Zaara

Zaara
bab 22. janji suci ( ijab Kabul)



......................


tring...!


tring...!


"kau adalah seberkas cahaya di kehidupanku yang gelap,perlahan-lahan namun pasti,jadilah orang yang selamanya di sisiku" perasaan itu sangat indah bercampur haru dan bahagia.


disaat yang bersamaan gadis yang dicintainya akhirnya ada di genggamannya,tidak akan pernah dilepaskan olehnya.


Zaara telah menjadi tunangannya dan sebentar lagi akan menjadi istrinya.


sekarang keluarga itu sibuk dengan urusan masing masing, ada yang sibuk didapur ada juga yang bersantai di ruang tengah sedangkan Sagara dan Zaara tengah berada di altar mereka sambil menatap pemandangan dekorasi itu.


dengan melangkah kesamping Zaara dan kemudian membisikikan sesuatu kepada Zaara dengan sangat intens.


"sekarang kau adalah istriku" bisik Sagara tepat ditelinga Zaara, napas Sagara menerpa wajahnya.


Zaara terpaku,,,


dag..!!


dig...!!


dug..!!


apa yang dilakukan Sagara padanya membuat jantung Zaara serasa mau copot.


"tuan muda kita belum melakukan ijab kabul, masih bukan mahram" ucap Zaara lembut, ia hanya berbelit sebenarnya ia sangat gugup atas tindakan itu.


lalu ia meninggalkan Sagara yang tersenyum geli, ia tahu jika Zaara sedang tersipu, terlihat dari wajahnya yang merah merona.


"dasar tuan muda, bagaimana ia bisa melakukan hal itu sangat memalukan"batin zaara


wajahnya sekarang pasti sudah merah seperti tomat,


teringat ketika napas Sagara menyentuhnya.


"astaghfirullah Zaara apa yang kau pikirkan" ucapnya sebisa mungkin tidak mengingat kejadian itu.


"Zaara ada apa?" tanya Veera yang datang dari arah ruang makan.


"tidak mommy, hanya saja Zaara ingin beristirahat" saut Zaara lembut.


"heum..benar lebih baik kamu lekas istirahat" ucap Veera lagi, lalu Zaara pun berjalan menuju kamarnya.


Zaara masuk kamarnya...


tap...


tap...


lalu beristirahat tiga hari lagi ia akan melaksanakan pernikahannya, dan itu membuatnya sangat gugup.


sekarang kehidupannya terbalik hampir 180° sangat berbeda dari yang ia hadapi dulu, Zaara gadis itu terlalu muda merasakan hal tersebut tetapi hidup telah memberinya pelajaran berharga.


"mulai sekarang dan seterusnya aku akan berusaha menjadi orang yang lebih baik". batin Zaara


keesokan harinya...


Kediaman itu terlihat sedang sibuk menyiapkan pernikahan yang sebentar lagi akan diadakan.


"letak itu disebelah sana!" tunjuk Veera meminta pengawal itu meletakan sebuah meja undangan yang baru sampai.


"pelayan letak vas bunga itu disebelah kanan!!"


"berhati-hatilah!!"


terlihat Veera sedang sibuk menyiapkan perlengkapan yang ada diaula besar itu, aula yang akan dipakai untuk pernikahan Sagara dihiasi dengan dekorasi berwarna dominan putih dan biru dan juga out dor di luar aula tersebut juga terkesan sangat anggun dan mewah.


Veera pun kembali menuju rumah utama dan menghampiri semua orang dirumah itu,,,


sesampainya didalam rumah utama,,,


tap...


tap..


tap..


Veera berjalan masuk dan melihat ada Zaara yang baru keluar kamar.


"Zaara kemari sayang" panggil Veera lalu Zaara pun menghampiri Veera.


"ada apa mommy?" tanya Zaara tak lupa dengan senyuman diwajahnya.


"mommy minta kau harus beristirahat penuh hari ini jangan melakukan apapun dan ikutlah bersama mommy untuk menjalani terapi tubuh" pinta Veera.


"terapi!?"


