
......................
Citttt.....!!!mobil Sagara berhenti tepat di toko tempat Zaara bekerja.
Siang hari itu Sagara berpikir untuk menemui Zaara ditempat kerja Zaara.
"Assalamualaikum" salam Sagara menghampiri Zaara.
"Wa'alaikumsalam" saut Zaara
dengan senyum hangat Sagara mendekati Zaara entah apa yang di pegang laki laki itu, tidak lupa dengan ciri khas Sagara
tap..
tap..
tap..
"apa kabarmu Zaara?" tanya Sagara sambil menatap Zaara dengan lembut.
"aku baik baik saja" bohong padahal sekarang hatinya benar benar berdetak kencang.
dag...!!
dig....!!
dug...!!
senyum canggung, atau lebih tepatnya mencoba tetap tenang karena sekarang hatinya lagi lagi berdebar kencang,Zaara membalas senyum itu.
"tuan muda ada apa kemari" tanya Zaara
"ini untukmu Zaara" Sagara menyodorkan sebuah bunga dihadapan Zaara.
"sangat indah, apakah ini untukku tuan muda" tanya Zaara dengan polosnya, padahal itu sudah disebutkan oleh Sagara tadi.
"tentu"saut Sagara dengan terkekeh geli, Zaara pun menyambutnya bunga itu lalu menciumnya.
"hehmm...!!..sangat wangi!" puji Zaara sambil tersenyum manis.
DEG!!...ouh tidak dia terlalu cantik, pikir Sagara
"tapi kenapa hanya satu tangkai tuan muda?" ucap Zaara bingung kenapa bunga itu hanya satu tangkai saja.
"sebenarnya bunga ini aku beli dari seorang nenek dipinggir jalan" ucap Sagara Kalimat itu membuyarkan lamunan Sagara.
"benarkah lalu?"
"karena nenek itu terlihat kesulitan membawa bunga-bunga itu lalu aku membeli salah satunya". jawab Sagara
"kata nenek itu bunga ini sangat cocok untuk diberikan kepada orang yang dicintai" sambung nya.
Zaara lagi lagi tersenyum, menurut nya Sagara itu sangat jujur juga polos, laki laki itu bersikap angkuh juga dingin tetapi sekarang, setelah ia mencoba memahami Sagara ia menjadi melihat sisi lain darinya.
"namun kenapa hanya satu tangkai" gumam Zaara.
"eum..apa Zaara aku tidak mendengarmu!?" tanya Sagara yang mendengar gumaman Zaara.
"ahhh..itu!!"
"saya bilang terimakasih" ucap Zaara sambil tersenyum.
"apapun untuk mu" jawab Sagara juga tersenyum.
"setelah ini apakah kau ada pekerjaan lain Zaara?" tanya Sagara
"tidak, tapi aku ingin pergi ke perpustakaan untuk mencari referensi buku" jawab Zaara
"sebentar lagi akan ada ujian yang harus dihadapi" sambungnya.
"baik, apakah kau ingin aku antar" tanya Sagara lagi.
"jika itu tidak memberatkan tuan muda" jawab Zaara,Sagara tersenyum dan menggelengkan kepala.
"baiklah tunggu sebentar, aku akan bersiap siap" Zaara pun masuk, lalu tak lama Zaara keluar dan siap untuk pergi tetapi tiba tiba ponsel Sagara berbunyi.
drrttt... drrttt...!!
"tunggu Zaara aku akan mengangkat ini dulu!" alalu Sagara pun mengangkat telepon itu.
"ada apa Andreas?" tanya Sagara
"baiklah, aku akan segera kembali" terlihat wajah Sagara yang berubah serius.
"ada apa tuan muda?" tanya Zaara
"maafkan aku Zaara, tiba tiba ada masalah di perusahaan jadi aku harus segera pergi" saut Sagara
"tidak apa apa tuan muda, pergilah" ucap Zaara mau mengerti.
"benarkah, tapi aku telah mengatakan akan mengantarkanmu"
"tidak apa apa tuan muda, lagi pula perusahaan mu dalam masalah itu lebih penting sekarang dari pada, mengantarkan saya"
"Baiklah jika kau sudah mengatakan hal itu, kalau begitu aku pergi Zaara!!" setelah itu Sagara pergi meninggalkan Zaara.
Zaara pun menatap kepergian Sagara lalu dengan cepat juga ia menutup toko itu terlebih dahulu,,,
disaat Zaara menutup toko buku itu, ia tak sadar dikejauhan terlihat seorang sedang mengawasi Zaara.
penjahat sama dengan yang terakhir kali,penjahat itu beraksi lagi kali ini ia harus berhasil,karena itu adalah kesempatan yang bagus untuknya menculik Zaara karena Sagara sedang lengah.
tap...
tap...
tap...
