
......................
Berbagai cara dilakukan Sagara untuk menemukan Zaara.
sekarang ia berada dipusat cctv kota itu, ia akan melacak keberadaan Zaara dengan memeriksa tempat yang pernah di kunjungi Zaara hari ini.
dengan tatapan serius,Sagara mencoba memeriksa setiap rekaman cctv, dan berharap bisa menemukan titik terang keberadaan zaara.
tiba tiba ia melihat hal yang mencurigakan, Sagara mencoba mengulang mundur rekaman itu, dan benar saja terlihat seorang laki laki tanpa sengaja terekam cctv, di taman kota laki laki itu terlihat berjalan mendekati Zaara yang sedang asik di bermain bersama anak anak lalu laki laki itu mencoba menusuk Zaara.
BRAKK..!!
berapa terkejutnya ia, bagaimana bisa sagara sebodoh ini, ia telah lalai menjaga Zaara.
wajahnya sudah sangat merah karena menahan amarahnya sendiri, Sagara memerintahkan Andreas mencari identitas laki laki itu.
"Andreas cari identitas mereka semua!!" perintah Sagara dengan suara yang terdengar dingin.
Andreas pun pergi melakukan tugasnya itu.
"AKHHHH...!!!"
"SIALAN..!!!"
"siapa yang sudah dengan berani mengganggu ketenangan ku, maka ia akan mendapatkan ganjaran nya"
di tempat lain...
"aa...kku **..iiidak melakukan apa pun!!" ucap Zaara sambil menahan rasa sakit disekujur tubuhnya.
"walaupun kau menyiksaku sampai mati pun, aku tidak bersalah" Zaara sangat kesakitan, Mira menyiksanya berulang kali menggunakan cambuk.
Zaara mencoba melawan Mira, walaupun ia sedang terikat di tiang itu ia berusaha tetap sadar dan mengulurkan waktu untuk Sagara, berharap agar Sagara menyadari kehilangannya.
PLAKK..!!.
PLAKK...!!
"AKHHH...!!"
"huk...huk..." Zaara terbatuk menahan rasa sakit itu.
lagi lagi Mira memukul Zaara dengan cambuk, kini terlihat tubuh itu penuh darah.
Mira yang melihat zaara yang sudah tidak berdaya itu menjadi sangat bahagia, ia meninggalkan Zaara yang terlunglai lemas.
dengan menatap kepergian Mira, Zaara tersenyum setidaknya ia berhasil bertahan.
"ya Allah bantulah Zaara, kuatkan tubuh Zaara sampai tuan muda datang menyelamatkan hamba"batin Zaara.
Zaara tidak bisa melihat ruangan itu dengan benar, sekarang kepalanya pun ikut terasa sakit.
sayup ia mendengar suara Mira berbicara, suara itu tidak jelas dan semakin menghilang dari pendengarannya.
disisi lain...
"jadi kau tidak berhasil menemukan identitas mereka!!" sekarang suhu ruangan itu semakin memanas.
"benar tuan!!" ucap Andreas menginfokan semua yang telah ia selidiki.
Sagara lagi lagi gagal menemukan identitas laki laki itu,ia begitu marah bagaimana bisa laki laki itu lolos.
"Tuan muda,identitas mereka sepertinya palsu dan menurut saya mereka pasti telah merencanakan ini dengan sangat matang" Andreas berpendapat jika penculikan Zaara kali ini sudah direncanakan.
"SIALAN!!!"
Sagara sudah sangat marah, dengan tatapan yang menghunus tajam,ia berbicara dengan semua pengawalnya,Sagara menurunkan setengah pengawal yang dimilikinya untuk mencari Zaara dikota ini.
"PERGI!!! cari Zaara sampai ketemu, jika tidak aku akan mengubur kalian bersama dengan kehilangannya" ucap Sagara dingin menghujani semua pangawal dengan tatapan mata nya.
"BAIK TUAN MUDA!!" saut mereka tegas.
