
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesampainya disebuah hotel bintang lima yang menjadi tempat menginapnya Sagara,
Cittt!!
Mereka semua turun dari mobil, Sagara yang menyetir untuk istri dan anak anak mereka, membuka pintu untuk Zaara, terlihat cinta yang tulus dimata Sagara.
Namun Ayana hanya diam membisu!
Andreas menghampiri mereka, dengan perasaan yang ikut bahagia, Andreas memberikan salam kepada Zaara,
"Selamat kembali nona muda"ucap Andreas masih sangat formal kepada Zaara,
Sagara terkekeh kecil, sebenarnya jika bukan karena Sagara itu cemburuan, Andreas pasti lebih bisa santai dengan Zaara,pikir Andreas.
"Ehh..i..itu!" Ayana hanya bisa tergagap, Ia bingung harus memberikan reaksi seperti apa,
"Tidak apa apa nona muda, eh... tunggu harusnya nyonya muda mungkin karena telah memiliki anak anak lucu seperti ini" imbuh Andreas terkekeh mencoba memecahkan suasana yang agak kikuk yang Zaara rasakan, ia memahami kecanggungan Zaara.
Sedangkan Sagara, dengan mata yang memberikan isyarat jika ia butuh waktu berduaan dengan Zaara itupun percuma karena Andreas tidak melihat isyarat matanya,
Andreas sialan!, pikir Sagara keki dibuatnya. Andreas sebenarnya juga hanya bercanda, Bagaimana mungkin ia tidak menyadari jika saat ini Sagara ingin berduaan dengan Zaara.
"Hei anak anak manis ikut sama paman yuk, paman ingin memperkenalkan kalian dengan anak paman..." bujuk Andreas mengalihkan perhatiannya kepada Keanu dan Revano, Revano pun mengangguk ramah sedangkan Keanu hanya menganggukan singkat dan tanpa ekspresi.
Ayukkk!,...
Mereka pun meninggalkan Sagara dan Zaara yang masih diluar hotel, membiarkan Sagara melepaskan semua duka, lara dan kerinduannya kepada Zaara.
"Apa kita perlu mencari tempat lain?"tanya Sagara lembut, Ayana hanya diam sembari menatap Sagara, tetapi sesaat kemudian ia pun berjalan mendahului Sagara,
Ayana berjalan kesamping hotel yang dimana ada taman kecil yang ditengahnya ada air mancur sebagai icon cantik hotel tersebut.
Lalu hening!
Dengan sabar Sagara menunggu Zaara mengatakan sesuatu, Sagara membiarkan terlebih dahulu hati Zaara yang masih terlalu kalut untuk memikirkan semua dengan baik.
Sagara mendongakkan kepalanya menatap langit malam, masih indah untuk disaksikan walaupun langit semakin redup dalam kegelapan, Bintang yang berjarak namun masih terang benderang, Bulan yang nampak samar karena dikelilingi oleh Awan malam.
Sagara menghembuskan napasnya!
"Kau tahu Zaara,....kau pernah menjadi 'Angin' bagiku, seseorang yang selalu ada dihatiku, tidak bisa menyentuhnya tetapi bisa merasakannya..."
Zaara sontak menatap Sagara kala ia mendengar kalimat itu, 'Angin'?.
"Kau adalah wanita yang paling aku cintai, kematian mu membuatku terpukul dan hampir menyerah namun disisi lain hatiku selalu merasa kau masih ada didunia ini...,heh! sungguh naif bukan...!?" tatapan mereka bertemu.
"Istriku terjatuh dihadapanku tetapi aku tiba bisa menolongnya diwaktu yang tepat, kau jatuh terlalu dalam hingga aku tidak bisa menemukanmu namun setelah aku menemukanmu...kau sudah menjadi," lanjut Sagara masih menatap mata Zaara dalam dalam.
