
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
vroomm...
vroomm...!!
mobil Sagara dengan cepat sampai di alamat tersebut dan pasukan Sagara langsung bergerak cepat.
cklek...!!
tak...tak...tak...!!
para pasukan itu dengan siap memegang masing masing pistol mereka.
set..!!
drap...drap...drap...!!
"kepung tempat ini dan jangan biarkan satu orang pun bisa lolos!!" perintah Sagara dengan mendominasi.
"baik!!!"
sedangkan Daniel yang memang berada didalam gedung itu, ia mendengar suara pasukan Sagara dan dengan tegang Daniel memerintahkan pasukannya untuk segera meninggalkan tempat ini.
"gawat, bagaimana Sagara bisa ada disini!!" desis Daniel menjadi lebih tegang dengan kedatangan Sagara.
"heh!!" terlihat hallen menyeringai.
BRAKK!!
"jangan bilang kau yang telah melakukan ini!!" dengan raut wajah yang marah Daniel mencengkram kuat wajah hallen.
sedangkan hallen hanya tersenyum menatap sinis kearah Daniel.
"kau tahu ini lebih mengasyikkan sekarang" saat ini hallen tidak perduli apa yang akan terjadi nanti.
PLAKKK..!!
"brengsek!!, apa yang kau lakukan!" dengan sangat emosi Daniel menampar wajah hallen.
"kita lihat siapa yang akan kalah!!" tantang hallen.
"ckk...berani beraninya kau mengkhianati bos, ternyata kau memang anjing yang menggigit tuannya sendiri!!"
"sign* aku tidak perduli bukankah aku akan segara mati!!" saat ini hallen benar benar memberontak dan tidak terima jika ia harus berakhir di tangan Daniel.
dan ditengah pembicaraan yang mulai memanas itu tiba tiba salah satu pengawal Daniel dengan wajah yang ketakutan membawa informasi jika Sagara telah mengepung gedung tersebut.
"sial!!" dengan keadaan yang telah diluar kendali itu membuat Daniel mengambil keputusan untuk menghabisi hallen.
"karena ini adalah perbuatanmu maka rasakanlah akibatnya!!" lalu dengan bersiap siap menembak Hallen saat itu tiba tiba Sagara ada disana dan membuat tembakan Daniel meleset yang awalnya ingin menembak bagian kepala malah hanya mengenai dada sebelah kanan.
dor!!
"berhenti!!" Sagara datang dan langsung mengarahkan pistolnya kearah Daniel yang sedang membelakanginya.
"sial" Daniel dengan gerakan cepat berlari kearah jendela luar dan langsung melompat dari
atas sana.
dor!
"akkhh!" namun tembakan itu tetap berhasil mengenai Daniel dan membuat luka tembak di bagian lengan.
Daniel yang berhasil keluar dari tempat itu membuat Sagara kesal sebab ia tidak sempat melihat wajah Daniel.
"jangan biarkan ia lolos!!" teriak Sagara kepada pasukan yang ada dibawah.
sedangkan Andreas sedari tadi langsung menghajar beberapa pengawal yang tertinggal disana dan merobohkan mereka satu persatu.
"tuan muda wanita ini!!" teriak Andreas langsung bergerak menghampiri Bunga yang ditubuhnya sudah bersimbah darah.
Sagara pun langsung menghampiri mereka...
"cepat panggil dokter jangan biarkan wanita ini tewas" perintah Sagara dan mereka pun langsung membawa Bunga yang penuh darah ke mansion.
sedangkan di sisi lain...
Daniel yang berhasil kabur dari kejaran pengawal pengawal Sagara segara mencari keberadaan yang aman untuk bersembunyi sementara waktu.
"huh...huh...sial!!" Daniel mencoba menghentikan pendarahan pada lengannya.
sreerttt!!
lalu Daniel pun mengikatkan kain yang baru saja ia sobek dan menekannya pada luka itu.
"aku harus segera pergi dari sini" pikir Daniel jika ia masih ada disana mungkin akan segera di temukan oleh pengawal Sagara.
tempat itu tidak aman baginya karena masih dekat dengan gedung tadi,lalu dengan langkah yang tergopoh-gopoh Daniel mencoba untuk segera pergi.
sret!
sret!
langkah Daniel terasa sangat lambat karena sepertinya ia mengalami terlalu banyak pendarahan dan itu membuatnya menjadi lemah.
Daniel mencoba menghampiri mobilnya yang terparkir tidak jauh didepannya.
sesampainya didepan mobil Daniel langsung masuk dan memutar kunci mobil.
vroomm!!
dengan sisa tenaganya Daniel melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai dirumahnya.
namun siapa sangka dari jarak 7 meter di depan mobilnya ada seorang wanita yang menyebrang jalan namun karena pandangan Daniel yang samar samar sehingga ia tidak menyadari dan ketika ia sadar Daniel langsung membanting setir dan mencoba menginjak rem dengan kuat.
brakk!!
mobil itu pun berhenti tepat pada waktunya dan hanya tinggal beberapa jengkal dari wanita itu.
"huhmmm... untunglah!!" dengan mencoba membuka pintu mobil Daniel menghampiri wanita itu.
"maafkan saya nona...saya tidak memperhatikan jalan" ucap jujur Daniel.
Daniel masih tidak melihat siapa orang yang ada didepannya ini dan disaat ia mendengar suara wanita itu akhirnya Daniel tahu siapa yang hampir ditabraknya.
"tuan!?"
deg!
"nona!!" tak pernah disangka olehnya ternyata sekarang yang ada dihadapannya saat ini adalah Zaara.
Zaara yang saat itu baru kembali dari rumah sakit sengaja ingin singgah dulu di toko buah diseberang jalan itu dan disaat ia ingin menyebrang jalan tiba tiba mobil itu datang dengan kecepatan tinggi dan membuat Zaara seketika membeku.
