Zaara

Zaara
bab. 98. 5 tahun kemudian



Hai.. semuanya bertemu lagi.., jangan lupa dukungannya, ya...🤗


...----------------...


...Berjalan bersamanya, larut dalam tawa,tangis, jatuh, bangun, membuat keduanya menyadari betapa berharganya kebersamaan!, Disaat tak ada lagi waktu untuk bertemu....


...Tak pernah disangka... ternyata kebersamaan itu benar-benar hilang dalam satu kedipan mata....


...Dan disaat dia terlambat menyadari..., saat melihatnya dengan hati, dan bukan dengan egonya sendiri, baru dia sadar...Zaara telah ada diseberang!...


...Dan disaat maut benar benar datang. menghapus kehidupan, memudarkan senyuman, dan membawanya,...segala kenangan.........


...Jari jari tak lagi bertaut, senyum tak lagi sama,..terbawa dalam ketiadaan: Angin!...


...Apa yang terucap, dan apa yang tak terucap....semua telah dibawa tubuh tanpa jiwa....!Yang tersisa hanya ruang kosong...hampa....Terlalu pelan kesadaran itu datang!...


...Dan pada akhirnya hanya ada penyesalan yang tersisa....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Semua telah berlalu dengan cepat, tak terasa lima tahun berlalu bagi Sagara! Setelah Zaara dibawa pulang kala itu dengan beberapa proses, jasad Zaara langsung dikebumikan di samping makam ayah dan ibunya.


Sagara tidak menyangka jika waktunya bersama dengan Zaara sangat singkat, bahkan diwaktu yang singkat itu Sagara lebih banyak mengabaikan Zaara karena masalah yang terjadi diantara mereka.


Sampai kapanpun mungkin Sagara tidak akan pernah bisa melupakan Zaara,


Kini di kediaman Sagara yang besar tersebut, hanya tinggal kenangan dan ruang kosong yang hampa,


Keluarganya kembali ke Kanada karena Veera selalu teringat kenangan bersama Zaara, oleh sebab itu Veera dan Tristan kembali Kanada dan setelah 5 tahun berlalu pun Veera tidak berkunjung, walaupun hanya menengok sebentar saja.


Sekarang dirumah itu hanya ada Tisha, juga Rena yang telah menikah dengan Andreas, Sagara kesepian dirumah itu dan dengan keputusan yang telah dibuatnya 5 tahun yang lalu, pada akhirnya Sagara memutuskan untuk mengumpulkan mereka disatu kediaman besar.


Rena yang selama ini sangat menyayangi Zaara, masih sangat terpukul atas kepergian Zaara, bahkan sampai saat ini Rena masih belum yakin jika Zaara telah tiada.


Sedangkan Tisha sekarang sudah menjadi seorang wanita yang hebat dengan kemampuan yang diturunkan oleh Veera padanya, kini Tisha sudah menjadi GM di perusahaan global group corporation dan kadang kadang Tisha akan menggantikan posisi Sagara jika Sagara tidak bisa berhadir dalam pertemuan apapun.


Dan yang terpenting!,


Saat ini sifat Sagara telah berubah 180° menjadi lebih baik, Sagara berubah menjadi orang yang lebih hangat kepada orang lain dan tidak lagi meremehkan mereka semua.


Sagara yang mungkin kadang kadang masih terlihat dingin dan tegas jika ada pekerjaan yang tidak becus diperusahaan dan disaat itu Sagara akan bertindak sebagai seorang CEO yang tegas bagi karyawannya.


Dan sikapnya pun telah lebih baik, Sagara bisa bersosialisasi dengan anak anak, terlebih lagi selama 5 tahun terakhir Sagara sering kali berkunjung ke panti asuhan ataupun menjadi donatur untuk lain lainnya.


Pokoknya Sagara yang sekarang lebih hangat dan ramah kepada sesama,akan tetapi...Sagara tetap akan menjadi orang yang berbeda jika pulang kerumah.


Kadang Sagara akan terlihat seperti orang yang kehilangan arah, dan tujuan hidup, ada juga Sagara akan tiba tiba marah dan mengamuk, atau tidak Sagara akan menangis, dan menyendiri didalam kamarnya.


Sagara benar benar hancur tanpa Zaara, dengan kepergian Zaara disaat yang bersamaan, tawa, kebahagiaan itu juga sirna dari diri Sagara.


Pria itu sekarang terlihat lebih rapuh dan lemah dibandingkan dengan Bunga!, pria itu sekarang lebih sensitif dan akan menangis diam diam di kesendiriannya.


Seperti Saat Ini!


