
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Jadi hari ini kita pergi ke negara K?" tanya Revano antusias, mereka saat ini sudah berkumpul di Restoran yang tak jauh dari hotel mereka untuk sarapan pagi,...yah walaupun ini sudah jam 9 pagi.
"Tentu saja" jawab Sagara ia sangat senang bisa bertemu lagi dengan Ken dan Ren dan yang lebih tidak menyangkanya adalah ternyata mereka anak anaknya sendiri.
Sagara menjadi mengingat apa yang pernah dikatakan oleh Revano, 'paman mirip kakak Ken', tentu saja mereka adalah anak anaknya, dan disaat Zaara menceritakan semua tentang Keanu dan Revano semakin membuat Sagara tidak menyangka juga bangga, walaupun mereka masih berumur 5 tahun tidak memungkiri Ken dan Ren itu sangat berbakat dibidang masing masing.
"Tapi sebelum kita pergi bolehkah kami menemui seseorang dulu Abi?" tanya Revano pelan, ia tak yakin Sagara akan memperbolehkan mereka jika ia tahu siapa yang ingin temui oleh Ken dan Ren sebelum pergi dari negara itu.
"Siapa Ren?" tanya Zaara ikut Menyahut,
"Eummm...tapi Umi sama Abi jangan marah ya, sebenarnya kakak Ken dan Ren mau menemui ayah Daniel lebih dulu"jawab Revano lagi,
Sagara dan Zaara saling bertukar pandangan, ternyata itulah alasannya mengapa bicara Ren yang biasanya sangat santai menjadi agak takut dan ragu,
Zaara tidak bisa memberikan jawaban apapun karena jika masalah ini bukankah Sagara yang harus memutuskannya. Walaupun ia juga bisa mengerti bagaimana pun selama 5 tahun ini ada Daniel yang mencintai Ken dan Ren seperti anaknya sendiri, meskipun ada kebohongan dibaliknya.
Sagara menghela napas!
"Baiklah nanti kita temui dia..." sahut Sagara melunakkan hatinya sendiri, untuk terakhir kalinya ia akan memberikan kesempatan bagi Daniel untuk bertemu dengan Keanu dan Revano.
"Terimakasih Abi..!"seru Revano bahagia begitu juga Keanu yang terlihat sangat lega, Sagara dan Zaara tersenyum bahagia menyaksikan kebaikan hati Keanu dan Revano.
Siang harinya sebelum mereka benar benar pergi meninggalkan negara itu,
Sagara beserta istri dan anaknya pergi kekediaman Daniel, dan setelah menginjakan kaki disana, ternyata Daniel berada diluar halaman, berdiri dibawah pohon yang sama dengan malam itu.
Daniel menatap lurus kedepan, sepertinya ia tengah menerawang jauh kedalam diri sampai sampai ia tidak menyadari kedatangan Ken dan Ren yang mendekatinya.
"A..aayahh!"panggil Ken dan Ren namun Daniel masih tak bergeming, bahkan sepertinya ia mendengar suara itu namun ditepisnya perasaan itu terdengar dari ucapannya,
"Heh!, ternyata aku sudah gila kenapa aku bisa mendengar suara Ken dan Ren disini.."gumam Daniel terkekeh masam. Maukah masih Ken dan Ren menemuinya!, ia tidak berpikir demikian.
"Ini benar benar kami ayah Daniel..." sungut Revano mendengar perkataan Daniel, ia kemudian menyentuh pelan tubuh Daniel, Daniel terkejut dengan sentuhan yang terasa dan ditambah dengan kalimat yang menjawab ucapannya tadi.
Daniel menoleh!
Degg!
"Ken...Ren!, kalian disini...!"seru Daniel tidak menyangka tapi ia pun berlutut dihadapan Ken dan Ren, ia peluk tubuh kecil itu.
"Ayah..sangat merindukan kalian, bagaimana kabar kalian sayang..."Daniel bahagia disaat melihat mereka ada disana.