Kini mereka berhadapan, Sagara menatap diam, pada seseorang yang berdiri sangat dekat dihadapannya.
Namun perlahan Sagara mengulurkan tangan kanannya, diraihnya tangan kanan Zaara dan diletakkannya di dada kirinya, ditekannya telapak tangan dan kelima jari itu disana.
"Aku mohon sebentar saja,...tutup matamu"pinta Sagara lirih.
Zaara menutup kedua matanya, dalam kegelapan dirasakannya jantung Sagara yang berdetak kencang dan kuat. seakan jantung itu bisa ditariknya keluar dari rongga dada.
Seakan Zaara bisa merasakan juga apa yang tengah dirasakan oleh Sagara,
"Aku sangat lelah,...pernah hidup tanpamu Zaara, aku tidak ingin kehilanganmu lagi, aku tidak peduli kau ingat padaku atau tidak, karena aku akan memberikan cinta yang utuh padamu selamanya..."
Sagara berharap Zaara bisa merasakan apa yang ia rasakan selama ini, Sagara tahu!, dulu ia pernah membuat hati Zaara tersakiti, ia pernah membuat mata itu mengalirkan air matanya karena kecewa terhadap Sagara tetapi kali ini ia ingin membalas semua itu dengan rasa cinta yang dalam untuk Zaara.
Genggaman tangannya terlepas!, Zaara melepaskan tangan itu, dan Sagara hanya diam.
"Tapi aku peduli dengan ingatanku," ucapnya kemudian membuat Sagara menatap nanar wajah lembut Zaara.
"Karena aku ingin mengingat dan merasakan kembali perasaanku padamu, aku ingin kembali mengingat bagaimana cinta ini bisa tumbuh didalam hati kita ..."ucap Zaara dengan sebuah senyuman diwajahnya. Sagara langsung mendekap tubuh Zaara erat-erat dalam pelukannya,
"Maafkan aku karena aku tidak bisa mengingatmu, maaf karena aku kau pernah merasakan apa itu kehilangan..." ucap Zaara sesenggukan, ia menangis.
"Tidak.., tidak harusnya aku yang berterimakasih karena kau masih hidup dan kembali padaku, dan sekarang kau telah memberikan kepadaku hadiah yang sungguh berharga..." sahut Sagara semakin mempererat pelukannya, dibelainya jilbab Zaara yang terjuntai panjang.
Sirna sudah semua kesedihan dan rasa rindunya, tergantikan dengan rasa lega karena ia mendapatkan kembali Zaara dalam hidupnya.
Mari lupakan apa yang telah ada dibelakang, apa yang telah terjadi dulu mari kita ikhlaskan dan sekarang hanya bersama dengan Zaara saja Sagara sudah sangat bahagia, karena baginya Zaara itu adalah hidupnya.
"tapiii..." Sagara pun menguraikan pelukannya namun masih menatap Zaara dengan lembut,
"Kau tidak pernah mengucapkan jika kau mencintaiku, kau tidak pernah mengucapkan sebuah pengakuan darimu dan sekarang aku memintanya" sambung Sagara berharap ia mendengarkan pengakuan tersebut dari Zaara.
Zaara tersenyum lembut tapi juga malu!,Ia merona.
Sekarang perasaan hangat menjalar keseluruhan tubuh dan juga hatinya, walaupun ingatannya telah hilang namun perasaan cinta tidak pernah bisa dibohongi.
"Apakah itu penting?" tanya Zaara spontan
"Tentu saja" sahut Sagara cepat.
"Eummm...biar aku simpan dulu ya..."
"Kau"
Pada akhirnya mereka saling melepas rindu dan menebarkan cinta, Sagara yang menunggu sebuah keajaiban dari hidupnya, Zaara yang kembali kepadanya.. Malam yang benar benar indah untuk dilewatkan begitu saja.
...************...
Keesokan paginya...
