Zaara

Zaara
bab 45. curiga



"aku tidak akan membiarkan rencana ku gagal" desis dingin wanita itu.


......................


Dengan cepat dokter langsung menangani Zaara,,,


Sagara tengah duduk di kursi dengan perasaan tak karuan, Andreas yang ada disana mencoba untuk menenangkan Sagara.


"tuan muda, nona pasti baik baik saja" ucap Andreas.


sagara hanya diam, ia benar benar tidak tenang, sedari tadi Sagara menatap pintu ruangan Zaara,,


sudah tahu jika usahanya sia sia Andreas pun kembali diam dan hanya berdiri disebelah Sagara.


beberapa lama kemudian pintu kamar pasien terbuka,,,


Cklek....dokter keluar dari kamar pasien dan menghampiri Sagara,,,


Sagara yang melihat dokter sudah keluar ia juga bergegas bertanya kepada dokter itu,,,


"bagaimana keadaan istriku, dokter?" tanya Sagara dengan tidak sabar.


"begini tuan, istri anda sekarang mengalami demam dan juga kelelahan" jawab dokter perempuan itu.


"demam?!...tapi mengapa ia terlihat sangat lemah?!" tanya Sagara lagi, ia merasa jika keadaan Zaara lebih parah dari pada demam biasa.


"tuan istri anda mengalami demam tinggi dan juga kelelahan, juga saya sudah memeriksa jika tubuh nona lemah disebabkan kurangnya darah dengan kata lain istri anda juga mengidap anemia" dokter itu menjelaskan dengan sangat rinci.


"jika tidak ada yang ingin anda tanyakan lagi, saya permisi terlebih dahulu" ucap dokter itu kemudian pergi,,,


Sagara langsung masuk kedalam ruangan Zaara,,,


Cklek.......Zaara masih pingsan, Sagara berjalan menghampiri Zaara dengan perlahan lahan,,,


"sayang....aku mohon sadarlah" ucap Sagara sambil melangkahkan kakinya gamang, ia sedih melihat keadaan Zaara yang terlihat pucat.


Sagara menatap wajah Zaara dan mengusap kepala Zaara,,,


"maaf aku tidak menjagamu dengan benar" ucap Sagara lirih.


tanpa disadari oleh Sagara, mata Zaara perlahan terbuka, Zaara mengerjapkan matanya mencoba menyesuaikan cahaya,,,


"hubby....!" ucap lirih Zaara hampir tak terdengar


"hubby...."


"Zaara.... syukurlah kau sudah sadar sayang, aku sangat khawatir" betapa senangnya Sagara mengetahui jika Zaara telah sadar.


"emm...ini dimana hubby...akh..kepala Zaara sakit" tanya Zaara, kemudian ia merasakan jika kepalanya sangat sakit.


"ini dirumah sakit...kau pingsan Zaara" jawab Sagara, lalu dengan sangat perlahan Sagara membawa Zaara dalam pelukannya,,,


"kau kesakitan....tidak apa apa kau akan sembuh sebentar lagi". Sagara sangat perhatian kepada Zaara.


"hubby...aku mau pulang" ucap Zaara kemudian.


"iya...baiklah kita pulang nanti aku akan membawa dokter pribadi keluarga besar untuk merawat mu" ucap Sagara sama sekali tidak melarang Zaara.


"sayang aku keluar sebentar tunggu disini" ucap Sagara, lalu ia pun keluar,,,


Sagara keluar, berjalan mendekati Andreas,,,


"Andres.....ketatkan penjagaan di perusahaan, rumah dan universitas secara diam diam" ucap Sagara dengan wajah serius.


"baik, tapi untuk apa tuan muda, apakah ada masalah?" tanya Andreas tidak mengerti mengapa Sagara meminta mengetatkan penjagaan.


"aku curiga ada sesuatu yang janggal" ucap Sagara


Andreas tidak bertanya lagi, ia sudah mengerti lalu ia pun segera pergi dan mulai menambah penjaga di titik tertentu.


***


dilain tempat,,,


"sudah beres nona, saya telah melakukan sesuai dengan perintah anda"


terlihat dokter perempuan itu berbicara dengan seorang wanita dengan pakaian berwarna merah.


"bagus...Pastikan pekerjaan mu tidak meninggalkan jejak apapun" ucapnya tegas.


"baik nona"


setelah itu dokter itu pergi,,,


...............


Andreas segera melaksanakan tugas yang diberikan Sagara,,,


ia tengah mengendarai mobil nya menuju mansion Sagara,,,,,


tempat itu dijadikan sebagai markas rahasia Sagara dan juga tempat Andreas mencari informasi tentang apapun dengan alat yang canggih dan dengan segala koneksi yang dimilikinya.


citttt....BRAKKK.....mobil itu direm dengan hentakan keras, lalu Andreas keluar dan segera masuk kedalam mansion,,,,


"selamat datang tuan Andreas" bow para pengawal


"kalian semua berkumpul, ada perintah dari tuan Sagara kita harus melakukan secepat mungkin" perintah tegas Andreas.


dalam keadaan seperti ini, Andreas terlihat sangat mendominasi, memang benar jika Andreas itu asistennya Sagara, mereka terlihat sama jika sedang serius.


kini Andreas tengah menatap semua layar besar didepannya, dan juga memperhatikan pergerakan apapun yang ada dirumah dan juga perusahaan Sagara dan tidak lupa cctv rumah sakit hari ini.


namun tiba tiba ia melihat di layar itu,,,,


"bukankah itu Bunga?!...mengapa ia ada rumah sakit?" ucap Andreas bingung, namun Andreas tidak terlalu memusingkan hal itu.


