
......................
"kringgg......kring......kringgg"
bunyi bel terdengar dikampus Zaara, menandakan jika sudah jam istirahat.
Zaara menarik napas panjang,,,
"hahhmmmmm.... akhirnya selesai" ucap Zaara.
Zaara tidak beranjak pergi tapi ia hanya duduk diam dan berpikir,,,
tiba tiba dalam pikirannya terlintas wajah Meena sahabatnya.
"Meena...tiba tiba aku merindukannya, sekarang bagaimana kabarnya" gumam Zaara.
flashback....
didalam ruang kelas, Meena terlihat sedang berbicara dengan Zaara, dengan raut wajah yang terlihat murung,,,
"Zaara, sementara waktu aku akan berhenti kuliah" ucap Meena dengan nada sedih.
Zaara yang mendengar lantas terkejut,,
"apa!!... kenapa Meena, apakah ada sesuatu, apakah ada masalah katakan saja padaku" ucap lembut Zaara, ia merasa sedih terhadap sahabatnya itu, Zaara tahu jika selama ini Meena pun hidup dalam kesulitan.
"tidak Zaara, aku hanya ingin pergi bekerja, karena itu aku berhenti kuliah dan juga aku akan pindah ke
kota lain"ucap Meena sedikit tersenyum.
"sebenarnya ada apa Meena, kenapa kau ingin pergi, Meena...." ucap Zaara menjadi sangat sedih.
"hikss....hikss...." pada akhirnya Meena menjadi menangis, lalu dengan cepat Zaara memeluk tubuh Meena.
"Za..ara...ayahku meninggal dunia" ucap Meena pada akhirnya.
"innalilahi wa innailaihi rojiun, Meena kenapa baru sekarang kau mengatakan hal ini" tanya Zaara.
"aku tidak tahu Zaara bagaimana menceritakan semua ini, tapi ayah meninggalkan banyak hutang karena bermain judi dan sekarang aku harus membayar semua itu....hikss" ucap Meena sambil menangis.
"astaghfirullah" pada akhirnya Zaara dan Meena pun berpisah dan hari itu adalah terakhir kali Zaara bertemu Meena.
flash off
"Meena kenapa kau pergi sangat mendadak, dan juga kenapa kau mengganti nomor mu, kemana aku harus mencarimu" kata Zaara menjadi sedih jika mengingat hal tersebut.
sahabatnya itu, memang memiliki kehidupan yang sulit, dan juga selama ini sebenarnya Meena selalu bekerja keras sendiri.
tiba tiba Zaara yang sedang duduk diam dikagetkan dengan kedatangan Niko,,,
"hai cantik.... sendirian saja" suara Niko mengangetkan Zaara,
"astaghfirullah....kau!!" lagi lagi Niko, kenapa ia selalu saja mengganggunya.
"kenapa bengong Zaara, mau aku temani?" kata Niko lagi, ia berjalan mendekati Zaara,,,
"stop.. berhenti disana" ucap Zaara spontan, lalu Zaara mengambil tas nya hendak pergi.
"tidak baik bukan mahram berduaan, lagi pula aku sudah menikah, lebih baik kau menjaulah" ucap Zaara melintas didepan Niko.
Niko yang mendengar perkataan Zaara hanya tersenyum, lalu Niko mengejar langkah Zaara yang sudah menghilang dari pandangannya.
"Zaara... tunggu!" teriak Niko di koridor itu,,,
Zaara mengabaikan Niko yang masih mengejarnya
"tunggu Zaara, aku hanya ingin berbicara" ucap Niko lagi, namun lagi lagi Zaara tetap mengabaikan Niko.
"KAU ISTRI SAGARA KAN?!" teriak Niko tiba tiba
"KENAPA KAU MENIKAH DENGAN LAKI LAKI SEPERTI DIA!" teriak Niko lagi lalu ia berhenti mengejar Zaara.
begitu juga dengan reaksi Zaara, ia berhenti ketika mendengar perkataan itu, lalu ia berbalik badan,,,
"apa maksudmu!" ucap Zaara menatap Niko dengan raut wajah yang tenang namun tajam.