"benar terapi untuk wajah dan tubuh, mommy akan mendatangkan beberapa untukmu sayang dan sebentar lagi akan tiba" jawab Veera.


benar saja tak lama kemudian datang beberapa orang dari salon kecantikan terkemuka di kota itu.


dan sekarang disinilah Zaara berdiri, didepan kamarnya yang sudah berubah fungsi seperti salon kecantikan.


ada juga pelayan yang membantunya melakukan perawatan kecantikan, dan alat alat semacamnya untuk Zaara.


sebenarnya semua itu tidak perlu Zaara lakukan dan Zaara juga tidak terbiasa tetapi Veera memaksanya untuk melakukan itu.


"Zaara kau lakukanlah perawatan disini, mommy akan pergi dulu!" Veera pun pergi dengan senyum hangat untuk Zaara.


pada akhirnya Zaara pun melakukan berbagai perawatan kulit.


sedangkan disisi lain...


terlihat juga Sagara tengah melakukan hal yang sama seperti Zaara dengan ditemani oleh Andreas.


Sagara sangat menikmati terapi tersebut,,,


"tuan muda saya tidak menyangka jika anda benar benar akan menikah" ucap Andreas masih tidak menyangka jika tuan mudanya yang super dingin itu menikah.


"siapa yang menyangka jika tuan Sagara Caesar Ardiaz yang terkenal kejam dan tidak pernah


tersentuh oleh wanita manapun tiba tiba terdengar akan menikahi seorang gadis" sambung Andreas


Sagara hanya diam sambil menutup matanya,,,


"tuan apakah anda tahu jika sekarang anda sangat terkenal dan juga para wanita wanita itu menjadi patah hati"ucap Andreas kemudian mendapat tatapan tajam dari Sagara.


"yah, bahkan aku juga tidak menyangka jika aku akan jatuh cinta kepada seorang gadis seperti Zaara" saut Sagara dengan nada tenang.


sekarang berita tentang pernikahannya tersebar luas dan rumor datang dari para wanita khususnya, ia tidak terlalu memusingkan hal tersebut hanya saja mengenai berita yang sekarang beredar, yah selain Zaara adalah gadis yang beruntung mereka juga mengatakan hal lainnya seperti gadis sialan yang menggoda tuan Sagara contohnya.


rumor yang buruk juga tidak bisa dihindari,dan rumor terlalu banyak sekarang,terlebih lagi ia yang akan menikah.


"tuan muda anda jangan lupa jika sekarang pasti para musuh anda pengincar hal ini" tiba tiba suara Andreas serius.


Sagara hanya diam,,


"aku tahu itu tapi siapa yang berani mengusik kehidupanku dan Zaara maka akan merasakan akibatnya" sergah Sagara.


disisi lain...


"pah, kau sudah mengundang keluarga kita yang di Prancis kan?" tanya Veera


"sudah mah jangan khawatir papah tidak lupa itu" saut Tristan.


"baguslah"


"kita telah menyiapkan segalanya dengan baik jadi jangan terlalu khawatir"


"iya mamah tahu kok, hanya saja ini pernikahan putra satu satunya pah, mamah berharap mereka bahagia" ucap Veera, Tristan tersenyum, istrinya itu memang wanita yang sangat baik.


...ΩΩΩΩ...


hari yang ditunggu pun telah tiba..


musik piano dimainkan dengan sangat indah, mengalun merdu menambah suasana,bunga berwarna putih bertebaran menambah kesan romantis,kebahagiaan terlihat di wajah semua orang yang berhadir di pernikahan itu...


terlihat wajah yang gugup, napas yang memburu Zaara tengah berada di dalam aula besar untuk menunggu Sagara mengucapkan ijab kabul, ditambah gaun putih bertabur permata terlihat indah ditubuh Zaara.


"Meena akhirnya kau datang juga, aku sangat merindukanmu" peluk Zaara.


"aku juga" Mereka berdua berpelukan, dua sahabat itu menumpahkan rasa bahagia.


"Zaara kau sangat cantik" puji Meena yang datang di pernikahan sahabatnya itu.


"Zaara kau benar benar terlihat seperti tuan putri di negeri dongeng" sambung Meena, Zaara tersenyum.


MC pun memulai acara pernikahan tersebut...


"para hadirin sekalian mari kita sambut bersama sama pengantin pria dan menyaksikan ijab kabul yang akan diucapkannya"


tap...


tap...


tap..


DEG..!!


Sagara sangat tampan dengan setelan jas pernikahannya, berjalan disepanjang karpet merah.


lalu dengan duduk dikursi yang telah disiapkan untuk ijab kabul dihadapan Sagara ada wali nikah Zaara dan penghulu beserta ayah Sagara.