***
Sudah satu hari berlalu,Sagara tidak menemukan petunjuk apapun tentang Zaara.
dihari itu cuaca cukup mendung, terlihat Sagara sedang melajukan mobilnya mencari Zaara di kota itu.
vroomm...!!!
vroomm...!!
"dimana kau Zaara!!" ucap Sagara frustasi,sudah cukup lama dari pertemuan ia dengan zaara siang itu.
Citttt!!....
tiba tiba dengan hentakan keras Sagara menghentikan mobil itu tepat di pinggir jalan yang kosong.
kriitt...!! Sagara membuka pintu.
BRAKK...!! lalu dengan keras ia menutup kembali pintu mobil.
tap...
tap..
tap...
ia mulai berteriak frustasi mondar mandir didepan mobil miliknya, Zaara sudah hilang satu hari dan dia masih tidak bisa menemukan Zaara.
"AKHH...!!
"ZAARA KAU DIMANA!!." teriak Sagara
"kau... dimana.. Zaara" suaranya melemah
Tik...tik...tik...!! hujan pun turun membasahi bumi dan tubuh Sagara.
Sagara membiarkan tubuhnya yang letihnya terkena hujan, sekarang ia benar benar pasrah menatap langit.
"oh tuhan aku sangat mencintai Zaara tolong jangan biarkan sesuatu terjadi padanya, sekarang aku berpasrah diri kepadamu"hatinya kini berbicara.
hatinya benar benar sakit, lalu ia biarkan air mata untuk pertama kalinya mengalir.
ditengah rasa frustasi itu tiba tiba ponsel Sagara tiba tiba berbunyi.
Dirtt...dirttt...!!
Sagara pun mengangkat teleponnya,,
"halo tuan muda" Suara diseberang sana.
"saya telah menemukan keberadaan nona Zaara" sambungnya, rupanya itu adalah Andreas ia telah berhasil melacak keberadaan Zaara.
mendengar informasi itu Sagara bergegas mematikan teleponnya lalu menjalankan mobil itu pergu dengan kecepatan tinggi, ia tidak perduli dengan derasnya hujan sekarang ini.
tak lama Sagara sampai di tempat Andreas dengan langkah cepat ia masuk.
Citttt...!!!
BRAK...!!
tap...
tap..
tap...
Sagara berjalan masuk,,,
"dimana Zaara?"tanya Sagara dihadapan Andreas.
"KATAKAN!!" tanpa sadar ia berteriak kepada Andreas.
"tuan muda saya berhasil melacak keberadaan nona dengan melihat plat mobil penjahat itu dan saya sudah menemukan jika penjahat itu berada di sebuah desa kecil dipinggir kota ini" jelasnya.
"bagus, sekarang kita bisa menuju kesana " ucap Sagara.
"ya tuan, tetapi sekarang tidak memungkinkan bagi kita mencari nona karena hujan deras sedang turun"
"tapi kita harus cepat kau tau!! aku tidak perduli ini hanyalah hujan saja" ucap Sagara tidak tenang
"tuan muda saya mengerti tetapi kita tidak bisa menuju desa itu jika hujan tidak berhenti" ucap Andreas menenangkan Sagara.
"SIALAN!!"Sagara pun menunggu hujan itu mereda.
tak beberapa lama hujan pun reda, Sagara dan semua pengawalnya pun menuju desa itu, desa itu terletak cukup jauh dari pusat kota.
dengan kecepatan tinggi rombongan mobil Sagara membelah keramaian kota malam itu.
terlihat sebuah pembatas tanah disana menunjukan jika itu adalah wilayah desa itu.
cit...!!
brak!!
Sagara turun dari mobil, berjalan mendekati pembatas tersebut sambil memperhatikan sekeliling nya, Sagara melihat desa itu yang mungkin memiliki luas 4-6 kilometer dan penuh pohon mungkin bisa dikatakan sebagai hutan.