"apa kau..ba..baik....bai...?" belum sempat Daniel menyelesaikan perkataannya Zaara lebih dulu terkejut dengan keadaan Daniel sekarang ini.
"**..tuan...apa yang terjadi kenapa lengan anda, kenapa banyak sekali berdarah!?" tanya Zaara dengan raut yang sangat cemas melihat Daniel.
"tidak..apa apa saya hanya perlu kerumah sakit saja!!" jawab Daniel mencoba menahan rasa sakitnya.
"bagaimana bisa baik baik saja, lebih baik cepat kerumah sakit" entah mengapa disaat melihat darah yang sangat banyak itu membuat Zaara ingat bagaimana rasa sakit yang pernah ia alami ketika tertembak dulu.
"tuan mari saya bantu, tunggu sebentar disini" ucap Zaara lalu pergi untuk memanggil supirnya yang berada lumayan jauh darinya.
sedangkan Daniel langsung menepikan mobilnya ketempat yang lebih aman.
saat ini Daniel tidak boleh sampai di temukan oleh siapapun bahkan dicurigai terlebih lagi saat ini ia malah bertemu dengan Zaara.
Daniel pun mencoba tetap tenang dan akan mencari alasan untuk Zaara nantinya.
"tuan mari masuk kedalam mobil" Zaara tiba dengan supir miliknya dan Daniel pun hanya bisa menurut.
brakk!!
vroomm!!..mobil itu pun pergi menuju rumah sakit terdekat.
dan sesampainya di rumah sakit Daniel dan Zaara segera masuk dan mencari dokter untuk menangani luka tembak itu.
"dokter!!" teriak Zaara memanggil dokter, dan tak lama Suster pun tiba dan membawa brankar,lalu Daniel pun langsung ditangani oleh dokter dalam beberapa saat kemudian.
tap..
tap..
"nona muda kita harus segera pulang karena saya takut tuan muda marah" ucap supir Zaara yang datang menghampiri Zaara.
"baik pak, saya akan segera pulang namun bapak tunggu sebentar disini saya ingin ketoilet sebentar" saut Zaara lalu ia pun segera pergi mencari dimana toilet berada.
namun sesampainya di meja resepsionis rumah sakit, bukanya bertanya dimana letak toilet justru Zaara meninggalkan pesan untuk Daniel.
setelah itu Zaara pun segera pulang bersama supirnya agar Sagara tidak marah ketika tahu jika Zaara datang kerumah sakit hari ini, karena di kediaman pun Zaara beralasan jika ia ingin pergi membeli kebutuhannya.
sedangkan Daniel yang telah selesai di obati oleh dokter berencana untuk segera pergi dari rumah sakit.
tap..
tap..
Daniel segera keluar dari rumah sakit itu dan disaat ia melintas didepan meja resepsionis, suster yang telah diminta Zaara untuk menyampaikan pesan untuk Daniel pun memanggil Daniel.
"permisi tuan ini ada titipan pesan dari nona yang bersama anda tadi" ucap suster tersebut membuat langkah Daniel terhenti.
"ahh..benar bagaimana aku bisa lupa dengan Zaara!" batin Daniel tidak sadar lagi jika ia kemari tadi dibantu oleh Zaara.
"dari Zaara!?" dengan perasaan yang bertanya tanya Daniel pun mengambil pesan dalam bentuk surat kecil yang ditinggalkan oleh Zaara.
"kalau begitu saya permisi tuan"
"iya.. terimakasih" saut Daniel lalu ia pun segera berjalan keluar dan membuka kertas itu.
("dengan surat ini saya ingin menyampaikan jika bantuan hari ini murni hanya ingin membantu dan saya harus pulang terlebih dahulu dan jaga diri anda baik baik") begitulah isi surat dari Zaara.
"hhmm..kenapa dia sangat perduli padaku?!" gumam Daniel, ia sebenarnya tidak mengerti mengapa Zaara dengan sangat tulus membantunya bukankah selama ini Zaara selalu mengabaikannya.
walaupun isi surat itu mengatakan dengan jelas supaya Daniel tidak salah paham kepada Zaara namun tetap saja membuat perasaan Daniel bergejolak tak karuan.
Saat ini didalam mansion Sagara...
Sagara memerintahkan untuk segera memanggil dokter untuk menangani Bunga yang mengalami luka tembak, bukannya Sagara berbaik hati namun ia hanya tidak ingin kehilangan salah satu orang yang tahu dalang dibalik semua kejadian yang terjadi.
dan setelah satu jam pengobatan yang dilakukan akhirnya peluru yang bersarang di dalam dada Bunga pun bisa dikeluarkan.
"bagaimana keadaannya!?" tanya Sagara.
"tuan muda tenang saja,karena peluru yang tertembak tidak dalam dan tidak berakibat fatal untuk nona itu" tutur dokter itu.
"berapa hari luka itu bisa sembuh?" tanya Sagara lagi.
"mungkin dalam satu minggu" saut dokter itu lagi.
"itu sangat lama, apakah ada cara supaya wanita itu bisa sembuh besok maksudku obat apalah itu untuk bisa membuat wanita itu sedikit bertenaga" ucap Sagara tanpa perasaan sedikitpun.
dokter itu tahu jika Bunga adalah tawanan Sagara lalu dengan menjawab pertanyaan dari Sagara dokter itu menjawab.
"saya akan memberi resepnya tuan" dokter itu tidak bisa ikut campur kedalam urusan Sagara dan jika ia membantah karena rasa kemanusiaan maka itu percuma.
"bagus" lalu Sagara pun pergi dan dengan mencoba untuk sabar menunggu esok hari lagi untuk menginterogasi Bunga.
bersambung...