"apakah tuan sudah siap?" tanya penghulu tersebut.


"saya sudah siap" jawabnya dengan penuh keyakinan.


"baik mari kita mulai ijab Kabulnya"Sagara pun berjabat tangan dengan wali nikah itu,lalu ia berkata.


"saya nikahkan dan saya kawinkan engkau ananda Sagara Caesar Ardiaz bin Tristan Arjun Ardiaz dengan Zaara Cahya Elmeera binti Adam Vernanda dengan maskawin tersebut dibayar tunai"


"saya terima nikah dan kawinnya Zaara Cahya Elmeera binti Adam Vernanda dengan mahar tersebut dibayar tunai" dengan satu napas Sagara melapalkan ijab kabul tersebut.


"bagaimana saksi sah?"


"Sah!!" teriak merka bersama sama.


"Alhamdulillah, sekarang kalian berdua sah sebagai suami istri" ucap penghulu.


Sagara tersenyum bahagia akhirnya ia sah menjadi suami untuk Zaara, begitu pula Zaara yang menunggu di dalam aula.


"silahkan panggil mempelai wanitanya!"


Zaara pun berjalan didampingi oleh Veera dan Meena.


tap..!


dag..!


tap..!


dig..!


tap..!


dug..!


disetiap Langkah itu terdengar suara jantung yang berpacu dengan cepat.


Zaara terlihat sangat cantik raut kebahagiaan terpancar dari wajahnya yang berseri, dan tak lupa tepuk tangan meriah penonton yang menyambut kedatangannya.


dengan senyuman diwajah keduanya Sagara dan Zaara saling tatap menatap.


Zaara pun tiba dan langsung duduk di samping Sagara, lalu dengan lembut tangan itu meraih tangan sagara dan menciumnya.


pertama kali ia bersentuhan dengan Sagara, Sagara pun mencium kening Zaara, sangat manis.


"Zaara akhirnya kau menjadi milikku sepenuhnya"Zaara tersipu malu.


"tuan muda terima kasih karena telah menerimaku"saut Zaara dengan wajah yang merah merona.


"setelah ini jangan memanggilku dengan sebutan itu lagi...sayang"goda Sagara.


"hem!!..hemm...!!" tegur Tristan yang melihat kelakuan kedua pengantin itu.


"kalian nanti saja bermesraannya disini banyak orang" ucap Tristan, membuat Zaara mendorong Sagara sedikit menjauh darinya.


sangat memalukan untuk Zaara...


lalu pernikahan itu pun berjalan dengan sangat lancar dan meriah.


tap...


tap...!


"semoga kalian berbahagia selamanya" doa nenek yang menghampiri Zaara lalu memeluknya.


"Sagara jangan pernah sakiti istrimu" ucap nenek lagi menatap Sagara.


"tentu nek, aku tidak akan pernah menyakiti hatinya" jawab Sagara menatap Zaara penuh cinta.


Sagara menarik tubuh itu kedalam pelukannya,,,


"Apapun yang terjadi kau akan selalu ada disisiku selamanya" ucap Sagara.


Zaara hanya tersenyum,,


malam itu adalah malam yang sangat indah bagi keduanya,para tamu undangan tak henti hentinya memberikan doa kepada pasangan itu.


begitu juga dengan keluarga Sagara yang dari Prancis, Mereka datang dan ikut berbahagia.


dan hanya Tisha yang tidak bisa menghadiri acara pernikahan itu.


"selamat untukmu Sagara, akhirnya ada juga wanita yang cintai" ucap paman Sagara.


"terimakasih paman" Sagara pun hanya tersenyum.


itu memang benar selama ini pamannya itu selalu bertanya tanya padanya tentang wanita yang dicintai Sagara bahkan pamannya itu ingin menjodohkan Sagara dengan wanita pilihannya.


"kau tahu Sagara, ketika ibumu memberitahuan hal ini, paman sangat terkejutsiapa sangka jika kau akan menikah"


"paman penasaran siapa yang akan menjadi istrimu, ternyata adalah gadis yang sangat baik,dan cantik" puji paman Sagara menatap Zaara.


paman Sagara itu memang seperti ayah kedua untuknya karena sedari kecil Sagara dekat dengan pamannya ketika sang ibu tidak ada di sampingnya.


bersambung....