"mungkin dia sakit" ucapnya.


"namun....apa yang sebenarnya terjadi dengan nona hari ini?" ucap Andreas lagi, Andreas menjadi teringat kembali kejadian hari ini.


lalu Andreas keluar dari ruangan itu,,,


TAP....TAP....TAP....


terlihat semua pengawal telah berkumpul di sana.


"saya ingin kalian melakukan tugas ini dengan baik dan juga secara diam diam" ucap Andreas, lalu ia menjelaskan semua rencananya kepada para pengawal,,,,,


***


malam harinya sekitar jam 8 dirumah Sagara terlihat ada Rena yang datang berkunjung,,,,


"malam pak, apakah ada Zaara?" tanya Rena dengan pengawal yang ada didepan pintu.


"maaf nona Rena tapi nona Zaara tidak ada dirumah" jawab pengawal itu


"begitu... kira kira kemana dia, apakah sedang bersama Sagara...itu pasti...sih" gumam Rena.


"nona jika anda ingin menunggu kedatangan nona Zaara anda bisa masuk kedalam" tawar pengawal itu


"iya pak..boleh" ucap Rena lalu ia pun diantar oleh pengawal itu menemui seorang pelayan dan meminta nya untuk melayani Rena.


"terimakasih...bi" ucap Rena kepada pelayan yang membawakan ia minuman.


lumayan lama Rena menunggu,,,,


TAP...TAP....TAP....ternyata seorang datang,,


pada awalnya Rena mengira itu adalah Sagara dan Zaara namun ternyata yang muncul adalah Bunga.


"Bunga!"


"Rena!?...kau ada disini?...ada apa?" ucap ramah Bunga.


"aku hanya ingin mengunjungi Zaara, aku rindu dia" jawab Rena.


"namun kau dari mana?!" tanya Rena kemudian,,,


"ahh...itu...Rena aku habis dari luar ada urusan yang harus diselesaikan" jawab Bunga tersenyum.


"urusan... emmm dengan gaunmu ini terlihat sangat mewah, urusan apa..emm" goda Rena saat ini penampilan bunga terlihat berbeda.


"itu.. pakaian ini dari pagi tadi, belum bisa menggantinya, karena setelah selesai bekerja, harus mengerjakan urusan yang lain lagi" jawab Bunga menjelaskan.


"pakaian ini cantik..." puji Rena, bunga mengenakan dress berwarna merah.


"Rena kau bisa saja, ouh ya kenapa kau kemari, apakah ingin menemui Zaara?" tanya Bunga lalu ia duduk disamping Rena.


"iya...tapi dari tadi aku tunggu dia belum juga muncul" jawab Rena.


"ah...jadi Zaara tidak ada dirumah!?" tanya Bunga agak terkejut,,,


"kau tidak tahu?" tanya Rena lagi.


"iya" jawaban Bunga membuat Rena semakin bingung.


"ahh itu mungkin saja dia jalan jalan bersama tuan Sagara" ucap Bunga kemudian, ia berpikir mungkin saja Sagara dan Zaara tengah menghabiskan waktu berdua.


"benar juga, emmm..." Rena melirik jam tangannya


"pukul 8 aku sepertinya tidak bisa menunggu lebih lama" ucap Rena.


"Bunga aku pergi dulu, jika Zaara pulang titipkan salam dariku" ucap Rena sambil berdiri dan memakai tas miliknya,,,


"baik, hati hati dijalan" jawab Bunga, lalu Rena pun pergi tanpa bertemu dengan Zaara.


setengah jam kemudian


Zaara tiba dirumah,,,


"hati hati sayang" dengan dipapah Sagara, Zaara mencoba duduk di sofa ruang tamu,,,


"iya hubby" jawab Zaara dengan tersenyum, wajah Zaara benar benar pucat.


tap....tap...tap.... terdengar langkah kaki


Bunga tengah menuruni anak tangga,,,


"Zaara!"


"Zaara apa yang terjadi, kau sakit?!" tanya Bunga cemas, ia telah ada dihadapan Zaara.


"jangan khawatir Bunga, aku baik baik saja" ucap lemah Zaara


"Zaara kenapa kau tidak memberitahu kepada ku kau sakit, kau terlambat pulang, aku kira kau tengah menghabiskan waktu bersama tuan Sagara" kata Bunga tanpa henti.


"iya, maaf aku tidak sempat memberitahukan padamu, maaf kan aku Bunga" Zaara hanya mengucapkan maaf.


Bunga pun hanya diam dan mengusap-usap tangan Zaara yang terlihat merah.


bersambung......