"Kami baik, tapi kami disini untuk berpamitan dengan ayah Daniel..." sahut Keanu jujur, anak itu memang tidak suka Menyembunyikan sesuatu hal yang harus dikatakan secara langsung, terlebih lagi disaat ini, disaat Mereka mungkin saja tidak akan bertemu lagi untuk waktu yang lama.
Perasaan tak rela menghinggapi hati Daniel, tetapi apa yang bisa ia lakukan, bukankah ini sudah seharusnya, selama ini ada Sagara yang sangat mencintai Zaara dan sekarang ia tidak bisa mengambil apa yang menjadi hak Sagara.
Sudah cukup!
Ia akan merelakan Zaara untuk selamanya, ia akan memendam semua rasa untuk Zaara dalam hatinya, mungkin ia akan pergi dan mencari kesibukan lainnya untuk melepaskan diri dari keterpurukan hatinya.
"Ayah akan menyayangi kalian untuk selamanya,...Ken dan Ren harus selalu bahagia dan Kalian jaga diri baik baik" pesan Daniel lalu ia memeluk Ken dan Ren lagi untuk terakhir kalinya.
Daniel berdiri lalu berjalan bersamaan dengan Ken dan Ren menghampiri Zaara dan Sagara yang ada didekat gerbang masuk.
Tapp..tapp!
"Zaara...aku bahagia untukmu dan maafkan aku untuk segala yang pernah aku lakukan padamu"ucap Daniel dihadapan Zaara, terlihat mata itu menyiratkan semua keikhlasan dan kerelaannya.
Zaara hanya tersenyum dan mengangguk!
Mereka pun pergi dari sana dengan perasaan yang harus melepaskan secara ikhlas, Daniel menatap kepergian mobil itu dengan senyuman dan lambaian tangan,
Cinta pertamanya telah berakhir!
...***********...
Penerbangan akan segera berangkat,
Sagara, Zaara, Keanu dan Revano telah menaiki pesawat pribadi mereka, sembari menatap awan awan yang terlihat sangat dekat dengan mereka ketika pesawat telah mengudara.
Sebenarnya ini kali pertama bagi Keanu dan Revano berpergian jauh dan naik pesawat, padahal kan mereka bisa dikatakan kaya raya, tetapi sepertinya Daniel yang sengaja menyembunyikan Ken dan Ren dari suatu hal.
Dan setelah sampai dingera k, betapa kagumnya mereka ketika menyaksikan kota yang sangat indah dengan gedung gedung tinggi dan taman kota yang tidak kalah cantiknya,
Mobil Sagara datang beriring-iringan dengan beberapa mobil pengawal yang telah diperintahkan oleh Veera dan Tristan yang telah sampai duluan dinegara itu untuk menemui Zaara.
Sagara yang telah memberitahukan kepada mereka semua apa yang telah terjadi dan kebenarannya, Veera sangat tidak menyangka juga bahagia, menantu yang sangat disayanginya ternyata tidak meninggal dunia dan tidak sabar untuk bertemu kembali.
Sesampainya didepan gerbang!
Gerbang itu terbuka lebar lebar menyambut kedatangan mereka,
"Masya Allah"puji Zaara disaat melihat rumah yang lebih mirip dengan istana saking besar dan mewahnya.
Keanu dan Revano jangan ditanya lagi pasti mereka sangat antusias disaat mereka bisa melihat begitu banyaknya pengawal dan pelayan yang berjejer rapi didepan halaman tersebut.
Brak!
Dan setelah Zaara bersama anak anak pertama kali menginjakkan kakinya ke tanah,
Degg!
Tak urung perasannya Ikut berdebar kencang, entah mengapa ia merasa familiar dengan pemandangan didepannya.
"Selamat datang kembali, tuan, nona muda!!"
Mereka semua menunduk hormat kepada Sagara dan Zaara yang melangkah masuk kedalam rumah mewah itu, dan ketika diambang pintu,
"Zaaraaa...!"dengan Isak air mata Rena dan Tisha berlari kearah Zaara dan memeluknya dengan erat.