Sagara menghela napas. terduduk lesu didalam kamarnya dengan lampu yang dimatikan dan hanya remang remang cahaya bulan yang masuk lewat jendela yang sengaja dibuka.


Lagi lagi Sagara merasa hampa, dan kosong.. teringat semua kenangannya bersama Zaara, yang bahkan waktu kebersamaan itu juga tidak seberapa lamanya.


Namun tetap berhasil membekas bukan hanya di pikirnya tapi juga benaknya!


Sagara tersenyum kecut!,


Diminumnya air yang ada di sampingnya saat ini!,


Pernah sesekali Sagara yang sangat frustasi, sedih. nekat untuk meneguk alkohol namun Andreas yang menyadari sikap Sagara yang agak kacau waktu itu langsung bertindak,dan membuang alkohol tersebut.


Jika teringat kejadian itu membuat wajah Sagara kembali terkekeh kecut! memang selemah itukah dirinya sekarang sehingga membuat Andreas pun iba terhadapnya!?.


"Zaara...kenapa kau tinggalkan aku,...kemana aku harus menemukan gadis sepertimu..sayang..." pada akhirnya kalimat lirih itulah yang terucap dari mulut Sagara, dan dengan cepat tanpa diminta, air mata itu kembali membasahi wajahnya.


Tikk...tikk...


Sagara membiarkan dirinya yang semakin terjatuh kelantai, merasakan jantungnya yang lemah dan sesak, mendengarkan setiap jeritan yang terdengar.


Biarlah sudah orang mengatakan jika ia lemah, tidak apa apa!, biarkan orang lain akan menganggapnya seperti apa!, namun yang sekarang Sagara benar benar tak mampu menopang hatinya sendiri.


Sagara merebahkan tubuhnya dilantai,memeluk tubuhnya sendiri dalam kedinginan dan kehampaan tanpa ujung.


...**********...


"Apa yang kau lakukan kak!, lihatlah...hiss kau ini!" runtuk Tisha untuk kesekian kalinya.


Tisha dan Rena saat ini tengah berada diruang tengah sambil menikmati cemilan sambil menonton televisi kesukaan mereka.


Namun kesenangan itu tiba tiba hilang disaat Rena dengan sengaja mengerjai Tisha hingga membuat Tisha kesal.


"Hahahaha...habisnya kakak kan ingin melihat berita, kau ini malah ingin menonton kartun anak anak" sahut Rena sambil tertawa garing.


Tisha memanyunkan bibirnya!


Yahh.. walaupun umur telah bertambah tetapi kadang kadang sikap Tisha masih suka kekanak-kanakan terlebih lagi disaat ada kartun kesukaannya.


Dan untuk Rena, Rena memang sangat suka mengganggu Tisha jika sudah seperti itu, Rena saat ini sudah menikah dengan Andreas dari 4 tahun lalu dan sekarang mereka sudah memiliki satu orang anak laki laki berumur 3 tahun.


"Awas..yah, Tisha adukan sama Kakak Andreas nih!" sungut Tisha kesal,


"Adukan saja sana lagi pula dia tidak akan peduli dengan rengekan gadis sebesar ini.." ledek Rena lagi.


"Hisss....kau!!" Tisha tidak terima dikatai seperti itu, namun tiba tiba perkelahian itu terhenti disaat dua pria itu masuk kedalam rumah bersama dengan satu orang anak laki laki.


Yahh....siapa lagi jika bukan Sagara, Andreas dan juga putranya yang bernama Reihan Mahartama.


"Mami!"seru anak kecil tersebut dengan suara khas anak keci, berlari menghampiri Rena dan segera memeluk tubuh Rena.


Rena menyambut putranya tersebut dengan wajah yang bahagia, putranya itu sangat aktif dan tidak bisa diam.


"Darimana saja kau sayang?" tanya Rena menatap wajah Rei.


"Ehan..Ama...Papi...dan Pa...pa..h" sahut Reihan membuat yang mendengar ucapan itu tertawa geli.


"Eumm...begitu..baiklah sekarang turun ya!"ucap Rena lagi lalu menurunkan tubuh Reihan.


Andreas dan Sagara yang sudah ada disebelah Rena dan Tisha mereka pun pada akhirnya berkumpul diruang tengah bersama sama.


"Kau ingin minum mas?, Sagara!?" tanya Rena kepada dua pria di hadapannya sekarang.


"Yah...boleh, tolong ambilkan aku air putih saja" sahut Andreas menatap Rena sedangkan Sagara hanya menganggukkan kepala seandanya.


Rena pun paham lalu segera pergi menuju dapur untuk mengambilkan air minum dan beberapa cemilan lagi untuk Sagara dan Andreas yang sehabis berolahraga pagi itu.


Bersambung...