
......................
1bulan kemudian,,,
tak terasa jika waktu telah berjalan selama satu bulan ini, seperti yang sudah di sepakati bersama, akhirnya Zaara akan kembali kuliah dengan aturan aturan yang berlaku.
"Zaara kau harus ingat apa yang tidak boleh dilakukan" ucap Sagara, mereka tengah berada dimeja makan untuk sarapan.
"iya hubby, Zaara ingat kok" jawab Zaara tersenyum.
"ingat kau harus melakukan..." ucapan Sagara terpotong
"Zaara nggak boleh jalan jalan tanpa memberitahu hubby, Zaara harus izin terlebih dahulu sebelum ingin ketempat lain, dan juga tidak boleh dekat dengan laki laki" ucap Zaara memotong ucapan Sagara, ia sudah sangat bosan karena Sagara selalu mengingatkan hal yang sama berulang kali.
"pintar sekali, baiklah selesaikan sarapanmu, dan kita akan pergi bersama sama" Sagara tersenyum puas.
Zaara menjadi keki, ia benar benar kesal karena kelakuan suaminya, Zaara makan sarapan dengan perasaan yang gondok.
"saya sudah selesai" Zaara berdiri lalu meninggalkan Sagara.
"Zaara tunggu sayang" panggil Sagara, lalu ia berjalan mendekati Zaara yang sudah keluar terlebih dahulu, pasti Zaara sangat kesal padanya, tapi itu semua untuk kebaikan Zaara.
"Zaara kenapa kau masuk mobil yang itu, sini kau bersama denganku satu mobil" ucap Sagara yang melihat Zaara yang membuka pintu mobil yang terparkir di belakang.
"saya kira pakai mobil sendiri sendiri, kan hubby mau berangkat kerja, nanti terlambat" ucap Zaara
"nggak Zaara cepat naik sini" bujuk Sagara
"baiklah" Zaara pun mendekati Sagara dan masuk mobil itu.
Brrmm......mobil itu pun pergi meninggalkan halaman rumah itu.
selama diperjalanan Zaara hanya diam, begitu juga Sagara ia hanya membaca laporan ditangannya.
Citttt....
mobil itu pun berhenti tepat di depan universitas,,,
kedatangan mereka membuat orang orang menatap mereka dengan decak kagum, bagaimana tidak ketika pintu mobil itu terbuka terlihat Sagara yang mempesona.
Sagara turun dan membukakan pintu untuk Zaara,,,
"silahkan keluar tuan putri" ucap Sagara.
"apa sih hubby" ucap Zaara ia tersipu malu.
"selamat belajar ya istriku, ingat jika ada sesuatu katankan padaku" ucap Sagara tersenyum
"emm..iya" jawab Zaara
orang di universitas yang sedari tadi memperhatikan mereka berpikir jika Zaara sangat beruntung bisa mendapatkan Sagara dan meluluhkan hatinya.
bagaimana tidak lihatlah Sagara memperlakukan Zaara dengan sangat romantis, tidak bisa dipungkiri membuat para wanita di sana menatap Zaara juga dengan iri.
"Zaara semua yang aku lakukan hanya untuk kebaikanmu, jadi tolong mengertilah" ucap Sagara sebelum ia pergi dari sana.
Zaara pun mengangguk dan tersenyum,,,
"iya, maafkan Zaara yang bersikap tidak sopan tadi hubby" ucap Zaara meminta maaf karena pagi tadi ia sempat kesal.
"tidak apa apa, lebih baik kau cepat masuk" ucap Sagara menyentuh puncak kepala Zaara.
"iya" Zaara pun pergi terlebih dahulu.
setelah Zaara masuk ia menjadi sangat senang dan gembira karena akhirnya ia bisa keluar lagi setelah lama tidak berjalan jalan.
"KYAAA... senangnya" Zaara berjalan sudah selesai melayang, entah apa yang dipikirkan orang disekitarnya menatap Zaara.
Zaara pun sampai di depan kelasnya dan langsung masuk,,,
disaat Zaara masuk seperti sebelumnya tidak ada yang perduli padanya, dan sekarang pun masih seperti itu namun sepertinya ada yang sedikit berbeda yaitu tatapan teman Zaara.
sebelumnya jika Zaara masuk tidak ada yang menoleh dan juga mengganggap Zaara tak kasat mata saking tidak perduli nya, tetapi sekarang mereka menoleh, dan ada yang tersenyum padanya.
Zaara masuk dengan canggung ketika mereka menatap Zaara,,,
"hei kau adalah Zaara kan?" tanya salah seorang wanita.
"b..be.nar" jawab Zaara, lihatlah padahal mereka satu ruangan hampir satu setengah tahun namun ia masih bertanya nama.
