
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ngiiing...
Ngiiing...
45 menit pesawat itu mengudara, tak terasa telah sampai di kota Liu Liu..
pesawat pribadi milik Sagara mendarat dengan selamat di lapangan luas itu...
tanpa menunggu waktu yang lama Sagara pun berangkat menuju kediamannya dan segera menemui Zaara...
BRAK!..
pintu mobil di tutup dengan keras lalu segera meninggalkan lapangan tersebut.
vroomm...!!
dengan kecepatan penuh mobil tersebut membelah ramainya perkotaan malam itu...
Tittt...tittt....!!
klakson mobil terdengar nyaring di hiruk pikuknya keramaian.
"kenapa lama sekali sampai hah!!" bentak Sagara.
"tuan muda mobil sudah melaju dengan kencang dan sebentar lagi kita akan sampai" saut Andreas masih dengan fokusnya berkendara.
vroomm...!! vroomm...!!
mobil itu semakin cepat dan akhirnya mereka sampai di kediaman besar Sagara.
citttttttt...!!
brak!
Sagara turun dari mobil dan langsung berjalan masuk kedalam dan menemukan keberadaan Zaara.
"ZAARA!!" teriak Sagara tiba tiba datang dan membuat semua pelayan yang berada di dalam rumah itu terkejut.
"Zaara!!"
tap...
tap...
Sagara mencari Zaara di segala penjuru rumah, kamar mereka, dapur hingga ia ingin memerintahkan semua pengawal mencari Zaara.
"PENGAWAL CARI ZAARA SAMPAI KETEMU!!" teriakkan Sagara terdengar oleh para pengawal, lalu pengawal tersebut dengan cepat menghampiri Sagara dan memberi bow.
"tuan muda!!" para pengawal semua menundukkan kepala mereka kepada Sagara.
"cari Zaara!!, cepat!!" perintah Sagara.
namun pengawal tersebut hanya diam ditempat dan takut untuk menoleh satu sama lain.
"Ada Apa Hah!!, Aku Minta Kalian Mencari Zaara Kenapa Hanya Diam Disini!!?" ucap Sagara tidak sabaran.
"eum..begini tuan muda...!" ucap salah satu pengawal yang beberapa waktu lalu diminta Zaara untuk menyiapkan mobil.
"sebenarnya nona muda telah pergi" ucap pengawal tersebut dengan suara yang pelan.
"APA!!... KENAPA KALIAN SANGAT CEROBOH HAH!!" seketika amarah Sagara meledak.
"BUKANKAH SUDAH AKU KATAKAN JIKA ZAARA TIDAK BOLEH KELUAR DARI RUMAH INI SELANGKAH PUN!!" teriak Sagara mengggelar membuat para pengawal itu hanya bisa diam dan takut.
"tuan muda lebih baik sekarang kita cari nona muda!" ucap Andreas mencoba menenangkan Sagara yang mengamuk, lagi pula jika Zaara sudah pergi mungkin Zaara akan pergi ketempat Rena, pikir Andreas.
"ckk...sial!!" runtuk Sagara kesal lalu Sagara pun segera pergi untuk mencari keberadaan Zaara.
"kalian semua ikuti tuan Sagara!!"tidak lupa Andreas memerintahkan para pengawal untuk membantu mencari keberadaan Zaara.
drap...
drap...
para pengawal itu pun bergegas menuju mobil dan ikut beriringan dibelakang mobil Sagara dan Andreas.
vroomm...!!
pukul telah menunjukkan jam 9 malam, namun kota itu masih ramai dengan hingar- bingar perkotaan.
"cepatlah!!" perintah Sagara.
"baik" Andreas pun melanjukan mobilnya menuju toko Rena.
tak beberapa lama kemudian ia sampai didepan toko tersebut, lalu Sagara pun segera turun dan menghampiri Rena.
tap...
tap...
kedatangan Sagara membuat Rena cukup terkejut namun Rena langsung tahu apa maksud dari kedatangan Sagara dan Rena bisa menebak apa yang terjadi.
dan benar belum sempat Sagara menanyakan pertanyaan itu Rena lebih dulu menjawabnya.
"Zaara tidak ada disini" ucap Rena tepat sebelum Sagara membuka mulutnya untuk bertanya.
"sign* Sagara semakin kalang kabut, jika Zaara tidak ketempat Rena lalu kemana lagi gadis itu.
"Andreas ayo pergi kepemakaman!!" perintah Sagara, Andreas pun hanya menuruti perintah itu dan segera pergi dari sana tanpa mengatakan apapun lagi kepada Rena apalagi menjelaskan.