"aku hanya menyayangkan saja gadis seperti mu harus menikah dengan laki laki kejam itu" ucap Niko tenang.
"dia adalah laki laki yang sulit untuk ditebak, kau harus percaya padaku Zaara, laki laki itu tidak pantas bersama denganmu" ucap Niko lagi.
"cukup..maaf tuan Niko, saya tidak mengerti apa yang anda katakan, dan apa hak anda mengatakan hal tersebut" ucap Zaara dengan nada yang terdengar dingin.
"pada awalnya aku sangat terkejut mengetahui jika kau menikah dengan Sagara, kau tahu Sagara pernah membunuh orang" ucap Niko mengatakan hal tersebut.
Zaara benar benar terkejut, bagaimana niko bisa mengatakan hal demikian.
"hhmmh...saya tidak tahu apa masalahmu dengan suamiku tapi saya percaya jika dia bukan orang seperti itu" ucap tegas Zaara.
"dan tuan Niko jangan mengikuti saya lagi dari sekarang, jika Anda tidak ingin dalam bahaya" kalimat terakhir itu menusuk tajam kepada Niko.
Niko membiarkan Zaara pergi,,,
"tidak apa apa sekarang kau tidak percaya Zaara, tapi aku akan membuktikan padamu jika Sagara tidak pantas bersama denganmu" ucap Niko.
ia menatap lurus kedepan, dihati Niko Zaara itu istimewa karena Zaara adalah satu satunya gadis yang berhasil membuatnya merasakan ketulusan cinta.
"aku akan menjagamu" desis lirih Niko
****
Zaara berjalan pelan menuju gerbang utama kampus,,,
"apa maksud Niko...kenapa ia mengatakan hal tersebut tentang hubby!?" batin zaara.
Zaara berjalan sambil memikirkan perkataan Niko tadi.
"kenapa aku harus mengingatnya, lebih baik aku segera pulang" ucap Zaara lalu ia pun menambah kecepatan jalannya.
"nona muda!" ucap supir kepada Zaara yang telah tiba di depan gerbang.
"maaf nona ada hal yang harus saya sampaikan" sambungnya lagi.
"tentu ada apa pak?" tanya Zaara.
"tuan muda meminta saya untuk mengantarkan anda kekantor beliau"
"ah..itu baiklah" Zaara pun masuk kedalam mobil
"brakk" suara pintu mobil.
"brmmmm...brmmmm"
Zaara pun meninggalkan kampus itu, dan Langsung menuju kantor Sagara.
didalam mobil Zaara mencari ponsel dalam tas nya,,,
"Di mana aku meletakkan ponsel?!" Zaara mencari cari,
"ah kenapa ponselnya mati,..... pak apakah ada hal yang penting mengapa tuan muda memintaku menemuinya?" tanya Zaara, ia berpikir pasti Sagara menelpon nya namun ponsel miliknya mati.
"maaf nona saya tidak tahu hal itu" ucap supir dengan sopan, Zaara pun diam.
beberapa lama kemudian Zaara sampai di perusahaan Sagara.
Citttt.....
mobil pun berhenti
"silakan nona" bow salah satu pengawal menghampiri mobil Zaara, Sagara sengaja memerintahkan pengawalnya berjaga didepan perusahaan itu, dan membuka pintu mobil untuk Zaara,,,
"selamat datang nona muda, saya diperintahkan oleh tuan Sagara untuk menyambut anda" ucap pengawal itu.
"terimakasih..tapi tidak perlu pak, saya akan masuk sendiri" Zaara pun pergi kedalam, dan pengawal tadi hanya mengikuti Zaara dari belakang.
ternyata ketika Zaara sudah sampai di Resepsionis Zaara juga telah ditunggu,,,
"selamat datang nona muda" bow resepsionis itu.
"selamat siang nona, mari saya antar untuk menemui tuan Sagara" sambung resepsionis itu ramah.
"terimakasih..." Zaara menjadi sangat sungkan kepada resepsionis itu.
Zaara pun berjalan diantar oleh wanita tadi menuju ruang kerja Sagara.
Ting...lift terbuka,,,
Zaara masuk kedalam lift untuk menuju lantas paling atas perusahaan itu.
beberapa saat kemudian, Zaara sampai dilantai paling atas dan langsung menuju ruangan Sagara.
tap....tap...tap...