"tuan kita tidak bisa masuk dengan mobil ini" ucap salah satu pengawalnya.
"desa ini adalah desa yang sudah ditinggalkan penduduknya, karena itu jalan ini pun tidak terurus" ucap Andreas menambahkan.
"Andreas turunkan pengawal khusus dan minta ia menelusuri semua desa ini dari atas!" perintah Sagara.
"baik"
di tempat persembunyiannya Mira...
Mira menjadi cemas karena keberadaan nya telah terlacak, penjahat itu memberitahukan kepadanya jika Sagara telah ada didesa itu dan akan menelusuri setiap jengkal dari desa ini.
sebenarnya Mira akan mengetahui jika Sagara pasti akan menemukan keberadaan Zaara, karena itu ia memiliki rencana lain.
"sekarang kalian dengarkan baik baik..." Mira membisikan sebuah rencana kepada penjahat penjahat itu.
"baik nyonya"
"memang kau itu berkuasa Sagara, tetapi aku juga bukan wanita yang lemah" seringai Mira.
"bangun!!! hei gadis sialan!!"teriak Mira sambil mengguncang tubuh Zaara, Zaara pun membuka matanya.
"kau tahu tuan Sagara mu sudah tiba" ucap Mira
"kau senangkan karena sebentar lagi akan selamat" ucap Mira dengan seringai tipis diwajahnya.
"tapi itu tidak akan pernah terjadi, sebelum ia menemukan mu aku akan membuat laki laki itu menemukan tubuh tak bernyawa saja". Mira menjadi tertawa puas.
"Ja..ngan harap.. Tan..te bisa mela...ku.kan.ituuu"
"karena sebelum tubuh Zaara yang mati,mungkin saja nyawa Tante lah yang dalam bahaya" ucapnya
Mira marah, ia pun mencekik leher itu...
"HEI!! ANAK SIALAN..!!!" teriak Mira sambil mencekik Zaara.
"sekarang pun aku bisa membunuhmu" Mira benar benar terlihat seperti orang lain.
"HUK..HUK...!!"
"eum...huk..hhmm!!!" Zaara merasa sesak dan tercekat, Mira yang melihat itu semakin mengencangkan cengkramannya.
"eumm...hhmmm..l.lepas...sss!!" Zaara mencoba memberontak.
Mira pun melepaskan cengkeramannya dari Zaara dan kemudian berjalan mengambil sesuatu di dalam di atas meja yang ada diruangan itu.
tap..
tap..
dengan seringai diwajahnya Mira mendekati Zaara sambil mengatakan sesuatu yang semakin membuat Zaara takut setengah mati.
"Zaara lihatlah!"
"Zaara ini adalah racun, kau tau racun ini aku beli dengan harga yang tidak murah" seringai licik Mira.
"setelah aku menyuntikan ini padamu kau akan tetap hidup, tidak akan mati karena apa!!?"
"sangat mudah untuk membunuhmu, namun aku tidak ingin itu, aku ingin kau merasakan apa yang dirasakan Nadyra terlebih dahulu"
"heh!..kau akan hidup dengan kesengsaraan, tubuh yang hanya hidup tanpa arti,aku ingin kau merasakan kegilaan seperti yang dialami Nadyra, penyesalan tanpa akhir"
"HAHAHAHA!!!"
wanita ini sudah gila, bagaimana bisa ia melakukan keji itu kepadanya.
Zaara menggelengkan kepala,,,
"jangan mendekat!!"Zaara sangat takut ketika Mira sudah mau menyuntikan racun itu.
belum sempat Mira menyuntikan racun tersebut ketubuh Zaara, seorang penjahat berlari dan menghampiri Mira dengan raut wajah yang serius.
penjahat mengatakan jika Sagara telah memasuki desa dan juga ia membawa banyak pengawal bahkan pengawal elit.
"gawat nyonya Sagara dan pengawalnya telah menelusuri tempat ini dan sebentar lagi ia akan menemukan keberadaan kita" ucapnya panik.
ngiiing...!!!
ctak...!!!