Zaara pun mencoba mencari taksi, dan tak lama terlihat sebuah taksi melintas.
"Taksi!!" lambai tangan Zaara memberhentikan sebuah taksi lalu ia pun pergi dari sana.
vroomm...!!
penjahat yang menggunakan mobil itu pun mengikuti dibelakang,,,
15 menit kemudian...
Zaara sampai di perpustakaan tersebut lalu masuk.
penjahat itu tetap mengintai Zaara dari luar, perpustakaan terlalu banyak saksi mata karena itu penjahat masih harus menunggu.
tak berlangsung lama Zaara keluar dari perpustakaan, ia terlihat sedang mencari sebuah taksi tetapi tak kunjung ada.
kesempatan bagus, salah satu penjahat turun dan berpura pura menjadi pejalan kaki lalu mendekati Zaara.
sebelum mereka beraksi penjahat itu mencek apakah ada cctv di tempat itu, tetapi kerena zaara mengambil jalan pintas, semakin membuat penjahat itu mudah beraksi.
tap..
tap..
dengan cepat penjahat itu membius Zaara dan memasukkan Zaara kedalam mobil.
set...!! dengan cepat penjahat itu melakukan aksinya.
"TOLONG..!!" teriak Zaara terputus karena kesadarannya menghilang.
penjahat tersebut berhasil menangkap Zaara lalu menghubungi Mira.
"bawa gadis itu ketempat yang sudah kuberi tahukan" ucap Mira dari seberang telpon.
"baik"
***
Citt...!!!
telah sampai ditempat yang dituju, penjahat itu segera membawa Zaara masuk kedalam sebuah rumah.
rumah tersebut terletak di pinggir hutan disebuah desa, lumayan jauh dari kota.
Mira menunggu didalam
"bagus, sangat bagus akhirnya gadis ini tertangkap" ucap seringai Mira tajam melihat Zaara.
"ini nyonya" penjahat itu menyodorkan sebuah tas, tas milik Zaara.
lalu Mira membongkar isi tas tersebut, hanya terdapat ponsel, buku juga setangkai bunga.
Mira pun mengambil ponsel Zaara lalu mencabut kartu ponsel itu. ia tidak ingin ada yang melacak keberadaan Zaara.
"sudah kalian pastikan bukan jika tidak ada saksi mata"
"tentu nyonya" jawab penjahat itu
di kantor Sagara...
"jadi maksudmu ada orang yang berhasil meretas perusahaan ini!!?" ucap dingin Sagara kepada bawahan nya itu.
"benar tu..a..n..mu..da.." jawabnya.
Sagara marah, mengapa perusahaan nya bisa berhasil di retas, perusahaan Sagara sangatlah aman tidak mudah untuk menembus pertahanan perusahaan itu.
"tuan muda kita harus cepat memeriksanya" ucap Andreas.
Sagara pun bergegas keruangannya lalu mencek semua data dan file perusahaan itu, tetapi tidak ada satu pun yang hilang.
ia menjadi bingung,,,
"tidak ada yang hilang dan keamanan kita masih baik baik saja!?" ucap Sagara
"apakah ini benar benar penyerangan, atau apakah mungkin jika penyerang itu hanya ingin membuat kita lengah?" jawab Andreas
"yang pasti kita harus tetap waspada" ucap Sagara, Sagara tersenyum sinis.
"cukup berani menyerang perusahaanku!!" ucapnya dingin.
lalu Sagara duduk menenangkan diri, lalu ia teringat jika tadinya ia ingin mengantarkan Zaara pergi.
Sagara pun menghubungi Zaara,,,
Tut... Tuutt.....Tut..!! ponsel itu tidak aktif, dan itu cukup aneh.
"Apakah ia masih berada di perpustakaan?"
"kenapa ponselnya mati" ucap Sagara, Andreas yang melihat pun mulai bertanya tanya.
"ada apa tuan?"
"apakah ada sesuatu?" tanya Andreas.
"Zaara ponselnya tidak aktif, mungkinkah ia masih di perpustakaan?" Sagara pun melirik jamnya,sekarang pukul 4.
"seharusnya sudah pulang" ucap Sagara,Sagara pun langsung keluar, Andreas mengikuti.
"tuan muda ingin kemana?"
"ke tempat Zaara, perpustakaan kota" jawab Sagara
Andreas pun menjalankan mobil itu
"Andres lebih cepat" ucap Sagara entah mengapa perasaannya mulai tidak enak.
dengan cepat Sagara menyusul Zaara ke perpustakaan kota.
vroomm...!!
selama perjalanan pun Sagara tidak berhentinya mencoba menghubungi Zaara.