"I..ini benar kau, ouh aku sangat bahagia!"
"Benar kakak Zaara, Tisha juga merindukanmu"tambah Tisha sama bahagianya.
Namun Zaara tidak menyahut apapun tetapi walaupun begitu ia tersenyum hangat menanggapi ucapan dua wanita didepannya saat ini, siapakah mereka?, saat ini ia telah melupakan mereka mereka yang menyayanginya membuat Zaara agak sedih.
"Zaara...!?"
Zaara menoleh ke sumber suara, suara yang begitu lembut memanggilnya,
Deg!
Tatapan redup dengan senyuman hangat diwajah yang memiliki guratan tipis diwajahnya, wanita yang berumur 50 lebih itu tersenyum kearahnya dan tepat disebelah wanita itu berdiri seorang laki laki yang sepertinya suaminya.
Berjalan mendekati Zaara,
"Kau telah kembali!?"di edarkannya pandangannya keseluruhan wajah dan badan Zaara seperti melihat apakah Zaara baik baik saja.
"Putriku kau telah kembali...hiks!"direngkuhnya badan Zaara dengan cepat, Zaara merasakan kehangatan dalam pelukan wanita itu,
"Zaara... aku Mommymu, aku adalah ibu yang paling menyayangimu" timpal Veera.
"Mommy!?"
"Ya..aku adalah ibu mertuamu tapi aku telah menganggapmu sebagai putriku sendiri" jelasnya sekali lagi.
"Walaupun kau telah melupakan kami semua Zaara, tapi kami akan selalu mencintai dan menyayangimu disini.., kemarilah putriku!"tambah Tristan.
Zaara tersenyum didalam pelukan Tristan, Zaara benar benar sangat beruntung bisa memiliki keluarga serta sahabat yang masih setia bersamanya.
Dengan pelan Sagara menyentuh pundak Keanu dan Revano yang masih berdiri disamping Sagara, meminta Ken dan Ren untuk berbicara.
"Mereka adalah Kakek dan nenek kalian, pergilah!"bisik Sagara, Ken dan Ren pun memberanikan diri mereka untuk maju,
"kakek, Nenek!" mereka menoleh secara bersamaan, dan betapa terkejutnya mereka semua.
Tristan, Veera, Tisha, dan Rena yang belum mengetahui tentang Keanu dan Revano terkejut melihat dua anak kembar yang begitu tampannya.
"Siapa kau!?"tanya Veera mendekati mereka.
"Mereka berdua adalah anak anakku mommy, cucu-cucu mommy" sahut Sagara.
"Benarkah!" dan benar saja dari segi manapun Keanu dan Revano memang sangat mirip Sagara.
"Ouhh...sayanggg...kemarilah peluk nenek!"
Kebahagiaan itu semakin bertambah ketika adanya kehadiran Keanu dan Revano sebagai pelengkap keluarga mereka.
Mereka semua menumpahkan segala rasa rindu dan saling menyayangi, berharap semua masa lalu yang menjadi kesedihan terlupakan dan digantikan dengan masa kini yang lebih bahagia.
Sagara,...
Seorang laki laki dingin dan cuek menikah dan memiliki seorang wanita seperti Zaara adalah hal terindah yang pernah diberikan oleh Allah SWT kepadanya.
Dan kehadiran Keanu dan Revano membuat keluarga kecil mereka semakin lengkap dan bahagia, Sagara peluk tubuh istri dan anak anaknya dengan kebahagiaan yang tak bisa dilukiskan.
Terimakasih karena telah hadir didalam kehidupanku, Sagara...
Dengan bisikan kecil namun jelas,
"Aku Mencintaimu Sagara"
...TAMAT....
Terimakasih kepada para pembaca yang setia menunggu up novel ini, dan terimakasih juga Kepada kalian yang selalu setia menunggu😍.
Sampai jumpa di lain waktu🤗....
🌹🌹🌹👋👋👋