Mentari pagi telah menampakkan sinarnya, Sagara dan Zaara yang telah bangun dari subuh, telah menunaikan shalat berjamaah dan Sagara sebagai imamnya, Setelah sekian lama.
"Sayangg..." Sagara tiba tiba memeluk tubuh Zaara dari belakang, Zaara tersipu.
"Eumm...ya!?"
"Setelah ini kita bisa kembali kerumah kita, disana para keluarga sudah menunggu kepulanganmu" ucap Sagara manja.
"Iya mas" sahut Zaara,
Sagara terkekeh geli!, Mas!, sejak kapan sebutan itu tersemat padanya.
"Panggil aku dengan sebutanmu dulu"
"Apa?, bagaimana aku bisa mengingatnya?" sungut Zaara heran.
"Hubby!, itu adalah sebutanmu padaku dulu My little Wife" Zaara merona.
"Iya... Hubby" ulang Zaara menjawab Sagara dengan perasaan kikuk.
"Baguss!"
Cklek!
Kriitt!
Pintu kamar terbuka dan ternyata Keanu dan Revano lah yang membuka pintu itu,
"Maaf Ken tidak mengetuk terlebih dahulu" ucap Keanu disusul oleh Revano, Sagara dan Zaara tersenyum kearah dua putra meraka.
Sagara pun berjalan kearah mereka berdua dan langsung memeluknya!
"Tidak apa apa,...sini Abi lihat"tatap Sagara kepada Ken dan Ren.
"Mulai sekarang panggil paman dengan sebutan Abi ya, karena paman adalah ayah kandung kalian" pinta Sagara.
Grap!
Revano memeluk tubuh Sagara lagi,
"Abi...!"seru Revano riang, sepertinya ia sangat senang mengetahui hal tersebut, namun berbeda dengan Kairen.
Sedari tadi ia hanya diam menyaksikan hal tersebut, Zaara yang memahami sifat kedua putranya pun mendekati Keanu dan mencoba untuk berbicara dengannya.
"Kenapa Ken?" tanya Zaara lembut, namun keanu tetap tak bergeming dari tempatnya.
"Umi paham sekali jika kau pasti terkejut dengan hal ini, tapi Ken harus tahu jika dia adalah ayah kandung Keanu,..oleh karena itu Umi harap kita bisa menerima kenyataan ini"ucap Zaara memberikan pengertian kepada Keanu.
"Aku sudah mengetahui hal ini"imbuh Keanu kemudian, Zaara dan Sagara saling bertatapan.
"Apa maksudmu sayang?..." ucap Sagara mensejajarkan tubuhnya dengan Keanu.
"Ken telah mengetahui kebenaran ini sejak kita bertemu,... sebenarnya Ken sudah mencari tahu informasi tentang Abi...dan setelah Ken mendapatkan semua kebenaran itu....Ken hanya diam karena Ken takut Umi mengetahuinya" ucap Keanu menjelaskan.
Betapa terkejutnya Sagara, Ia tidak pernah menyangka jika Keanu bisa mengetahui hal tersebut, bagaimana caranya?
"Bagiamana Ken bisa tahu?"
"Tentu saja Ken menggali informasi tentang Abi dan jika informasi tersebut kurang lengkap, Ken bisa meretas data pribadi Abi..." jelas Keanu lagi.
Sagara tercengang!, sedangkan Zaara hanya bisa terkekeh, benar benar, pikirnya!
Zaara tidak bertanya lebih jauh, ia pun juga membungkukkan badannya setara dengan Ken lalu menarik pelan tubuh Ken dan Revano dalam pelukannya,
"Umi bangga pada kalian, terimakasih karena telah hadir kedalam kehidupan Umi"ucap lirih Zaara berkaca kaca, menyaksikan itu Sagara pun ikut mendekap istri dan anak anaknya.
Berharap semua masalah telah berlalu, hanya ada kehidupan yang bahagia bagi Sagara dan Zaara.
Bersambung...