"JANGAN BERGERAK KALIAN TELAH TERKEPUNG!!!peringatan terdengar dari luar, benar saja dengan cepat Sagara menemukan tempat ini, rumah itu telah terkepung.
"Sagara!!!" betapa terkejutnya Mira karena Sagara telah sampai di tempat itu.
"KELUAR SEKARANG JUGA JIKA TIDAK INGIN AKU HANCURKAN TEMPAT INI!!"
teriak Sagara menggunakan pengeras suara, terdengar dari suara itu jika ia sudah sangat marah.
Mira yang mendengar pun, lantas ia tak membuat nyalinya takut baginya sekarang adalah waktu yang tepat untuk melakukan aksi terakhirnya.
"kalian jaga wanita ini!!" perintah Mira kepada para penjahat, lalu Mira berjalan keluar dengan raut wajah yang santai.
tap...
tap...
para pengawal bersiap siap dengan tembakan ditangan mereka masing masing ketika melihat Mira yang keluar dari dalam rumah itu.
"ahh...!!?. tuan Sagara Caesar Ardiaz selamat datang" sambut Mira dengan senang, wanita itu memang tidak waras.
"salam kenal tuan, saya sudah mendengar berita tentang anda, anda memang sangat hebat dan saya lebih tidak menyangka bisa bertemu anda secara langsung" sambungnya berlagak santai.
"jangan berbasa basi!!" desis Sagara hatinya benar benar mendidih sekarang.
"tuan,.. apa maksud anda!?, anda sedang berkunjung bukan?" Mira berpura pura bodoh.
wanita itu dengan raut wajah yang sangat tenang kemudian berucap lagi.
"atau anda mencari hal lain?"
"****!!..jangan menguji kesabaran saya nyonya!! karena jika saya lepas kontrol sekarang maka saya bisa saja membuat kepala dan tubuh itu terpisah" ancam Sagara.
"heuhmmm...baiklah katakan apa yang membuat anda kesini?" tanya Mira pada akhirnya namun ia berlagak tidak mengerti.
"dimana Zaara?!" desis Sagara
"Zaara...!!?"
"Zaara!!?..ouh...tentu,..tentu ada, cuman sekarang ia sedang tidur"
"Apakah aku harus membangunkannya?" Mira benar benar menguji kesabaran Sagara.
"bawa aku menemuinya!!" desis Sagara mencoba tetap tenang, jangan sampai ia membuat sang pelaku merasa terancam dan bertindak gegabah.
"ckk..ckk...ckk!!"
"Zaara ada didalam, jika ia telah bangun maka dia akan menemui anda tuan Sagara!!"tetapi Mira malah menggelengkan kepala, ia malah mengatakan Jika Zaara yang akan keluar sendiri.
tiba tiba ekspresi Mira berubah, tatapan matanya menajam dan penuh dendam.
"tentu aku akan membawamu bertemu Zaara, disaat hanya tubuhnya tanpa nyawa!!!" suara itu berubah menjadi dendam.
tap...!!!
tap..!!!
"JANGAN BERMAIN MAIN DENGAN KU!!!" teriak Sagara menggelegar.
Sagara sangat marah dan mendekati Mira, Sagara ingin sekali membungkam mulut wanita itu sekarang juga.
"jangan mendekat!!!,jika tidak ingin Zaara mati terbunuh, karena sekarang ditubuh Zaara ada bom yang siap meledak kapan saja jika kau berani melangkah" ancam Mira dengan senyum licik.
"sign*...****!!!"Sagara benar benar tidak tahan lagi tetapi Andreas menahannya agar tetap tenang jika tuannya itu bertindak gegabah maka Zaara bisa saja tidak selamat.
"tuan anda harus tenang, wanita itu hanya mencoba mengulur waktu dan mencoba membuat kita bertindak gegabah" kaliamt Andreas membuat Sagara berusaha tenang.
bersambung.....