"ouh....jadi kau adalah gadis yang menikah dengan tuan Sagara" ucap wanita yang lain sinis.
mendengar perkataan wanita itu, sekarang semua orang saling berbisik-bisik.
"penampilannya biasa saja ya" ucap wanita itu.
begitulah yang mereka semua katakan dengan sinis, mereka berpikir jika Zaara pasti ada sesuatu yang membuat Sagara menikahi gadis sepertinya.
Zaara hanya diam mendengarkan semua tudingan yang buruk tentangnya, ia tidak ingin menghiraukan ucapan mereka.
....
pulang kuliah pun tiba sekitar jam 2 siang, karena hari ini dosen Zaara ada yang absen.
sekarang Zaara berjalan keluar dari ruangan kelasnya dan ingin langsung pulang.
tap...tap..tap...
didepan universitas sudah terlihat pengawal yang menjemput Zaara.
"halo pak" sapa Zaara
"halo nona muda" jawab pengawal itu ia hanya menunduk tidak berani menatap Zaara.
"anu itu pak, angkat kepala bapak, bapak kan lebih tua dibandingkan Zaara"
"tidak apa apa nona muda seperti ini saja"
"apakah tuan muda yang meminta hal ini?"
"tidak nona hanya ini kebiasaan saya"
"baiklah kalau begitu itu gampang, jadi kalau bersama Zaara nggak perlu nunduk ya pak, soalnya Zaara tidak terbiasa dengan hal itu" ucap Zaara
"baiklah nona" uca pengawal yang memang sudah setengah baya.
Zaara pun tersenyum, lalu ia pun segera naik dan pergi meninggalkan universitas,,,
ditempat lain,,,
dikantor Sagara terlihat jika dia tengah berada diruang meeting.
"jadi kalian tidak bisa menangani masalah ini" ucap Sagara datar, para staf hanya bisa tertunduk.
Sagara menatap tajam kearah staf staf itu, ia sangat marah karena ada masalah yang menurut Sagara adalah masalah yang besar.
"tidak ada yang bisa menjelaskan, kenapa semua ini bisa terjadi, bagaimana dengan keamanan perusahaan ini" ucap Sagara menatap tajam kedepan.
salah satu staf berbicara, ia mengatakan jika yang dialami perusahaan ini adalah karena didalam perusahaan seperti ada mata mata dari perusahaan lain.
Sagara mendesis tajam, Sagara tidak suka jika ada yang ceroboh dalam perusahaan nya apalagi jika sampai ada mata mata.
"Andreas, apakah benar" tanya Sagara.
"benar tuan, saya menemukan didalam sistem itu ada yang mencoba memasukkan suatu firus yang akan menyebabkan kebocoran informasi dalam perusahaan" jelas Andreas.
"dan juga saya sudah melacak orang yang telah menyusup kedalam perusahaan ini" sambung Andreas.
Sagara yang mendengar hanya diam, dan itu adalah hal yang sangat menakutkan bagi mereka yang disana.
BRAKKK... benar saja ia memukul meja dengan sangat marah.
"KALIAN SEMUA AKU PEKERJAKAN BUKAN UNTUK BERMAIN MAIN!!"
"KENAPA SAMPAI ADA MATA MATA DI DALAM PERUSAHAAN INI...HAH!!"
"JAWAB!!" teriak sagara, terhadap staf.
"saya tidak menerima alasan apapun sekarang perbaikan semua sistem dan keamanan dalam 1jam jika tidak kalian semua saya pecat!!"
"kalian pasti sangat tahukan jika setelah keluar dari perusahaan ini tidak ada lagi yang menerima kalian" ucap Sagara menatap tajam.
betapa terkejutnya semua staf itu mendengar perkataan Sagara, bagaimana bisa mereka membuat sistem baru dalam 1 jam.
Andreas yang mendengar pun hanya bisa diam, ia tidak bisa membantu para staf itu jika keadaannya seperti ini.
tetapi jika memperbaiki dalam satu jam maka itu mustahil dilakukan, tetapi para staf itu harus melakukan semaksimal mungkin dan harus selesai.
mereka semua keluar dari ruangan itu,,,
"tuan sepertinya masalah kali ini cukup serius karena kita kemarin sama sekali tidak menemukan ada kebocoran apapun namun pagi ini semua telah kacau" ucap Andreas, ia curiga jika masalah yang dihadapi sekarang dilakukan oleh musuh.
"aku tahu itu, tetapi kita lihat saja siapa yang telah bermain main denganku" ucap Sagara tersenyum sinis.
"baik, saya kan mencari informasi yang lebih dalam" mereka berdua pun pergi meninggalkan ruangan itu.
bersambung....