"ckk...dasar pria itu!!" Rena sangat kesal atas sikap Sagara, datang tiba tiba pergi pun tak mengatakan apapun.
namun dari pada itu Rena juga cemas akan keberadaan Zaara, jika Zaara memang pergi tentu tujuan pertama Zaara adalah Rena dan jika tidak kemana gadis itu pergi, pikirannya.
"kemana kau Zaara!!?" Rena juga ikut mencemaskan keadaan Zaara namun sedetik kemudian ia ingat dengan Bunga.
"Bunga!!, benar dimana dia?" pikir Bunga kenapa ia tidak ikut cemas tapi pertanyaan sekarang apakah ia tahu jika Zaara sudah pergi.
tak berpikir lama Rena pun bergegas menelepon Bunga...
tut... tuut...tuttt!!
"ckk...kenapa teleponnya tidak bisa dihubungi!?" Rena mencoba sekali lagi menelpon Bunga.
namun tetap saja telepon itu tidak tersambung, dan akhirnya Rena tidak menelepon Bunga lagi akan tetapi sekarang ia mencoba menghubungi Zaara.
tut....tut....tut...
"ayolah Zaara, angkat teleponnya..." harap harap cemas Rena dibuatnya.
disisi lain Sagara telah tiba dikomplek pemakaman orang tua Zaara...
"cepat dari nona muda!!" perintah Andreas.
"baik" mereka pun ikut mencari keberadaan Zaara, menyusuri setiap blok pemakaman.
begitu pula dengan Sagara yang lebih dulu menuju kemakam orang tua Zaara.
tap..
tap..
"Zaara!" panggil Sagara namun ia tidak juga melihat keberadaan Zaara disana, sekali lagi ia Pastikan sekitar sana namun tetap saja Zaara tidak terlihat.
lalu Sagara pun kembali kedepan komplek dengan perasaan yang semakin tak karuan.
"sekarang kita pergi dari sini!" perintah Sagara.
lalu sekali lagi mereka mengelilingi kota itu, tak peduli jika malam telah larut, namun Sagara ingin menemukan Zaara malam itu juga.
setelah Berjam-jam lamanya pencarian...
dikediaman Sagara...
Sagara tidak juga menemukan keberadaan Zaara, bahkan dari laporan pengawal yang diperintahkan Sagara untuk melacak Zaara tidak juga ditemukan, hanya saja dimana tempat terakhir Zaara diturunkan yaitu tak jauh dari halte bus kota.
Pranggg...!!
"ZAARA!!!" untuk kesekian kalinya Sagara meneriakkan nama Zaara.
"Dimana kamu Zaara!!" hampir frustasi dibuatnya bahkan penampilan Sagara sudah terlihat sangat acak-acakan.
"tuan muda anda harus tenang jika anda bersikap seperti ini maka sama saja, kita harus berpikir jernih sekarang!"
"BAGAIMANA AKU BISA TENANG ANDREAS!!"
"SEKARANG ZAARA HILANG DAN AKU TIDAK TAHU SAMA SEKALI KEMANA DIA!!"
"BENAR..OLEH KARENA ITU TENANGLAH SAGARA!!" Andreas jadi ikut berteriak.
"SIALAN...SIALAN SIALAN!!" Sagara melampiaskan segala amarahnya saat ini.
setelah itu Sagara pun mencoba menenangkan pikirannya sendiri dan segera berpikir kemungkinan besar dimana Zaara.
"tuan muda!?" tiba tiba bibi Nan menghampiri Sagara lalu dengan raut wajah yang cemas dan sepertinya bibi Nan ingin mengatakan sesuatu yang penting.
"ada apa Bi Nan!!?" ucap datar Sagara sambil menopang dagu.
"ada yang ingin bibi sampaikan tuan muda!!" ucap bibi Nan yakin namun juga tersirat jika bibi Nan takut mengatakan hal yang ingin disampaikannya.
"katakanlah bi" kini Andreas yang menyahut.
"begini... tuan muda sepertinya hilangnya nona muda ada hubungannya dengan seseorang"
"seseorang siapa bi!!?" tanya Andreas.
"bibi tidak yakin, tapi orang itu adalah...nona Bunga!" jawab bibi Nan dengan suara yang dipelankan.
DEG!!...sontak Sagara menoleh.
"Bunga!!?, maksud bibi ini ada hubungannya dengan wanita itu?" tanya Sagara.
