zaara jadi dia ingin masuk kedalam perusahaan itu dan membalaskan dendamnya" ucap Bunga lagi tanpa senyumannya sambil menatap lurus kearah Zaara.


lama Bunga diam dan menatap Zaara dengan tatapan datar, namun kemudian lagi lagi Bunga mengejutkan Zaara.


"HAHAHAHA...!!!" lagi lagi Bunga tertawa geli.


"kau percaya perkataanku!?, ouh Zaara aku hanya bercanda bagaimana mungkin aku bisa melakukan itu" sambung Bunga semakin tertawa.


sedangkan Zaara hanya bisa diam dan menarik napasnya, sebenarnya ia cukup terkejut dengan pernyataan itu dan tatapan mata Bunga sekilas sangat berbeda padanya saat yang bersamaan.


"hei Zaara!! Kenapa malah bengong, kau masih memikirkan perkataanku, Zaara aku hanya bercanda..." ucap Bunga lagi sambil menatap Zaara dengan menggenggam tangan Zaara dan Bunga berkata lagi.


"Zaara...aku sangat ingin membantu hubunganmu dengan tuan Sagara" tiba tiba Bunga mengatakan hal tersebut dengan tatapan serius.


"semoga suatu hari keinginan dan harapan ini pun terpenuhi" sambungnya dengan senyum tipis diwajahnya.


lalu dengan mengatakan kalimat tersebut Bunga kembali berjalan kekamarnya meninggalkan Zaara yang masih tidak menyadari sesuatu yang berbeda dari Bunga malam itu.


perjalanan Sagara telah tiba pada jam 9 malam di kota xibei.


kini terlihat Sagara tengah berada di hotel dikota itu, hotel bernama pyramid's hotel yang tak lain milik keluarganya sendiri.


di kamar presidential suite itu Sagara tengah memperhatikan semua perkembangan perusahaan yang ada dikota xibei.


sedangkan Andreas tengah berada diluar kamar dan menyiapkan beberapa makanan untuk Sagara malam itu.


***


besok hari pun tiba..


seperti yang sudah direncanakan, Sagara pun pagi itu langsung menuju perusahaan kota xibei dengan membawa beberapa pengawal untuk keamanannya.


vroomm...!!


tak beberapa lama mereka tiba di perusahaan tersebut, perusahaan itu dipenuhi oleh banyaknya reporter yang ini meliputi permasalahan diperusahaan itu dan juga orang orang yang unjuk rasa.


cittt...!! mobil Sagara berhenti tepat didepan orang orang tersebut lalu dengan sigap para pengawal berjaga untuk Sagara bahkan beberapa pengawal tersebut sampai di datangkan dari pengawal elit milik keluarga Ardiaz.


cklek...!!cklek...!!.


set...!!!


"Tuan Sagara!" beberapa reporter langsung menyerbu Sagara untuk di mintai keterangan dari Sagara.


tap..!


tap...!


set...!!


"tuan apakah permasalahan kali ini benar terjadi karena masalah keamanan perusahaan yang kurang baik....?"


"tuan Sagara benarkah anda ingin menutup perusahaan ini dan memberhentikan semua karyawan disini...?"


semua reporter itu berdesak-desakan dengan sekuat tenaga mereka menyerobot masuk dan memberikan pertanyaan pernyataan kepada Sagara.


namun Sagara hanya diam dan langsung masuk kedalam perusahaan miliknya tanpa menghiraukan semua spekulasi yang ditodongkan untuknya.


tap...!!


tap...!!


tap..!!


Sagara pun masuk dan langsung menuju ruang meeting yang telah disiapkan untuk kedatangannya dan ada beberapa kolega bisnis, manejer ada diruang itu.


didepan pintu ruang meeting sudah ada pengawal yang membukakan pintu untuk Sagara.


"selamat datang tuan" bow pengawal itu lalu membuka pintu tersebut.


cklek..!!


tiba tiba yang tadinya masih ada pembicaraan didalam ruangan itu seketika menjadi hening karena kedatangan Sagara.


lalu mereka yang berada disana berdiri dan memberikan Bow kepada Sagara.


