
hai semua jangan lupa untuk like and coment ya🤗
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"jangan selidiki kasus ini" ucap Sagara datar, ekspresi wajah Sagara terlihat saat serius.
didalam ruangan kerja, terlihat Sagara tengah duduk di kursi miliknya dengan sorotan mata yang menghunus tajam.
kening Andreas berkerut mendengar ucapan Sagara
"hmm!?"
"masalah ini aku akan menyelidiki sendiri, jangan biarkan orang lain tahu dan juga ada yang akan kau kerjakan sesuai perintah ku" ucapnya lagi.
Kejadian telah berlalu kini kondisi Zaara pun telah memulih dengan cepat, tiga hari pasca keracunan Zaara selalu dijaga oleh Sagara dan bodyguard yang diperintahkan oleh Sagara jika Sagara harus meninggalkan Zaara sendirian.
dokter Carissa pun telah kembali pulang ke Prancis karena ia bekerja sebagai dokter di rumah sakit miliknya sendiri.
"tuan bolehkan saya bertanya mengapa anda ingin menutupi hal ini" tanya Andreas.
Andreas yang memperhatikan Sagara, bertanya tanya, mengapa tuan mudanya itu selalu saja ingin menyelidiki masalah ini secara diam diam bahkan tanpa diketahui oleh orang lain.
"ckk...hammmm....." Sagara hanya menghela nafas kasar dan menutup matanya tanpa mau menjawab pertanyaan tersebut.
lalu dengan suara yang berat Sagara berkata,,,
"aku merasa jika ada sesuatu yang tidak beres disini, semakin aku mencoba untuk menggali informasi dari masalah ini, aku semakin merasa jika keselamatan Zaara juga terancam" ucapnya dengan suara berat.
"ini....!!" raut wajah Sagara membuat Andreas semakin yakin juga jika masalah ini tidak semudah itu.
lalu dengan pelan ia berjalan mendekati foto Zaara yang terpampang di dinding ruang kerjanya, menatap foto itu dalam.
"keluarlah tinggalkan aku!" perintah datar Sagara
Andreas yang mendengar hanya diam, lalu ia pun keluar dari ruangan itu meninggalkan Sagara yang tengah menatap foto itu.
"aku tidak akan membiarkan kau dalam bahaya lagi" ucapnya mengusap foto itu,,,
"sigh*....hhmmmm" lalu Sagara berjalan keluar menuju kamarnya dengan langkah yang gamang, tidak seperti biasa kali ini ia membiarkan perasaan ini menyelimuti hati dan pikirannya.
***
setelah Sampai didepan pintu kamar, Sagara hendak menggapai handle pintu namun ia terhenti sejenak lalu ia mengetuk pintu terlebih dahulu,,,
tok...tok....tok.....
mendengar suara ketukan pintu, Zaara menoleh ke sumber suara dan melihat siapa yang membuka pintu dan ternyata Sagara yang tengah ada diambang pintu.
"hubby mengapa mengetuk pintu?" tanya Zaara sedikit bingung, tidak biasanya Sagara mengetuk pintu namun kali ini Sagara mengetuknya.
Sagara hanya tersenyum hangat lalu duduk disamping Zaara yang tengah memakan bubur diatas kasur.
ia tersenyum simpul melihat Zaara yang tengah memakan bubur, wajah Zaara yang lucu membuat Sagara bahagia, ia merasa jika sekarang ia kembali jatuh cinta.
Zaara yang tengah memakan makanannya itu pun menjadi menoleh kearah Sagara,,,
"ada apa?, apakah diwajahku ada noda?" tanya Zaara polos, ia tidak tahu apa yang tengah Sagara pikirkan.
"tidak apa apa aku hanya ingin memperhatikanmu" jawab Sagara.
"hemmm?!" kening Zaara mengerut, kemudian ia kembali menyuap bubur.
akhirnya Zaara selesai makan,,,
"sini aku akan merapikannya untukmu" pinta Sagara lalu mengambil mangkuk yang ada ditangan Zaara lalu berjalan kearah meja dan meletakan mangkuk diatasnya.
Zaara menjadi bertanya tanya lagi, namun ia cukup senang dengan perlakuan Sagara terhadapnya.
Zaara memperhatikan semua yang dilakukan Sagara, Sagara yang membereskan mangkuk.
Sagara berbalik badan menghadap Zaara, menatap lurus dengan sorotan mata yang tak berbaca.
Zaara merasa heran namun ia mencoba untuk mencairkan suasana yang menurutnya sedikit aneh jika Sagara menatapnya dengan sorot seperti itu.
"tumben hubby melakukan itu, biasanya kau akan meninggalkan bekas piringmu tanpa kau bereskan dulu" ucap Zaara tersenyum sedikit menggoda Sagara.
Sagara yang mendengar hal itu menjadi tersenyum, Zaara sangat tidak pandai dalam berbohong, pikir Sagara.
Sagara tahu jika Zaara tidak nyaman dengan suasana ini, sagara pun mendekati Zaara,,,
"Zaara bolehkah kau berjanji satu hal padaku" ucap Sagara kemudian, mendengar hal itu Zaara dengan cepat mengiyakan.