Citt....!!! Sagara pun tiba di perpustakaan.
Sagara langsung keluar dan bergegas masuk kedalam ia mencari Zaara tetapi ia tidak melihat Zaara.
ia pun bertanya kepada penjaga disana,,
"permisi, apakah ada pengunjung bernama Zaara Cahya Elmeera disini" tanya Sagara
penjaga pun mencari nama yang disebut,,,
"benar tuan, ada pengunjung bernama itu, tetapi sudah pergi satu jam yang lalu" jawab nya.
Sagara terkejut lalu ia pun segera keluar, Sagara kembali menghubungi Zaara, tetapi tidak aktif.
Sagara mulai cemas, dengan kecepatan tinggi Andreas kembali ke perusahaan atas perintah Sagara, ia ingin melacak keberadaan Zaara.
"Andreas sekarang kita pergi ke Perusahaan!"
"baik!!"
lagi lagi mereka kembali ke perusahaan lalu dengan cepat Andreas membuka sistem yang bisa melacak seseorang.
dengan semua usahanya tak lama kemudian Andreas mengatakan Informasi yang tidak memuaskan.
"tuan muda, keberadaan nona Zaara tidak bisa dilacak" Sagara pun memerintahkan pengawalnya mencari Zaara.
"cari Zaara di semua alamat ini" perintah Sagara kepada pengawalnya.
Sagara menunggu kabar Zaara dengan cemas, ia berharap semoga itu hanya perasaannya.
tetapi semua pengawal mengatakan jika Zaara tidak ada di rumahnya, ditoko, di universitas, juga ditempat Rena, maupun Meena.
kecemasan Sagara berubah menjadi kekhawatiran
"APAKAH KALIAN SEMUA TIDAK BERGUNA!!!!" teriak Sagara kepada pengawal pengawal itu.
"HANYA MENCARI SATU ORANG SAJA" sambung masih berteriak.
"Andreas apakah kau sudah menemukan keberadaan Zaara" Sagara mencoba tenang
"belum tuan muda, seperti ada yang mencoba menyembunyikan keberadaan nona Zaara " ucap Andreas.
"Apa Maksud perkataan mu" tanya Sagara
"tuan ponsel nona muda itu di lengkapi dengan pelacak dengan akurat tetapi sekarang sama sekali tidak ditemukan sinyal apapun"
"teruskan pencarian aku ingin Zaara ditemukan hari ini juga" perintah Sagara.
ditempat Zaara...
ia masih tidak sadarkan diri, bius itu memiliki dosis yang tinggi karena itu Zaara masih tidak bangun.
Byurr....!!!
mira menyiramkan air kepada Zaara,,
gadis itu tersadar, dengan kepala yang sakit Zaara mencoba membuka matanya, berapa terkejutnya ia ketika didapati dirinya terikat di sebuah tiang.
"tolong..." teriak Zaara, dengan mencoba melepaskan diri, Zaara memberontak.
"tolong lepaskan saya..."
Zaara yang tidak bisa melihat wajah itu dengan jelas
Mira mendekati Zaara,,,
"Apa kabar sayang" ucap Mira membuat zaara terkejut, ia benar benar tidak menyangka jika itu adalah Mira.
"ta.n..te..!!" ucap Zaara terbata ia menahan sakit di tangannya yang terikat.
"iiya.. kaget?" jawab Mira
"Tante,..apa yang tante lakukan? mengapaTante ngelakuin ini" tanya Zaara
"hoho.. jadi keponakan Tante ini nggak tahu apapun ya" Mira mengangguk- angguk.
"baiklah mari Tante ceritakan ya" ucap Mira.
"kau tahu Zaara jika Nadyra telah dilecekan orang?" tanya nya .
"dan kau tahu perbuatan siapa itu?"suara berdesis di telinga Zaara.
"iya, itu adalah perbuatan Sagara" sambung nya.
Zaara terkejut,,,
"dan kau tahu apa saja yang diperbuatnya, dia telah menghancurkan hidup Nadyra dengan mengirimnya sebagai alat pemuas nafsu "
"ZAARA, SEKARANG PUTRI KU TELAH HANCUR DAN IA HAMPIR GILA, ITU SEMUA KERENA KAU!!!!" teriak Mira menggelegar.
"aku ingin kau merasakan hal yang sama" ucapnya melemah.
Zaara benar benar takut, apa yang sebenarnya terjadi apakah yang dikatakan Mira itu benar, jika ia mengapa Sagara melakukan hal itu.
"Tante jangan sakiti Zaara" pinta Zaara sekarang ia sama sekali tidak bisa melihat dengan fokus kepalanya sangat sakit.
"ya Allah apalagi yang akan terjadi sekarang " batin Zaara.
bersambung....