"benar tuan muda bibi curiga dengan nona Bunga karena beberapa kali bibi tidak sengaja melihat gerak gerik aneh dari nona Bunga" saut bibi Nan.
lalu bibi Nan pun menjelaskan jika sesekali tanpa sengaja bibi Nan melihat ekspresi Bunga yang tiba tiba dingin dan menyeringai sambil menatap kamar Zaara, dan ada lagi bibi Nan juga pernah mendengar sesekali nona Bunga tertawa nyaring didalam kamarnya tengah malam namun suara itu terdengar sangat aneh terlebih lagi jika itu adalah Bunga.
"dan tuan muda kejadian aneh yang terakhir adalah dua hari yang lalu nona Bunga ditemukan tergeletak di sini dalam keadaan tak sadarkan diri dan bersimbah darah"
"bersimbah darah, memangnya apa yang terjadi!?"tanya Andreas.
"itu...nona Bunga kejatuhan vas di sini"
"namun sebelum kejadian itu bibi sempat melihat jika nona Bunga sengaja membenturkan kepalanya sendiri dan dengan sengaja menjatuhkan vas Bunga seolah-olah itu kecelakaan" sambung bibi Nan.
"jadi maksud bibi kecelakaan itu sengaja dilakukan oleh nona Bunga!?"
"benar tuan Andreas, bibi awalnya tidak terpikir jika semua ini memiliki hubungan namun ketika bibi pikirkan kembali dengan baik, bibi merasa ini aneh"
"jika memang benar seperti itu!!" desis Sagara tajam.
"PENGAWAL!!!... PENGAWAL!!"
drap...
drap...
"cari keberadaan Bunga!" perintah Sagara setelah pengawal datang.
"maaf tuan saya lihat nona Bunga sudah pergi dari rumah ini sebelum nona Zaara hilang" ucap pengawal itu.
"apa yang kau katakan!!"
DEG!!..
"bb..benar tuan muda saya menyaksikan jika nona Bunga telah pergi sejak sore hari" jelas pengawal itu gugup.
set...!!
"SIALAN!!"
"lalu apa yang kalian tunggu, cepat cari wanita itu!!!" perintah Sagara
"BAIK!!"
lalu Sagara berdiri dari posisi duduknya, dan Sagara berjalan kearah ruang kerja miliknya...
tap...
tap...
tap...
sedangkan Andreas langsung mengikuti Sagara...
"tuan muda saya yakin jika anda pasti terpikir akan sesuatu bukan!?" ucap Andreas tiba tiba setelah tiba di ruangan itu.
Sagara hanya diam dan tidak mengelak sedikit pun, memang benar ia telah memikirkan ini beberapa saat yang lalu.
"masalah bertubi-tubi datang diantara hubungan anda dengan nona muda, setelah itu perusahaan yang terkena masalah serius dan sikap Bunga yang aneh..."
"Sagara kau pasti memikirkan poin poin ini bukan!?"pikir Andreas dan benar saja ucapan itu memang benar adanya.
"awalnya aku mengira jika ini memang hanya masalah yang datang namun tiba tiba semua itu berubah ketika aku menyadari sesuatu disini" sambung Andreas sambil menerawang.
"beberapa waktu lalu juga sikapmu aneh dan aku masih yakin jika kau menyembunyikan sesuatu dari semua orang" yang ucapan itu telah mengenai Sagara.
"Andreas!!!" desis Sagara dingin sambil menatap Andreas.
"sign*...kau kira aku bodoh Andreas, aku tahu apa yang terjadi disini bahkan aku juga yakin jika Ratan Lee juga berhubungan dengan ini" ucap dingin Sagara.
"Ratan Lee!!?" Andreas baru ngeh Sesuatu hal.
"jadi maksud anda di balik semua ini memang ada dalang utamanya!!"
"dan apakah dalang ini sama dengan penyerangan yang dilakukan terhadap nona Zaara!?"
"benar!!" saut Sagara datar namun terdengar sangat marah.
"jika memang begitu sepertinya kita harus mengorek lebih dalam informasi dari Ratan Lee" ucap Andreas lagi.
kini ia benar benar tidak sabar untuk menginterogasi Ratan Lee apakah memang benar jika semua ini memiliki hubungan tetapi dilihat dari kejadian selama ini tidak menutup kemungkinan bukan.
"tuan muda anda tenang saja, saya akan kembali ke kota xibei untuk menanyakan ini secara langsung kepada Ratan Lee" ucap Andreas.
"Hem!...ckk tapi kau harus ingat jangan sampai rencana ini terdengar oleh siapapun, karena kita tidak tahu dimana saja mata mata itu berada namun kali ini aku pastikan jika mereka akan mendapatkan ganjarannya"
"baik tuan muda!"
bersambung...