Zaara

Zaara
bab 32. kembalinya Niko



......................


keesokan harinya,,,


Sagara bergegas kekantor setelah menerima kabar bahwa Andreas telah menemukan pelaku yang menerobos perusahaan Sagara.


"Zaara aku akan langsung kekantor, maaf karena tidak bisa mengantarmu sayang" ucap Sagara lalu dia mencium puncak kepala Zaara.


"iya hubby tidak apa apa" jawab Zaara tersenyum, ia paham jika Sagara harus segera kekantor dan menyelesaikan masalah tersebut.


lalu Sagara pun pergi meninggalkan rumah itu menuju kantor nya,,,


sesampainya dikantor Sagara langsung menuju ruangan yang dimana Andreas telah menunggu kedatangannya.


tap...tap..tap.. Sagara segera menaiki lift ke lantai atas kantornya,,,


setelah sampai di lantai atas ia segera masuk keruangannya,,,


didalam ruangan telah terlihat Andreas yang menunggu Sagara.


pintu itu terbuka,,,


Andreas pun langsung memberi bow kepada Sagara,,,


"selamat pagi tuan muda" bow Andreas.


"ya" jawabnya singkat lalu ia pun segera duduk, tidak sabar untuk mendengarkan informasi yang akan Andreas sampaikan.


tanpa basa basi Sagara berkata,,,


"jadi siapa pelakunya?" tanya Sagara datar.


"tuan begini, sebenarnya saya sudah menemukan petunjuk bahwa pelaku ini berada di negara M" jawab Andreas.


"Negara M?" dahi Sagara berkerut, ia berpikir apakah ada salah satu musuhnya yang berada di negara itu.


"benar tuan, lalu saya juga sudah memastikan memang benar jika di negara itu ada musuh anda, tapi saya tidak tahu siapa dia, karena saya tidak bisa mendapatkan informasi yang lebih dalam lagi" jelas Andreas.


Sagara diam,,,


tiba tiba ada pesan masuk di komputer Sagara, lalu Sagara melihat jika tidak ada nama pengirim pesan itu dan lebih mengejutkannya lagi komputer Sagara ternyata telah diretas.


Sagara langsung membuka pesan itu,,,


dengan sangat terkejut Sagara membaca pesan tersebut yang mengatakan bahwa,


'jika ingin mengetahui siapa pelakunya maka datang lah ke negara M''. bunyi pesan tersebut.


Sagara sangat marah ketika melihat pesan itu, berani beraninya mereka menantangnya.


Andreas yang juga melihat pesan itu tidak kalah terkejutnya.


"tuan muda apakah ini jebakan?" ucap Andreas berpikir.


"jebakan atau bukan mereka cukup memiliki nyali" ucap sinis Sagara, Sagara hanya menatap lurus kedepan dengan raut wajah yang dingin.


tiba tiba ia berkata,,,


"jebakan atau bukan kita harus menemukan pelaku itu" ucap Sagara, ia sudah benar benar tertantang apalagi jika ia paling suka dengan tantangan dari musuhnya, benar benar ingin ia hancurkan.


"Andreas siapkan semua persiapan, besok juga kita pergi" perintah Sagara tanpa bisa dibantah.


"baik tuan muda" Andreas pun pergi keluar untuk menjalankan perintah Sagara.


ruangan itu tertinggal Sagara yang benar benar marah, ia sangat tidak suka jika ada yang berani mengganggu nya.


....


di universitas Zaara terlihat banyak kerumunan didepan gerbang itu.


"ada apa itu, kenapa banyak orang?" ucap Zaara bingung.


ia pun mencoba mencari tahu, ia berusaha melihat ada apa sebenarnya, Zaara mencoba melihat dengan berjinjit jinjit,,,


dan ternyata adalah ada Niko yang dikerumuni oleh wanita wanita yang berada di depan mobil mewahnya.


"pantas saja, ternyata dia" ucap Zaara lalu ia pun pergi dari kerumunan itu.


ia benar benar heran kenapa para wanita sangat suka dengan Niko, walaupun reputasi Niko terkenal dengan kekayaan nya, namun apakah mereka tidak bisa melihat jika Niko itu selalu mempermainkan wanita.


Zaara tidak terlalu mengambil pusing, ia segera masuk ke kelasnya yang sebentar lagi pasti akan dimulai.


namun ternyata di dalam kelasnya saja tetap membicarakan kembalinya Niko setelah dari luar negeri.