"selamat datang tuan Sagara!!" ucap mereka serentak.


tap..!


tap..!


Sagara berjalan masuk tanpa berbicara apapun dan dengan Ekspresi serius dan penuh wibawa Sagara menatap satu persatu wajah yang ada diruang itu.


tatapan yang dingin itu berhenti tepat di salah satu wajah manejer yang familiar baginya.


"heh!!" sangat menyeringai tipis.


Setelah memukul meja itu Sagara dengan nada dingin berbicara kepada mereka semua.


"Do you know what's wrong with you here!?" ucap Sagara dalam berbahasa Inggris.


DEG..!!


mereka semua diam membisu, tidak ada yang berani membuka suara mereka.


"kenapa kalian diam?!, saya dengar sebelum saya memasuki ruangan ini kalian masih berani berbicara lalu ada apa dengan situasi ini !!!?" ucap Sagara lagi masih dengan sikapnya yang dingin.


"dalam hitungan tiga detik jika kalian tidak mau menjelaskan padaku apa yang telah terjadi diperusahaan ini...!!" tatap murka Sagara.


"dan tentunya hal yang tidak saya ketahui diperusahaan ini!!" desis Sagara, ancaman itu membuat mereka semakin pucat pasi dan tidak bisa menahan rasa takut kepada Sagara.


"satu!!!" Sagara mulai menghitung dan itu berarti sebentar lagi mereka semua pasti dalam masalah besar.


"dua!!!" tatap Sagara semakin tajam kepada mereka.


"jadi kalian sama sekali tidak ingin mengatakan apapun!!" desis Sagara.


"tiga..!!!" dan apa yang terjadi setelah itu benar benar membuat para bawahan itu tidak bisa berkutik lagi.


BRAKK...!!


"TUAN SAGARA DENGARKAN PENJELASAN SAYA!!!" salah satu bawahan itu tidak bisa menutupi dirinya yang gemetar ketakutan akhirnya membuka suara, dengan bertekuk lutut dihadapan Sagara ia mulai menjelaskan.


"tuan Sagara sebenarnya masalah ini kami semua tidak mengetahui dengan pasti apa penyebabnya, namun kemarin hari tiba tiba yang pada awalnya saham itu naik namun seketika anjlok hingga ditahap ini dan menyebabkan kerugian yang besar diperusahaan" jelas manejer itu.


Sagara diam...


"uem...dan sebelum semua ini kami masih memperhatikan jika semua data itu lengkap dan tidak ada kebocoran apapun" sambungnya dengan suara yang bergetar.


kini Andreas yang buka suara...


"jadi maksudmu semua baik baik saja selama seminggu ini kecuali kemarin...hemm... begitu!!" Andreas memanggut-manggutkan dagunya namun kemudian ia berucap lagi.


"data yang kami terima satu Minggu yang lalu pun terlihat baik baik saja, dan ketika meeting data itu masih sama dalam keadaan yang baik baik saja, sama sekali tidak ditemukan hal yang mencurigakan apapun...!"


"namun apa kalian semua tahu jika data itu telah dipalsukan..!!"


DEG..!!


semua bawahan itu semakin panas dingin, bahkan untuk saling tatap saja mereka tidak berani.


BAM..!!


tangan Andreas mendarat di meja itu dengan keras dan kemudian menatap mereka satu persatu dengan tatapan tajam.


"sebenarnya apa yang kalian lakukan selama ini...!!" suara lirih dan dingin itu membuat mereka bergidik ngeri.


"Apa kalian tahu konsekuensi yang akan kalian terima jika berbohong dan mencoba menutupi masalah ini...!!?"


set...!!


set...!!


"MAAFKAN KAMI TUAN!!!" tiba tiba semua histeris lalu dengan memohon dengan Sagara agar tidak menghukum mereka.