"tentu, apa itu hubby" Zaara menunggu kalimat Sagara yang berikutnya.
"berjanjilah setelah ini kau harus menjaga dirimu sendiri dengan baik, berjanjilah selalu berhati-hati dimana pun kau berada dan berjanjilah padaku kau akan selalu ada disampingku" ucap Sagara lirih.
"hubby...." ucap Zaara kemudian meraih wajah Sagara dan menatap mata Sagara yang terlihat sendu dimata Zaara.
"ada apa? emmm... apakah ini ada hubungannya dengan racun itu, hubby aku kenal sifatmu dan sekarang ini bukan dirimu, hubby...., aku harap masalah ini kita bisa menghadapi bersama-sama" ucap Zaara lembut, menyakinkan Sagara hal ini.
ia merasa jika sikap Sagara sekarang berbeda entah mengapa ia merasa jika Sagara menyembunyikan sesuatu.
***
malam harinya,,,
"assalamu'alaikum warahmatullahi..... assalamualaikum warahmatullahi"
Zaara melaksanakan shalat magrib didalam kamarnya,,,
"ya Allah...yang maha kuasa atas segala sesuatu, berilah jalan dan petunjuk mu atas semua ujian yang kau berikan kepada kehidupan hamba, berilah petunjuk atas masalah yang di hadapi oleh suami hamba" doa Zaara mengangkat kedua tangannya.
"aamiin allahumma aaamin" Zaara mengusap wajahnya,,,
Zaara pun membereskan sajadah dan bersiap siap setelah selesai ia keluar dari kamar itu menuju ruang tengah,,,
"dimana Bunga?" pikir Zaara sambil menatap sekelilingnya.
"bibi!...bibi!" panggil Zaara
lalu seorang pelayan pun datang,,,
"ada yang bisa saya bantu nona muda?" bow pelayan itu kepada Zaara.
"bibi ada lihat Bunga, dimana dia?" tanya Zaara, ia sedari tadi tidak melihat keberadaan Bunga.
biasanya Bunga akan mendatangi Zaara kedalam kamar.
"maaf nona muda, saya tidak melihat nona Bunga sedari tadi" jawab pelayan itu menunduk.
"hhmm... baiklah bibi boleh pergi" ucap Zaara tersenyum lalu ia menuju dapur untuk melihat apakah makan malam telah siap.
tap...tap...tap...
"bibi Nan?!" ucap Zaara yang sudah berdiri di depan dapur.
ia melihat bibi Nan sedang sibuk memerintahkan pelayan lainya untuk bekerja dengan cepat.
"nona muda!!?" ucap bibi Nan dengan ekspresi sedikit terkejut.
"mengapa nona turun... seharusnya anda panggil saja saya, jangan repot repot untuk turun kebawah" ucap bibi Nan.
"tidak apa apa Bi, Zaara bosan di kamar sendirian, lagi pula Zaara juga ingin melihat apakah makanan telah siap" ucap Zaara lembut.
"baiklah kau nona mau seperti itu,...tapi..." ucap bibi Nan ragu.
"jangan takut bi Nan, Zaara baik baik saja lagi pula Zaara akan duduk saja disini" ucap Zaara sambil menggeser kursi untuk ia duduk.
bibi Nan pun tersenyum,,
"baiklah nona, saya akan siapkan makanan untuk nona" ucap bibi Nan lalu pergi untuk mengambil makanan yang telah siap untuk di santap.
tak lama terdengar dari luar pengawal yang menyambut Sagara datang,,,
"itu pasti hubby" ucap Zaara senang.
Zaara pun berdiri dari duduknya dan segera menghampiri Sagara,,,
Tap...tap...tap.....
"hubby" panggil Zaara lembut.
Sagara menoleh kearah sumber suara, lalu laki laki itu pun tersenyum namun sedetik kemudian ekspresi Sagara menjadi cemas.
"Zaara!!..." Sagara pun memeluk tubuh mungil itu,,,
"kenapa kau turun?" tanya Sagara sambil memeriksa keadaan Zaara.
"aku baik baik saja hubby..." ucap Zaara tersenyum lalu dengan cepat lagi ia berbicara sebelum sang suami berbicara lagi.
"tunggu dengarkan dulu, Zaara kebawah karena ingin menunggu hubby untuk makan bersama, jadi lebih baik hubby membersihkan diri" ucap Zaara sambil mendorong tubuh Sagara pelan sambil tersenyum geli.
Zaara kembali ke ruang makan,,,
Zaara duduk lalu mengambil handphone yang ada dikantong pakaiannya,,,
dan menekan tombol nomor yang tertera disana dan menghubungi seseorang,,,
TUT....
"halo!" ucap orang diseberang sana.
"Bunga...kau ada dimana?" ternyata Zaara sedang menghubungi Bunga, Zaara sedikit cemas karena tidak bisa menemukan Bunga dirumah itu.
"Zaara maafkan aku, aku lupa memberi kabar padamu jika sekarang aku masih berada di kantor" ucap bunga.
"benarkah....tapi syukurlah kau baik baik saja, baiklah Bunga pulanglah lebih cepat" ucap Zaara sedikit lega.
"baiklah Zaara...aku tutup dulu teleponnya"
bersambung.....