"kau tahu!!... Niko sudah kembali dari luar negeri" ucap wanita itu.


"KYAAA... benarkah sudah datang, dimana dia, akhh dia sangat tampan" ucap teman satunya.


"benar benar sangat tampan"ucap mereka sangat kegirangan mendengar jika Niko sudah kembali.


Zaara hanya tersenyum heran, lalu pelajaran pun dimulai,,,


tiba waktu istirahat, Zaara yang merasa lapar, ia sekarang menuju kantin,,,


ditengah perjalanan menuju kantin, ia mendengar suara histeris para wanita, Zaara pun menoleh ke sumber suara.


Niko berjalan sambil menggoda salah satu wanita itu dan mereka kembali histeris.


Zaara pun kembali berjalan menuju kantin,,,


di kantin Zaara sedang memilih apa yang akan dimakan nya.


"sepertinya ini cukup enak" ucap Zaara yang segera memesan seporsi ayam katsu.


Zaara pun mengambil pesanan nya lalu ia segera mencari tempat duduk,,,


Zaara pun duduk di meja dekat dengan jendela sebelah kanan.


"bismillahirrahmanirrahim" doa Zaara lalu memakan makanan itu dengan lahap.


tiba tiba terdengar lagi histeris para wanita itu, Zaara sudah tahu jika pasti Niko dan wanita itulah yang datang kekantin, ia tidak menghiraukan lagi dan tetap asik makan.


tiba tiba,,,


"akh.." kaget Zaara, ternyata ada seseorang yang menumpahkan air padanya.


"maafkan saya" ucapnya meminta maaf


"iya tidak apa apa" balas Zaara tersenyum.


ternyata dikejauhan Niko memperhatikan Zaara,,,


Niko yang asik dengan wanita dikiri kanannya tidak sengaja melihat Zaara, dan tentunya ia juga melihat Zaara yang terkena tumpahan air.


Niko tersenyum


"bertemu lagi kita nona manis" batin Niko.


Niko pun berjalan mendekati Zaara,,,


para wanita itu merasa aneh mengapa Niko mengarah kepada Zaara.


"hai nona cantik" ucap Niko disamping Zaara,


mata Zaara terbelalak melihat Niko yang telah ada disampingnya.


"KAU!!" refleks ucap Zaara setengah berteriak.


"maaf membuat mu terkejut, hai apa kabar?" ucap Niko ramah.


"eum..baik" jawab Zaara datar


"syukurlah" ucap Niko lagi.


tiba tiba tanpa bertanya terlebih dahulu Niko langsung duduk di hadapan Zaara,,,


"kenapa kau malah duduk disitu, cari tempat lain" ucap Zaara.


"kenapa, kan tidak ada larangan jika aku tidak boleh duduk di kursi yang ini" ucap Niko bermain main.


"kau!!..tapi aku melarangnya, cepat pergi" ucap Zaara mulai kesal.


Niko malah tambah bersemangat untuk menggoda gadis itu.


"kenapa Zaara, kau takut jika pacarmu melihat nya" canda Niko menggoda Zaara.


"jangan berbicara sembarangan" ucap Zaara yang sudah benar benar kesal, lalu ia segera berdiri,,,


Niko pun mengikuti langkah Zaara, membuntuti Zaara dari belakang persis seperti ekor.


Zaara benar benar merasa risih, lalu ia berbalik badan dan sedikit membentak kepada Niko.


"bisa tidak jangan mengikuti saya, kau sangat menggangu" ucap Zaara blak blakan.


Niko menjadi sangat senang menggoda gadis itu


"siapa yang mengikuti, orang aku mau pesan makanan" ucap Niko pura pura.


Zaara menghela nafas menahan kesal karena kelakuan Niko, laki laki itu membuat Zaara jengah.


"baguslah kalau begitu" Zaara pun bergegas pergi.


Niko pun membiarkan Zaara pergi, sudah cukup mempermainkan gadis itu pikirnya.


wanita wnaita yang sedari tadi memperhatikan hal itu membuat mereka kesal dan juga agak kaget.


"Niko sebaiknya jangan mendekati gadis itu" ucap wanita itu sambil merangkul lengan Niko.


"kenapa" tanya Niko dengan nada menggoda.


"karena gadis itu telah menikah" jawab wanita itu.


"ouh... benarkah" ucap Niko santai.


"iya, jadi sayang jangan mendekatinya" goda wanita itu.


Niko hanya tersenyum membalas perlakuan wanita itu padanya.


bersambung...