"silahkan nona"
"tok ...tok...tok..." pintu itu diketuk terlebih dahulu, lalu resepsionis itu meninggalkan Zaara sendirian.
"masuk!" ucap seorang didalam, dan itu tentunya suara Sagara yang sangat dikenal Zaara.
Zaara pun masuk kedalam,,,
Ceklek... Kritttt..... pintu terbuka,,,
"assalamu'alaikum"
"wa'alaikumsalam" ucap Sagara membalas salam Zaara.
"kemari sayang, kenapa kau sangat lambat datang kemari?!" ucap lembut Sagara.
Zaara pun tersenyum lalu ia duduk disofa yang tidak jauh dari Sagara,,,
Zaara mendudukkan tubuhnya disana, lalu entah mengapa ia merasa sangat lelah,,,
"ada apa Zaara, kau sakit?!" tanya Sagara Cemas berjalan menuju Zaara.
"entalah hubby, Zaara merasa sedikit lelah saja" jawab Zaara lembut.
Sagara menyentuh dahi Zaara, untuk memeriksa suhu tubuh Zaara,,,
"kenapa suhu tubuhmu naik lagi!?" ucap Sagara lalu dengan cemas Sagara mengambil ponsel miliknya dan menghubungi Andreas.
"Andreas siapkan mobil, kita akan kerumah sakit" perintah Sagara ketika telpon itu telah diangkat oleh Andreas.
"tidak perlu kerumah sakit, Zaara istirahat saja" ucap lemah Zaara, saat ini tiba tiba tubuhnya benar benar lemah secara tiba tiba.
"jangan membantah Zaara" lalu dengan hati hati Sagara mengangkat tubuh Zaara kedalam gendongannya,,,
Andreas pun juga datang menghampiri Sagara dan Zaara yang sudah ada dalam gendongan Sagara.
"tuan muda apa yang terjadi?!" tanya Andreas.
"kita harus segera kerumah sakit" ucap Sagara.
dengan cepat Sagara masuk kedalam lift lalu menuju lantai bawah,,,,
Ting...lift terbuka
Sagara pun bergegas menuju mobil yang sudah disiapkan oleh Andreas,,,
para karyawan yang ada disana menyaksikan itu menjadi bertanya tanya dalam hati, apa yang terjadi dengan istri bos mereka.
BRAKK!!
"cepat!!" perintah Sagara kepada Andreas yang mengemudikan mobil itu.
Andreas segera melajukan mobilnya dengan kecepatan lumayan tinggi,,,,
sekitar 15 menit Sagara tiba di rumah sakit kota itu,,,
sagara langsung membawa Zaara masuk,
"bertahanlah Zaara" ucap Sagara kepada Zaara, saat ini tubuh Zaara terasa sangat panas, dan Zaara terlihat sudah menutup matanya.
*****
sedangkan disuatu tempat,,,,
"bagus.....bagus...kerja yang sangat bagus" ucap wanita itu dengan wajah menyeringai
"akhirnya dosis kedua telah diberikan" ucap wanita misterius itu.
"baiklah kau boleh pergi, dan ingat kau tidak boleh di curigai oleh siapapun"
"baik, nona" jawab wanita itu, wanita itu berlalu pergi,,,
"tinggal satu dosis lagi, aku akan bisa menyingkirkan dia" desis dingin wanita misterius itu,,,
namun tiba tiba terdengar dering ponsel wanita itu, terdengar suara yang khas dari dering itu.
"Tring...Ding......tring...Ding..." ponsel itu pun diangkat olehnya,,,
"Tut....halo....."
"APA!!!,.... bagaimana mungkin!!.."wanita itu tampak kaget, lalu ia mencoba tenang lalu,,,
"kalau begitu... dengarkan perintah ku...lakukan seperti......." wanita itu pun menjelaskan rencananya dengan mengirimkan sebuah pesan dengan bentuk kode yang sulit dipahami.
lalu wanita itu menutup ponselnya,,, menatap tajam kedepan,,,
"aku tidak akan membiarkan rencana ku gagal" desis dingin wanita itu.
bersambung.....