"TOLONG JANGAN HUKUM SAYA!!"


mereka semua tahu konsekuensi apa yang akan mereka terima jika Sagara marah, bisa saja laki laki itu membuat mereka tidak akan pernah bisa diterima bekerja di manapun setelah ini di negara itu.


semua bawahan itu memohon dengan sangat memohon, bahkan ada yang sudah berlutut di kaki Sagara.


Sagara segera berdiri,,,


set..!


"DIAM!!" teriak Sagara menggelegar satu ruangan itu pun menjadi hening.


"hhmmm....!!!" Sagara menarik nafas panjang lalu menutup matanya dan kembali menatap mereka semua dengan tatapan tajam.


"dalam satu jam jika penyebab kebocoran data itu tidak kalian temukan..!!"


DEG...!!


"HABISLAH KALIAN SEMUA!!" Sagara sangat marah lalu dengan tatapan tajam Sagara membuat mereka seketika langsung menuju ruangan sistem perusahaan itu.


lalu dengan pengawasan dari Sagara dalam satu jam mereka harus menemukan sebuah bukti kebocoran dan penyebabnya.


ditengah mengawasi para bawahan itu Sagara dan Andreas menyempatkan untuk melihat data palsu yang mereka lihat satu minggu yang lalu dan membedakan data tersebut dengan yang terbaru saat ini.


"ckk..kebocoran data hampir 1 juta!?, dan kita sama sekali tidak menyadarinya!!" pikir Andreas.


angka itu tidaklah sedikit, data yang diketahui bocor menyebabkan perusahaan itu diambang kehancuran jika tidak segera ditangani dan perusahaan ini rugi sebesar 1 triliun banyaknya.


semua klien meminta pertanggung jawaban dari Sagara dan para konsumen yang terkena dampak dari permasalahan ini.


"bagaimana mereka bisa menyembunyikan data yang telah bocor ini dari sistem keamanan kita?" pikir Andreas.


"itulah yang aku ingin tahu!?"ucap Sagara.


itulah yang Sagara pikirkan mengapa bisa kebocoran data ini bisa tidak terlihat oleh sistem keamanan perusahaan dan bisa mengirimkan data yang palsu dengan sangat valid.


"kita lihat saja siapa yang telah berani bermain denganku!!" seringai Sagara.


***


Dikediaman Daniel..


terlihat Daniel tengah berada didalam ruangannya, duduk dikursi itu dan menatap lurus kedepan.


tak lama ada pengawal yang masuk kedalam ruangan itu...


tap...


tap...!!


"permisi tuan Daniel, saya telah membawa informasi yang anda butuhkan" ucap pengawal itu berdiri di hadapan Daniel.


lalu dengan ekspresi serius Daniel berkata,,


"katakan!!"perintah Daniel lalu pengawal itu pun memberitahukan sesuatu tentang satu hal yang membuat Daniel menjalankan rencananya awalnya.


setelah mendengar semua itu Daniel pun menampilkan senyum liciknya.


"bagus kau boleh pergi!" ucap Daniel sambil mengibaskan tangannya memerintahkan pengawalnya untuk pergi.


dengan seringai diwajahnya Daniel benar benar merasa sangat senang, akhirnya rencananya akan dijalankan.


"ternyata ini lebih mudah dari yang aku bayangkan" pikir Daniel.


dengan semua rencana yang telah ia buat, Daniel akan segera menjalankan rencananya.


Daniel mengambil ponselnya,,,


tut...!!


tut...!!


Daniel menelpon seseorang,,,


Tut..!!..Setelah telepon itu tersambung.


"halo!, bagaimana keadaannya sekarang?, aku harap kau segera berhasil membuat wanita itu keluar dari kediaman itu!" kata Daniel.


"tepati ucapanmu!"


itu adalah ucapan terakhir Daniel sebelum ia menutup telepon itu.


Tut..!!


"hehmm... baiklah mari kita tunggu!!" Daniel merebahkan tubuhnya itu dengan santai.


bersambung...